
* senang nya dalam hati, jika semua keinginan ku bisa ku penuhi.aku tak perduli jika harus menyakiti* Meca bernyanyi saat menuruni tangga.
*Sayang, sepertinya kau bahagia sekali pagi ini, ada apa* tanya dr. Hendri yang sudah bersiap akan ke acara resepsi pernikahan refan dan Yura.
*Papa, papa mau ke pernikahan refan ya, aku ikut mobil papa saja ya*
*Ya tentu saja boleh, kamu kan anak tersayang papa*
*Makasih papa, sayang bangat deh* Meca mencium pipi dan memeluk sang ayah
*Tumben,* dr. Hendri bingung dengan sikap meca pagi ini
*apanya pa ?*
*Tidak ada. ayo kita berangkat sekarang, nanti telat. gak enak sama dr. maisha kan*
*Siap bos, otw* sahut Meca.
Disepanjang perjalanan Meca merasa tak sabaran melihat wajah refan, maisha dan yang lainnya, karena Yura sang mempelai wanita tidak ada.
*Dan di saat nanti gadis desa itu tak kunjung keluar, aku akan pira pura ikut sedih, dan aku pastikan Tante maisha akan meminta ku untuk menggantikan Yura. Kemudian aku akan di dandani dan akan menikah dengan refan, pujaan hati ku* batin Meca.
*Sayang, kau baik baik saja kan* dr. Hendri merasa sangat aneh melihat Meca yang sedari tadi senyum sendiri.
*Ah, papa mengagetkan aku aja*
*Kamu lagi mikirin apa sih, dari tadi aneh bangat. senyum senyum sendirian seperti orang sedang kasmaran aja*
*Aku memang sedang kasmaran papa*
*Mmmm baguslah, berarti itu artinya kamu udah move on dari refan* Meca hanya tersenyum mendengar kata papa nya.
Sesampainya di acara pernikahan Refan dan Yura hati Meca semangkin tak karuan, ada rasa sakit hati melihat indah dan meriahnya dekorasi, banyaknya tamu penting yang hadir dan bahagia karena dia yakin kalau rencananya akan berhasil nanti.
*Dr. Hendri silah kan masuk, acara udah mau di mulai, Meca kamu juga ayo masuk* ajak maisha yang menyambut para tamu.
*Iya kak, terima kasih* jawab dr. Hendri dan kemudian mereka masuk bersama.
Acara akad akan segera dimulai, penghulu dan para saksi sudah hadir di tengah tengah keramaian, tepatnya di meja yang telah di dekor sangat indah dengan nuansa putih dan pink.
*Mempelai perempuan boleh di hadirkan di sini* pinta pak penghulu. Meisha mengetik sesuatu di ponsel nya dan mengirimkan pada Ken yang ada di ruangan Yura di make up.
*pasti Tante maisha mengirimkan pesan kepada seseorang, dan orang itu mengatakan jika Yura tidak ada. kan Tante maisha dan refan dua hari terakhir tidak bertemu dengan Yura dan keluarga dari negaranya* Meca menyeringai.
*Apa aku bilang, Yura tidak ada di ruangan itu. hahaha yes, selangkah lagi rencana ku berhasil*
__ADS_1
*Aku akan menjadi menantu kesayangan dokter kecantikan terkaya dan menjadi istri seorang pengusaha muda, tampan dan terkenal. aaa, indahnya hidupku* batin Meca saat meisha berdiri dan menuju tangga.
*Pasti kau mengira Yura tidak akan bisa ada di sini, tapi setelah ini kau akan menangis darah Meca* refan melihat Meca Deri sudut matanya.
Tak lama kemudian semua mata tertuju pada tangga yang sudah di hiasi dengan indah. disana ada 5 wanita berbeda usia. Yura tersenyum manis di tengah tengah 4 wanita lainnya yang juga sangat cantik cantik.
*Pasti mereka sengaja menutupi wajah pengantin dengan riasan gitu. agar semua orang tak mengenali wanita di balik cadar gliter itu. hahaha mereka pikir aku ini bodoh*
*Selamat tinggal sayang, selamat masuk ke neraka, dan iklaskan ya refan sebentar lagi akan segera bersanding dengan aku* gumam Meca saat melihat seorang wanita yang wajah nya di tutupi menuruni tangga bersama maisha, jesmin, bunda jesmin, dan Kenny.
Setelah wanita yang wajahnya di tutupi tersebut duduk di samping refan, acara akad di mulai. refan deng lancar melafaskan kalimat akadnya.
*Bagaimana saksi*
*Sah*
*Alhamdulillah* ucap semua orang terkecuali Meca. Yura menciumi punggung tangan refan yang kini sudah sah menjadi suaminya. dan refan mencium kening Yura. semua kamera mengabadikan momen penting dalam kehidupan Yura dan refan ini.
*Kenapa refan menikahi wanita itu. apa dia tidak sadar kalau dia sedang di bodohi ya. ini tidak bisa di biarkan* Meca berdiri dan meminta cadar yang berkilauan yang menutupi wajah pengantin wanita itu.
