Dokterku Pujaan Hatiku

Dokterku Pujaan Hatiku
Berdebat


__ADS_3

Hari ini jadwal refan untuk kontrol dan melakukan terapi di rumah sakit. Yura sudah mempersiapkan bawaan refan dalam tas yang biasa di jadikan tempat penyimpanan refan saat pergi kontrol dan terapi.


Di dalam mobil, refan dan yura duduk di jok belakang, karena maisha menyuru supir yang mengantar mereka hari ini.


Maisha tak bisa ikut kali ini menemani refan. Karena harus rapat bersama exas.


*Ra, apakah terapi kali ini juga akan sesakit kemarin* tanya refan.


*Tidak, hanya sedikit ngilu saja. Kan di rumah udah sering latihan berdiri pagi pagi*


*Iya sih, kamu yang selalu bantu aku dn buat aku semangat untuk sembuh*


*Kenapa aku* tanya yura bingung.


*Karena kalau aku udah normal lagi, kamu pasti tidak akan menolak cinta ku lagi* ucap refan.


*Kata siapa aku akan menerima anda tuan refan, Kepedean deh* ucap yura.


*Jadi walaupun aku sudah normal kembali, kamu tetap akan menolak cinta ku* Tanya refan tak yakin dengan ucapan yura barusan. Yura menagngguk.


*Pak, putar balik. Kita gak jadi ke rumah sakit* pinta refan pada supir.


*Kenapa gak jadi. katanya mau sembuh* protes yura.


*Ngapain sembuh kalau cinta di tolak mulu, dan kamu bakalan ninggalin aku juga. mending sakit aja. Bisa dekat kamu tiap saat* terang refan smbil melihat ke samping karena merajuk lagi lagi hatinya dipatahkan oleh yura.


*Pak kita tetap ke rumah sakit. Jangan dengarkan tuan muda pemaksa ini* ucap yura. Pak supir jadi bingung.


*Jadinya putar balik atau lanjut ini*


*putar*


*lanjut* ucap yura dan refan bersamaan.


*Kalau bapak gak putar balik, bapak saya pecat* ancam refan.


*Kalau bapak putar balik, turunkan saja saya di sini* pinta yura ikut mengancam.


*Aduuuh, sekarang kita minggir aja dulu ya, nona dokter dan tuan muda rundingkan dulu kita mau lanjut atau putar balik. Saya mau beli es aja dulu, haus.* pak supir memarkirkan mobil tepat di damping penjual es keliling.


Yura dan refan melongo melihat pak supir yang keluar dari mobil dan memesan es pada penjualnya.


*Pokok nya aku gak mau terapi dan minum obat lagi kalau kamu tetap menolak ku*


*Kak, dengarin aku. Kalau kakak gak mau lanjutin terapi lagi. Kakak akan selamanya duduk di kursi roda. Ingat nyonya maisha, beliau sudah tua kak. Masa iya kakak mau membebani beliau terus dengan semua pekerjaan kakak yang sejibun itu* pujuk yura.

__ADS_1


*Kan ada exas yang selalu bisa di andalkan* refan masih keras kepala.


*Sekarang aku tanya sama kak., kak exas itu manusia apa robot*


*Manusia lah*


*kalau dia manusia pasti punya keluarga, perasaan dan kepentingan pribadikan*


*Iya*


*Emang kakak yakin kalau kak exas akan tetap kuat negerjakan semua tugas dari kakak seorang diri selamanya, kakak yakin dia tidak akan mengeluh, yakin kalau dia gak punya keinginan apa apa* tanya yura lembut pada feran.


*Iya juga sih, dia juga kemarin udah pernah ngeluh capek. Dan mau liburan* ingat refan.


*Ha tu kan. Makanya kakak harus sembuh. Kesihan nyonya maisha, selama kak sakit beliau selalu jarang di rumah, sibuk kesana sini ngurus perusahaan dan rumah sakit sendiri, kak exas pun juga sudah sangat banyak pekerjaan gara kakak gak sehat sehat*


*Kak mau liat mami kakak sakit juga gara kecapean* yura terus memujuk refan. Refan tanpak berpikir sejenak.


*Ya sudah kita ke rumah sakit, terapi. Tapi kamu janji ya akan selalu temani aku nanti* refan akhirnya luluh. Dan yura mengangguk.


*Aku juga mau es nya. Kelihatannya segar* ucap refan saat melihat pak supir menikmati es kelapa muda di tangannya.


Yura membuka kaca mobil * Pak es kelapanya 2 ya, Bungkus.* pinta yura apda si penjual.


