
Exas tengah mengajak ken bercerita tentang masa kecilnya. Walaupun ken tetap menutup matanya, exas tak menyerah untuk selalu menyamangati ken istri tercinta nya.
*Sayang, kau tau, waktu kecil aku itu suka sekali melihat teman ku bermain layangan dan permainan lainnya di lapangan yang ada di belakang toko kue ayah*
*Kadang kalau hari libur, mereka bermain dari pagi sampai sore. Sampai sampai ibu mereka selalu marah marah dan menjewer telinga anaknya karena lupa untuk pulang, padahal sudah sangat petang hahah*
*Aku tak mau ikut bermain dengan mereka karna di lapangan itu panas, dan juga kalau musim hujan suka becek, aku suka merasa geli jika harus berkotor kotor begitu*
*Pernah suatu hari, ibu menyuru ku untuk ke toko bahan kue membelu soda. Di luar baru saja selesai hujan, jalanan basah, aku sampai memakai sepatu but milik ibu agar kaki ku tidak kotor saat ke toko itu*
*Kau tau apa kata paman di toko itu, aku di katakan anak berlian, aku marah dengannya. Lalu aku melepas but itu dan berlari sambil menangis*
*Ibu melihat aneh pada ku. Setelah aku bercerita ibu malah menertawakan ku*
*Masa kecilku memang aneh sayang*
*Sayang, kau mendengarkan ku kan. Ayo bangun sayang biar kita nanti. bisa main hujan bersama. Seperti di sinetron romantis itu. Aku janji tidak akan takut tubuhku kotor lagi*.
Di tengah keasikan nya bercerita sendiri dua buah notifikasi masuk di ponselnya. Exas membuka notifikasi tersebut. Ternyata dari M-Bankung
*Apa, 30 juta* apa anak ini salah kirim ya*
*Ini gajiku pas 12 juta*
*Pasti salah kirim ni. Ya udah tanya aja lansung*
Exas menlpon refan.
*Hey bos pemaksa, kau salah transfer ya*
*Tidak, aku tidak meras mentranfer ke orang yang salah* jawab refan di seberang sana.
*Fan, kau baru saja mentranfer 30 juta ke rekening ku*
*Ooh itu, itu bonus untuk mu*
*Ha, bonus. Bonus dalam rangka apa, kan belum lebaran, lebaran mu biasa cuma di kasih separuh dari gaji*
*Bonus karna berkat kerja kerasmu membantuku dalam mengembangkan perusahaan membuahkan hasil*
*Maksud mu, sudahlah jangan banyak tanya, aku sedang di jalan mau ke food lee. Salam untuk ken. nanti sepulang dari rapat aku dan yura akan ke sana*
*Mmm baiklah. Terima ksih banyak fan, semoga rezeki mu terus berlimpah*
*Aamiin. Ya udah assallamualaikum*
*Waalimum salam*.telpon terputus.
*Sayang, kau tau aku dapat bonus 30 juta sayang, ya Allah beruntung bangat aku punya bos yang selalu royal*
Jemari ken yang tak bergerak selama 2 bulan itu mulai bergerak pelan. Exas yang melihat ada pergerakan dari ken lansung memanggil dokter.
*Syukurlah, nyonya kenny mulai sadar pak, tapi jangan terlalu banyak membawanya bicara dulu ya*
*Baik dok, saya mengerti, terima kasih banyak dok*
__ADS_1
*Sama sama. Tuhan mendengar doa doa tuan selama ini. Selamat ya pak. Saya permisi dulu*
Setelah kepergian dokter dan perawat dari ruang rawat ken. Ken mulai berlahan membuka matanya.
*Aku dimana*
*Sayang, kamu lagi di rumah sakit sayang*
*Sayang, kau baik baik saja. Kaki mu* ken melihat ke arah kaki exas.
*Kaki ku hanya retak sedikit sayang. Sudah baikkan kok*
*Sudah berapa lama aku terbaring disini sayang*
*kurang lebih sudah dua bulan*
*Ya allah, aku pasti menyusahkan semua orang, terutama kamu*
*Tidak, jangan katakan begitu. Kami semua menyayangi mu. Sudah jangan di pikirkan ya. Sekarang kamu istirahat dulu*
*Makasih masih setia padaku* Ken memeluk exas, dan exas memeluk istrinya dengan penuh sayang dan rasa bahagia.
*Aku akan mengabarkan ayah ibu dan refan dulu. Mereka pasti senang jika tau kalau istri cantik ku ini sudah bangun* ucap exas. Ken mengangguk.
***
*Sayang, makan yang banyak. Biar kuat nanti shoping nya*
*Aku gak shoping yang aneh kok yank. Cuma mau beli bahan dapur aja, tadi aku liat stok di kulkas habis* jawab yura sambil mengunyak makanannya.
