Dokter Cinta Mas Ojol

Dokter Cinta Mas Ojol
Triple Date


__ADS_3

......


"Kalian dulu apa? Mantan? bener kan iya?" Tanya Nazra beruntun memotong ucapan Tria.


"Aaa...."


"Pantes aja tadi bilang mau nikung, mantan sih." Lanjut Nazra yang lagi-lagi memotong ucapan Tria.


"Ya Allah, udahlah mulutnya kalo ngomong suka typo terus sekarang suka motong juga kek gunting bedah." Gumam Caca yang jengah melihat tingkah Nazra.


"Ra, dengerin dulu kalo orang mau ngomong jangan dipotong ndak sopan." Tegur Faiz dengan lembut seraya memandang Nazra penuh kasih sayang seolah hanya Nazra lah yang ada dihatinya.


"Oke." Jawab Nazra singkat padat dan jelas tanpa perlu penjabaran.


"Gini lo Ra, aku sama Dayat tu temenan waktu esempe." Jelas Tria


"Yakin cuman temen? Kalik aja temen rasa lebih." Ketus Nazra.


"Cemburu ya Ra?" Tanya Panji menggoda.


"Iyalah masak ndak pulak." Jawab Nazra cuek.


"Gimana mau jadi temen rasa lebih Ra, manusia kayak aku mah udah insecure duluan kalo tau yang deketin dia modelannya highclass." Jelas Tria sekali lagi.


"Hah? Berarti banyak dong mantan masnya?" Tanya Nazra kepada Faiz dengan rasa cemburu yang sudah ntah berantah. Sambil manyun Nazra menatap Faiz sinis meminta jawaban.


"Boro-boro mantan, mau dapetin satu aja perjuangan." Jawab Faiz santai tanpa beban hidup sedikit pun.


"Dideketin cewek aja pura-pura amnesia gimana mau punya mantan. Ditembak anak pak camat aja malah pura-pura kesurupan." Gerutu Tria yang mengingat kelakuan Faiz saat remaja dulu.


"Cogan gak ngakhlak sih ini namanya." Gumam Caca menanggapi cerita Tria sambil mangguk-mangguk.


"Kenapa ga jadi buaya aja masnya?" Giliran Rido sekarang yang bertanya.


"Penghuni kontrakan aja patimura mau jadi buaya mas, bagusan saya sadar diri sebelum terhina kesombongan sendiri." Jawab Faiz enteng seolah dirinya paling bijak sore itu.


"Kamu bener juga, udah lah sok buaya tapi ndak punya dana ya malu akhirnya." Ucap Panji


"Aaaaa........"

__ADS_1


Kruyukkkkk!!!


Belum sempat Nazra mengucapkan sepatah kata, suara nyanyian lambung begitu nyaring sehingga semua mata tertuju pada sumber suara. Dan nyatanya adalah perut Nazra yang sama sekali tidak punya sopan santun itu. Saat semua memandang kearahnya, Nazra hanya bisa melakukan hal andalannya ya apalagi kalo bukan the power of nyengir.


"Tadi diajakin ndak mau sekarang malah ketahuan kan siapa yang kelaperan." Sindir Caca kepada Nazra.


"Sok-sokan nolak diajak makan." Tambah Rido.


"Yaudah tempat biasa aja yok." Putus Panji yang sudah masuk kedalam mobilnya disusul oleh Caca. Yang kemudian Rido serta Tria dimobil yang berbeda.


"Kita kemana Ra?" Tanya Faiz setelah selesai memakaikan helm dikepala Nazra.


"Makan mas." Jawab Nazra yang sudah duduk cantik dimotor Faiz.


"Iya makannya dimana?" Tanya Faiz lagi.


"Ikutin mereka aja lah masnya." Jawab Nazra.


----


Setelah beberapa menit melajukan kendaraannya masing-masing, kini tibalah ketiga pasang makhluk luar angkasa itu mendarat. Disebuah tempat yang tak asing lagi bagi mereka terutama Faiz, dimana tempat rezeki sang ayah diturunkan setiap harinya. Dimana lagi jika bukan warung pecel pele barokah milik Pak Aji, ayah Faiz.


