Dokter Cinta Mas Ojol

Dokter Cinta Mas Ojol
HALAL


__ADS_3

^^^^


Manakala hati telah terpaut, maka terjangan ombak sekalipun tetap akan dapat dilalui. Jika Tuhan telah menetapkan saling berjodoh, berapa banyak yang menentang tetap akan bersatu jua pada akhirnya.


Hari ini adalah hari dimana Faiz akan mengucapkan janji di hadapan Allah dan semua orang. Kesiapannya meminang Nazra menjadi pendamping hidupnya dunia akhirat akan terbuktikan hari ini.


Sudah sejak lepas subuh tadi, Nazra bercengkrama dengan orang orang MUA yang sedang merias wajahnya. Senyum indah tak lepas dari wajah mulus itu, walaupun gemetar dan keringat dingin sudah menemaninya sejak semalam tapi dirinya berusaha tetap terlihat anggun dengan senyuman manis.


"Wah mbaknya cantik banget, kayak princes." Ucap salah satu MUA.


"Makasih mbak." Dengan senyum tulus Nazra merespon pujian yang dihadiahkan untuknya.


"Kalem aja mbak, ndak usah gugup. Saya yakin semua bakal berjalan dengan lancar." Sambung MUA yang satunya lagi menyemangati Nazra.


Bukan apa-apa, tapi ini lebih menggetarkan jiwa dari pada harus ikut operasi dadakan. Deg deg an nya overload banget sampek bikin lemes keringet dingin kurang makan.


°°


Waktu berlalu, kini sudah menunjukkan pukul 8 yang mana keluarga Faiz sudah tiba dirumah Nazra dengan rombongannya.


Bermodal jas sewaan di mbak pelaminan, sepatu pantofel hasil beli di pasar, peci warisan bapak jamannya masih muda, Faiz terlihat gagah berdiri diantara sang ibu dan sang bapak.


Keringatnya merembes bagai tetesan embun didaun keladi membuat Bu Leni lelah karena setiap kali harus mengelapnya. Tangannya gemetar hebat, bukan karena tersetrum tapi dirinya sedang gugup bukan main.


"Istighfar bujang bapak, semua akan lancar. Jangan lupa ucap bismilah." Saran Pak Aji yang yang dengan perasaan anak bujangnya. Faiz hanya sanggup mengangguk pasrah, lidahnya kelu sangking gugupnya.


"Silahkan masuk bapak ibuk dan rombongan, kebetulan pak penghulunya juga sudah dateng." Ucap salah satu kerabat Nazra mempersilahkan, dengan sopan Faiz dan rombongan masuk dalam rumah dan sekarang sudah duduk di posisi masing-masing.


"Assalamu'alaikum Wr. wb. Berhubung dari kedua belah pihak sudah berada disini, dan bapak penghulu beserta saksi sudah hadir. Bapak bapak sudah bisa kita mulai?" Tanya pak erte membuka acara pagi ini.


"InsyaAllah semua sudah siap pak, silahkan dilanjutkan." Jawab Pak Rizal yang diangguku oleh Pak Aji.


"Silahkan oak penghulu dimulai." Ucap Pak erte mempersilahkan pak penghulu mengambil alih.


"Assalammualaikum wr.wb. Bismillahhirrahmaanirrahiim. Mempelai pria sudah siap?" Setelah mendapat izin dari pak erte, akhirnya pak penghulu mengawalinya dengan menanyakan kesiapan mempelai pria yang sudah duduk disebelahnya.

__ADS_1


"Bismillahirrahmanirrahim, siap pak." Jawab Faiz tegas dan mantap., walaupun ada kegugupan dalam jiwanya namun dirinya tetap berlaku sewibawa mungkin.


Suasana menjadi sedikit tegang karena aura gugup yang Faiz pancarkan. Hingga tiba saatnya ijab kabul pun dimulai . Faiz dan Pak Rizal sudah berjabat tangan, tanda akad pun akan segera dilaksanakan.


