Dokterku Pujaan Hatiku

Dokterku Pujaan Hatiku
Ketakutan Refan


__ADS_3

Di luar hujan lebat, refan tak bisa tidur karena masih menunggu yura kembali. Berulang kali dia menghubungi nomor yura, tapi yura tak mengangkatnya. Bahkan pesan refan hanya di baca saja tanpa ada niat untuk membalasnya.


*Udah jam 10, kenapa yura belum kembali*


*Apakah semarah itu dia padaku*


*Telpon gak di angkat, pesan gak di balas*


*Oh tuhan, kembalikan dia padaku. Hanya dia yang bisa membuatku segalau ini, ku mohon tuhan* doa refan sambil mengatup kedua tangannya.


Sementara jam 10 kurang 15 menit tadi yura menelpon maisha, mengatakan kalau sedang hujan lebat di luar, dan menurut perkiraan BUMKG Melalui berita online yang yura lihat, akan terjadi badai malam ini.


*Mam, mungkin yura gak bisa ke rumah mami malam ini, yura takut ketika di jalan badai datang* ucap yura di seberang sana.


*Iya nak, disini juga sudah mulai hujan deras, tidak apa besok saja kamu kembali ke sini. Istirahatlah dulu di sana* maisha mengerti dan mengizinkan yura.


*Tapi kak refan bagaimana mam* tanya yura.


*Dia baik baik saja, tadi mami udah temani dia makan malam dan minum obat. Mungkin sekarang sudah tidur*


*Alhamdulillah, syukurlah kalau gitu*


*Ya sudah, yura tutup ya mam, terima kasih sudah mengizinkan yura nginap disini*


*iya nak, sama sama*


Telpon pun terputus.


*Aku kasih tau refan gak ya*


*ah biarin aja deh. Biar dia gak bikin yura gerah lagi.


*Biar dia tau kalau dia udah salah asal peluk cium anak gadis orang yang bukan mukrim* gumam maisha dan memilih untuk tidak memberitahu refan.


***


Di aperteman nya, yura sedang bercerita pada kenny tentang kegiatannya selama merawat refan dan tentang kebaikan maisha.


*Trus kamu gak ada gitu rasa suka sama tuang refan, secara diakan paket komplit* tanya ken pada yura.


*Hahah, kak ken ada ada saja lertanyaannya. Aku hanya seorang dokter pribadi kak. Mana berani menyukai pasien sendiri. Apa lagi seperti kak refan*

__ADS_1


*Ra, dari cerita mu barusan, aku bisa pastikan kalau refan benaran suka sama kamu, dan dr.maisha dia bahkan memaksa mu untuk memanggilnya mami sama seperti refan*


*Dan mobil yang ada di bawah itu, itukan mobil baru nya dr. Maisha* sambung kenny.


*Kok kakak tau kalau itu mobil baru dr. Maisha* tanya yura.


*Ya tau lah ra, orang aku yang nemani exas ke sorumnya, atas perintah dr. Maisha* ken keceplosan dan cepat cepat menutup mulutnya.


*Tunggu, kakak ke sorum sama kak exas, kakak sama kak exas kok bisa kenal* yura semangkin penasaran pada kenny.


*Mmm, itu, anu... Sebenarnya* kenny ragu untuk jujur pada yura.


*Sebenarnya apa kak* desak yura.


*Mm, sebenarnya aku kenal exas ......* kenny menceritakan awal mula kenal dan dekat dengan exas.


*Jadi sekarang kalian sudah jadian* tebak yura. Kenny menagguk.


*Aaa, kak exas ternyata pria jentel dan romantis ya kak. Aku ikut bahagia. Sekarang kakak ku yang cantik ini udah gak jomblo lagi* yura memeluk kenny.


*Maksih ya ra* ucap kenny setelah pelukan mereka lepas.


*Sekarang aku mau tanya sama kamu ra, kalau misalnya tuan refan benaran cinta sama kamu dan dr. maisha juga menyukai mu, apa kamu mau menerima tuan refan* tanya ken.


*Tapi, aku rasa mustahil bagiku bisa hidup berdampingan dengan mereka kak* ucap yura.


