Dokterku Pujaan Hatiku

Dokterku Pujaan Hatiku
kecelakaan, DiPenjara


__ADS_3

Di saat keluarga refan dan exas tengah berkumpul di ruang rawat ken yang tengah koma. Dr. Hendri sedang di hadapi masalah yang sangat besar.


Meca anak semata wayangnya, telah di nyatakan sebagai tersangka pengedar, pengosumsi narkotika, dan juga sering membuat keributan di berbagai tempat.


Meca di laporkan oleh salah satu anak buahnya karena ia tidak mau membayar upah yang tinggi dari kerja keras mereka untuk mencelakai seseorang yang menurut meca akan membahayakan bisnis narkotikanya itu.


*Meca, kenapa kau melakukan ini semua nak, apa salah papa dan mama pada mu sayang*


*Sedari kecil kami sudah mengajari dan meberitahu kamu kalau narkotika itu tidak ada baik baik nya untuk siapapun.*


*Papa sangat kecewa pada mu, rasanya sia sia papa mendidik dan menyekolahkan mu sampai menjadi seorang dokter seperti sekarang*


*Bahkan dalam ilmu kedokteran pun kamu susah belajar banyak kalau narkotika bukan lah benda yang baik untuk kesehatan*


*Kenapa meca, kenapa.* dr. Hendri tak henti hentinya bicara pada meca yang tengah tertunduk di hadapan orang tua nya.


*Papa, mama. Maafkan eca, eca melakukan ini semua karna eca terpengaruh oleh teman teman eca*


*Eca tahu, papa mama sangat kecewa pada eca, tapi eca mohon maafkan eca, tolong bantu eca, agar eca tidak di hukum, eca gak mau di penjara pa, ma* meca menyesali perbuatannya.


* Meca, sekarang mama tanya sama kamu, sejak kapan kau melakukan hal ini*


*sejak refan memilih wanita murahan itu menjadi kekasihnya* jawab meca jujur.


*Kamu itu wanita ceerdas, cantik, seorang dokter, kenapa bisa kamu tidak berpikir panjang sebelum melakukan sesuatu, mama sama papa mu selalu menuruti keinginan mu, tapi ternyata kemanjaan mu ini membuat kami merasa sangat kecewa, hanya karena patah hati kau melakukan hal serendah ini*


*Mam, eca janji tidak akan mengulangi hal ini lagi. Eca akan menuruti semua keinginan mama dan papa, tapi tolong bantu eca agar tidak di tahan* meca tetap memohon pada kedua orang tuanya.


*Maaf tuan, nyonya, waktu besuk sudah habis. Silahkan datang lain waktu* seorang polisi yang bertugas memberi tahu mereka.


*Baik pak, terima kasih* ucap dr. Hendri.


*Mama, ayo kita pulang* ajak nya pada sang istri yang dari tadi hanya mampu menahan sesak di dadanya melihat sang anak.


*Pa, bantu meca keluar dari sini. Kesihan anak kita pa* pinta mama meca.

__ADS_1


*Biarkan hukum berjalan dengan semestinya ma. Itu akibat kalau hidup terlalu egois, Ayo kita pulang sekarang* Mau tak mau ibu meca mengikuti suaminya untuk pergi dari ruangan besuk itu.


*Meca sayang, doakan hati papa mu berubah, agar dia mau membantu mu bebas dari sini. Dan mama janji akan sering menjenguk mu disini*


*Mama pulang dulu ya, jaga diri mu* ibu dan anak itu berpelukan dengan isak tangis.


*Mama, papa ada rapat 1 jam lagi* dr. Hendri mengatakan hal itu agar istrinya melepas pelukan pada meca.


*Iya pa* dan akhirnya sepasang suami istri itu benar benar meninggalkan anak semata wayang mereka yang masih trrisak dalam tangis penyesalan nya.


****


*Exas, bagaimana keadaan mu sekarang* refan menjenguk exas dan ken di rumah sakit.


*Alhamdulillah, aku sudah lumayan baikan. Hanya saja ken belum juga sadar* jawab exas yang menjaga istrinya yang tengah koma, walaupun dengan bantuan tongkat untuk berjalan exas setia menjaga istrinya.


