Dokterku Pujaan Hatiku

Dokterku Pujaan Hatiku
Mi Instan


__ADS_3

*Aku harap suatu saat kita akan bertemu lagi nona.* gumam refan dan kembali mencari barang pesanan mami nya.


*Kenapa lama sekali ra, di liar sudah mendung, kalau tidak cepat kita bisa kehujanan di jalan* omel kenny sambil menunggu yura menayar belanjan nya di kasir.


*Maaf kak, tadi jusnya terlalu tinggi, jadi aku susah menjangkau nya* Ucap yura sambil melihat ke pintu kaca yang memang memperlihatkan akan mau turun hujan.


Setelah yura dan kenny keluar dari supermarket, tiba tiba hujan turun dengan begitu derasnya, sehingga mengharuskan dua gadis itu harus berteduh di bawah atap parkiran sepeda motor khusus pengunjung.


*Kan aku bilang juga apa, kamu sih lama, pakai acara kenalan segala lagi* ken masoh sajak mengomel.


*Iya iya, aku salah, puas* sahut yura dengan memanyunkan bibir nya.


Mereka tertawa lepas.


*Indah sekali senyuman itu, ingin rasanya aku ikut berada disisinya* gumam Refan saat melihat yura dan kenny tertawa.


*Apakah kita harus memberikan tumoangan pada dua gadia itu bos* tanya exas sambil melambatkan laju mobilnya.


*Ide bagus. tapi, tidak usah. aku kan di omeli mmai jika terlamabat membawakan balanjaannya nanti* sahut refan yang ingat akan omelan maminya.

__ADS_1


*Baiklah, kita kembali* exas melanju kan mobil menuju rumah sang bos.


**


*Mmm, akhirnya sampai juga. walupun harus sedikit kuyup begini* Kenny sambil mengusap wajahnya yang basah karena gerimis.


*Maaf ya kak.* yura benar benar marasa sangat bersalah.


*tidak masalah. itung itung mengingat masa kecil yang kerung bahagia* ucap kenny dan mereka kembali terwa bersama.


Setalah sampai di kamar masing masing, yura meletakkan belanjaannya di atas meja makan yang hanya ada dua kursi. lalu bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri


*Ah, kok lapar ya. makan mi enak ni.* gumam nya, lalu mengambil mi dalam kotak penyimpanan. Baru saja akan membuka bungkus mi, terdengar ada yang mengetuk pintu kamar nya.


*Siap ya, Apa kak ken, tapi biasanya kalau kak ken pasti triak triak,*


*Ah buka saja dulu, mana tau ada yang penting*


Saat pintu terbuka, terlihat seorang wanita berusia sekitaran 35 tahunan.

__ADS_1


*Maaf mengganggu waktu anda nona, * ucap wanita itu.


*Ya, tidak masalah, ada yang bisa saya bantu* tanya yura.


*Saya salah satu clining cervis disini, karena anda masih baru, apakah anda akan memakai jasa saya atau ingin membersihkan kamar anda sendiri* tanya wanita itu lagi.


*Mmm, sepertinya saya akan melakukannya sendiri* jawab yura.


*Baik lah. jika anda membutukan bantuan panggil saja saya nanti. Permisi* wanita itu pun meninggalkan kamr yura.


*Baik, terima kasih* ucap yura dan kembali menutup pintu.


Saat makan mi rebus yura teringat mendiang sang ayah, dimana dulu mereka sering sekali hanya memakan mi rebus sebungkus bagi dua, karena gaji sang ayah tak pernah cukup untuk kebutuhan hidup mereka.


*Ayah, sekarang yura sudah sangat jauh dari ayah. Yura rindu ayah, sangat rindu* ucapnya sambil menitikkan air mata.


Dengan ketegaran hati, yura berusaha menghapus air matanya dan kambali bersemangat karena dia akan mewujudkan impian ayahnya yang menginginkan yura menjadi dokter yang hebat.


*Semangat yura, kamu harus membanggakan ayah, dan kamu juga harus ingat, kamu harus jadi dokter yang hebat dan rendah hati. agar bisa menolong banyak nyawa. cukup ibu mu yang menderita menahan sakit setiap hari hanya karena tak mampu membayar biaya rumah sakit* gumam nya sambil tersenyum, lalu menyelesaikan makannya.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2