Dokter Cinta Mas Ojol

Dokter Cinta Mas Ojol
Ojol Cinta 17


__ADS_3


Sudah 3 hari berlalu sejak kejadian tersungkurnya Faiz, dan sejak kejadian dihari itu pula Nazra menjadi manusia paling aneh dengan hobi tersenyum dan tertawa tiba-tiba seperti halnya orang gila baru.


Seperti sekarang contohnya, disaat yang lain menikmati weekend dengan berjalan-jalan serta bershoping ria di mall atau sekedar cuci mata, Nazra malah asik standby dirumah dengan sesekali bernyanyi ria sesuka hatinya.


~Cuek – Rizky Febian~


Mana ada aku cuek


Apalagi gak mikirin kamu…


“Pergi shoping sana lo kak, berisikin rumah aja.” Ucap Fatih.


“Suka-suka kakak lah, heboh banget.” Ketus Nazra tak memperdulikan sang adik.


Dengan kesibukkan maisng-masing, Nazra dan Fatih kembali terdiam tanpa minat untuk bertegur sapa kembali. Terserah mau ngapain yang penting duduk anteng berdampingan udah gitu aja, itulah mereka. Namun kesenangan itu tak bertahan lama karena ada aura-aura yang tidak mengenakkan masuk dan merusak suasana kakak beradik itu.


“Woyyyy Assalammualaikum !!!!” Teriak 3 makhluk berbeda bentuk dengan sangat kencang membuat Fatih dan Nazra tersentak sampai berguling dilantai.


“Buangke emang tamu nggak ada akhlak.” Gerutu Fatih saat melihat ketiga teman sang kakak.


“Otaknya pada dijual apa ya ? kemana etika bertamu mereka gadaikan ?” Sambung Nazra dengan muka datar.


“Enak bener kakak beradik nyantai sambil ngemil.” Ucap Rido yang dengan seenak hati langsung duduk tanpa ada yang mempersilahkan. Gak punya sopan santun emang.


“Ra, mbak telpon kok gak kamu angkat ?” Tanya Caca.


“Males.” Jawab Nazra.


“Sombong banget sekarang.” Sambung Panji.


“Bukan sombong Cuma lagi males.” Jawab Nazra.


“Lagi punya hobi baru si kakak tu Mas Mbak.” Ucap Fatih.


“Hobi apaan Fath ? Nanem rumput berduri lagi kayak pas SMA dulu ?” Tanya Rido penasaran.


“Beda mas hobinya, yang sekarang lebih antimainstream.” Jawab Fatih berlebihan.

__ADS_1


“Nggak usah bikin karangan bebas Fath, kakak nggak like.” Sambung Nazra.


“Jangan-jangan main dokter-dokteran ya Fath ?” Tanya Caca.


“Paling juga hobinya masalah hati, bener apa bener ?” Lanjut Panji.


“Nah mas Panji nih good, kakak sekarang lagi hobi senyum sama ketawa tiba-tiba.” Jawab Fatih.


“Gila dong ?” Tanya Caca dengan polosnya membuat Nazra menatapnya dengan sangat tajam.


“Mereka temen kakak atau temen kamu ya Fath ?” Tanya Nazra.


“Hari ini temen ghibah aku kak wkwkwk.” Fatih cengegesan tanpa dosa.


“Semerdeka kalian aja.” Ucap Nazra malas.


“Kalo lagi seneng bagi-bagi dong Ra.” Ucap Rido.


“Iya nih, kita bertiga aja ada apa-apa cerita kekamu.” Sambung Caca.


“Pecel lele skuy makan siang.” Bukannya menjawab, Nazra malah beranjak keluar rumah mendahului eman-temannya yang masih terduduk nyaman.


Selama perjalanan, Nazra hanya diam dan sesekali tersenyum aneh tanpa sebab dan alasan yang jelas. Dan hal itu tak luput dari pengamatan Caca, Rido dan Panji, ternyata benar apa yang dikatakan oleh Fatih jika Nazra sekarang sedang menekuni hobi yang antimainstream.


