
___ ___ ___
"Ya Allah kayak suara nya buk dokter cantik." Ucap Faiz pelan dan lebih menyerupai gumaman.
Tanpa ingin mengetahui kenyataannya Faiz masih tetap menutup matanya, tak memperdulikan dokter yang sedang membersihkan serta mengobati luka luka yang ada dikakinya.
Sedangkan sang dokter hanya mampu untuk tetap bersikap profesional dan tak ingin mengganggu kegiatan pasien yang sedang ia tangani, walaupun dalam hatinya sedikit ngilu karena sapaannya tak direspon oleh seseorang yang kini terbaring mengenaskan diatas bankar UGD.
"Mas Faiz, tangannya turunkan biar saya obati lukanya." Ucap sang dokter dengan sangat lembut bagaikan busa cucian celana, namun sampai 5 menit dinanti Faiz tak kunjung menurunkan tangannya yang sedang ia gunakan untuk menutup mata.
Tanpa basa basi sang dokter dengan perlahan menyentuh tangan Faiz dan ia turunkan agar mudah untuk dirinya mengobati luka gores di tangan itu. Beriringan dengan detak jantungnya yang sedang berkoplo remix, dokter cantik itu mulai melakukan kegiatan pembersihan luka dan mengobati nya.
"Aduh perih." Ringis Faiz seraya membuka matanya yang masih terpejam.
"Maaf, tahan bentar ya." Jawab sang dokter lembut penuh perhatian.
"Na... Nazra." Gumam Faiz dengan tatapan melongo antara kaget senang atau malu ntah lah hanya Faiz yang tau.
"Iiii yaa." Jawab si dokter dengan gugup saat namanya terpanggil, ntah kebetulan atau memang takdir tapi inilah kenyataannya, yang mana dokter yang menangani Faiz adalah Nazra, si dokter cantik pujaan hati Faiz.
"Kok kamu disini?" Tanya Faiz masih menatap Nazra dengan tatapan penuh lope lope tanda cinta warna merah.
"Kebetulan tadi ada panggilan buat bantu tangani korban kebakaran, terus tadi ada perawat yang nyampein ada pasien kecelakaan di UGD butuh pertolongan jadinya aku yang kesini." Jawab Nazra yang masih sibuk mengobati luka ditangan Faiz, dan tanpa mereka sadari obrolan kali ini sudah tak seformal sebelumnya.
"Ouh gitu, sssttt aduhhh pelan Ra." Ringis Faiz saat Nazra memberikan betadine pada luka nya. Dan sekali lagi tanpa sadar Faiz mulai memanggil dokter cantik itu dengan sebutan nama tanpa embel-embel mbak dokter atau seperti sebelumnya.
__ADS_1
"Fuhhhhh, maap sakit yaa." Reflek Nazra langsung meniup luka ditanggan Faiz dengan dibarengi rasa khawatir, sedangkan sipemilik luka malah terdiam kaku bagaikan tersiram adonan semen cepat kering.
"Mas Faiz udah selesai, mas sama siapa kesini?" Tanya Nazra membuyarkan lamunan indah Faiz, ternyata tiupan lembut dari pujaan hati bisa membekukan seorang Hidayat Alfarizi.
"Mas Faiz?" Panggil Nazra sekali lagi.
"Ah iya bu dokter." Jawab Faiz dengan cepat, malu itulah yang Faiz rasakan karena telah ketahuan sedang melamun.
"Panggil Nara aja kayak tadi." Minta Nazra dengan senyum manis terkembang diwajah cantiknya, namun tak hanya senyum cantik yang terlihat tapi juga dengan semburat merah muda yang dengan alami terlukis jelas dikedua pipi Nazra.
Mendengar dan melihat itu semua membuat Faiz serasa terbang melayang keawan bertemu bintang bintang dan menyapa matahari. Sejuk indah menawan namun tersapa rasa panas, bagaimana tidak jika disaat dirinya disambut baik oleh bidadari pujaan hati namun kenyataan menyadarkannya akan status pujaan hati yang sudah memiliki doi.
