Dokterku Pujaan Hatiku

Dokterku Pujaan Hatiku
Kabar Gembira


__ADS_3

Siang berganti sore, Refan pulang ke rumah dengan bersiul ria.


*Hey, kalau baru datang ucap salam dulu, jangan main nyelonong aja* serga maisha.


*Hehe, assallamualaikum mami ku yang cantik* ucap refan lalu mencium pipi sang ibu.


*Tumben, kamu pulang bersiul siul gitu*


*Sepertinya, ada sesuatu yang membahagiakan ni. Kamu menang tender besar ya* tanya maisha.


*Ini lebih besar dari tender mi* wajah refan sangat berseri saat ini.


*Ha, maksud kamu* maisha tak mengerti maksud dari ucapan refan.


*Aku akan segera menikah mam. Ooh indah nya* ucap refan sambil membayangkan sedang bersanding dengan yura.


*Jangan bercanda deh. Mau nikah sama siapa kamu. Exas*


*Eee Mami ini. Ya gak la. aku akan nikah dengan pujaan hati ku mam* refan menggenggam jemari ibunya.


*Udah ah, mami malas ladeni kamu yang gak jelas gini. Baru sembuh dari stok, sekarang timbul penyakit aneh lain* maisha melepas tangan refan dan melangkah menuju sofa.


*Mam, aku tu gak aneh. Aku benaran akna nikah dengan pujaan hatiku mam* refan ikut duduk di samping maisha.


*Kamu ini. Mami tu tau kamu itu jomblo. sekali suka sama perempuan di tolak terus, jadi gimana mami mau percaya kalau kamu itu sehat*


*Yeee, mami doain aku sakit lagi ya*


*Ya gak la. Kalau kamu sakit lagi mami juga yang repot nanti*


*Ya udah, katakan kamu mau nikahi gadis mana, siapa namanya, dimana tinggalnya, siapa orang tuanya, apa pekerjaannya* pinta maisha.


*Dia tidak berasal dari negara ini mam. Dia juga sudah tidak memiliki orang tua lagi* jelas refan semangkin membuat maisha melongo karena penasaran siapa gadis itu.


*Tapi dia kerja di salah satu rymah sakit mami, dia jadi dokter disana* smbung refan.


*Siapa namanya* tanya maisha semangkin penasaran.


*Meca* tanyanya lagi.


*No. mana mau aku sama tu orang stres* sanggah refan dengan cepat.


*Ya udah Mami mau liat fotonya dulu* yura menadahkanntangan kann nya pada refan.


Refan mengambil Hp di saku celana nya dan membuka galeri foto. Lalu memperlihatkan foto gadis pujaan hatinya selama ini.


*Ha, kamu serius fan* tanya maisha tak percaya. Refan mengguk girang.


*Iya mi, dia orang yang akan aku nikahi segera* ucap refan.

__ADS_1


Maisha memeluk anaknya dengan penuh haru.


*Mami bersyukur kamu bisa mendapatkan calon istri seperti dia fan. Dia manantu idaman mami selama ini* ucap maisha menangis.


*Kalau gitu, mami akan urus acara pernihakan kalian ya, mmi juga gak sabar mau punya mantu* maisha melepaskan pelukan nya.


*Siap mami sayang. Ya udah refan ke kamar dulu ya. Mau bersih bersih* pamit refan dan di angguki sang ibu.


*Alhamdulillah, akhirnya kamu menjadi anak mantu Mami Ra, sangat sayang sama kamu nak. Semoga Allah melancarkan semuanya. Aamiin* Gumam maisha.


****


*Kamu serius ra* tanya ken saat yura menceritakan kalau refan melamar dan mereka akan segera menikah.


*Iya kak ken. Doain yura ya kak. Semoga ini keputusan terbaik* pinta yura. Ken mengguk, ia juga ikut bahagia jika yura bahagia.


*Aku selalu doakan kamu ra, bagi ku kamu itu adik kandung ku, karna sejak kita kenal kamu selalu ada untuk ku. Senang ku, sedih ku, galau ku, selalu kamu yang setia di smpingku* ken memluk yura. Mereka menangis haru.


Saat berpelukan, hp yura berdering.


