
๐ป๐ป๐ป
Setelah berbincang dalam waktu yang lumayan lama dan diiringi dengan ketegangan dari Faiz serta kekagetan dari Bu Tika dan Pak Rizal akhirnya berhasil tersusunlah sebuah rencana masa depan, rencana itu diprakarsai oleh Faiz tentunya.
Dan sebelum tiba waktunya Nazra balik kandang, Faiz memutuskan untuk segera minggat dari rumah itu. Bisa fatal urusannya kalo sampai Faiz kepergok oleh Nazra, bukannya tersusun rencana masa depan tapi malah perang Bharatayuddha gegara salah paham yang lainnya.
Jingganya langit sudah menghiasi hari, dengan secangkir teh hangat dan Rempeyek kacang, Pak Rizal melanjutkan diskusi dengan sang istri tentang rencana Faiz. Masih bingung bagaimana mengkondisikan situasi yang sedang tidak karuan ini.
"Bun, emang endingnya bakalan happy happy gitu?" Tanya Pak Rizal dengan seksama.
"Ya mana bunda tau Yah, kita bakalan tau hasilnya kalo udah nyoba." Seraya menyeruput teh hangat nya Bu Tika menanggapi pertanyaan Pak Rizal yang sedari Faiz menjelaskan tadi siang itu saja yang dipertanyakan.
"Kan keadaannya si kakak lagi ngambek tuh eh tetiba dilamar, nanti kalo ditolak kan gak lucu Bund." Jelas Pak Rizal tentang pikiran buruknya. Ya masak lagi berseteru terus dilamar, bukannya so sweet atau romantis eh malah tegang kaku gak karuan.
"Mungkin ni ya Yah, mas Faiz itu mikirnya ini surprise supaya kakak luluh." Ucap Bu Tika yang sedang dalam mode positif thinking.
"Kemana mana mah lamaran itu surprise bund." Ucap Pak Rizal yang sudah mulai bosan karena terlalu sering membahas rencana Faiz. Sa ae tu makhluk punya rencana, mana ngerepotin calon mertua lagi.
"Ayah sama Bunda lagi ngomongin apa sih?" Tanya Nazra yang tiba-tiba nyahut pembicaraan dua orang itu. Hais dateng dateng kepo ni umat.
"Lah iya Ayah sama Bunda lagi ngomongin lamaran, emang siapa yang mau dilamar? Atau jangan jangan kakak ya?" Pertanyaan beruntun terlontar dari Fatih yang baru menampakkan batang hidungnya.
"Noh kucing Persia nya pak Abdul mau lamaran sama kucing anggora nya Mr. Thomas." Jawab Bu Tika ngasal, ya kalik jujur, kan gak seru.
__ADS_1
"Yah kirain beneran kakak, kalik aja tu mas ojol punya hidayah buat halalin kakak jomblo nya adek wkwkwk." Lanjut Fatih yang diiringi dengan tawa mengejek Nazra.
"Punya adek kok minta di suntik mati ya?" Sindir Nazra yang mulai geram dengan polah Fatih yang kadangkala tidak punya sopan dan santun.
"Adek hati-hati loh, lagi bersengketa itu jangan digodain. Kakak banyakin istighfar ya, kalik aja jalan bercabang kakak bisa jadi tikungan di sepertiga malam." Ucap Pak Rizal seraya nyengir kuda tanpa dosa dan hanya ditanggapi dengan tatapan sebal dari Nazra.
\_\_\_\_\_\_\_
Lain tempat maka lain pula keadaan dan situasi nya, jika di keluarga Pak Rizal si Nazra yang dibuat kesal maka dirumah Pak Aji si Faiz tengah mendemonstrasikan rencana yang telah disetujui Pak Rizal dan Bu Tima di hadapan keluarganya seraya mencari dukungan mental dan dana tentunya.
"Ayah dan Bundanya udah setuju pak mau bantuin Faiz." Ucap Faiz diakhir ceritanya.
"Ah elah bapak kebanyakan hirup aroma lele goreng nih, masak dari kemaren ragu mulu sama Faiz." Gerutu Faiz yang sebal melihat kelakuan sang bapak.
"Kalo menurut mas sih ya Iz, wajar aja bapak ragu. Kamu kan lagi berseteru masak tiba-tiba lamaran yang bener bae?" Sambung Edo yang mendukung ucapan bapak mertuanya. Udah jadi menantu yang pro sepertinya.
"Iya tuh, lah kalok kamu malah ditolak gimana kan gak seru." Lanjut Mela menambahi.
"Kalok ibuk sih mau kasih saran aja Is. Menurut ibuk ni ya kamu temuin dulu bu dokternya terus minta maap dan jelasin semuanya, setelah dianya luluh kamu lamar deh." Jelas Bu Leni dengan segala kemantapan hati mengenai rencana yang telah disusun nya seharian sambil milihin cabe.
__ADS_1
"Mmm mbak setuju juga sama ibuk, kalo kamu udah diterima baru kita sekeluarga lamarin kamu ke orangtua nya." Sambung Mela menambah ide.
"Mbak Mela ni sebenernya dukung bapak apa ibuk? Dua dua nya oke gitu." Gumam Faiz heran melihat kelakuan sang kakak yang berpihak pada dua kubu.
"Tapi kalo dipikir boleh juga itu, kesannya biar gak bikin terlalu tegang." Ucap Pak Aji yang akhirnya secara tidak langsung menyetujui rencana Faiz melamar Nazra si dokter cantik pujaan hati.
"Gimana mau lamar dan jelasin tatap muka berdua, dianya aja gak mau ditemuin." Lesu Faiz mengingat Fakta bahwa dirinya dan Bu dokter sulit bertemu.
"Apa gunanya kamu minta tolong kedua orangtua nya sih is? Kadang pinter mu itu kebuang dimana?" Tanya Edo yang jengah dengan pemikiran adik ipar nya itu yang kadang nggak jelas gimana alurnya.
"Rencana berubah ya intinya?" Tanya Faiz dengan raut wajah menyebalkan, sudah sedari tadi rencana awalnya ditambah dengan ide brilian dan dia baru sadar disaat semua orang mengira dirinya sudah paham. Untung keluarga jika tidak mengkin sejak 2 menit yang lalu dirinya sudah dibuang ke penampungan sampah organik.
"Bukan berubah Faiz si driver ojek online." Tegas Mela dengan aura yang mulai menyeramkan.
"Tapi ditambah sedikit ide untuk meminimalisir kegagalan." Tambah Bu Leni yang tak kalah seram.
Akhir cerita, Faiz pun menyusun ulang rencananya dan menceritakan kembali kepada Pak Rizal melalui Whatsapp. Dan dengan segala dukungan yang ada, dirinya sudah amat yakin untuk secepatnya menemui bu dokter cantik pujaan hati dan melangsungkan rencananya agar semua berakhir dengan bahagia.
Jika penumpang bisa dicari maka cinta juga harus dapat dikejar. Jika uang bisa didapat maka pujaan hati harus bisa dimiliki. Intinya usaha dan doa, hasil akan terlihat setelah mencoba.
\-------
@febriana.ef
__ADS_1