“Merinding saya dengan penampakan ini.” Gumam Rido.


“Aura yang sangat tidak mengenakkan.” Jawab Panji.


“Ra kamu kenapa sih ?” Tanya Caca yang ngeri melihat polah Nazra yang persis orgil taman kota.


“Lagi seneng.” Jawab Nazra.


“Karena apa kok sampek segituya ?” Tanya Rido mulai kepo.


“Karena apa ya ?” Tanya balik Nazra dengan gaya ubsurdnya.


“Kayak gitu teros, tak celupin ember cuci piringnya bapak pecel lele lo kamu nanti Ra.” Ucap Panji yang sudah sangat geram melihat Nazra yang ak seperti biasanya.


“Ngegas aja nih si Panji tengkorak.” Ucap Nazra tak kalah sewot.

__ADS_1


“Untung saya udah move on.” Gumam Rido sambil cengengesan nggak jelas, kayak-kayaknya sih udah tertular virus nya Nazra.


“Gak ada hubungannya bangs*t.” Ketus Panji dan membuat Rido menghentikan tawanya.


“B*ngke nih umat dua, rusak kebahagian ku saja.” Sengit Nazra yang memasang muka datar bagaikan HVS baru keluar dari mesin photocopyan.


“Kamu gak mau cerita sama kita Ra kenapa kamu seneng ???” Ucap Caca emosi jiwa membahana badai tornado api air dan udara.


“Pengen tau aja atau banget ??” Tanya Nazra polos-polos b*ngke dan seketika membuat 3 makhluk yang bersama nya berubah menajdi setan macan tutul bertanduk rusa.


“Bodo amat, penting aku udah move udah punya pacar baru, udah mau nikah juga.” Ucap Rido dengan segala kekesalannya.


“Semerdeka mu aja Ra, kita nikah bulan depan.” Ucap Panji dan Caca bersamaan dengan sangat kompak bagaikan paduan suara.


“Aku doang dong yang jomblo ?” Tanya Nazra memelas.


“Matilah situ.” Ketus Rido dan Panji.


Setelah perdebatan sengit itu, keempatnya terdiam tanpa suara. Mereka sedang menormalkan gejolak kekesalan masing-masing agar tak terjadi baku hantam nantinya. Sedangkan Nazra malah asik mengahayalkan kesenangan pribadi dengan sesekali terkikik geli.


“Kumat kumat.” Gumam Caca.


“Ra, ngomong gak kamu!.” Ketus Panji.


“Iya iya, aku seneng karena mas ojol manis kecelakaan.” Ucap Nazra menyampaikan alasannya menjadi sangat senang seperti sekarang.


Setelah mendengar jawaban Nazra, ketiga makhluk itu malah melongo tak percaya dan berpikir bahwa Nazra sejahat apa sebetulnya sehingga bisa sesenang ini saat tau ada seseorang yang mengalami musibah kecelakaan.


“Udah kan, terus apa lagi ?” Tanya Nazra membuyar kan lamunan teman-temannya.


“Kamu bukan psychopath kan Ra ?” Tanya Rido


“Ngawur kalo ngomong, kalo aku psyco kamu udah aku cincang sejak kamu nembak aku yang kedua kali waktu itu.” Jawab Nazra dengan sinis.


“Lah terus kok kamu seneng gitu ada yang kecelakaan ?” Tanya Panji.


“Ya seneng dong, kan dengan gitu aku bisa deket sama dia.” Jawab Nazra santai tanpa rasa dosa sedikit pun.


“Pengen deket juga gak gitu kalik Ra.” Sambung Caca tak habis pikir dengan kelakuan Nazra.

__ADS_1


“Lah iya itu namanya kamu bahagia diatas penderitaan orang.” Lanjut Rido sok menasehati. Bukannya mendengarkan, Nazra malah mengacuhkannnya dan kembali pada aktivitas berkhayal indah bersama mas ojol pujaan hati.


__ADS_2