Dokter Cinta Mas Ojol

Dokter Cinta Mas Ojol
H-1


__ADS_3

°°°°°°°


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat, segala hal telah dilewati, dari yang normal biasa saja sampai yang bikin galau berhari-hari hampir bengek.


Tapi ya mau gimana lagi namanya juga jalan hidup, kalo lurus lempeng meluncur gitu aja namanya prosotan aer.Gak kerasa susah enaknya tau tau udah ndelosor aja dibawah. Hidup modelan gitu mana asik.


Kayak Faiz ama Nazra nih lo berawal dari gak sengaja ketemu gegara orderan ama bintang 3 seperempat eh malah hati masing-masing nya kenak srempet. Dari yang insecure dulu, ngejar dulu, berjuang kemudian, salah paham akhirnya eh nyatanya jodoh juga.


"Alhamdulillah semua sudah siap." Kotak beludru warna biru sudah ditangan, seperangkat alat sholat sudah rapi ditempatnya dengan pita dan bunga-bunga. Faiz memandangi kesemuanya dengan senyum puas.


"Is, hapalin kalimat akadnya. Bapak ndak mau kamu ngulang besok, cukup ucapkan sekali saja karena ini juga sekali untuk seumur hidup." Kanjeng Bapak udah khotbah aja depan pintu, bikin kaget calon pengantin.


"Baik pak, restu dan doanya aja supaya Faiz besok ndak gerogi." Untuk sekarang sih Faiz aman, ditanya sudah hapal? Ya sudah. Ditanya gerogi? Ya dikit tapi ntah besok gimana.


"Anak bujang ibuk, besok kalo udah jadi suami harus jadi suami yang penyabar, penyayang dan menerima apa adanya istrimu. Karena pasti banyak hal yang baru akan kamu ketahui nanti setelah hidup berdua bersamanya." Sip, kanjeng ibu kalo disituasi seperti bijak banget, ndak pakek ngegas kayak biasanya.


"Iya buk, terimakasih untuk nasehatnya." Setelah menjawab nasehat ibunya, Faiz mencium dan memeluk sang ibu dengan penuh kasih sayang. Yang biasanya gak akur, tapi kalo udah kayak gini kucing sama tikus bisa saja pelukan kayak teletubies.

__ADS_1


"Sebesar apapun masalah yang kamu hadapi bersama istri mu Is, jangan pernah sekalipun kamu membentaknya dan jangan sekalipun berkata kasar padanya." Sambung bapak yang juga ikutan meluk Faiz dengan erat. Rasanya baru kemarin Faiz berojol dari perut istrinya eh sekarang udah mau jadi kepala keluarga aja.


"Iya pak, bapak emang panutan Faiz." Ditengah pelukan Faiz menetes kan air matanya tanda bahwa dirinya terharu. Berkat kedua orang inilah Faiz bisa mendapat kebahagiaan yang sekarang.


••••


Banyak hal yang sudah dipersiapkan, rumah Nazra sudah berubah penampakan nya karena tenda dan pelaminan udah nangkring aja depan rumah. Kamar udah dihias sedemikian rupa, pakek bunga bunga segala biar keliatan romantis katanya.


"Gak nyangka, besok kakak udah jadi istri orang." Ucap Fatih yang menemani sang kakak dikamar, besok besok udah ndak bisa karena ada mas iparnya, manfaatin masa terakhir lah.


"Kakak juga ndak nyangka dek, kakak seminggu ini ngerasa jomblo. Tapi besok udah bakal ganti status aja." Jawab Nazra yang tersenyum kearah adik kesayangan nya itu.


"Iya gitu dek, bukan cuma ndak ketemu tapi mas Faiz juga ndak ngechat nelpon video call. Jadi kakak rasa jomblo." Jelas Nazra, ya kalik gitu betah seminggu ndak ada kabar berita. Mencurigakan.


"Kakak, harus selalu bisa jadi istri yang percaya dengan suami. Apapun keadaan nya dengarkan suami terlebih dahulu dan percayalah padanya. Karena hubungan itu didasari dengan kepercayaan." Nasehat kanjeng bunda. Perlahan namun pasti langka bunda mendekat kearah Nazra dengan iringan nasehat yang diucapkannya.


"Iya bunda." Jawab Nazra yang kemudian memelui sosok bidadari tanpa sayap yang telah duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Udah h-1 ya kak, padahal baru kemarin rasanya ayah nganterin kakak sama adek masuk SD. Pesen ayah untuk kakak, sekalipun kakak sibuk dengan tanggungjawab profesi kakak, kakak jangan pernah lupakan tanggungjawab kakak terhadap suami kakak dan anak kakak nanti." Ntah sejak kapan sang ayah berada dikamar itu, kini beliau juga sudah memeluk sang putri dengan lantunan pesan dan nasehat.


"Iya yah, kakak akan belajar menjadi istri yang baik seperti bunda yang selalu menghormati dan menghargai ayah. Yang selalu siap siaga untuk ayah dan anak-anaknya." Ucap Nazra yang sudah berlinang air mata, masa lajangnya hanya tinggal malam ini.


"Pilihan mu sudah yang terbaik sayang, lakukanlah yang terbaik juga untuknya." Bu Tika mengelus lembut pucuk kepala Nazra, rasa sayang dicurahkan sebanyak-banyaknya untuk putrinya ini. Tanggung jawabnya untuk melindungi putri tersayang sudah berpindah kepada Faiz mulai hari esok.


••••••


Persiapan sudah 99%, undangan sudah sampai dirumah yang ditujukan. Catering ready, photographer udah standby, pelaminan udah nangkring syantik, penghulu udah di boking.


Pokoknya hari besok udah langsung gass ijab sah halal. Kejadian berliku kemarin jadikan pelajaran, mulai hari besok udah harus dimulai dari awal berdua.


"Ya Rabb, aku lah hamba-Mu yang banyak kekurangan, banyak dosa dan lemah serta rapuh. Hanya pada-Mu lah hamba memohon segala hal. Puji syukur pada-Mu yaa Rabb telah menghadiahkan hamba usia hingga sampai hari ini, hari dimana hamba akan meminang salah satu hamba-Mu yang selalu hamba adukan pada-Mu disepertiga malam." Dalam doa nya selepas sholat isya, Faiz mencurahkan rasa bahagianya kepada Rabb yang Maha Pencipta. Ra syukurnya tak henti terucap, Do'a-do'a nya Allah kabulkan, Allah hadiahkan kekasih pujaan hatinya.


Jika dirimu percaya Kuasa Tuhan itu nyata, maka jangan hentinya dirimu berdoa serta usaha. Adukan semua pada Rabb mu, merendahlah dihadapan-Nya. Seiring berjalannya waktu, jika sudah tepat masa itu maka Allah akan hadiahkan apa yang telah dirimu lantunkan dalam setiap peraduan dalam doa-doamu disepertiga malam.


"Terimakasih Ya Allah, Engkau telah pautkan hati yang rapuh ini pada salah satu hati hamba-Mu. Terimakasih karena Engkau telah turunkan dia yang terbaik menurut pilihan-Mu Ya Rabb." Bukannya hanya Faiz yang mengadukan rasa syukurnya pada Allah Maha Besar, tapi Nazra juga melakukan hal yang sama. Setiap apa yang dia dapat hari kemarin, hari ini dan dimasa depan adalah hadiah yang Tuhan datangkan, dan semua itu harus senantiasa disyukuri.

__ADS_1


°°°°°


__ADS_2