"Ananda Hidayat Alfarizi Bin Aji Nugraha . Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan putri saya Nazra Ayumna binti Muhammad Rizaldi dengan maskawinnya berupa seperangkat alat Sholat dan sebuah cincin emas, tunai.” Ucap Pak Ali.


“Saya terima nikah dan kawinnya Nazra Ayumba Binti Muhammad Rizaldi dengan maskawinnya yang tersebut diatas tunai.” Dengan lantang dan lancar Faiz mengucapkan kalimat akadnya tanpa gagap sedikit pun. Akhirnya janji suci terucap dengan satu tarikan nafas untuk sekali seumur hidup.


"Bagaimana para saksi? Sah?" Tanya Pak Penghulu.


"Saaaahhhhh." Ucap semua orang yang berada diruangan itu. Bahagia dan bangga begitulah suasana nya saat ini, mas ojol yang tak pernah dekat dengan wanita manapun kini akhirnya resmi memperistri seorang dokter nan cantik dan baik hati.


"Alhamdulillah, bisa dipanggilkan mempelai perempuannya?" Tanya Pak Penghulu.


"Bisa pak." Jawab Bu Tika mengiyakan.


Beberapa menit kemudian semua mata tertuju kearah tangga, dimana Nazra melangkahkan kakinya dengan sangat anggun, didampingi sang bunda dan adiknya. Kebaya putih gading yang sangat cantik dipakainya membuat semua orang terkagum memandang dokter yang satu ini. Yang hari hari biasa hanya berpoles bedak tipis kini dirias dengan sedemikian rupa hingga membuat banyak orang pangling padanya.


Sedangkan Faiz jangan ditanya bagaimana, dirinya sudah tak mampu lagi menahan senyum bahagia nya, karena pujaan hati yang selama ini dinantikannya sudah halal menjadi miliknya lahir dan batin dunia akherat aye.


" Ngapa panggil aku mas?" Tanya Ridho ketika mendengar sepenggal kaya menyerupai namanya.


"Yah merasa terpanggil, saya lagi berdoa dan bersyukur barusan masnya." Sewot Faiz pada Rido.


"Husst doa dulu biar berkah." Akhirnya Nazra bersuara juga. Kalo diem aja bisa jadi bakalan kejadian yang ndak ndak antara Faiz dan Rido.


Akhirnya, doa pun dipimpin oleh Pak Penghulu dengan khusuk, tak terkecuali Faiz dan Nazra yang kini ssudah sah secara agama dan hukum menjadi pasangan suami istri. Kekasih dunia akherat pokoknya mah lahir batin.


"Silakan mempelai perempuan mencium tangan suami tanda hormat kepadanya sebagai imam dalam rumah tangga." Ucap Pak Penghulu.


Setelah pak Penghulu menyelesaikan ucapannya, tanpa menunggu lama Nazra langsung meraih tangan Faiz yang sekarang adalah imamnya dan mencium tangan itu dengan lembut. Sejurus kemudian Faiz mendaratkan ciuman hangat dan tulus di kening Nazra dengan ragu-ragu karena masih gerogi.


Suasana menjadi haru dan bahagia, karena kini kedua anak manusia itu sudah melangkah pada awal kehidupan yang baru bersama. Menjalani hirup pikuk kehidupan yang tiada ujung.


Cincin telah melingkar dijari manis Nazra, sebagai tanda bahwa Nazra adalah pendamping hidup Faiz. Calon ibu untuk anak anaknya kelak.

__ADS_1


"Alhamdulillah, semoga kedua mempelai menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah. Segera juga mendapat momongan. Aamiin." Ucap Pak Penghulu.


"Aamiin." Jawab semua serempak.


"Terimakasih pak." Ucap Faiz menyalami Pak penghulu.


