
Dalam perjalanan pulang dari rumah refan, meca memukul mukul strir mobilnya berulang kali dengan sangat marah.
*Kurang ajar, ternyata refan benar benar sudah tergoda dengan wanita itu*
*Tak biasanya refan sedekat itu dengan perempuan manapun selain ibu nya*
*Tapi wanita itu benaran cantik sih, Aaah tidak, pasti dia menggunakan tubuhnya untuk memikat refan. Ya pasti. Aku yakin*
*Lihat saja, aku akan merebut refan dari siapapun, bagaimana pun caranya.*
*sial sial siaaall* teriak meca dengan keras di dalam mobilnya. Lalu melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.
***
*Ayah, bunda. Jes boleh gak liburan akhir tahun ini ke london lagi, jes sangat rindu dengan yura.* jesmin dan kedua orang tuanya tengah bersantai menonton tv.
*Nak, bukan ayah melarang mu, tapi kalau kamu ke london lagi, nanti siapa yang akan jaga bunda di rumah. Ayah sedang banyak kerjaan nak. Kamu kan tau bunda mu sekarang kesehatannya menurun nak* ucap ayah.
*Tidak apa yah, biarkan saja jes pergi liburan, bunda tidak apa kok, lagian kan jes juga pasti tidak akan lama. Ya kan nak* tanya bunda
*Iya bun, paling 1 minggu aja, jes juga gak bisa ambil cuti terlalu lama.* jawab jesmin.
*Ya sudah pergilah nanti nak.* bunda mengizinkan ayah juga mengangguk ikut mengizinkan.
***
*Dokterku sayang, bisakah ambilkan aku jus* pinta refan yang semangkin berani memperlihatkan rasa cintanya pada yura.
*Kak, jagan panggil gitu bisa, yura gak enak sama nyonya maisha, kalau sampai beliau dengar* bantah yura.
*Biarkan saja mami mendengar nya, kan aku memang sayang sama dokterku ini.*
*Terserah lah. Percuma juga ngomong sama kakak, gak bakalan di dengar,* sambil geleng kepala beberapa kali. yura membuka kulkas yang ada di kamar refan, dan mengambil jus yang sudah tersedia di dalam nya.
Semenjak refan sakit, maisha sengaja meletakkan sebuah kulkas berisi susu, jus dna makanan seperti cake, coklat, dan sebaginya.
Maisha juga meletakkan sebuah meja kecil di sudut ruangan kamar refan, yang dapat di gunakan yura untuk meletakkan obat refan dan kue kering serta cemilan katika menjaga refan.
Bahkan kamar yura yang awalmya di lantai bawah sudah berada di lantai bawah, kini pindah ke samoing kamar refan. yang dulunya kamar tersebut adalah ruangan penyimpanan barang seperti baju, sepatu, dan tas serta aksesoris, refan dan maisha.
*Tuan pasien, sebagai hukuman untuk anda yang telah seenaknya memanggil saya dengan sebutan sayang, memeluk dan mencium saya sesuka hati selama ini. maka saya akan menghukum anda* ucap yura duduk di kursi meja hias.
*Apa, kau berani menghukumku* tanya refan.
*Ya, tentu saja, kenapa tidak. Pasien yang sudah keterlaluan harus di beri efek jerah agar kapok*
*Yura, plis jangan tinggalkan aku, aku minta maaf ya, janji gak akan curi curi kesempatan buat meluk sama cium lagi* ucap refan denga jari membentuk hutuf V.
*Tidak bisa, ini janji yang sama dengan 3 hari yang lalu. jadi sekarang tuan harus terima hukuman tuan* ucap yura, karena refan sudah beberapa kali berjanji seperi itu padanya. Namun tetap saja kembali mengambil kesempatan untuk memeluk dan kadang mencium pipi yura.
__ADS_1
Refan tertunduk lesuh mendengar ucapan yura barusan. Dia merasa kali ini yura akan serius dengan ancaman nya.
Yura meninggalkan refan sendirian di kamarnya. Dan pergi ke lantai bawah untuk menemui maisha yang sedang memasak makan malam bersama bik jul.
*Bolehkah saya ikut membantu* kejut yura saat dua wanita itu sedang asik mengobrol dan memasak.
*Yura, tidka usah sayang, kau duduk saja. Nanti kau kecapean, seharian kau sudah merawat anakku yang manja itu* larang maisha.
*Tidak apa nyonya, kak refan sedang asik dengan tablet nya, jadi saya suntuk hanya berdiam saja di kamar nya.* alasan yura.
*Ya sudah kalau kamu maksa, bik jul kasih saja wortel itu pada yura, biar dia yang memotongnya. Bil jul kerjakan saja yang lain* ucap maisha dan bik jul memberikan mangkuk berisi wortel dan sebilah pisau pada yura.
*Makasih bik jul,* ucap yura sambil tersenyum pada bik jul. Dan bik jul mengagguk.
Di saat sedang asik memasak, yura mengutarakan niatnya untuk pulang sebentar ke apertemannya pada maisha. Karena sudah lama tak pulang.
*Nyonya, bolehkah aku pulang sebentar ke aperteman ku, sudah hampir 2 bulan aku tak pulang* pinta yura.
