Dokterku Pujaan Hatiku

Dokterku Pujaan Hatiku
Mukzizat


__ADS_3

Yura duduk meringguk di lantai samping tempat tidur dalam kamarnya. Ia menangis meratapi semua yang terjadi.


*Ya tuhan, apa salah yura. Kenapa ada orang yang ingin yura menderita tuhan*


*Ayah, ibu. Yura rindu kalian. Yura rindu di peluk sama ayah ibu*


*Datanglah. Peluk yura ayah ibu, peluk yura. Hik hik hik*


Maisha yang mendengar semua keluh kesa yura dan lansung membawa yura kedalam pelukannya. Mereka menangis bersama.


*Menangislh nak. Kuarkan semua keluh kesah mu*


*Ada mami disini yang akan selalu menjaga dan melindungi mu.* icap maisha. Yura semangkin terisak.


Refan yang baru masuk ke kamar yura. menjadi terharu melihat ibunya saat memeluk yura.


*Mami, yura* panggilnya sambil melangkah mendekati dua wanita beda usia itu. Yura dan maisha melepas pelukan mereka.


*Ra, maafkan aku. Karna aku kamu jadi seperti ini sekarang* sesal refan sambil menatap yura.


*Tidak kak. Ini bukan salah kakak dan salah siapa siapa. Ini sudah di takdirkan tuhan untuk ku* Maisha kembali memeluk yura.


Setelah berpelukan mereka duduk di ujung tempat tidur. Sementara refan masih berdiri di tempatnya.


*Nak, mulai sekarang kamu mami janji akan jaga dan lindungi kamu* janji maisha tulus.


*Ya, aku juga janji akan jaga kamu ra* ucap refan.


*Terima kasih mami, kakak, yura sayang kalian* mereka bertiga berpelukan.


Dan saat berpelukan maisha melepas pelukakannya.


*Tunggu. Refan, coba kamu berjalan* pinta maisha. Refan pun berjalan.


*Refan, kamu udah bisa jalan normal nak* triak maisha.


Yura dan refan pun jadi tak menyangka.


*Mami, iya refan udah bisa jalan lagi. Gak ada sakit sama sekali mam* ucap refan bahagia sambil bolak balik berjalan depan yura dan maisha.

__ADS_1


*Ya alllah, terima kasih atas mukzizat mu ini* ucap refan lansung sujud syukur.


Yura dan maisha terharu melihat refan saat sujud syukur.


*Ra, terima kasih ra* ucap refan pada yura setelah sujud syukurnya.


*Kenapa makasih sama yura kak* yura bingung.


*Karena kejadian hari ini yang menimpa mu. aku bisa lagi normal ra, mungkin ini cara Allah menyembuhkan ku* ucap refan. Maisha menagis melihat anak nya sudah bisa kembali berjlaan dengan baik.


*Refan, anakku* maisha merentangkan tangannya. Dan refan menghambur kedalam pelukan sang ibu.


*Alhamdulillah ya allah. Kau telah menyembuhkan kak refan dengan cara mu. Berarti setelah ini tugas ku sudah selesai* batin yura tersenyum melihat ibu dan anak itu sedang berpelukan.


***


tingtong, ting tong. (Anggap bunyi bal ya bestie)🤭


*Siapa yang datang, ganggu orang mau istirahat saja* ken yang baru saja akan tidur mengomel setelah bunyi bel terdengar.


Kemudian dengan kesal sekaligus penasaran ia berjalan dan membuka pintu.


Ken menutup mulutny tak percaya melihat exas membawakan nya buket bunga besar dan sebuah boneka beruang besar.


*Ini untuk ku* tanyanya.


*Tentu, ini untuk pujaan hatiku yang mata panda ini* exas memberikan hadiahnya pada ken. Namun ken bukan menerima pemberian exas malah memeluk exas dan menangis haru.


*Sayang, kenapa kamu nangis. Apa aku salah, atau kau tak suka dengan barang barang ini* tanya exas bingung dan masih memengang bawaannya.


*Mm kamu jahat. Kenapa dari kemarin gak ada kasih kabar. Sekarang datang bawain ini. Kamu mau nyogok aku ya* ucap ken masih memeluk exas.


*Sayang, lepas dulu boleh. Aku susah gerak sayang* pinta exas. Ken melepas pelukakannya. Lalu memasang muka cemberut.


*Sayang, kamu gak mau ajak aku masuk.*


*Gak, kamu jahat* ucap ken memalingkan pandangannya dari exas.


*cup* exas gemas melihat wajah merajuk kekasihnya ini. Dan mencium pipi kenny.

__ADS_1


*Exaaaaaas* teriak kenny. Exas malah tertawa. Dan melenggang masuk ke dalam apertamen milik yura ini.


*Iiiii, daaar pacar gak sopan. Belum di suru masuk udah nyelonong aja* gerutu ken. Exas berbalik badan.


*Mau aku cium lagi sayang* goda exas.


*Iiii. Mesum bangat sih* ken malu.


Mereka duduk di sofa, kenny memeluk boneka beruang dan sekli klai mencium bunga yang exas bawa.


*Sayang. Yura belum pilang lagi sejak yang kemarin itu* tanya exas. Kenny menggeleng.


*Ooh. Kesian kamu di sini sendirian* ucap exas sambil melihat isi apertaman yura yang tersusun rapi.


*Gak apa. Kemarin yura chat aku. Katanya tuan refan kondisinya sush jauh lebih baik, mungkin dalam 2 bulan lagi udah bisa jalan lagi.* jelaa kenny. Exas mengangguk.


*Emang kamu gak pernah ke rumah bos mu itu lagi yank* tanya kenny pada exas..


*Udah satu minggu ini aku gak ketemu refan. Karna sibuk ngurus proyek Yang di kota x* kenny ber*O*ria mendengar ucapan refan.


*Sayang, apa boleh aku minta minum. Aku haus*


*Astaga. Maaf sayang, airnya habis. Aku lupa tadi pesan* kenny benaran lupa.


*Kalau gitu kita keluar yok. Cari minum sekalian makan juga, aku udah rindu sama kamu* ajak exas.


*Tapi aku belum tidir dari semalam yank* tolak ken. Karena dia baru pulang kerja. Dan dinas malam.


*Nanti tidur di mobil aja sayang* exas seakan memaksa.


*Ya sudah, aku ganti baju dulu ya, kamu tunggu bentar* kenny berlalu ke kamarnya. Dan exas menunggunya setia di sofa.


5 menit kemudian kenny keluar dari kamarnya.


*Sudah siap* tanya exas berdiri dari duduknya.


*Sudah* jawab kenny. Lalu mereka berdua keluar dari apertamen bergandengan tangan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2