*Sudah pak* jawab niko yang ikut juga makan siang bersama bosnya itu. Selain mereka bertiga ada juga supir kantor yang duduk satu meja dengan bosnya itu.
*Bagus. Makan lah yang banyak niko. Karna aku rasa klaen kita satu ini akan banyak bicara nanti. Jadi kita butuh tenaga untuk meladeni mereka*
*Baik pak* jawab niko.
*Sayang, aku udah kenyang.*
*Good gilr, ya sudah ini untuk belanja nanti* refan memberikan blackcart pada yura.
*Gak usah. Atm ku kan udah ada. Ini aja masih sisa banyak nanti*
* itu untuk kau simpan. Ini u thk kau belanja*
*Baik lah tuan pemaksa* yura mengambil kartu itu dan memasukkannya ke dalam tas bahunya.
Selang 10 menit, klaen dari PT MELEA GRUP pun tiba.
*Maaf kami terlambat, tadi ada sedikit kendala di jalan* ucap seorang wanita berpakaian ketat di balut blezer pink motif bunga, dengan rambut panjang coklat terurai. Di ikuti seorang pria berjas rapi di belakangnya.
*Oh tidak masalah, kami juga baru saja selesai makan siang* jawab refan.
*Perkenalkan ini istri ku* Refan memperkenalkan yura pada rekan bisnisnya.
*Melea* wanita itu menjulurkan tangannya.
__ADS_1
*Yura* bals yura.
*Ternyata dia pria beristri, lumayan cantik, tapi aku yakin pesona ku lebih menarik dari nya* batin Melea.
*Sayang, aku belanja sekarang ya. Sepertinya kamu udah mau mulai rapat nya* pamit yura pada refan.
*Oke, kamu di temani pak pak leo saja ya, pak bisakan*
*Bisa pak*
Refan mencium kening dan pipi kiri kanan istrinya itu. Tak lupa memeluk singkat istrinya.
*Lebay sekali wanita ini. Seperti wanita rendahan saja. Menunjukan kemesraan depan umum* melea memandang yura yang meninggalkan mereka.
*Nyonya melea, sebaiknya kita pindah ke sebelah sana saja* aja refan menunjuk sebuah meja di sudut ruangan yang berada persis jendela kaca.
Melea duduk di hadapan refan. Dan menurunkan sedekit baju dalamnya ke bawah sehingga memperlibatkan belahan dadanya.
Refan merasa risih denhan tingkah wanita di depannya ini. Lalu meminta bertukar tempat dengan niko.
Melea yang merasa refan sengaja menghindar tak pitus asa untuk memikat hati pria tampan ini. Di sepanjang pemabahasan kerja sama. Melea selalu berusaha menghoda refan dengan berbagai cara.
*Nik, tolong kau belikan sebuah selendang di butik sebelah*
*Untuk apa bos* tanya niko heran tiba tiba refan menyurunya membeli selendang.
*Sudah, beli saja. Ini pakai kartu ini saja* refan memberikan atm nya.
Niko pun menurut dan pergi ke bitik sebelah restoran. Setelah mendapatkan selendang yang bosnya minta. Niko kembali dan menyerahkan selwndang itu pada refan.
*Makasih nik* refan melihat selendang itu.
*Nona ini untuk mu* refan memberikan selendang itu pada melea.
*Wah ini untuk ku tuan refan, wah kau baik sekali yuan. Terima kasih* ucap melea bahagia. Merasa usahanya merayu refan berhasil.
*Iya sama sama. Lain kali kalau meeting dengan klaen pria jangan pakai pakaian seperti ini nyonya. Itu sama saja kau ingin mencoba merayu kami, pakailah selendang itu untuk menutupi dadamu* ucap refan dengan tenang.
*Maksud anda apa. Anda mau mengatakan kalau saya wanita yang tidak baik* ucap melea yang terkejut saat refan mengatakan hal demikian padanya.
*Tidak nyonya. Saya hanya mencoba melindungi anda dari mata pria hidung belang*
*Sudahlah. Saya tidak mengira jika anda orang yang terhormat ini berani nya merendahkan seorang melea*
*Saya batalkan kerja sama dengan anda tuan refan colas* ucap melea emosi lalu bangkit dari duduknya. Niko dan asisten melea meras bingung denvan situasi ini.
*Oh baiklah jika itu mau anda. Saya tidak masalah nonya melea* jawab refan.
*Ayo kita pergi dari sini* aja melea pada asisten pribadinya itu.
*Bos* niko bingung sendiri.
*Sudah kita cari klaen lagin. Ayo bereskan berkasnya. Kita susul istriku ke mall saja* ucap refan santai. Niko pun menurut.
Bersambung...
__ADS_1
*Oh,