*Kita lanjut ke rumah sakit saja pak* jawab refan sambil menikmati esnya.


**


Sesampai di loby rumah sakit, pak supir dan yura membantu refan turun dari mobil dan duduk di kursi rodanya. Lalu yura mendorong kuersi roda refan. Saat melewati meja resepsionis tanpa sengaja bertemu dengan kenny.


*Kak ken, kok ada disini* tanya yura saat melihat ken sedang bercakap cakap dengan pegawai resepsionis.


*Yura, ini. Aku barusan ngantar laporan tentang kontrak kerja sama diri tempat ku bekerja* jelas kenny.


*Ooh, gitu. Oh iya kak. Kenalkan ini bos yura sekarang, tuan refan* yura mengenalkan refan pada ken.


*Refan* Refan mengulurkan tangannya.


*Kenny, panggil ken saja* ucap ken saat menjabat tangan refan. Refan mengangguk.


*Ya udah aku duluan ya ra, kesian supir yang tadi nagantar nunggu lama. Mari tuan refan* pamit ken lalu pergi meninggalkan refan dan yura.


*Jadi itu kenny yang kamu ceritakan kemarin, yang lagi dekat sama exas* tanya refan. Yura mengangguk. Dan kembali melangka sambil mendorong kursi refan ke ruangan dokter yang biasa membantu refan terapi.


Terapi kali ini di lakukan di taman, karena refan sudah bisa berdiri walaupun hanya sebentar. karena di taman juga ada sarana untuk melakukan terapi.

__ADS_1


Yura dengan setia mendampingi refan, bahkan yura selalu memapah refan saat akan tumbang, dan mengelap keringat refan selama terapi berjalan.


Tak jauh dari refan melakukan terapi, meca melihat yura dengan sangat benci.


*Dasar dokter sial*n, berani sekali dia mencari kesempatan untuk terlihat baik di depan refan begitu* umpat meca.


*Aku akan desak papa terus agar dia menggantikan aku dengan dokter baru itu untuk menjadi dokter refan*


*Dan akan ku beri pelajaran wanita itu, lihat saja nanti* ucap meca sambil mengepal kedua tangannya dengan sangat marah.


Setelah selesai terapi, refan beristirahat di ruangan khusus nya yang ada di rumah sakit ini. Dan yura izin keluar ingin melaporkan tentang perkembangan refan selama di rawat di rumah pada dr. Hendri.


*Hey, wanita murahan. Sepertinya kamu semankin berani ya dekatin refan* ucap meca yang senaga mencekal tangan yura saat di lorong yang agak sepi.


*Aau, sakit. Lepaskan nona* pinta yura.


*Apa, lepaskan. Ini belum seberapa. Aku akan melakukan lebih dari ini jika kamu terus mendekati refan* ucap meca berapi api.


*Maksud anda apa nona. Saya tidak melakukan apapun pada tuan refan, saya murni hanya bekerja saja* ucap yura.


*Alaaah, jangan bohong kamu, pasti kamu memberikan tubuh mu ini pada refankan, makanya refan kepincut sama kamu. Dasar murah*n* ejek meca sambil memutar tubuh yura.


Yura menghempaskan tangan Meca dengan kasar.


*Nona, meca yang katanya terpelajar dengar ini baik baik ya. Terserah anda mau bilang apa tentang saya, Saya tidak perduli, selagi saya bekerja dengan baik san tidka menyalahi aturan. Anda tidk berhak mengancam saya seperti itu. Minggir, saya buru buru* ucap yura tak ingin berdebat.


Namun baru saja akan melangkah pergi, Meca menyilang kaki yura, sehingga tubuh yura terayun sehingga kepalanya membentur dinding dengan kuat dan menguarkan banyak darah, tak lama kemudian terkulai di lantai.


*Ha, rasain kamu, mati aja sekalian, ini balasan buat orang yang berani melawan seorang meca* ucap meca lalu meninggalkan yura yang sudah tak sadarkan diri.


Bonus visual :



Visual Meca, mimin pilih sicantik ini aja ya (Gak tau siapa namanya).πŸ€­πŸ™


Kalau menurut teman teman gak cocok dengan karakter meca, boleh ganti dengan yang lain visualnya, sesuai keinginan teman teman aja.



Dan ini Visualnya kenny alias ken.


Mimin pakai fotonya kak yossi kartika sari ya. Bagi yang belum kenal siapa kak yossi ini, coba sher google aja ya. Pokoknya mimin suka aja liat kakak syantik satu ini. Dan menurut mimin cocok buat peran kenny ini😍😍


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2