
Sebulan sudah exas dan ken tinggal serumah bersama keluarga refan. Mereka benar benar menjalankan hari dengan suka cita.
*Hueekk...* Yura merasa mual mencium bau tumisan bawang saat merwka membuat sarapan.
*Kau kenapa ra* tanya ken panik, lalu mengusap pundak yura.
*Gak tau kak. Mual bangat nyium bau bawang ini*
*Ya sudah, kamu ke halaman aja dulu, hirup udara lepas* saran mami. Yura pun mengikuti saran dari mertua nya itu.
*Tumben yura mual gitu ya mam, biasa nya santai aja, malah suka nyomoylt bawang goreng yang ada di toples* ken penasaran kenapa dengan yura.
*Mami juga gak tau, seperti orang hamil saja , yang sensitif dengan bau* jawab mami sambil melanjutkan menumis bawang yang di tinggal oleh yura.
*Hamiiill* Ken dan mami seretak mengucap kata hamil.
*Apa jangan jangan dia benaran hamil mam* tanya ken.
*Bisa jadi. Ya sudah nanti kita paksa aja ke dokter, biar lebih jelas* ucap mami..
Setelah sarapan, semua selaku emluangkan waktu 15 menit untuk saling bertukar cerita sebelum kembali ke rutinitas masing masing.
*Sayang, kenapa gak habis makanan nya. Ini kan sop kesukaan kamu* refan merasa heran dengan istrinya yang kali ini tak menyentuh sama sekali sop ayam kesukaan nya itu.
__ADS_1
*Aku mual mencium nya sayang, aku makan buah ini aja, sama minum susu* jawab yura tulus.
*Mual, tumben. Apa kamu sedang sakit. setelah ini kita ke dokter* refan.
*Iya, lebih baik ke dokter saja. Biar cepat tau kamu sakit apa* tambah mami di setujui oleh ken. Sementara exas cuma mengangguk saja dan melanjutkan makan nya.
*gak usah mam. paling cuma masuk angin biasa* tolok yura.
*Semalam kamu juga mual mual gini. Padahal kamu makan KFC sebelum tidur* ingat refan.
*Tapi benaran aku gak papa* yura.
*No komen, siap ini siap siap ke dokter* tegas refan. Yura hanya bisa pasra saja jika suami nya sudah bilang begitu.
*Iya mi, gelagat nya beda. Kalau masuk angin kan gak mungkin orang dia makan teratur terus* jawab ken.
*Klian bisik bisik kenapa sih, ada rahasia ya* ucap exas yang melihat tingkah dua wanita di sampingnya.
*Gak. Kita bisik bisik mau buat kue apa hari ini, ya kan ken* kilah mami.
*Iya be, kita gak macam.macam kok* tambah ken.
*Dasar aneh klian dua ini* exas geleng kepala.
__ADS_1
Sementara refan sibuk dengan menyuapi istrinya, lebih tepat nya memaksa istrinya makan.
...*******...
Sesampai di rumah sakit, yura lansung di priksa oleh dokter, dan dokter menanyakan berapa hal pada yura.
*Kapan ibu datang bulan* dokter.
*saya lupa dok, sepertinya 2 bulan yang lalu, tapi ntah lah ya* yura.
*Selain mual, ada gejala lain yang ibu rasakan* dokter.
*Mudah lelah, sama suka lapar* jawab yura. Doketer perempuan itu pun tersenyum manis mendengar jawaban yura.
Setelah di priksa, dokter tersebut menyaran kan yura untuk melakukan USG.
*USG, untuk apa istti saya USG dok, apa ada penyakit serius pada istri saya* tanya refan.
*Menurut pemeriksaan saya dan gejala yang di alami ibu yura, biau spertinya tengah mengandung pak, tapi untuk lebih jelas nya periksa dengan USG* jelas sang dokter.
*Ya sudah, kalau gitu USG sekarang biaa kan* refan malah bersemangat. Yura masih bingung dengan kondisi nya sendiri. Dia merasa tidak hamil karena perut nya masih rata saja, tidak seperti ibu hamil pada umum nya.
Dan benar saja, dari hasil USG, terlihat ada gumpalan daging yang masih belum terbentuk secara utuh. Sambil melihat layar monitor dokter menjelaskan tentang kehamilan yura. refan yang berdiri sambil menggenggam tangan istrinya mendengarkan kata perkata yang keluar dari mulut dokter sambil menitikkan air mata dan berkali kali mencium sang istri tercinta.
__ADS_1
Bersambung....