"Seperti biasa ya mas." Jawab Caca tak kalah ramah.


"Tapi porsinya nambah 2 mas, jadinya 6." Tambah Panji yang kemudian diangguki oleh Edo.


"Minumnya es jeruk aja mas semuanya." Sambung Rido yang sudah duduk manis bersama Tria.


Setelah memesan, Caca dan Panji menyusul Rido dan Tria untuk meletakan ekor masing-masing hingga pesanan datang. Tak lama kemudian disusul oleh Nazra namun tidak dengan Faiz.


"Kok sendiri Ra? Dayat ndak kamu ajakin?" Tanya Tria.


"Lah iya kamu tinggalin dimana?" Lanjut Caca.


"Ehh ada bu dokter sama temen-temennya." Ucap seorang paruh baya menyapa yang menggagalkan jawaban Nazra atas pertanyaan Caca dan Tria.


"Ehh iya pak." Jawab Nazra seraya mencium tangan bapak itu yang tak lain adalah Pak Aji.


"Pakde es batu nya udah nih 20 rebu yak." Ucap Faiz yang baru saja tiba dengan sekantung besar berisi es batu.

__ADS_1


"Sekalian bikinin es jeruknya lah mas nanggung." Jawab Pak Aji.


"Lah masnya diajakin doi triple date kok malah sempetnya ngurir gimana maksud?" Ucap Rido yang masih belum paham akan keadaan.


"Sambil berpanasan jemur ikan asin mas." Jawab Faiz sambil nyengir.


"Udah sana bantu mas mu goreng ayam apa ngulek cabenya biar bapak yang bikin es." Titah pak Aji yang kemudian berlalu pergi diikuti oleh Faiz.


"Tunggu tunggu bapak?" Tanya Panji mengerutkan kening tanda bingung.


"Lah iya itu bapaknya, terus mas tadi itu suami mbaknya." Jelas Nazra


"Lah kok tadi pakde panggilnya?" Tanya Caca gantian.


"Namanya juga akhlak nya kececer tadi dijalan." Ucap Nazra tanpa rasa bersalah. Ndak ngakhlak gitu aja kamu suka Ra, apalagi kalo ngakhlak.


"Udah ganti profesi bapaknya toh?" Tanya Tria polos.


"Lah emang dulu apa?" Tanya Nazra penasaran.


"Ya jualan lele goreng." Jawab Tria tanpa dosa dan sontak itu membuat rekan-rekannya ingin mengoleskan sambal sebanyak mungkin pada calon istri Rido itu.


Saat yang lain sedang asik berbincang sana sini membahas hal yang berbau merried, Nazra memilih fokus memandang Faiz yang sedang sibuk membantu sang kakak dan sang ayah membuatkan pesanan. Dengan sigap Faiz nenyusun nasi serta ayam diatas piring dan itu semakin membuat Nazra semakin jatuh hati hingga tak sadar jika Edo sudah berdiri di sampingnya untuk mengantar menu yang dipesan.


"Duh calon adek ipar nya mas Edo gak kedip liat calonnya hehe." Goda Edo yang membuat Nazra gelagapan.


"Ehh apa mas gimana ada apa kenapa siapa dimana?" Tanya Nazra tak jelas pangkal ujungnya.


"Bengong teros, jangan dipandangin nanti gak bisa tidur baru tau." Ucap Faiz yang meletakkan sepiring nasi dengan ayam serta sambal di hadapan Nazra.


"Faiz sama Edo ndak usah didenger bu dokter, kalo ngomong suka ngawur." Sambung Pak Aji yang membawa nampan dengan es jeruk diatasnya.


"Hehe ndak apa apa kok pak." Jawab Nazra dengan senyum termanis pemikat restu calon mertua.


Akhirnya triple date pun terlaksana dengan lancar diselingi obrolan diantara mereka. Sedangkan pak Aji dan Edo sudah kembali beraktivitas seperti semula karena banyak pelanggan yang mampir sore itu.


Selangkah lebih maju untuk memiliki bu dokter seutuhnya, restu orang tua sudah dan restu para sahabat juga sudah. Tinggal menunggu acc dari Gusti Allah kapan bisa dihalalkan.


-------

__ADS_1


__ADS_2