
Maisha dan yura saat ini berada di butik ternama milik desainer terbaik di kota london.
*Sayang, kamu pilih lah yang mana yang kamu suka* maisha mempersilahkan calon menatunya untuk memilih gaun pertunangan dan gaun pengantin untuk acara pernikahan nanti.
*Mam, ini harga nya mahal mahal. Kita cari di tempat lain aja ya, yang lebih murah* tutur yura. Karena sejak awal masuk butik tadi yura melihat di setiap harga gaun yang di pajang harga nya sangat pantastis.
*Haha, kamu ini benar benar gadis baik ra. Mami beruntung dan bersyukur bangat bisa menjadi ibu mertua mu nak* maisha mengusap punggung yura.
*Yura yang harusnya bilang gitu ke mami dan kak refan. Karen amau menerima yura yang hanya...* maisha menempelkan telunjuknya ke bibir yura.
*Jangan katakan hal yang akan membuat mu bersedih. Mami gak mau mendengarnya* potong maisha. Yura tersenyum haru mendengar ucapan maisha.
*Maaf nyonya, ini koleksi gaun terbaru dari butik kami, silahkan di lihat lihat dulu jika berkenan* karyawan butik membawa yura dn maisha ke salah satu sudut tuangan.
*Ra, ini sepertinya bagus buat acara tunangan kalian* maisha melihat satu gaun yang berwarna pastel.
*Terserah mami saja. Yura ikut selerah mami. Karna mami lebih mengerti masalah fasion dari yura*
*Iis, kamu ini. Semua terserah mami. Kemarin cincin pertunangan nya juga mami suruh yang pilihkan, sekarang baju pun begitu*
*Katna mami itu mami nya yura. Pasti orang tua jauh lebih tau apa yang terbaik buat anaknya* ucap yura sambil memalas memeluk lengan maisha.
*Mmm, pandainya mantu mami merayu ya* maisha mencubit pipi yura gemas.
Setelah baju untuk pertunangan dan untuk acara akad serta resepsi di dapat. Mereka keluar dari butik dengan senyim mengambang.
*Hay tante maisha. Lagi belanja ya* sapa meca yang baru datang dan berpapasan dengan maisha yang bergandengan tangan dengan yura.
*Meca. Iya kami baru saja memilih gaun buat acara tunangan yura dan refan, ya kan ra* maisha sengaja mengatakan hal tersebut dengan lantang di telinga meca.
*Ha, refan tunangan sama yura si dokter gatal ini* ucap meca merendahkan yura.
__ADS_1
*Meca, cukup. Tutup mulut mu itu. Yura tak seperti yang kamu katakan batusan. Dia adalah wanita terhormat. Bahkan kau kalah jauh terhormatnya dari dia* ucap maisha emosi. Semua pengunjung butik melihat perdebat mereka.
*Mam, udah mam. Biarkan saja dia mau bilang apa. tidak usah di dengar* yura menengahi agar tak terjadi masalah di dalam butik.
*Tidak nak. Wanita ini sudah keterlaluan. Mami sungguh sangat muak dengan wanita ini. Hidupnya selalu iri dengan orang lain*
*Harusnya kemarin kamu cebloskan saja dia ke penjara. Atas tuduhan penganiayaan Dan pencemaran nama baik* ucap maisha.
Flashback
Di kantor polisi.
Refan, yura, maisha, hendri dan meca sudah berada di depan meja pengaduan. Refan sudah melaporkan perbuatan meca pada pihak kepolisian.
Hendri sebagai ayah dari meca tak bisa berkutik dan membelah anak nya karena refan sudah memperlihatkan semua bukti kejahatan meca selama ini.
Tidak hanya kepada yura, tapi juga kepada staf rumah sakit, dokter dokter yang menentang dan tak sedapat dengannya selama ini.
*Kak. Sudah jangan di lanjutin lagi. Aku gak mau nanti masalahnya tambah rumit.
