Dokter Cinta Mas Ojol

Dokter Cinta Mas Ojol
Ojol Cinta 6


__ADS_3

_____


Pagi yang cerah ini, Faiz dengan hati yang teramat bahagia mulai melakukan aktivitas nya sebagai ojek online. Tidak ada yang spesial sebenar nya, namun semalam dokter cantik idaman hati mampir kedalam mimpi Faiz dan membuatnya sangat ceria menyambut pagi dengan senyum terlukis dibibirnya.


"Aku senang sekali, orang ganteng." Senandung Faiz dengan irama doraemen.


"Seneng banget Mas Faiz, baru menang undian panci tempat pakde Bowo ya?" Tanya Mak Sum, tukang kopi langganan komunitas helm ijo.


"Lebih dari itu Mak." Jawab Faiz nyengir.


"Lagi jatuh cinta itu mak, biasa jomblo kan." Sambung Ardi


"Loh Alhamdulillah Mas Faiz semoga bisa lanjut sampek halal." Jawab Mak Sum.


"Aamiin." Sambung Faiz seraya mengusap wajahnya.


Semua diam, tidak ada lagi yang bersuara karena sedang menikmati kopii hitam nan nikmat dibarengi dengan goreng pisang hangat. Hanya ada beberapa orang yang ada disana karena sebagian sudah lebih dulu mendapat orderan.


"Irama kopi dangdut yang ceria, menyengat hati yang meeee.....".


Nyanyian Faiz terhenti karena sebuah notif masuk diponselnya, bukan WA dari pacar atau DM dari selingkuhan melainkan notif orderan dari seorang penumpang.


" Komplek VilaTama nih, semoga dia Aamiin." Gumam Faiz setelah melihat ponsel nya.


"Kemana Bro?" Tanya Roy yang baru tiba.


"Jemput dokter cantik." Jawab Faiz yang sudah melangkah kan kaki keluar dari kedai.


"Heh ! Itu kopi nya seruput dulu gelasnya ditinggal." Teriak Ardi memperingatkan Faiz kalau gelas kopinya jangan dibawa. Kasian Mak Sum kan gelasnya berkurang.


"Loh kok kosong udahan." Jawab Faiz setelah menyeruput kopinya yang ternyata tinggal gelasnya saja.


"Oalah Mas Faiz, kopinya lo mas tuangin itu ketanah ya kosong lah gelasnya. Sini balikin gelas emak." Ucap Mak Sum menghampiri Faiz meminta gelasnya.


"Ya Allah kenapa begini jadinya, yodah goreng pisang nya Faiz bawa ya." Ucap Faiz.


"Kesadaran nya sudah tergadaikan untuk depe motor." Gumam Roy yang melihat kecerobohan Faiz. Bagaimana bisa gelas ditangan gak sadar dan malah isinya ditumpahkan. Untung nggak untuk cuci muka tuh kopi kan.


"Faiz berangkat jemput dokter cantik dulu Assalamu'alaikum." Pamit Faiz yang sudah nangkring diatas motornya.


"Pede bener lah, kayak iya aja yang order dokter Nazra." Saut Ardi tidak percaya dengan perkataan Faiz.


"VilaTama loh Mas Ardi, awal pertemuan ku dengannya ya diperumahan elit itu." Jawab Faiz sebelum pergi.


"Hmm semoga lah kamu berjodoh dengan nya ya jomblo ikan asin." Balas Roy dengan kekehannya.


Saat Faiz hendak menghidupkan mesin motornya, Tiba-tiba ada suara makhluk gemulay nan menyeramkan menyapa Faiz.


"Mas Faiz."

__ADS_1


"Allahumma bariklana, suara siapa noh Mas Roy." Tanya Faiz ketakutan.


"Penggemar kamu lah siapa lagi." Jawab Roy Acuh, sedangkan Ardi malah ngumpet dibalik tutup gelas.