^^^


Setelah saling bersalaman dengan keluarga besar, kini keduanya telah menuju kekamar pengantin untuk ganti kostum. Mereka berdua akan bertransformasi mengenakan adat Jawa.


Beberapa menit berkutat dengan rias merias dirias, keduanya sudah berada diluar rumah untuk acara temu manten. Serangkaian acara dilakukan dengan khusuk dipandu oleh seorang yang berpengalaman, kata demi kata, nasehat demi nasehat menuntun keduanya hingga duduk dipelaminan.


Suasana kembali haru, Nazra dan Faiz kini sedang sungkem kepada kedua orangtua masing-masing dan bergantian. Tangisan pecah dalam prosesi tersebut, tak mampu terbendung. Tangis bahagia mengiring mereka selaras dengan pesan dan nasehat yang disampaikan orangtua mereka.


"Jaga putri ayah ya mas, perlakukan dirinya sebaik mungkin. Ayah percaya sama mas, apapun yang terjadi selesaikanlah berdua dengan kekeluargaan jangan sampai ada kekerasan dan kata kasar." Ucap Pak Rizal mengelus pundak menantunya. Pesan pesan dari seorang ayah yang telah menyerahkan putri berharganya untuk seorang pemuda terucap baik dan terkesan tenang dari Pak Rizal.


"Faiz akan berusaha semampu Faiz untuk bahagiankan Nazra yah, terimakasih telah membesarkan istri Faiz dengan sebaik mungkin. Dan Faiz juga akan melakukan hal yang sama seperti ayah demi kebahagiaan Nazra." Jawab Faiz yang sudah berlinang air mata. Haru dan bahagia diwaktu yang sama.


"Nduk, jadilah istri yang selalu menerima keadaan suamimu apa adanya. Hormati dia sama seperti engkau menghormati ayahmu, sayangi dia seperti engkau menyangi saudara laki-laki mu. Ibuk percaya kamu adalah istri, calon ibu dan menantu terbaik yang Allah hadiahkan dalam kehidupan Faiz dan kami semua." Dengan tulus, Bu Leni membelai kepala Nazra. Rasa sayang sebagai ibu tercurahkan begitu saja.


"Terimakasih Buk, Nazra akan selalu mengingat apa yang ibuk katakan pada Nazra hari ini. Nazra qkan berusaha menjadi yang terbaik untuk mas Faiz dan bapak serta ibuk." Jawab Nazra yang sudah sesenggukan dipangkuan Bu Leni.


Setelah acara sungkeman dan beberapa rangkain lainnya, akhirnya kini tibalah sesi berphoto. Senyum bahagia terlihat nyata diwajah Faiz maupun Nazra. Bahkan semua orang juga merasakan hal yang sama.


Hari ini, dua insan yang sebelumnya tak pernah bertemu, bersatu dengan banyak hal tak terduga. Diawali ketidaksengajaan takdir, dibumbui salah paham dan konflik,namun pada akhirnya bersatu jua dengan bahagia sebagai pelengkap nya.


Memang benar, tiada kata yang indah selain doa. Tiada yang sempurna selain hasil dari sebuah usaha. Jalan takdir memanglah terjal dan berliku, namun setiap insan yang mau berjuang dan berkorban maka akan mendapat apa yang dimau.


Sepertiga malam, adukan semua apa yang ada dalam benakmu kepada Rabb mu. Merendahlah, mengakulah jika diri memang lemah, rapuh dan tak berdaya. Katakan apa yang kau inginkan pada Rabb mu yang Maha Pencipta dan Maha Segalanya.


Seiring berjalannya waktu, percayalah bahwa Tuhan akan mengabulkan setiap doa mu, Tuhan akan menjawab semua permohonan mu. Tuhan akan memberi hadiah terbaikNya untuk pengakuan mu.


Happy Wedding Days Nazra dan Faiz💕


°°°°°°

__ADS_1


__ADS_2