
Pagi pagi sekali, yura sudah bersiap akan ke hotel menjemput keluarga jeamin, untuk berleliling kota.
Saat di perjalanan yura melihat sebuah mobil menepi, karena jalanan tak terlalu ramai. yura berhenti di depan mobil tersebut.
*Maaf, ada apa dengan mobil anda tuan* tanya yura saat sudah mendekati mobil yang terparkir.
*Ini tiba tiba mobilku mati* ucap pria yang sibuk memeriksa mobil, tanpa melihat wanita yang bicara padanya.
*Ooh, di mobilku ada kunci kunci. mungkin anda bisa memakainya dulu* tawar yura.
*Tidak perlu nona. saya sudah menelpon mekanik untuk datang memeriksa* tolak pria tersebut namun juga belum melihat yura.
*Baiklah kalau begitu,* yura pergi menuju mobilnya, lalu kembali membawa kotak tisu dan juga sebotol air mineral.
*Ini, ambil lah, sepertinya anda berkeringat, dan kehausan* yura menyodorkan tisu dan air kepada pria tersebut.
Spontan pria itu melihat ke arah yura.
*Yura, kau yura kan* tanya nya pada yura.
__ADS_1
*Iya, aku yura. maaf tuan ini...* yura mencoba mengingat siapa pria di depannya sekarang.
*Aku refan, yang pernah membantumu mengambilkan jus* ucap refan.
*Ya ampun, iya aku baru ingat. ini minum dulu*
*Terima kasih* Akhirnya refan menerima tisu dan air yang di berikan yura.
*Kau mau kemana* tanya refan.
*Oh, aku mau jemput keluarga ku di hotel B, mereka baru sampai tadi malam kesini*
Refan diam sejenak seperti memikirkan sesuatu.
*Boleh dong tuan, ayo kita berangkat sekarang saja. karena waktu juga terus berjalan. keluarga ku pasti juga sudah menunggu* ajak yura dan refan mengikuti langkah nya.
*Biar aku yang menyetir* tawar refan. dan yura mengangguk.
Sepanjang perjalanan mereka berbincang bincang. dan akhirnya refan tahu kenapa yura ada di kota london, dan dimana yura tinggal. Tapi refan tidak mengatakan kalau dirinya adalah seorang pemimpin perusahaan. dia hanya mengatakan pada yura kalau dia hanya seorang karyawan biasa saja.
__ADS_1
*Akhirnya, aku menemukan mu lagi. dan rasanya sekarang tidak tahu kenapa aku sungguh bahagia bisa dekat dengan mu* batin refan.
Sesampainya di hotel yang dituju, refan mengucapkan terimankasih pada yura dan segera berlari masuk ke dalam hotel, karena di sepanjang perjlanan tadi exas sudah sibuk menelponnya.
Yura dan keluarga jesmin pun meninggalkan hotel dan mulai menjelajahi berbagai tempat. mulai dari towe bridge, Trafalgar Square,Buckingham palace.
Jesmin sangat senang bisa melihat pemandangan indah setiap tempat yang mereka kunjungi. dan di setiap tempat pula jesmin mengabadikan moment kebersamaannya dengan yura serta kedua orang tuanya.
Keesokan harinya yura kembali mengajak mereka mengunjungi distinasi wisata lainnya. itu lah kesibukan yura selama tiga hari ini. menemani dan menjadi supir pribadi mereka yang dia anggap keluarganya sendiri.
Dan pada malam terakhir jesmin dan kedua orang tuanya di london. yura mengajak mereka menginjungi london eye. dan di sana juga jesmin memberikan kejutan pada jesmin.
*Happy birthday jesmin* ucap yura sambil membawa sebuah cake yang di hiasi lilin dan coklat.
Jesmin yang yang sedang menikmati lampu london eye yang indah pada malam hari membalikkan badan. air matanya menetes melihat sahabat yang susah di anggapnya saudara memberikan kejutan padanya di tempat yang selama ini di impikannya.
Jesmin menangis dalam pelukan yura, perasaannya bercampur aduk. bahagia, terharu, sedih, menjadi satu. ayah dan bundanya pun ikut menitikkan air mata.
*Sudah jangan menangis, ini kan hari bahagia mu, kenapa malah bersedih. ayo tiap lilinnya* yura mencoba mengendalikan suasana.
__ADS_1
Setelah tiup lilin dan potong kue, mereka mengabadikan moment indah ini dengan membuat sebuah vidio serta beberapa foto kebersamaan mereka dan vidio ini akan di jadi pengobat rindu jika mereka akan berpisah kembali.
Bersambung....