"Mbak saya mau jemput penumpang, jangan ganggu saya ya kalo mau kembang 7 rupa ke TPU sana banyak yang jual." Gumam Faiz tanpa menoleh kearah sumber suara.


"Iiihh mas Faiz ini aku Nadia, bukan siluman." Gerutu Nadia, makhluk yang dianggap siluman oleh Faiz.


"Kamu emang bukan siluman tapi kuntilanak." Ucap Faiz terang-terangan.


"Mas Faiz jahat banget sama aku, aku tu kurang apa sih mas? Aku udah suka sama mas sejak lama tapi mas gak pernah mau Terima aku." Gerutu Nadia menyuarakan isi hatinya dengan ekspresi cemberut cemberut menjijikkan bagaikan ikan lohan kelelep kuah gulai.


"Kamu gak kurang, tapi lebih. Makanya itu aku gak mampu buat deket sama kamu, kelebihan mu mahal dan aku kismun alias kismin, miskin ." Ketus Faiz yang mulai risih dengan Nadia.


"Sekelas pencuci muka garnir sachet aja aku gak kuat beliin apalagi Woyu sama Werdah." Sambung Faiz.


2 detik tidak ada jawaban dari Nadia, Faiz melajukan motornya menuju tujuan. Sedangkan Nadia yang ditinggalkan begitu saja hanya bisa terdiam dan cemberut.


Nadia sudah sejak lama mengincar Faiz, namun selalu saja Faiz hindari dan bahkan terang-terangan Faiz menolak. Sebenarnya bukan hanya dia yang Faiz tolak, masih banyak gadis lainnya yang tidak mampu memasuki hati Faiz yang hitam kecoklatan karena kebanyakan racun duniawi.


___


Diteras rumahnya, Nazra sedang terduduk menunggu ojol yang sudah diordernya. Kali ini jika bukan Faiz yang datang maka dia tak akan menolak lagi seperti yang sebelumnya, karena sebelum memesan tadi pagi, Nazra sudah diceramahi oleh sang Ayah selama hampir 2 jam lamanya.


"Ayah masih pantau kak." Ancam Pak Rizal.


"Kakak ngojol? Lah adek gimana Yah?" Tanya Fatih yang baru keluar rumah.


"Kamu kan sama ayah dek, yakan Yah?" Saut Bu Tika.


"Iya kamu sama ayah, tapi tunggu kakak mu dulu. Nanti ayah gak ada dicancel lagi." Tegas Pak Rizal.


"Gak perca..." Ucapan Nazra terputus karena suara klakson diluar gerbang.


Tin tin tin!!!


"Masuk aja mas." Teriak Pak Rizal menginstruksi mas ojol untuk masuk kehalaman.


"Selamat pagi, dengan Mbak Nara, bener ?" Tanya Faiz yang sudah berada dihalaman rumah Nazra dengan ramah.


"Pagi, iya mas dengan anak saya." Jawab Bu Tika yang posisi nya lebih dekat dengan Faiz karena beliau sedang menyiram bunga.


"Mas, anak gadis saya pernah cancel mas nggak?" Selidik Pak Rizal yang berjalan mendekat kearah Faiz.


"Saya baru dua kali ini Pak, dan Alhamdulillah belum ada pengalaman di cancel sama mbaknya." Jawab Faiz sopan.


"Syukurlah kalo gitu mas, dia ini suka cancel sembarangan dengan alesan yang gak jelas. Makanya saya suruh masnya masuk buat pastiin dia gak cancel lagi". Jelas Pak Rizal yang menatap sinis kearah Nazra. Sedangkan yang ditatap hanya cuek tak peduli.


" Oh gitu ya pak, syukur nya sama saya gak di cancel Pak." Jawab Faiz.

__ADS_1


"Pagi tadi udah di ruqyah sama ayahnya tu mas, kalo sampek ngulang lagi ya berarti setan nya udah bikin komplek perumahan." Sambung Bu Tika.


