Dokter ASHA And KOMPOL BIMASENA

Dokter ASHA And KOMPOL BIMASENA
Dosanya Mas yang Tanggung


__ADS_3

Cinta Dalam Diam Bagian 15


Oleh Sept


Beberapa saat setelah Asha muntah-muntah. Dokter itu juga tidak tahu mengapa tiba-tiba merasa mual ketika Bimasena melakukan aksi pertamanya. Bimasena yang merasa tidak enak, kemudian mencari sesuatu di luar. Setelah mendapat sesuatu untuk meringankan perut Asha, Bima masuk kembali sambil membawa kopi. Mungkin biar Asha tidak mual.


Bimasena ini jago menangkap penjahat sampai ke negri Timur Tengah, tapi kalau masalah asmara, sungguh anak SMP pun lebih jago darinya. Bima memang sangat payah.


"Mas Bima nggak akan perkos a Asha, kan?" Asha kembali bertanya setelah menyesap kopinya. Tangannya gemetar, takut ancaman Bimasena benar adanya.


GLEK ...


Bimasena hanya menelan ludah. Ia bisa melihat keringat dingin memenuhi dahi Asha. Sudah pasti kalimat ancaman itu sangat menganggu gadis pujaan hatinya tersebut.


Bimasena menghela napas panjang, kemudian kembali meninggalkan Asha. Dokter itu pun hanya bisa diam terpaku. Bimasena keluar masuk sesuka hatinya. Meninggalkan dirinya yang dirundung gelisah.


Luar ruangan, Bimasena kembali bertemu dengan rekan kerjanya.


"Bagaimana? Berhasil?" tanya Rio yang sudah mencetuskan ide agar Bimasena langsung menyerang Asha.


Rio yang selama ini paham sahabatnya sangat minim pengalaman. Ia pun terkekeh tatkala melihat ekspresi kacau Bimasena. Pria itu kemudian memberikan sesuatu pada Bima.


"Pakai ini!" ujar Rio.


Pria itu kemudian mengeluarkan ponselnya. Dengan telaten Rio kembali memberikan tutorial tium-tium berupa video di dalam ponselnya. Dua polisi lajang itu malah menelan ludah ketika melihat bagaimana tutorial tium-tium di video Yutub. Bimasena semula merasa ragu, tapi demi membuat Asha jadi miliknya, ia akan melakukan apapun itu.


Yang satu professional, yang satu amatiran. Keduanya dengan khusuk melihat bagaimana step demi step agar tium-tium berakhir dengan sukses.

__ADS_1


***


KLEK


Asha tersentak ketika pintu kembali dibuka. Ia melirik wajah Bimasena yang bagi Asha seperti algoco di malam itu, mengerikan.


"Bagaimana perutnya? Masih mual?"


Asha menggeleng.


Sudah yakin Asha baik-baik saja, Bima lantas kembali mendekati gadis itu. Gadis yang belasan tahun menganggu alam pikirnya. Gadis yang hanya mampu ia sebut namanya dalam doa di setiap malam.


"Mas Bima mau apa? Asha nggak mau!"


Asha beringsut, ia menutup mulutnya. Gadis itu ketakutan, takut ditium paksa oleh Pak polisi yang ganteng tersebut. Dan juga polisi itu adalah kakak dari mantan tunangan Asha. Jadi, hal seperti ini harus dihindari. Jangan sampai mereka terlibat pada hubungan yang super rumit.


Sudah tahu Asha mundur dan menolak, tapi langkah kaki Bimasena malah semakin mendekat. Ia tidak gentar, malah maju dengan satu keyakinan yang sudah bulat dan kuat.


Bimasena hanya menelan ludah, pria itu kemudian merogoh saku. Mengeluarkan sesuatu lalu memasukkan ke dalam mulut.


Asha yang panik hanya menatap sekilas, matanya menatap sekeliling. Ia mencari cela untuk kabur.


"Lepasin Asha!" pinta dokter tersebut.


Asha memang sudah tidak diborgol, tapi sudah dikunci di ruang kerja polisi muda tersebut. Malam ini bahkan sudah mengancam akan memperkos a Asha bila tidak mau diajak pulang ke Jakarta.


Sekarang, Asha dihadapkan pada posisi yang mengkhawatirkan. Karena pria itu terus saja mendesak Asha hingga mengunci ruang gerak dokter itu.

__ADS_1


Asha menggeleng, memohon agar jangan diapa-apakan. Sungguh, gadis itu dibuat ketakutan oleh Bimasena yang selama ini terlihat baik, ramah bila main ke rumah untuk menemui kakaknya.


Pria sopan itu mengapa tiba-tiba menjadi begitu sangat berani? Dan kenapa mengancam dia dengan ancaman yang mengerikan? Lalu mengapa malah memaksa mentium dirinya? Apa Mas Bima suka dengan Asha? Kenapa? Ini aneh, adik kakak berurusan dengan wanita yang sama. Ini seperti sinetron saja.


Tidak banyak bicara, kali ini Bimasena yang habis memperoleh tutorial singkat. Langsung saja praktek kembali. Karena sudah dibimbing lewat visual video langsung beberapa saat lalu.


Asha jelas tersentak, matanya membulat sempurna, saat tangan Bimasena yang kekar itu menyentuh tengkuk lehernya dan mendekatkan wajahnya yang tampan itu.


'Ini tidak boleh!' batin Asha yang sudah ingin menangis.


Sementara itu, Bimasena tidak mau mundur. Sudah terlanjur sampai di sini. Wajah mereka pun sudah semakin dekat, biarlah dosa Asha dan dosanya akan ia tanggung sendiri, batin pria tersebut.


CUP


Asha menggeleng pelan. Ia kaget saat Bimasena memberikan permen padanya.


Setelah itu, Bima kembali menempelkan bibirnya. Meminta permen yang semula sudah ia berikan.


"Biar dosanya Mas yang tanggung!" bisik Bimasena sisertai hati yang bergemuru. Jantungnya hampir copot. Ini adalah tiuman pertama mereka, dan berhasil. Setelah gagal pada percobaan beberapa saat lalu yang membuat asam lambung Asha naik.


30 tahun menjadi perwira polisi, akhirnya bisa juga ia mentium seorang gadis. BERSAMBUNG


IG Sept_September2020


Kata Mas Bima, dia yang menganggung dosanya. Catet bestie! Dasar, polisi idaman. Hihihih ... Btw, yang nanya IG bu dokter Asha sama Pak komisaris Bimasena, maaf ya. pokoknya bayangin laudya cintya bela sama teuku Ryan suami ria Yutuber. Oke. Hihihi


Jempolnya digoyang. Jangan sungkan kasih like. Nanti aku up lagi. Cerita aslinya.

__ADS_1


Oh ya ... semuanya, dapat salam dari dokter cantik Kita, dokter Asha (Nama-nama di novel aku samarkan, ya ... Demi privacy). Dan aku kasih screen shot. Biar gak disangka mengada-ada. Hehehe



__ADS_2