*Ra, hp mu bunyi. Mungkin kekasih mu* goda ken. Lalu ia melepas pelukannya.


*Bukan kak. Ini jesmin* yura melihat nama yang tertera di layar hpnya.


*Angkat ra, mana tau ada yang penting*


Yura mengangkat panggilan vidio call dari jesmin.


*Waalaikum salam ra, ra aku ganggu kamu gak*


*Gak kok jes, ada apa*


*Ra, aku rindu sama kamu*


*Aku juga sangat merindukan mu kes. Sama paman dan bunda juga* yura melihat ada orang tua jesmin juga dalam layar tersebut.


*Kami juga nak, kamu apa kabar* tanya bunda.


*Alhamdulillah baik bun. kalian gimana kabarnya*


*Kami juga alhamdulillah baik nak jawab bunda.


*Oh ya ra, Rencananya dalam minggu depan aku mau ke sana jemguk kamu, abis kamu lupa kampung* jesmin memonyongkan bibirnya. Dan yura tertawa melihat itu*.


*Minggu depan ya*


*Mmm, gimana kalau dua minggu lagi* tawar yura.


*Emang kenapa ra, kamu ada banyak kerjaan ya di rumah sakit tempat mu bekerja* tanya jesmin jadi tak enak hati ingin mengunjungi yura.

__ADS_1


*Tidak jes, bukan gitu. Jadi gini, rencana dalam dua minggu kedepan, aku akan melansungkan pernikahan*


*What, kamu mau nikah yu, kok baru bilang sekarang sih, kamu tega bangat sama kita disini* jesmin mengomel.


*Jes, semuanya serba dadakan, rencana nanti malam aku ngabarin klian di sana. Tapi kamu udah nepon duluan*


* Kamu nikah dadakan bukan karna ada sesuatu yang telah terjadi kan yu* tanya jesmin.


*Huus, kamu ini mulutnya gak di jaga* bunda mengur jesmin.


*Haha, gak kok jes. Aku nikah baik baik kok. Pokoknya cerita nya panjang. Beaok kalau kalian semu udah di sini baru aku ceritain*


*Kamu nikah sama orang mana nak, dia dan keluarga nya baik dan sayangkan sama kamu* tanya ayah jesmin.


*Alhamdulillah mereka semua baik bangat sama yura paman. mereka asli orang sini* jelas yura.


*Alhamdulillah kalau gitu nak* ayah dan bunda jesmin legah mendengar jawaban yura.


*Jadi gimana, kira kira kalalian semua bisa kan datang dalam waktu dua minggu lagi* tanya yura.


*Kami usahakan ya nak. Nanti kamu kabari lagi kapan tanggal pastinya nya ya. Biar kami juga bisa siap siap dulu disini* pinta bunda jesmin.


*Iya bun, nanti yura kabari kapan pastinya hari H di lansungkan*


*Itu kamu sama siapa nak* tanya bunda yang melihat kenny duduk menyimak pembicaraan mereka dengan bingung karena yura bicara pakai bahasa indonesia.


*Ooh, ini kak kenny bun. Teman baik yura dia sini. Gak hanya teman tapi dia juga udh seperti kakak bagi yura* Ken menyapa keluarga jeamin.


*Hey aunty, ancle*


*Yu, dia gak bisa bahasa kita* tanya jesmin.


*Gak jes, tapi dia tau dikit dikit kok arti bahasa kita, karna aku sering ngajak dia pakai bahasa kita*


*Ooh, baguslah*


*Ya udah aku tutup dulu ya telpon nya. Udah mau magrib disini, mau siap siap dulu buat solat.*


*Oke yu, kamu baik baik disana ya, kami tunggu kabar selanjutnya dari kamu*


*Iya insya Allah, assallamulaikum*


*Waalaikum salam* jesmin dan kedua orang tuanya menjawab salm yura.


Telpon terputus.


Bersambung.....


Di infokan lagi ya bundsist. ini kan kisah nya ecek ecek lagi di london. Jadi masyarakat london itu kan mereka memakai bahasa inggris. Berhubung author kagak pandai bahasa inggris, jadi bunsist semua anggap aja ya kalau saat bicara mereka pakai bahasa inggris.

__ADS_1


Terima kasih...🙏🤗


__ADS_2