Dokterku Pujaan Hatiku

Dokterku Pujaan Hatiku
Musibah


__ADS_3

Sehari setelah pernikahan yura dan refan, jesmin dan keluarganya kembali ke indonesia. Karena sudah lebih kurang 3 minggu mereka berada di london.


*aku pasti sangat merindukan kalian bertiga, terutama kamu jes* yura memeluk jesmin dengan berlinang air mata.


*Kalau kamu rindu aku kamu ke indo aja. Sekalian liburan* jawab jesmin.


* ide yang bagus, kau memang sahabat yang cerdas jes* puji refan.


*Jesmin gitu loh* sombong jesmin dengan gaya menyeleneh nya.


*Ya sudah sebentar lagi jadwal keberangkatan kita. Refan, bunda titip yura ya. Tolong bahagiakan yura ya nak* pesan bunda.


* Insya allah bunda, refan akan selalu menyayangi dan membahagiakan istri refan sepenuh hati jiwa dan raga refan*


*paman mulai detik ini paman harus menjaga ketat anak gadia paman ini* ucap refan.


*Kenapa begitu fan* tedy binggung dengan ucapan refan.


*Karna dia itu terlalu cerdas paman. Kemarin saja dia bisa mengelabuhi meca dengan akal nya. Dan paman tahu, dia juga sudah membantu exas dalam memberantas hekker yang hampir saja mencuri data perisahaan ku* jelas refan apa adanya.


* benarkah begitu jes* tanya ayah nya. Jes mengangguk dan tertunduk, takut ayah nya akan memarahinya.


*Ya sudah, nanti kita bahas lagi. Waktu kita sudah mepet. Refan, yura sekali lavi selamat atas pernikahan kalian berdua. Paman yunggu kabar bahgia selanjutnya dari kalian ya. Kami berangkat dulu* refan dan yura menyalami dua orang tua itu sebelum jes dan kedua orang tuanya terbang.


Setelah mengantar jea dan keluarganya di bandara. Refan dan yura kembali ke rumah maisha. Di perjalanan menunu rumah maisha mereka di hadapkan dengan macet panjang.


*Ada apa ini. Kok macet sekali. Perasaan tadi pas berangkat lancar aja* refan bertanya tanya.


*Sepertinya ada kecelakaan sayang, itu ada suara ambulance* duga yura.


* Mmm. Bakalan lama sepertinya ini. Mau putar balik juga udah gak bisa. Di belakang juga udah pada ngantri*


*Udah kita tungguin aja dulu. Lagian di luar gerimis juga*


30 menit sudah terjebak macet, Po sel refan berdering.


*Hallo mam*


*Fan, kalian udah dimana nak*


*kita di jalan oulang mam, tapi terjebak macet , sepertinya di depan sana ada kecelakaan beruntun*


*Nak apakah kalian terjebak macet di jalan ZN*


*Ya mam, kok mami tahu. Apa mami ada di sekitaran sini juga*


*Tidak nak. Exas dan ken kecelakaan,*


*Apa, mami tahu dari siapa*

__ADS_1


*Baru saja teman mami menghubungi mami. Mengatakan exas dan istri nya kecelakaan di jalan ZN*


*Mungkin teman mami salah orang saja mam*


*Tidak nak. Dia mengirimkan foto exas yang sedang memeluk kenny yang sepertinya terluka parah*


*Ya allah. Oke mam, aku akan cek sekarang kesana*


*Baik lah. Kabari mami nanti nak*


*Iya mam, insya allah.


Sambungan telpon pun terputus.


*Ada apa sayang*


*Exas dan ken sayang*


*Kenapa dengan mereka*


* Kata mami mereka kecelakaan. Dan kemungkinan yang sedang di evakuasi di depan adalah mereka*


*Ya allah kak exas, kak ken* yura menutup mulutnya, airmatanya jatuh ke pipi mulusnya.


*sayang, aku akan keluar untuk mengecek lansung kondisi mereka, kamu tetap disini ya*


*Iya, tapi nanti. Kalau mobil kita tinggal nanti pengguna jalan lain bisa marah karena kita menambah kemacetan*


* baiklah. Pergilah sekarang. Kabari aku segera* refan mengangguk lalu keluar dari balik kemudi. Berlari menerobos antrian mobil dan orang orang yang sebagian juga keluar dari mobil ingin menyaksikan kejadian yang ada di depan sana.


*Beb, bangun beb. Bangun sayang* exas memeluk tubuh ken yang terkulai lemah dan berlinang air mata.


*Exas, ya allah kenny.* refan menemukan exas dan kenny di tengah keramaian. Ada banyak korban di sana.


*Fan, tolong istriku fan. Bawa istriku ke rumah sakit segera fan, aku mohon fan, selamatkan istriku* exas menangis memohon pada refan.


Refan yang juga panik melihat kondisi kenny dan exas yang terluka melihat le kiri dan ke kanan. Dan dia melihat ada sebuah mobil box yang terparkir di depan sebuah toko pakaian di seberang sana.


*Exas, kau bisa berdiri dan jalan* tanya refan.


