
___
Setelah sekian menit merasakan kecemasan, akhirnya Faiz mendapat angin segar yang amat sangat menyegarkan. Pintu yang sejak tadi dihadapnya tanpa ada tanda-tanda akhirnya terbuka seiring jawaban salam. Perlahan celah pintu terbuka lebar seraya menampakkan sosok wanita dengan senyum mengembang menyambutnya.
"Eh ada mas Faiz, maaf ya ibu lama bukain pintunya." Ucap wanita itu ramah, dan yang tak lain adalah bu Tika.
"Ndak apa-apa bu, maaf juga Faiz ganggu jam segini." Jawab Faiz dengan rasa canggung, walaupun sudah dapat angin segar bukan berarti bisa nafas dengan lega begitulah kondisi Faiz saat ini.
"Ah ndak ganggu kok, oh iya pasti mas Faiz cari Nara ya?" Tanya Bu Tika seolah tidak tahu menahu soal perseteruan antara Faiz dan putrinya itu. Wah sa ae nih emak indo.
"Mmm anu buk, ee itu mmmm saya anu buk." Jawab Faiz ragu-ragu, ntah setan sejenis apalagi yang menyambar mulut Faiz sehingga membuatnya gagu.
"Anu apa mas Faiz? Anu itu banyak lo maknanya." Ucap Bu Tika dengan menahan senyum, sebenarnya ada rasa kasihan melihat Faiz yang saat ini namun mau bagaimana lagi, biarlah dia berjuang sendiri.
"Mmm itu buk, pak Rizal nya ada?" Setelah melewati lika liku kegugupan akhirnya Faiz berhasil lolos melontarkan 1 pertanyaan yang menjadi awal dari usahanya. Masalah nanti bagaimana di hadapan Pak Rizal ya dipikir nanti saja, siapa peduli kan ya.
"Ouh mas Faiz cari suami ibu, tadinya ibu kira mas Faiz mau jemput Nara." Ucap Bu Tika dengan senyuman.
"Hehe ndak buk, lagi ada yang pengen Faiz omongin sama Pak Rizal." Jawab Faiz menanggapi ucapan Bu Tika dengan iringan tawa garing kriuk-kriuk, gimana nasib coba mau jemput wong lagi perang badar ini aja berani kesini syukur-syukur lancar minta restu jalan keluar. Langsung kebapak nya malah.
"Hmm gitu ya? Lagi pula Nara juga masih kerja. Ya udah ayok masuk, ayahnya Nara lagi nyantai di belakang. Maaf ya malah ibuk ajak ngobrol disini." Ajak Bu Tika mempersilahkan Faiz, kasian juga si Faiz berdiri ngejogrok depan pintu.
"Makasih buk." Ucap Faiz seraya mengikuti bu Tika.
Setibanya didalam rumah ternyata Faiz telah disambut dengan hangat oleh Pak Rizal. Tidak diduga bahwa kedatangannya disaat seperti ini masih mendapat sambutan yang layak untuk makhluk seperti dirinya.
Walaupun demikian, rasa cemas masih saja menyelimuti diri Faiz. Tidak akan ada yang tau nantinya bagaimana, bisa saja kehangatan yang dirinya dapat berubah menjadi hawa panas yang dapat membakarnya seketika.
__ADS_1
"Silahkan duduk Mas Faiz, kebetulan sekali saya lagi pengen ngobrol." Ucap Pak Rizal mempersilahkan Faiz duduk tepat di hadapan nya.
"Baik pak." Jawab Faiz lirih. Belum apa-apa saja dirinya sudah gemetar dan keringat dingin mulai menetes. Ntah apalagi yang akan terjadi selanjutnya, tapi jika tidak dilanjutkan makan akan sia-sia saja segala apa yang sudah direncanakan.
"Ayo diminum mas Faiz, panas-panas gini seger minum es jeruk." Ucap Bu Tika seraya meletakkan 2 gelas es jeruk diatas meja. Ademin dulu Is kalik aja kamu bisa lancar ngomong setelah meneguk beberapa tetes es jeruk.
"Jadi ada perlu apa nih siang-siang udah nyampek kerumah. Kalo ngapel kan bagusnya ntar malem, ya nggak bun?" Pancing Pak Rizal, kalik aja kan dengan begini ikan ****** yang lagi ngelirik es jeruk bisa buka suara.
"Mmm anu pak, saya...." Ucap Faiz terhenti karena dirinya tak mampu menahan gemetar, rasa takut cemas bingung menyelinap dalam jiwanya.