"Si Ibu bisa aja." Jawab Faiz salah tingkah, ntah mengapa dirinya saat ini sedang merasa bahwa lampu hijau dari keluarga Nazra sudah dinyalakan untuknya.


"Mas helm nya sama masker buka tolong" Ucap Fatih.


"Buat apa sih dek? Mas nya udah mau kerja malah suruh buka helm sama masker." Ucap Bu Tika yang heran dengan polah sang anak bujang.


"Nggak papa Bun, pengen tau aja. Gapapa kan mas?." Ucap Fatih.


"Gakpapa kok Bu." Ucap Faiz, dan kemudian dirinya membuka helm serta masker nya.


Setelah helm dan masker nya terbuka, Pak Rizal dan Bu Tika terngaga melihat penampakan Faiz yang ternyata memiliki paras manis. Tak hanya kedua pasang manusia itu, tetapi Fatih juga sempat terkejut. Kalau Nazra ya jangan ditanya, dirinya masih sibuk dengan layar ponsel nya, tidak menyadari hal apa yang tengah terjadi dihalaman rumahnya.


"Kemaren kan kakak bilang driver nya gak sesuai makanya kakak cancel, kalo yang sekarang gimana kak? Sesuai kan?" Ucap Fatih menyadarkan sang kakak dari kesibukannya.


Dan bukannya menjawab ucapan sang adik, Nazra hanya menatap adiknya dengan ekspresi wajah yang menggambarkan sebuah pertanyaan 'maksud lo apa?'.


"Yang ono sesuaikan?" Tunjuk Fatih dengan ekor matanya kearah Faiz.


"Boleh." Jawab Nazra terkesan biasa saja menanggapi Fatih setelah dirinya melihat kearah yang Fatih tunjukkan. Diluar B aja tapi dalam hati girang luar biasa, karena memang driver yang Nasra selalu harapkan adalah sosok manis didekat kedua orangtuanya saat ini, si Faiz.


"Yaudah kamu berangkat gih, keburu kesiangan." Titah Pak Rizal.


"Iya kakak pergi dulu, Assalamu'alaikum." Pamit Nazra setelah menyalami kedua orangtuanya.


"Mari Pak, Bu. Permisi." Pamit Faiz dan kemudian menjalankan scoopynya untuk mengantarkan Nazra.


Saat sudah hampir sampai gerbang rumah, Nazra menoleh kebelakang seraya mengedipkan sebelah matanya lengkap dengan cengiran bahagia seolah mengatakan 'Ini sangat sesuai'. Sontak hal itu membuat Pak Rizal dan Bu Tika terheran-heran.


"Jadi driver modelan gini yang sesuai sama Nara." Gumam Pak Rizal.


"Manis sih, sopan pantes aja. Duh idaman Yah." Jawab Bu Tika.


"Bisa tuh Bun jadi kandidat calon menantu pip pip pip hahahahahaha." Saut Fatih.


"Ayah mah seseven Bun, sama sarannta Fath." Ucap Pak Rizal


"Bunda sih....Yes!."


_____


Maaf ya warga kalo dicerita "Dokter Cinta Mas Ojol" Upnya suka gak menentu, beda waktu di cerita "Ehh Mas Pol" yang hampir tiap hari bisa up walau cuma 1 eps.


Maaf banget ya atas ketidaknyamanan yang aku berikan di novel ini, jujur semua karena waktu ku yang banyak kesibukkan akhir-akhir ini, dari persiapan mid, raport dan bahkan ngampus juga UTS.


Aku mohon pengertiannya ya warga, sumpah ini melo banget kalimatnya dan jujur aku ngerasa aneh, dan tumbenan otak hasil cuci gudang ini bisa bikin kalimat sesopan ini.


"Mohon maaf sekali lagi warga, ayam saori🙏"

__ADS_1


__ADS_2