*Kenapa, mereka sepertinya orang baik* tanya ken.


*Karena status kak refan dan dr. maisha sangatlah berbeda dengan ku kak. Aku hanya gadis perantauwan dan tanpa orang tua. Yang terlebih aku tidak sepadan dengan mereka yang memiliki segalanya*


*Ra, kamu apaan sih, kamu itu jangan pesimis gitu. Aku yakin mereka menerima kamu apa adanya. Kalau kamu suka bilang suka. Jangan pendam sendiri, lagian kan tuan refan juga udah sering nyatakan perasaannya pada mu* ken memberi semangat pada yura.


*Iya sih kak. Tapi pasti banyak rintangannya kak* yura masih saja terlihat lesuh.


*Ra, aku negerti, kamu mikirin omongan orang di luaran sana kan, kalau seandinya kamu jadian bahkan nikah nantinya sama tuan refan* tebak ken dan yura mengangguk.


*Sekarang dengarin aku ya, kamu jangan lemah, kalau kamu benaran nyaman, cinta, sayang sama tuan refan, kamu ungkapin aja. Gak pun dengan kata kata. Lakukan dulu dengan tindakan. Nanti lama lama kamu juga terbiasa*


*Dan masalah omongan orang, cuekin aja. selagi kita gak ganggu hidup mereka kita gak usah perdulikan*


*Paham* ken memberi wajengan pada yura. Dan yura mengangguk tanda mengerti.

__ADS_1


*Oke, sekarang udah malam. Sebaiknya kamu tidur, besokkan harus merawat pujaan hati lagi* goda kenny. Yura hanya memukul pelan lengan ken karena malu.


*Dan ingat, kirim pesan pada tuan manja itu. Kalau kamu gak pulang malam ini. Aku yakin dia sedang menunggu mu saat ini di kamarnya* tebak ken sebelum masuk kamar.


*Iya kak, bawel bangat sejak punya pacar ya* goda yura.


*Hahah prasaan mu saja. Ya sudah. mimpi indah* ucap ken lalu masuk ke kamarnya.


Yura pun masuk ke kamarnya. Dan melihat banyak pesan yang refan krim padanya dan hanya ia buka tanpa baca. Dan banyak panggilan yang tak ia jawab.


*Bismillah, semoga ucapan kak ken barusan ada benarnya* gumam yura.


Lalu mengirim sebuah pesan pada refan.


*Kak, maafkan yura. Yura pulang ke aperteman, dan Malam ini yura gak pulang ke rumah kakak. Dan soal tlpon dan peaan gak di respon itu karna tadi yura lagi keasikan ngobrol sama kak ken, teman yura yang juag tinggal di sini* pesan terkirim.


Refan yang baru saja akan memaksa matanya untuk tertidur terbangun kembali saat mendengar nasda pesan masuk di hp nya.


Refan tersenyum setelah membaca pesan dari yura. Dan lansung menelpon yura. Tak butuh waktu lama yura menganggat panggilan vidio nya.


*Halo kak, kok belum tidur* terlihat wajah cantik yura di layar hp nya.


*Ra, kamu kenapa pulang gak kasih tau sih, aku pikir kamu bakalan ninggalin aku selamanya*


*Iya maaf, tadi yura lagi males sama kak, makanya gak bilang kalau mau kesini*


*Harusnya aku yang minta maaf udah seenaknya sama kamu, maafin ya* pinta refan dan yura mengangguk.


*Maksih dokterku sayang*


*Ooh mulai lagi ni ceritanya* yura pura pura marah.


*Gak ra. Gak akan ulang lagi kalau ingat*


*Kakak*


*Hehe, besok cepat ke sini ya, aku rindu*


Yura hanya memutar bola matanya dengan malas mendengar ocehan refan.


Setelah puas bicara yang tak penting untuk di bahas, yura mematikan smbungan telponnya, dan beralasan dia sangat mengantuk.

__ADS_1


Mau tak mau refan harus menuruti keinginan yura. Karena takut yura merajuk lagi dan tak mau kembali kerumahnya besok.


Bersambung....


__ADS_2