"Anu apa mas Faiz? Santai aja ndak usah tegang. Keluarga saya ndak doyan sama modelan mas Faiz." Ucap Pak Rizal. Bukannya menenangkan Faiz tapi malah membuat Faiz semakin takut untuk melanjutkan misinya.
"Gini pak, saya kesini mau minta es jeruk eh restu pak, eh saran lebih tepatnya pak." Ucap Faiz gagap, turun image mu sebagai mas ojol ganteng Iz, bikin malu aja.
"Tenang mas Faiz, jangan tegang. Coba ceritain pelan-pelan." Ucap Bu Tika dengan segala kelembutan khas seorang ibu.
Dengan khidmat kedua orangtua itu mendengar kan segala cerita Faiz dari awal konflik hingga detik ini. Menyedihkan memang, rasa sadar diri membuatnya menjadi sad boy yang harus menerima kenyataan.
"Hmm jadi gitu, pantaslah akhir-akhir ini Nara terlihat murung." Ucap Bu Tika setelah menyimak ocehan Faiz yang menyedihkan hati.
"Saya mengira bahwa saya tidak akan pernah diterima dikeluarga ini dan karena itu pula saya memutuskan untuk mengatakan hal itu pada Nara. Tapi siapa sangka jika akhirnya malah seperti ini pak, jujur saya baru menyadari bahwa saya sangat Menyayangi putri bapak. Dan untuk itu saya datang menemui bapak untuk meminta bantuan bapak." Jelas Faiz melanjutkan ceritanya.
"Wah kamu itu terlalu sering nonton sinetron, ndak semua orang berada menolak memiliki menantu seperti mu. Masak gitu aja udah nyerah duluan." Ucap Pak Rizal menanggapi penjelasan Faiz.
"Lah iya, harusnya kamu berusaha dulu kalo udah nyoba baru bisa ngambil kesimpulan. Kalo udah kayak gini gimana cobak? Si Nara itu baru sekali ini punya perasaan lebih sama temen cowoknya." Sambung Bu Tika.
"Saya ndak tau lagi mau gimana buk, saya udah nyoba buat jelasin alasan saya ngomong kayak gitu tapi Nara tetep ndak mau dengerin saya bahkan untuk sekedar liat saya aja dia udah ndak mau." Jawab Faiz penuh kepiluan, sungguh mengenakan tukan ojek satu ini. Ternyata lebih pedih daripada tidak dapat penumpang ssharian penuh.
__ADS_1
"Prihatin sekali kamu Mas Faiz, saya jadi terharu." Ucap Bu Tika seraya mengelap hidungnya yang berair menggunakan tissue. Wah wah semenyedihkan itu kah kisah mu Faiz.
"Terus kamu maunya saya bantu apa?" Tanya Pak Rizal serius, demi putri tersayangnya apapun harus dilakukan apalagi calon mantunya yang berbudi pekerti luhur.
"Saya cuma punya satu rencana pak, saya mau lamar Nara." Tegas Faiz dengan segala sisa keberanian nya. Udahlah gini aja langsung daripada kelamaan udah capek, begitulah isi pikiran Faiz.
Setelah sekian detik terdiam.....
Uhuk uhuk byuuuurrrrr!!
"Astojim bapak ibuk, saya minta restu bukan minta ajian jaran goyang ngapa malah disembur begini?" Ucap Faiz seraya mengusap wajahnya yang basah akibat semburan hebat es jeruk peras ala jaran goyang.
"Duh maap mas Faiz saya terkaget tadi, ini serius?" Tanya Pak Rizal memastikan bahwa ucapan Faiz tidak salah.
"Serius pak paket spesial pakek telor 2". Jawab Faiz mantap.
" Disaat seperti apa Nara bisa menerima nya? Ibuk ndak bisa menjamin akan berjalan lancar." Ucap Bu Tika was-was, masak iya lagi bersengketa malah mau dilamar. Ngadi-ngadi nih supir ojek.
"Nah lo kan? Panik nggak? Panik nggak? Paniklah masak nggak." Ucap Pak Rizal menggoyahkan Faiz.
"Itulah alasannya kenapa saya meminta bantuan bapak ibu." Jawab Faiz mantap. Nah loo gak mempan kan itu si bapak godaannya, sekarang siapa yang panik? Hayo panik nggak? Panik nggak? Ya panik lah masak nggak wkwkwk.
-------
Marhaban Ya Ramadhan wargaaaa.......!!!!
Semoga Puasa di hari pertama ini lancar ya wargaa....
__ADS_1
Selamat berbuka dengan takjil yang menggugah selera nanti jika sudah tiba waktu nya ๐