
Dua hari sudah refan koma, selama itu pula maisha sang ibu setia di samping refan yang terbaring lemah.
*Nak, mami percaya kamu pasti mendengarkan mama*
*Bangunlah nak, mama sangat sedih kalau kamu tak kuncung bangun, ingat nak, cuma kamu yang mami punya saat ini*
*Kau hatus tahu juga nak, perusahaan kita dan bisnis kita lainnya sedang menunggu mu*
*mami janji tidak akan menjodohkan mu lagi pada siapapun. Mami janji akan menerima siapa pun wanita yang kau cintai sebagai istrimu kelak*
*Tapi sekarang bangunlah nak, mami mohon* Maisha setiap 3 jam sekali selalu mengajak refan bicara.
**
Di kantin rumah sakit
Exas ke kantin untuk membelikan makanan maisha untuk makan siang, sedangkan yura juga hendak makan siang di kantin.
Saat masuk pintu kantin, mereka bertemu, dan yura mengajak exas untuk mkaan sia bersama si kantin, exas pun setuju.
Dan saat menunggu pesanan mereka datang, yura bertanya pada exas tentang apa yang sebenarnya terjadi dan kenapa mereka berdua bisa kecelakaan.
*Kak, boleh aku bertanya* tanya yura pada exas yang duduk di depannya, sambil meminum jus.
*Ya, aku akan menjawabnya sebelum kau bertanya* ucap exas yang sudah bisa menebak tentang apa yang akan di tanyakan yura pada nya. Yura tersenyum.
*Sebenarnya, malam itu kami akan pulang dari sebuah pertemuan di sebuah hotel yang tak jauh dari kantor*
*Di perjalanan, aku dan sangat mengantuk, dan refan meminta ku untuk bertukar posisi, awalnya aku yang menyetir, karrna refan melohat ku sangat kantuk jadi dia mengganti kan ku menyetir*
*belum 10 menit aku memejamkan mata, terdengar Hp refan berbunyi, dan karena hp nya di saku celana, refan agak kesulitan menjangkaunya*
*Refan memarkirkan mobil sedikit ke pinggir, dan setelah parkir refan mengambil hp tersebut, aku pun mulai memejamkan mata lagi*
*Naas, setelah refan selesai menelpon, dan akan melajukan mobil kembali, refan tak merlihat ada pertigaan di depan, dan saat akan melewati tikungan, sebuah truk besar menghantam badan mobil*
*Dan karena truk tersebut dari sebelah kanan, maka refan yang terlebih dahulu di hantam, batu kemudian aku.*
*Aku menyesal, harusnya aku tidak boleh mengantuk malam itu, agar refan tidak seperti sekarang.* exas tertunduk. Menyerka air mata yang menetes di pipinya.
*Sudahlah kak, semua sudah di takdirkan Allah, kita doakan saja kak refan segera sadar dari komanya* ucap yura menguatkan.
Exas mengangguk dan mencoba tersenyum pada yura.
Setelah selesai makan, yuta dan exas ke kamar rawat refan, disana ada maisha dan beberapa dokter yang sedang memeriksa kondisi refan.
__ADS_1
*Maaf tante, ini tante makan lah dulu. Dari pagi tante belum makan, nanti tante bisa sakit* exas memberikan makanan pad maisha.
*Terimakasih ex, kau istirahatlah dulu, ingat kau juga sedang sakit nak* ucap maisha. Exas sudah di anggap anak oleh maisha.
*Iya tan, sekarang tante makan dulu ya, itu vitamin tante sudah aku belikan dan juga pakaian ganti sudah di antar bik jul tadi* ucap exas.
Sementara yura mendekati para dokter yang sedang mengecek kondisi refan.
*Bagaimana dok, apa sudah ada perkembangan pada pasien* tanya yura pada domter hendri.
*Sepertinya ada benturan yang sangat keras pada bagian kepala pasien* jelas dr. Hendri.
*Ya dari cerita temannya memang terjadi benturan pada bagian kepala, dan saya perkirakan jika pasien sadar, beliau akan mengalami amesia ringan dan juga stuk sementara* yura menanggapi.
*Ya dr yura benar, saya sudah menyampaikan hal ini apda nyonya maisha tentang kemungkinan yang terjadi* sambung dokter hendri.
Setelah memeriksa keadaan refan, yura dan dua dokter serta suster keluar dari ruangan refan. Maisha pun di minta untuk beristirahat di ruangan khusus nya yang ada dinrumah sakit ininoleh exas.
Exas menjaga refan, sambil mengecek berbagai email yang masuk dari para invertor yang bekerja sama pada perusahaan mereka.
