
)))))))
"Mas Faa... / Naaa...."
Setelah keduanya terdiam dengan pikiran masing-masing, akhirnya Nazra dan Faiz sama sama membuka suara sehingga menyebabkan suasana kembali canggung diantara keduanya.
"Mmm Mas Faiz duluan aja." Ucap Nazra dengan menundukkan kepala.
"Lelaki sejati harus mendahulukan wanitanya." Jawab Faiz tersenyum lembut membuat Nazra seakan meleleh bagaikan es krim kepanasan.
"Mas...."
"Yaaa....."
"Aa...aku minta maaf udah salah paham sama kamu." Ucap Nazra pelan karena ragu dengan apa yang akan dia katakan.
"Seharusnya aku yang minta maaf sama kamu Ra, seharusnya kemarin aku ndak ngomong kayak gitu kekamu. Maaf ya udah buat kamu jadi salah paham dan bikin kamu kepikiran tentang masalah yang udah aku buat." Jelas Faiz panjang lebar memberi pengertian untuk wanita kesayangannya ini.
__ADS_1
"Maaf mas aku ndak bisa ngertiin perasaan kamu, aku egois. Aku mentingin perasaan aku sendiri dan ndak mikirin kamu, aku... aku... Aku ndak bisa memahami pemikiran mas Faiz." Ucap Nazra dengan sedikit sesengukan karena ternyataa air mata nya sudah tak mampu tertahankan.
"Hei kok nangis Ra? Aduh jangan nangis aku ndak bawa permen tadi beli minyak dikasih kembalian madu sachet." Panik Faiz saat melihat Nazra sudah beruari air mata.
"Mas Faiz maafin aku yaaa, mas Faiz maafin aku. Aku salah, aku malah marah sama Faiz dan bukannya berjuang bareng mas Faiz, maaf ya.." Disela sesengukannya Nazra masih saja meminta maaf pada Faiz dan membuat Faiz ingin rasanya memborong permen kapas sepenjualnya supaya Nazra berhenti menangis.
"Udah dong Ra jangan nangis aku bingung. Aku ndak marah sama kamu kok sumpah deh demi cangcutnya uncle mutho di upin ipin the series." Dengan lembut dan sedikit banyolan, Faiz mencoba menenangkan Nazra.
"Aku waktu itu bilang kayak gitu karena aku cuma sadar diri akan posisi aku yang cuma orang ndak punya, aku juga ndak ada niat buat suudzon sama keluargamu, aku tau kamu dan keluarga mu itu orang baik. Jadi karena itu aku lebih sadar diri aja kalo aku ndak akan pernah sebanding dengan kamu." Lanjut Faiz menjelaskan semampunya tentang keadaan yang terjadi.
"Tapi setidaknya mas Faiz mencoba berjuang dulu sama sama." Jawab Nazra dengan mata yang masih basah, tapi tangisnya sudah mereda. Syukurlah pawang hujan hajatan kampung sebelah berpengaruh juga untuk hujan dimata dokter cantik, matursuwun mbahh ufah bantu Faizz... Sapu tegak nya manjurrr....
"Tapi mas.....".
" Tapi apa?" Faiz mengerutkan keningnya.
"Bukannya kamu udah mau lamaran?" Tanya Nazra ragu, dihatinya ada sesuatu yang menusuk tembus menghancurkan perlahan.
__ADS_1
"Alhamdulillah iya Ra." Lagi lagi tersenyum hangat, semakin membuat Nazra ingin muntah darah saja karena melayang dan sakut tersayat.
"Kalo boleh tau, sama siapa mas?" Berusaha tegar walaupun sesungguhnya ambyar buyaarrr berantakan.
"Tunggu aja tanggal jadinya Ra, nanti kamu juga tau." Jawab Faiz tenang, bukannya niat hati membohongi tapi kalo dibocorkan rencana yang sudah diatur berantakan nantinya, kasian pak rizal yang sudah bersusah payah.
"Oohh gitu ya mas, semoga lancar ya mas." Ucap Nazra lemah, kecewa pasti, sudah pupus sudah harapannya .
"Oh ya Ra, minggu depan aku ada kejutan buat kamu. Doain aja ndak ada halangan yaa." Ucap Faiz mencoba setenang mungkin. Nih kayaknya dalam hati Faiz juga lagi ngedisko riaaa akibat gugup stadium lanjut.
"Ndak usah repot mas, mas fokus aja sama lamarannya. Salam buat calonnya juga." Ucap Nazra diiringi senyum yang terkesan terpaksa.
Setelah banyak berbincang, keduanya memutuskan untuk mengakhirinya. Berhubung jam makan siang sudah habis dan Faiz harus melanjutkan pekerjaannya, Nazra kemudian berpamit pulang.
Sepanjang jalan, Nazra tak hentinya meneteskan air mata kesedihan. Dirinya belum sepenuhnya kalah tapi hati nya perlahan tersayat ribuan pisau tajam. Kesalahpahaman yang terjadi sudah berakhir hari ini, yang artinya semua sudah selesai dan tanpa disangka berbonus pula dengan kenyataan pahit yang harus diterimanya.
Dengan begini setidaknya dirinya tak lagi terbebani, walaupun sakit menusuk relung hati tapi doanya pada Tuhan masih sama untuk mas ojol ganteng sejuta pesona. Sebelum janur kuning melengkung, di sepertiga malam masih bisa ditikung.
__ADS_1
Gasspolll pokoknya mbak Nazra, hati boleh ambyar tapi jiwa kudu tegarrrrr dan terus berjuang......