*Kau yang sabar ex, ken pasti segera sadar, kita sama sama berdoa saja untuk nya* refan menepuk oelan bahu exas yang duduk di samping ranjang ken.


*Aamiin. Maaf aku jadi merepotkan mu, harusnya kau dan yura saat ini tengah berbulan madu, tapi karna kami kecelakaan jadinya bulan madu kalian tertinda* exas merasa tak enak hati.


*Sudahlah, Jangan pikirkan itu. Sekarang yang terpenting kau dan istri mu harus sembuh dulu. Masalah berlibur itu tidak terlalu penting kok*


*Alhamdulillah, aku sangat bersyukur memiliki sahabat seperti kalian fan, sampaikan terima kasih ku pada yura*


*Iya, nanti aku sampaikan. Ya sudah kamu makan saja dulu, mumoung masih hangat*


*Nanti saja. Aku batusan abis makan roti dan minum susu*


*Baiklah. Paman sama tente hati ini sudah kemari* refan tak melihat kebaradaan orang tua exas.


*Mereka belum lama pulang, aku meminta mereka beristirahat saja di rumah. Lagi pula toko sudah lama tutup*


*Iya juga sih, kesihan kalau mereka harus berjaga terus di sini. Apa kamu mau aku carikan suster pribadi buat ken* tawar refan.


*Kalau untuk sekarang sepertinya aku belum membutuhkan nya fan, karna aku kan juga masih harus melakukan oerawatan, jadi aku saja yang menjaga ken disini*

__ADS_1


*Baiklaj, tapi jagang sungkan untuk memberitahu ku atau yura bahkan mami jika kau membutukan bantuan kami. Ingat kau itu adik ku*


*Iya fan, aman*.


*Fan* exas berjalan ke arah sofa dimana refan duduk.


*Ya, kau mau aku ke apotik buat ambil obat ini kan, Tenang saja nanti aku ambilakn* jawab refan tengah membaca resep obat untuk ken yang ada di meja.


*Bukan itu, aku tadi baca di berita meca di tahan di kantor polisi. Apa benar* Tanya exas memastiakan.


*Ya, tentu saja berita itu benar* refan masih fokus membaca nama nama obat itu.


*Kelasiahan sekali dr. Hendri. Padahal beliau dan istrinya orang baik, tapi punya anak kok perangainya seperti itu* exas berdiri di hadapan refan dengan bantuan satu tongkat.


*Jangan berdiri terlalu lama dulu. Sini duduk* refan membantu sahabatnya itu duduk.


*Sekarang aku tidak mau ambil pusing lagi masalah wanita itu, malah aku bersyukur sekarang* ucap refan santai.


*Kenapa*


*Karna kalau wanita itu membusuk di penjara, istri ku, mami, kau dan juga istri mu akan aman dari gangguan dan kejahatannya*


*Kau ada benarnya juga fan, kemarin pas kejadian di lokasi aku sekilas melihat dia tengah berbicara pada tim medos yang akan mengevakuasi aku dan ken, tapi setelah mereka bicara pada meca. Mereka malah meolong korban lain tidak jadi menolong kami* exas mengingat ingat.


*Maksud mu, meca ada di lokasi saat kejadian kematin* Exas mengguk.


*Ada yang tidak beres ini. Aku ahrus selidiki penyebab kecelakaan ini* tekat refan.


*Sudahlah fan, mungkin aku salah lihat saja. Karna kan disana ada banyak korban, mungkin saja ada salah satu dari keluarga korban yang sedikit memiliki kemiripan dengan wajah meca.*


*Tapi aku yakin kalau kamu tidak salah libat ex, aku yakin itu meca*


*Entahlah. Aku gak mau mikirin itu sekaranh, yanv terpenting bagi ku. Istriku saja* ucap exas melibat ken yang masih koma.


*Kau tenang saja. Aku akan menyesesaikan semuanya. Sekarang aku mau ke apotik dulu. Kau makan lah. agar nanti setelahnya kau juga bisa minum obat mu* refan bangun dan betjalan meninggalkan ruangan itu manuju apotik yang ada di samping rumah sakit.

__ADS_1


*Kau bos, sahabat, dan abang yang baik fan. Walaupun terkadang kau sangat menyebalkan* gumam exas menatap pintu yang sudah tertutup rapat itu.


Bersambung....


__ADS_2