Tak hanya mengecek email, exas juga melakukan rapat secara online di ruangan refan. Menggantikan refan sebagai CEO perusahaan.
***
Berita kecelakaan refan tersebar luas di berbagai media televisi dan juga sosial media.
*Astaga, ternyata kak refan buka orang sembarangan, dia seorang CEO dan anak pemilik rumah skait ini*
*Berarti ibu maisha itu,,,,*
*Astaga, dia pemilik rumah sakit ini, kenapa aku tidak sadar selama ini*
*Ya tuhan, aku merasa bersalah sudah tidak mengenal bos ku sendiri dan malah menganggap beliau orang biasa saja selama ini* gumam yura.
*****
Saat malam tiba, yura masih dalam jam kerjanya, melangkah keluar dari ruangan operasi, katena baru saja selesai menangani pasien nya.
*Dokter yura* dokter hendri menyapa yura saat ia hendak ke ruangan refan.
*Iya dokter, ada apa, sepertinya anda buru buri, apakah tuan refan ...* tanya yura dengan kalimat di gantung.
*Iya, tuan refan sudah sadar dari komanya* jawab dokter hendri sedikit berbinar.
*Alhamdulillah, aku akan ikut dokter untuk memeriksanya* pinta yura dan dokter hendri memgangguk.
__ADS_1
Sesampai dalam ruangan refan, terlihat maisha memeluk refan dengan isak tangis bahagia, dan exas yang berdiri di belakang maisha.
*Maaf nyonya, boleh kami memeriksa tuan refan dulu* pamit dr.hendri. Maisha mengangguk dan sedikit menjauh dari refan, di ikuti exas.
Yura dan dr. Hendri memerikasa refan, refan melihat yura tanpa kedip.
Setelah memeriksa refan, dr. Hendri menjelaskan pada maisha kalau refan mengalami lumpuh dari pinggang ke bawah, namun masih bisa di sembuhkan jika terus melakukan terapi.
Walaupun anaknya akan jadi pria lumpuh maisha tetap bersyukur refan tak mengalami yang namanya amesia, seperti dugaan awal kemarin.
*Baik nyonya, kami permisi dulu, jika ada apa apa kabari kami* pamit dr hendri di ikuti yura dan dokter serta suster lainnya.
Saat semua keluar, yura berhenti depan sebentar di ambang pintu, karena namanya di panghil refan.
*Yura, tunggu* ucap refan. Yura membalikkan badn dan melihat refan.
*Ya, ada apa tuan* tanya yura.
*Mam, tolong bawa dia kesini* pinta refan dengan suara pelan pada maisha, maisha berdiri dan mengahampiri yura.
Sesampai yura di sisi banker refan, refan memegang tangan yura.
*Yura, apakah aku masih bisa hidup normal lagi* tanya refan.
*Tuan pasti bisa seperti dulu lagi, yang terpenting tuan jagan stres, dan rajin melakukannterapi dan minum obat yang teratur. Dan yang paling penting banyak berdoa pada Allah* tutur yura menguatkan.
*Yura benar nak, kamu pasti bisa melewati semua ini, ada mami yang akan selalu ada di sisimu* maisha ikut menguatkan refan.
*Mam, bolehkan aku meminta sesuatu* tanya refan.
*Ya nak, katakan lah*
*Jadikan yura dokter pribadiku, bayar berapapun dia mau* pinta refan pada maisha namun tangan yura masih di dalam genggamannya.
*Kalau itu yang kamu minta, baiklah. Dr. Yura, apakah kau mau menjadi dokter pribadi anak saya, saya janji akan membayar anda 5 kali lipat dari gaji di rumah sakit ini* maisha menggenggam tangan kiri yura.
Yura tamoak berpikir, dia meliht exas, refan, dan maisha bergantian. Lalu ingat akna mimpinya saat malam kejadian naas yang menimpa refan dan exas.
*Saya bersedia nyonya, tapi jangan bayar saya mahal, bayar saya sesuai dengan isi kontrak saja. Karena saya bekerja menjadi dokter, bukan untuk kaya, melainkan membantu siapapun yang membutuhkan bantuan saya* yura menyanggupi permintaan refan dan maisha.
*Saya akan merawat tuan refan sampai beliau benar benar pulih seperti sedia kala lagi* sambung yura.
Maisha lansung memeluk yura dan mengucapkan terima kasih, dia bertambah yakin yura yang saat ini di dalam pelukakannya ini adalah yura yang sama dengan yura yang selalu di live kesukaannya.
Refan dan exas juga ikut bahagia atas kesediaan yura.
__ADS_1
Bersambung...