Dokterku Pujaan Hatiku

Dokterku Pujaan Hatiku
Aku Akan merawatnya


__ADS_3

Setelah melihat jam di pergelangan tangannya, yura memutuskan untuk tidur di rumah sakit malam ini. beruntung tadi pagi sebelum ke rumah sakit ia menjemput pakaiannya di londry langganan nya, jadi sebelum membersihkan diri dan beristirahat, yura turun ke lantai bawa dan mengambil pakaian ganti di mobilnya.


Setelah siap mandi dan berpakaian, yura membaringkan tubuhnya di ranjang yang ada di ruangan kerjanya.


*Mmmm sudah jam 1.30 dini hari ternyata, tapi tidak apa. Sepertinya bisa tidur walaupun hanya beberapa jam saja* gumam yura sambil berbaring di kasur nya dan memejamkan mata.


**


*Tolong jangan bawa dia, dia orang yang baik, tolong lepaskan*


*Aku mohon, jangan*


*Lepaskan dia*


*Aku berjanji akan merawatnya sampai dia sembuh*


*Aku mohon lepaskan dia*


* jaaanggaaaan* yura terbangun dan berteriak.


*Ya tuhan, mimpi apa aku barusan, rasanya seperti nyata saja* gumam yura duduk dan menyerka keringat di keningnya.


*tok tok tok*


*Dokter, Dokter, apakah anda ada di dalam* terdengar suara seseorang di luar memanggil manggilnya.


Yura bangun dan melangkah keluar kamar dan kemudian membuka pintu ruangannya.


*Suster, ada apa* tanya yura melihat seorang suster dengan wajah panik berdiri di depan ruangannya.


*Maaf Dok, Mengganggu istirahat anda. Dokter joni meminta ke saya menjemput dokter untuk ke Kamar anggrek sekarang.karena pasien bernama refan, yang tadi dokter tangani sekarang dalam keadaan kritis* jelas suster tersebut.

__ADS_1


*Oh, kalau begitu saya ganti baju sebentar, suster sampaikan pada dokter joni untuk terus memantau keadaan pasien dan terus berikan pertolongan. Saya akan segera kesana* pinta yura. suster tersebut mengangguk dan meninggalkan kamar yura.


Yura masuk ke kamar nya mencuci muka dan mengganti pakaian dan setelahnya lansung menuju ruangan refan.


*Barusan aku mempi pasien tersebut, dan sekarang keadaannya kritis*


*Ya tuhan ada apa ini*


Batin yura sambil sedikit berlari menuju ke ruangan refan.


Dari kejauhan yura melihat maisha sedang menangis dan seorang suster mencoba menenangkannya.


*Bu. Jangan menangis, doakan saja anak ibu baik baik saja* ucap yura menguatkan maisha.


Maisha bangkitbdari duduknya dan memeluk yura.


*Dok, tolong selamatkan anak saya* pinta maisha.


*Kami akan berusaha semampu kami bu, sekarang saya masuk dulu* ucap yura setelah pelukan maisha terlepas dari tubuhnya. Maisha mengangguk.


Terlihat beberapa kali dokter joni menempelkan alat pemamcu kerja jantung di dada refan.


*Bagaimana kondisisnya* tanya yuta saat sudah berdiri di depan dokter joni.


*Detak jantungnya melemah dok* jelas dokter joni.


Yura melihat layar monitor berbentuk kotak kecil di samping atas kepala refan, lalu melihat wajah refan yang masih di perban.


*Bismillah* ucap yura kemudian memegang pangkal lengan refan.


Dan dengan sekejab, bagaikan sebuah keajaiban datang mengalir dari tangan lembut yura. Detak jantung refan kembali normal.

__ADS_1


*Alhamdulillah* ucap dokter joni dan para suster.


Yura tersenyum, melihat garis di layar monitor itu kembali normal.


*Dokter, ini adalah sebuah keajaiban* ucap dokter joni pada yura. Yura mengangguk.


Setelah semua stabil, yura keluar ruangan. Maisha lansung menghampirinya.


*Bagaimana anak saya dok* tanya maisha dengan segala kecemasannya.


*Alhamdulillah, keadaan pasien sudah stabil bu, ini semua berkat doa ibu* ucap yura.


*Terimakasih dokter* ucap maisha tulus.


*Kak exas* yura melihat exas yang juga berdiri di belakang maisha dengan tangan sebela kirinya yang masih di gendong dan diperban.


*Yura, ternyata kau yang menangani refan* exas juga baru mengetahui kalau dokter perempuan yang tadi masuk kedalam ruangan refan. Karena yura memakai masker.


*Iya kak. jadi benar pasien yang di dalam kak refan yang aku kenal* tanya yura pada exas, lalu exas mengagguk. Maisha hanya menyimak oercakapan dua orang yang ada di depannya saat ini.


*Ya Allah, aku tak mengenali nya karna wajahnya masih di perban* ucap yura menyesal.


*Jadi dokter kenal dengan ank saya* tanya maisha.


*iya bu, saya kenal dengan anak ibu, kami pernah bertemu beberapa kali, dan dia orang yang baik* jelas yura.


Setelah maisha dan exas di perbolehkan menjenguk refan, yura pamit ke ruangannya.


Lagi lagi yura teringat akan mimpi yanga tadi sebelum suster membangunkan tidurnya.


*Ya tuhan, pertanda apakah ini* ucap yura. Lalu membersihkan dirinya dan melakukan kewajiban nya sebagai seorang muslim.

__ADS_1


Karena memeng waktu shalat subub sudah tiba. Dalam solatnya yura selalu mendoakan kedua orang tua nya, serta orang orang yang baik dan berjasa dalam hidupnya selama ini.


Bersambung...


__ADS_2