*Papa, kenapa papa diam saja. Papa mau meca anak papa satu satunya di penjara, ini fitnah pa* meca meminta ayahnya membela dirinya.
*Meca, papa sudah lihat semua bukti kejahatan mu nak. Jujur papa kecewa sama kamu. Dan sekarang papa minta maaf nak. Papa gak bisa belain kamu* hendri menagis melihat wajah putrinya yang sebentar lagi akan di tahan.
*Ya tuhan, kesian dr. Hendri, pasti hatinya hancur saat ini. Apa lagi hanya meca lah yang dia punya saat ini* batin yura.
*Jadi bagaimana bapak ibu, apa mau di lanjutkn ke jalur hukum perkara ini.* tanya pak polisi.
*Ya, tentu saja. Saya tidak mau calon istri saya celaka lagi karena wanita ini* ucap refan sinis melihat meca yang duduk di samping yura.
*Tidak. aku tidak mau melanjutkan kasus ini ke jalur hukum* ucap yura.
__ADS_1
*Ra, kamu apa apaan sih, kamu mau dia menyakiti mu lagi* tanya refan tak habis pikir dengan jawaban yura.
*Iya nak. Wanita ini berbahaya buat kamu. Sudah dua kali kamu di celakai olehnya* maisha ikut berbicara.
*Nak yura, saya selaku ayah dari meca, meminta maaf atas perbuatan anak saya selama ini kepada mu. Saya tidk akan menyalahkan mu jika anak saya akan di tahan nantinya. Karena memang meca bersalah* Hendri bicara pada yura dwngan suara bergetar menahan gemuruh di hatinya.
*Kak refan, mami, dr. Hendri. Saya akan tetap dengan keputusan saya, yaitu tidka akn melanjutkan kasus ini ke persidangan. Saya kasih kesempatan pada meca untuk berubah dan membenahi diri lagi* ucap yura.
Refan yang mendengar itu menarik rambutnya sendiri dengan kuat karena kesal dengan keputusan yura.
Sementara maisha memeluk calon mennatunya ini. Maisha salut pada yura yang sangat baik kepada orang yang telah berulang kali mencelakai dirinya.
*Ha, sok suci kamu yura, tapi baguslah jika kamu gak jadi menuntut aku. Tapi kamu akan menyesal melakukan ini semua. Karena aku akan terus membuat mu menderita. Sampai ajal mu datang dan tentu saja ajal mu ada di tangan ku ini. Hahahha dasar wanita bodoh* batin meca.
*Meca, kau harus berterima kasih pada yura. karena telah mencabut tuntutan nya* perinta hendri pad anak nya.
*Thank yura* ucap meca singkat. Yura mengangguk dan tersenyum ramah.
FlashOn
*Sudah, jangan ingat itu lagi mam, ayo kita pergi dari sini. Katany amami mau makan kepiting tumpah* yura menarik tanga maisha yang masih tersulut emosi pada meca.
*Kalian mau makan ya. Apa aku boleh ikut* pinta meca tanpa malu.
*Tidak. kau makan saja sendiri, aku mau makan berdua dengan calon menantuku sjaa. Bisa ilang selera makan ku jika kau ikut kami* ucap maisha sengit. Yura hanya menggeleng kepala sambil tersenyum simpul melihat maisha yang menolak meca.
*Ayo sayang kita pergi sekarang. Lama lama di sini bisa hilang selera mami makan kepiting tumpah nya gara liat muka ni perempuan* maisha menarik tangan kanan yura. Karena tangan kiri yura membawa Dua paperbag berisi tas dan sepatu yang baru saja mereka beli dari dalam butik.
*Kurang ajar tu nenek tua. Bicara sesuka hatinya saja. Sepertinya aku harus singkirkan dia dulu kalau mau celakain yura perempuan tak tahu diri itu* gumam meca yang masoh melihat kepergian yura dan maisha.
Bersambung....
__ADS_1
Bonus visual Dr. Maisha yang udah berumur namun masih terliahat sangat cantik.