
Seminggu sudah jesmin dan kedua orang tuanya sampai di tanah air, dia masoh merasa ssangat bahagia bisa bertemu yura setelah sekian tahun hanya berkomunikasi lewat sosmed.
*Aku doakan kau menjadi orang sukses yu, dan semoga kamu juga akan mendapatkan keluarga baru disana nantinya. agar ada yang menjaga dan melindungimu saat jauh dari kami seperti saat ini* gumam nya sambil melihat foto kebersamaan nya dengan yura waktu di london.
**
*Halo kk ken, kakak dimana* tanya yura saat menelpon kenny.
*Aku baru saja sampai kamr ra, ada apa. tumben siang siang nelpon* tanya kenny.
*Kak, aku lulus dengan nilai yang sangat memuaskan* ucap yura berbinar.
*Benarkah*
*Iya kak. dan kakak tahu tidak*
*Apa*
*Aku lansung di rekomendasikan bekerja di salah satu rumah sakit Dr.maisha yang cantik itu*
*Aah, syukurlah. aku ikut bahagia ra. kalau gitu kamu harus traktir makan malam ini*
__ADS_1
*Pasti dong. aku jemput kakak jam 7 nanti ya*
*Oke sayang*
Telpon pun terputus.
Yura segera mengirim email pada jesmin, memberitahu kabar bahagia ini. dan jesmin juga kedua orang tuanya ikut bahagia atas keberhasilan yura menjadi seorang dokter.
*Selamat yu, kami ikut bahagia mendengar kabar ini, kami bangga pada mu. bunda sampai menangis saking senang nya* balasan email dari jesmin.
*Sampaikan salam ku pada mereka jea. aku juga bangga punya keluarga seperti kalian, ini semua berkat bantuan dan doa kalian juga* yura.
*Iya, miss you* jesmin.
Yura kembali ke kamarnya, dia ingat ada janji dengan pelanggan untuk live barang baru siang ini.
setelah mandi dan makan siang, yura mulai melakukan live si akun sosmednya.
*Hey semua, sesuai janji aku kemarin, siang ini aku akan live barang baru. dan kebetulan ada contohnya juga sama aku sekarang. dan karena aku sedang bahagia hari ini. maka siapa yang menjadi pembeli pertama akan aku kasih bonus barang lainnya.jadi yang minat gercap ya* begitulah kira kira cara yura mengawali live nya.
***
__ADS_1
*Akhirnya sicantik ini live lagi, gak sia sia aku nungguin dari tadi.* maisha ternyata salah satu panggemar yura. maisha sangat menginginkan yura bisa menjadi menantunya.
Saat maisha senyam senyum sendiri dengan hpnya. refan datang dan duduk di samping nya.
*Mam, liat apaan sih, sampai senyam senyum gitu* tanya refan sambil menguyah cake buatan maisha.
*Lagi liat calon mantu* saut maisha tanpa melihat ke arah refan.
*Hahaha mana ada calin mantu di acara live gituan mam, ada ada aja*
*Adalah. kalau kamu udah liat calon mantu mami yang ini. bakalan klepek klepek kamu nanti* maisah memperlihatkan sekilas layar honya pada refan, tapi redan tak terlalu memperdulikan nya, dia fokus ke cake coklat buatan sang ibu.
*Ref, kalau kamu tidak mau dengan gadia ini. mami berikan saja pada exas, kan exas juga jomblo*
*Ya, terserah mami saja. exas pasti gak akan nolak. orang dia gak pernah pacaran, sibuk kerja mulu.* refan tak sadar diri kalau dia pun tak pernah memiliki pacar selama ini.
*Huuu, macam kamu aja yang udah pernah pacaran. dasar, sadar kalau perlu nyebur tu ke kolam renang* cibir maisah. refan hanya mampu mengaruk tungkuknya yang tidka gatal.
*Hehe, mami benar juga ya. aku juga belum pernah pacaran* refan sadar akan ucapannya. maisha hanya melihat anak nya sekilas lalu fokus ke layar hpnya lagi.
*Mam, liat dong* refan mencoba mengintip layar hp maisha. namun maisha dengan cepat membalikkan layar hp nya, agar refan penasaran dengan wanita yang di inginkan untuk menjadi menantunya itu.
__ADS_1
*Huuu. mami pelit* refan pergi dan amsuk kerumah dan maisha tidak perduli refan mau pergi kemana, karna bagi nya saat ini melihat yura saja sudah menjadi pengobat hati untuk mendapatkan calon menantu.
Bersambung....