Dokterku Pujaan Hatiku

Dokterku Pujaan Hatiku
Hunian Baru


__ADS_3

Seminggu sudah yura bekerja di rumah sakit. Selama seminggu pula yura masih harus berusaha mencari rumah yang dekat dengan rumah sakit.


*Ra, apakah kamu masih mencari rumah* tanya ken saat mereka makan siang di grai pinggir jalan dekat rumah sakit tempat kenny bekerja.


*Iya kak. Tapi belum ada yang cocok dengan ku* jawab yura sambil menyuap makanan ke mulutnya.


*Kemarin teman kakak pernah nawarin apertemennya. Karena dia mau pindah ke villanya yang ada di pinggir kota ini, kalau kamu mau kakak bisa bantu bicara padanya* tawar kenny.


*Boleh juga kak. Apertemen juga tidak masalah, kan luas juga sama seperti rumah pribadi*


*Ya sudah kakak coba hubungi dia dulu ya* kenny menelpon temannya.


*Hallo julie. Apakah kau sedang sibuk *


*ah tidak ken, aku sedang di luar cari cemilan, tidak jauh dari apertemanku. ada apa ken*


*Ini, aku mau tanya aperteman mu apa sudah laku*


*Ooh, itu. Belum ken, kemarin ada yang mau tapi sepertinya tidak jadi, karena mereka tidak ada kabar lagi*

__ADS_1


*Kalau begitu, ada saudaraku yang sedang cari tempat tinggal, kalau harga dan tempatnya cocok mungkin dia bersedia membeli aperteman mu*


*oh ya, baguslah. Kapan dia bisa ke apertemanku*


* Kalu Sekarang kau bisa*


*Bisa, datang lah ke apertemanku, aku tunggu kalian di sana ya*


*Baiklah, kirimkan saja alamatnya*


*Baik ken, sampai jumpa nanti*


Telpon pun terputus. Setelah selesai makan yura dan kenny menuju aperteman julie, sesuai alamat yang julie kirimkan pada kenny.


Puas melihat lihat isi apertemannya, yura tertarik dan suka dengan aperteman milik julie, karena selain bagus, letaknya juga di tengah pusat kota, yang lebih menguntungkan lagi julie memberikan harga yang bersahabat pada yura, karena yura juga teman nya kenny.


Akhirnya 1 hari sebelum mulai bekerja yura dan julie ke notaris untuk mengurus surat menyurat atas kepemilikan aperteman yang sudah yura beli dari julie.


*Terima kasih kak julie, sudah memberikan kepercayaannya pada saya untuk menjadi pemilik aperteman ini* ucap yura tulus.

__ADS_1


*Sama sama, aku juga sudah di desak terus oleh orang tuaku untuk tetap tinggal bersama mereka, di tambah lagi kamu saudaranya kenny sahabat ku, aku percaya padamu yura. Semoga kau betah ya tinggal disini* tutur julie.


*Pasti kak. Nanti aku juga akan membawa kak ken tinggal di sini, kesihan kan dia kalau harus bayar sewa terus, mendingan uangnya di tabung saja*


*Iya kau benar yura. Ken itu anak yang baik dan sangat pekerja keras*


*Ya sudah, kalau begitu aku pulang dulu ya. Sampai jumpa lagi yura* juli memasuki mobilnya dan pergi meninggalkan yura di loby apertemant.


Yura merasa lelahnya berjualan selama beberapa tahun ini terbayarkan.


*Alhamdulillah, akhirnya punya hunian sendiri, tanpa harus mikir lagi bayar tiap tahunnya, hidup di negara orang harus giat berusaha dan berdoa, agar hidup tidak melarat* gumam yura saat sudah memasuki aperteman nya.


****


*Si calon menantu udah satu minggu tidak live, dia kemana ya, apa dia sakit*


*Atau dia tidak ada barang baru lagi yang mau di jual, Ah tidak mungkin. Kan dia kerja sama dengan berbagai brand ternama di kota ini*


*Tapi kok aku jadi semangkin penasaran sama dia ya, apa ini petunjuk dari tuhan kalau dia memang di takdirkan jadi menantu ku nanti*

__ADS_1


Maisha berbicara sendiri dan bolak balik di ruang keluarga, sambil memegang hpnya. Ia merasa gelisa memikirkan yura.


Bersambung.....


__ADS_2