"Maaf, tapi saya hanya bersikap profesional sebagai driver ojol dan sebagai salah satu pasien bu dokter." Jawab Faiz dengan hati-hati.
"Tapi tadi mas Faiz panggil aku nama aja." Ucap Nazra dengan nada sedikit merendah, bahkan jika Faiz ada kelainan telinga mungkin tak bisa mendengar nya.
"Rrr Raaa, hei kamu kenapa kok malah gitu?" Tanya Faiz yang mencoba membiasakan diri untuk memanggil dokter cantik itu dengan sebutan nama sesuai permintaan. Walaupun agak canggung tapi harus dicoba agar terbiasa, baru ditolak dengan penjelasan yang sesuai fakta aja udah nunduk kek mau nangis apalagi kalo gak diturutin bisa-bisa Faiz gak dapet kunci pintu hatinya pulak.
Senang itulah yang Nazra rasakan, hanya karena mas ojol idola nya memanggil dirinya dengan nama saja bisa membuatnya bagai terbang bersama burung merak. Tanpa babibu Nazra langsung menubrukkan diri kearah Faiz yang sedang duduk diatas bankar.
"Gitu dong, jangan cuek lagi gak suka." Ucap Nazra yang masih nyaman dengan posisi wajahnya didada Faiz.
Jangan ditanya bagaimana Faiz yang di serang tanpa aba-aba, saat ini pemuda minim otak itu sedang mencoba menormalkan detak jantungnya yang berdebar hebat didalam sana, nafasnya terasa sesak, otaknya berhenti bekerja dan aliran darahnya seakan semakin deras mengalir seperti banjir bandang.
"R..ra le...lepasin." Ucap Faiz terbata, gugup bingung senang bercampur jadi satu membuat lidahnya tak mampu berkata lebih banyak lagi.
__ADS_1
"Nggak mau, Mas Faiz jahat masak cuekin aku." Ketus Nazra, rasa malu gengsi sudah ia buang jauh-jauh karena yang terpenting adalah mas ojol idolanya berhenti cuek dan kembali ramah seperti dulu.
"Tangan sakit kamu tindih woyyyy!!!!!" Pekik Faiz yang tak sanggup menahan perihnya luka ditangannya yang tertindih Nazra.
"Astaghfirullah patah tulang." Ucap Nazra melebarkan matanya menatap tangan Faiz dengan seribu rasa bersalah.
"Cuman luka gak sampek patah loh ya sembarangan kalo ngomong." Ucap Faiz.
"Maap ya mas Faiz maap." Ucap Nazra dengan puppy eyes nya, membuat Faiz ingin sekali mengantongi Nazra dibawa pulang. Dikira permen kalik.
"Maap maap siapa nyuruh main tubruk seenak dengkul? Dikira teh tubruk apa." Gerutu Faiz dengan gaya sok cuek, padahal mah dalam hati ayok lagi ayok lagi.
"Mas Faiz marah?" Tanya Nazra dengan sangat polosnya, seorang dokter muda dengan sejuta pesona terlihat sangat lemah dihadapan Faiz si driver ojol. Ouhh Faiz pakai susuk kah dirimu.
"Nggak." Ketus Faiz.
"Terus?" Tanya Nazra masih mode memelas.
"Ayok lagi." Jawab Faiz tanpa sadar dan membuat Nazra kembali mengulang tingkah gatau malunya memeluk laki-laki sembarangan diruang UGD.
"ADOOOHHH IBUK TANGAN FAIZ NGELUPAS!!!!!!" Teriak Faiz histeris saat merasakan tangannya perih pedih sakit tersambar badan Nazra.
"Hah! Mas Faiz maap maap, nggak sengaja. Diobatin lagi yaa." Panik Nazra dengan mata yang sudah berkaca-kaca, dengan telaten dirinya kembali membuka perban tangan Faiz yang ternyata luka itu mengeluarkan darah kembali.
____
__ADS_1
Warga maaf ya agak bosenin cerita kali ini, jujur kelamaan gak update malah gak dapet feel untuk ngelanjut, kacau sudah ini warga maap banget😭