*Yura, harus berapa kali aku mengatakan, panggil mami saja, jangan nyonya lagi. Aku sudahenganggap mu putriku sendiri* ucap maisha.
*Iya maaf nyo eeeh mami* yura tergagap.
Maisha duduk di samping yura yang sedang memotong wortel.
*Yura, maafkan kami sudah mengurung mu di sini selama ini, karena keegoisan kami. Padahal kami sadar kau juga punya keperluan lain selain mengurus ankku * ucap maisha menyesal.
*Tak apa nyonya, eh mami. saya mengerti kalau mami khawatir dengan kak refan jika tak ada yang selalu di sampingnya* ucap yura meisha mengangguk.
*Iya mam, yura hanya pulang sebentar kok. Nanti setelah dari aperteman lansung ke sini lagi* Maisha mengangguk dan mengusap bahu yura lembut.
Setelah selesai memandikan refan Yura turun ke lantai bawah menghampiri maisha yang sedang menyiram bunga bunga kesayangannya.
*Mami, yura berangkat sekarang ya, takut kemalaman nanti.*
*Oh, sudah mau berangkat, ya sudah kamu hati hati ya, bawa saja mobil yang baru yang warn biru itu* suru maisha.
*Tidak usah mam, yura naik taksi aja* tolak yura.
*Mau bawa mobil biru atau tidak boleh pulang* ancam maisha.
*Tapi mi, itukan mobil baru mami, bahkan mami saja belum pernah memakainya*
*Malai sekarang mobil itu kamu saja yang pakai, mami pakai mobil yang ada di garasi saja, itu saja tidak kepakai semua* ucap maisha sambil melanjutkan menyiram bunga.
*Mmm, baiklah. Terima lasih mami, sudah meminjamkan yura mobil barunya* ucap yura tulus.
Maisha mengagguk dan tersenyum manis.
*Mobil itu adalah hadiah untukmu karena telah merawat anakku dengan baik, sehingga anakku sekarang keadaannya mulai membaik* Batin maisha.
__ADS_1
Yura pamit kepada maisha, lalu menaiki mobil baru berwarna biru itu menuju apertemannya.
Sementara refan mulai mengadari klaau yura tak ada di kmaarnya, padahal setelah memandikannya tadi yura masih duduk main hp di sofa. Dan karena yura tak mau bicara padanya, maka ia memilih melanjutkan pekerjaanya dengan tablet yang selalu ada di nakas.
*Ra, yura, yura, aku haus* teriak refan.
Maisha yang kebetulan lewat depan kamar refan karena ingin ke kamarnya pun masuk.
*Ra, dari mana saja kamu aku rin...* refan menggantung kalimatnya karena yang mambuka pintu tertanya bukan yura tapi ibunya.
*Yura sudah pergi, kamu mau apa. Biar mami ambilkan* ucap maisha judes pada refan.
*Mam, yura kemana*
*Dia sudha pulang ke rumahnya*
*Maksud mami, yura sudah mengundurkan diri*
*Mungkin. Makanya jangan suka membuat yura tak nyaman* ucap maisha masih judes dan duduk di kursi samping refan.
*Mam, refan minta maaf kalau refan selama ini suka menggoda yura, tapi refan benaran suka sma dia mam. Pujuk yura buat kembali mam, refan mohon*
*Kamu jangan bercanda refan, jangan sekali kali memainkan perasaan anak gadia orang*
*Mam, refan serius mam, udah beberapa kali refan mengatakan perasaan ini pada yura, tapi dia selalu mengalihkan pembicaraan*
*Mungkin karna dia sudah punya pacar di luar sana* ucap maisha mengetes anaknya.
*Mana ada, kalau dia punya pacar pasti akan ada foto sama chat pacaranya di hp nya, aku liat tidak ada, bahkan yang nelpon pun hanya teman temannya saja*
*Jadi selama ini kamu menyelidiki dokter mu sendiri ya*
Refan mengangguk *Karena refan gak mau salah langkah mam.* ucap refan.
*Mmm, iya lah tuuu* ucap maisha cuek.
*Eh mam, mami beli mobil baru lagi ya, tadi pagi refan liat ada mobil yang terparkir di halaman depan* refan tiba tiba mengingat tadi pagi saat dia berjemur di teras kamarnya, ia melihat sebuah mobil baru berwarna biru.
*Iya, itu untuk calon mantu mami, gimana cantikkan mobilnya* ucap maisha.
*Astaga mami, sampai kapan mami menghayal terus punya menantu yang seperti di live mami itu* refan menepuk keningnya sendiri.
*Siapa bilang hanya dalam live, sekarang sudah nyata ya, bahkan tiap hari mami jumpa dia* maisha senyum senyum membuat refan penasaran.
*Mami, sudahlah. Refan gak akan mau nikah sama wanita manapun selain yura titik gak pakai koma* bantah refan.
*Terserah, mami mau ke kamar dulu, mau mandi. Gerah* maisha melangkah ke luar.
*Mami, pujuk yura untuk kembali kesini mam, please mam* teriak refan.
__ADS_1
Bersambung.....