*Buka dong penutup wajah pengantin wanitanya* pinta Meca dengan lantang.
*Kenny, tolong bantu Yura nak* pinta maisha pada Ken. lalu keni membantu Yura membuka penutup wajah nya ini.
*Apa, ini tidak mungkin. ini pasti hanya salah lihat saja* gumam Meca syok melihat wanita yang wajahnya di tutupi cadar itu benar benar Yura.
*Tidak, ini pasti mimpi, Yura sudah mati. iya ini hanya mimpi* Meca berbicara sendiri.
*Meca kau kenapa, sepertinya kau sangat ketakutan melihat wajah istri ku* ucap refan.
*Fan, itu bukan Yura, Yura sudah mati fan. kamu jangan mau di bodohi oleh keluarga mu fan, kamu menikahi wanita lain. itu bukan Yura*
*Meca, ini aku Yura. kau kenapa Meca, aku masih hidup* Yura menghampiri Meca.
*Tidak jangan mendekat, kau bukan Yura, Yura sudah mati. anak buah ku yang membunuhnya. dan mereka sudah mengirimkan foto kalau Yura sudah tiada* Meka sangat ketakutan saat Yura menghampiri nya.
Semua orang yang ada di acara bingung serta syok mendengar pernyataan Meca barusan, terutama dr. Hendri sang ayah.
*Meca, sebaiknya kita pulang saja nak. sepertinya kau sedang tidak baik baik saja. jangan sampai kau merusak acara refan nanti. ayo nak*
*Tidak pa. aku baik baik saja. aku sangat yakin anak. udah ku bekerja dengan baik. wanita ini bukan Yura dia orang lain*
*Hendri, sebaiknya sebelum pulang kau bawa dulu Meca ke spikiater. aku rasa ada sesuatu yang aneh padanya* saran maisha.
*Ya kak pasti. aku sudah curiga pada nya dari rumah tadi. ya sudah aku permisi dulu. refan selamat atas pernikahan kalian ya. semoga Allah memberikan selalu kebahagiaan dalam rumah tangga kalian berdua* Ucap dr. Hendri tulus.
__ADS_1
*Terima kasih banyak om* ucap refan dan Yura.
Acara berjalan dengan lancar, semua ikut berbahagia dalam acara ini. walaupun Meca sedikit membuat acara tersesat.
Setelah semua rangkaian acara selesai, tamu undangan juga sudah pada pulang. Maisha, dan kedua orang tua jes meminta penjelasan pada jes, karena refan dan Yura sudah istirahat di kamar mereka. sedangkan exas membawa Kenny pulang karena Kenny sedikit tak enak badan karena kelelahan.
lalu jes menceritakan semua kejadian yang di lalui oleh Yura saat merek apergi ke mall dua hari yang lalu.
Flashback
*Maksudnya* lagi lagi yura dan refan bicara serentak.
*Hey tiga abang kekar* jes memanggil tiga preman itu. Mereka bingung saat jes mengatakan kata abang tapi melihat ke mereka. (Jesmin bicara pakai bahasa indonesia)
*Jes, mereka tidak tahu dna tidak mengerti bahasa kita* ucap yura sambil geleng geleng kepala.
*Hehe sorry, aku lupa* jes cengengesan. Lalu bicara lagi pakai bahasa inggris.
*Hey tuan tuan preman, sini dengarkan ide ku* pinta jes pada tiga preman itu. Mereka pun ikut bergabung.
*Jadi gini, kita ikuti permainan meca, dia mau bunuh kamu kan yu*
*Iya* jawab yura.
*Tuan tuan preman pura pura saja melakukan tugas kalian, tapi jangan sampai meca masuk ke dan melihat yura secara lansung saat kalian bertiga menyakiti yura* jesmin memulai siasatnya.
Dan setelah semuanya mengerti apa yang di sampaikan jesmin. Mereka setuju akan ide cemerlangnya itu.
*Sekarang mana nomor rekening mu* pinta refan pada salah satu preman.
*Ini tuan*
*Oke, sudah aku transfer*
*Terima kasih banyak tuan, kami janji akan tundak dan mematuhi perintah tuan bertiga* ucap oreman itu bersungguh sungguh.
*Ya, kami percaya pada kalian. Dan ingat jangan sampai meca curiga. Mainkan peran sebaik mungkin* ucap refan tegas.
*Baik tuan*
*Ayo sayang, jes kita pergi dari sini* refan membawa dua wanita itu pergi. Yura dan jes pun ikut melangkah keluar.
*Ingat segera cari wanita untuk pengganti istri ku duduk di sini, dan jalan kan sesuai rencana kita tadi* ucap refan sebelum benar benar meninggalkan rumah tua itu.
*Baik tuan* jawab 3 preman itu.
__ADS_1
Refan, yura dan jesmin kembali pulang ke aperteman yura. dengan menyimpan sebuah rencana untuk membalas kejahatan Meca.
bersambung...