*Sepertinya tidak fan, kaki ku sangat sakit sekali*


*Kau tenang dulu ya. Kau bisa lihat mobil box di sana,*


*Ya aku melihatnya*


*Oke, kau tunggu sebentar diSini aku akan gendong ken ke mobil itu. Setelah itu baru aku bantu kamu* exas mengguk. Karena menunggu ambulance pun sepertinya akan memakan waktu yang cukup lama. Mengingat bukan hanya mereka saja korban kecelakaan disana.


Yura melihat ada peluang untuk bisa sedikit memajukan mobil, lalu dengan keberaniannya yura mencoba mengenepikan mobil yang tadinya refan kendarai, dan karena memang dari awal terjebak macet mobil mereka susah berada di jalur pinggir yang di sebelahnya berjejer berbagai toko.

__ADS_1


Setelah memarkirkan mobil di halaman toko, yura menitipkan mobilnya dengan security yang berjaga disana. Lalu mencoba menyusul refan. Di tengah keramaian dia melihat refan tengan menggendong ken yang terkulai lemah menyeberangi jalan.


*Itu kan kak refan, ya allah kak ken* yura lansung berlari menghampiri refan. Hingga hampir saja tertabrak mobil yang sedang berlalu lalang.


*Sayang, kak ken kenapa* tanya nya saat sudah sampai di dekat refan.


*Yura, kenapa kamu kesini. Nanti mobil nya bagaimana sayang*


*Tenang, aku udah titip di depan tokoh kok. Tadi ada sedikit celah buat aku keluar dari macetnya*


* Huuu, syukurlah. Oh ya, sekarang kamu masuk ke toko itu, dan pinjam lah mobil box itu. Kita harus segera melarikan ken dan exas ke rumah sakit*


*Oke* yura berlari masuk ke toko dan beruntung pemilik mobil box tersebut juga keluar, lalu yura menyampaikan maksud nya pada pemilik mobil. Karena pemilik mobil box itu melihat refan sang pengusaha muda yang kaya raya, dan terkenal, dia dengan suka rela bersedia membantu untuk membawa exas dan ken ke rumah sakit.


Yura masuk terlebih dulu ke dalam mobil, baru refan meletakkan ken di pangkuan yura. Setelahnya refan berlari untuk menjemput exas yang juga tengah berjuang melawan rasa sakit di bagian kaki nya.


Dengan di bantu oleh 2 pengendara lainnya, akhirnya refan berhasil membawa exas ke mobil box.


Sesampainya di rumah sakit, ken dan exas lansung di tangani oleh dokter. Kenny mengalami kritis karena kekurangan banyak darah, sedangkan exas mengalami tulang terak pada persendian kakinya kanannya.


setelah memberikan tanda terima kasih apda pemilik mobil box itu. Refan mengirim pesan pada maisha kalau mereka tengah berada di rumah sakit X.


Sedangkan yura setian menunggu di depan ruangan UGD dengan perasaan takut dan sedih.


*Sayang, jangan menagis, sebaiknya kita berdoa agar ken baik baik saja* refan menenangkan yura yang tak henti hentinya menangis memikirkan kondisi ken.


*Kak ken tidak punya siapa siapa selain kak exas dan kita sayang. Aku takut kak ken kenapa napa*


*huuus, kamu gak boleh mikir yang tidak tidak ya. Ken pasti baik baik saja. Exas juga susah di tangani oleh dokter, sekarang sedang tidur. Mungkin efek obatnya*


*amiin ya allah, Alhamdulillah kalau kak exas tak terlalu parah* yura merasa sedikit legah mendengar exas tidak terluka parah. refan memeluk istrinya dengan perasaan yang juga cemas.


Tak lama maisha dan orang tua exas datang.


*Refan, yura. Bagaimana keadaan exas dan ken nak* tanya ibu exas panik.


Refan menjelaskan semuanya pada orang tua exas dan maisha tentang kondisi ken dan exas. Ibu exas lansung terkulai lemah di kursi tunggu depan rauangan UGD tempat ken berada.


*Ya allah, menantu ku. Selamatkan lah menantu ku ya allah. Aku mohon* doa ibu exas dengan berurai air mata. Ayah exas mencoba menenangkan sang istri. Sedangkan maisha memeluk yura menantunya yang juga syok dengan kejadian ini.


*Adik yang sabar ya. Aku yakin exas dan ken akan baik baik saja. Kita doakan yang terbaik untuk mereka berdua* maisha juga ikut menenangkan ibu exas.


*Aamiin, makasih kak sudah mendoakan anak dan menantu ku, beruntung kakak segera mengabari refan dan istrinya tadi. kalau exas kecelakaan sehingga mereka bisa segera membawa exas dan ken ke rumah sakit, kalau tidak aku tidak bisa bayangkan bagaimana nasip anak dan menantu ku sekarang*


*Refan, yura. Terima kasih banyak ya nak* ibu exas tulus berterima kasih pada refan dan yura.


*Sama sama tante. Kak exas dan kak ken juga saudara kita, udah sepantasnya kami ikut segera membantu saudara kami yang sedang dalam musibah* yura memeluk ibu exas.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2