
Karena Maisha dan refan melarang yura untuk pergi bekerja di rumah sakit selama 1 bulan penuh. lebih tepatnya sampai acara pernikahannya dengan refan selesai.
Maka Hari ini, jesmin meminta kepada yura agar menemaninya untuk pergi ke salah satu mall yang ada di tengah pusat kota.
Ayah dan bunda tidak ikut. Karena maisha mengajak mereka untuk mengecek lokasi acara pernikahan yura dan refan dua hari lagi.
Sementara refan, dia sangat sibuk mengerjakan segala sesuatu sendiri sejak exas cuti menikah. Exas berbulan madu ke kota mekah, lebih tepat nya sambil menjalan kan ibadah umroh sesuai permintaan kenny.
*Besan, bagaimana menurut kalian berdua tentang lokasi dan dekor ini* tanya maisha pada ayah dan bunda jesmin.
*Sangat indah, kamu memang selalu yang terbaik kalau masalah ini semua besan. ya kan mas* bunda meminta persetujuan dari tedy sang suami. Tedy yang sebenarnya juga kagum dari awal masuk ruangan tadi. Mengangguk setuju.
*Mas. Apa itu mas* tanya maisha bingung.
*Ooh, mas itu panggilan untuk seorang pria yang lebih tua dari kita, ya seperti abang gitu, dan kata mas itu berasal dari jawa. Tapi kalau di indonesia mah semua suku suka manggil mas ke siapa saja. Asal dia laki laki. Kadang juga di pakai untuk menghormati seseorang.* jelas bunda.
*Ooh, seperti kalau di sini panggilnya tuan begitu ya*
*Ya, seperti itu besan.* Maisha mengangguk mengerti. Dan mereka melanjutkna keliling lokasi dan tak lupa mengecek segala sesuatunya.
**
Sementara di mall jesmin dan yura sedang sibuk melihat lihat barang, apa lagi kalau bukan berkaitan dengan fashion.
*Yu, ini bagus gak, atau yang ini* jesmin menenteng dua tas di tangannya.
*Mm, yang pink bagus jes. Tapi kalau lebih netral dan cocok buat pakai baju warna apa aja, kamu ambil yang abu deh* yura berpemdapat.
*Iya juga sih, tapi kamu tau aku sangat menyukai warna pink*
*Ya udah kamu ambil aja keduanya*
*Aiz kamu ini, bisa di amuk bunda aku beli barang yang sama hanya beda warna saja. Kalau baju tidur sih gak apa*
*Hahaha, iya ya, aku ingat dulu waktu SMA kamu beli sepatu beda warna tapi model sama. Trus kamu di omelin bunda, hahah lucu bangat deh waktu itu* yura mengingat waktu mereka masih sekolah di indonesia dulu.
*Haha lucu ya. Kamu sama dengan ayah menyebalkan* jesmin meninggalkannya dengan wajah kesal.
Yura bukannya takut jesmin marah, dia malah tambah tertawa terbahak melihat jesmin.
Dari kejauhan, Meca melihat yura yang sedang tertawa bahagia. Beruntung bagi nya. tadi dia mendapat pesan dari orang suruhannya kalau yura sedang berada di mall dan tanpa ada refan maupun maisha.
*Tertawa lah sekarang sayang, karna tawa mu sebentar lagi akan berubah menjadi jeritan tangis yang memilukan* gumam Meca.
Setelah mendapatkan Satu tas. Dua sepatu jesmin kembali menghampiri yura yang sedang membalas chat dari refan.
__ADS_1
*Yu, aku udah selesai belanjanya* ucap jes saat menghampiri yura dengan membawa belanjaannya.
*Ooh, udah. Oke* jawab yura. Dia pun memasukkan hp ke dalam kantong baju bagian depannya.
*Terus sekarang kita mau beli apa lagi* tanya yura.
*Kamu tu yang harusnya aku tanyain. Dari tadi gak ada niat buat beli apapun*
*Aku udah punya banyak baju, tas, sepatu dan aksesoris di rumah. Jadi pakai yang ada aja deh.duitnya di tabung buat naik haji* canda yura.
*Mau naik haji 40 kali pun duit laki mu nanti gak akan habis yu, belum lagi duit mu*
*Dari mana kamu tau aku punya duit banyak. Aku ini anak rantau jes. Mana ada.*
*Anak rantau yang sukses, kak ken sudah cerita sama aku semuanya tentang kamu selama di sini. Bahkan kalau kamu live saja dalam seminggu itu 4 kali, bisa menghasilkan hampir 1M*
*Kak ken itu ngarang aja tu. Ayo kita lanjut lagi shoping nya. Kali ini kamu bebas mau beli apa aja. Aku traktir tapi jangan yang mahal ya* yura mengalihkan pembicaraan.
*Tu kan, kamu mau traktir aku shoping, brarti duit mu benaran banyak. Kak ken gak bohong*
*Mm, aamiin ya Allah. Semoga ucapan kamu sama kak ken itu jadi doa buat aku* yura pun berdiri.
*Tunggu yu, aku mau ke toilet bentar. Udah gak tahan*
*Yee, bocor dong, gua sumbat tu mulut nanti pakai kue pau* balas jesmin. Mereka tertawa bersama.
*Ya udah aku tunggu kamu di cafe depan situ, aku juga haus nungguin anak pak pejabat satu ini shoping, lama bangat. Sini belanjaan nya aku bawain sekalian*
*Makasih yu, kamu memang shabat paling bast deh, ya udah aku gak tahan lagi ni* jesmin pun pergi meninggalkan yura. Sepeninggalan jesmin, yura lansung ke cafe yang tadi dia tunjuk.
Sesampainya di cafe yura memesan cofe ice latte kesukaannya dan duduk di kursi yang nantinya mudah jesmin lihat dari kejauhan. Tak lupa dia juga memesakkan jesmin cappucino latte.
*Jesmin selalu pesan cappucino latte kalau ke mall. Semoga cappucino latte di sini juga dia suka* gumam yura.
Saat asik menikmati minamannya. tiba tiba seorang pelayan tokoh tempat dia berbelanja tadi menghampirinya.
*Maaf nona. Tadi saya melihat teman anda pingsan di toilet* ucap pelayan itu.
*Apa, teman saya pinsan di toilet. Kok bisa pinsan, tadi dia baik baik saja*
*Saya juga tidak tahu kenapa nona itu bisa pinsan, yang jelas tadi saya melihat beliau jatuh dan pinsan depan toilet, sekarang di bawa ke klinik darurat yang ada di mall ini* jelas sang pelayan.
*Oke. Terima kasih atas infonya ya. eh ya, di sebelah mana klinik darurat itu berada* tanya yura sebelum meninggalkan tempat duduknya.
*Sebelah sana nona, mau saya antar* tawar sang oelayan.
__ADS_1
*tidak, terima kasih, saya bisa sendiri* yura melangkah meninggalkan kursinya.
Dari jarak 20 meter jesmin melihat yura pergi meninggalkan cafe dengan langkah yang tergesa gesa.
*Yu, yura, kamu mau kemana. Yura* teriak jesmin.
Namun karena ramainya pengunjung mall hari ini, yura tak mendengar teriakan jesmin.
*Mau kemana tu anak, di panggil gak dengar* gerutu jesmin. Namun dia menuju meja yang tadi yura tempati.
*Blanjaan ku, dan minuman ini kenapa di tinggal. Ah mungkin dia juga kebelat mau ke kamar mandi, tungguin aja deh* dan tanpa curiga sedikitpun dengan apa yang akan terjadi jesmin menikmati cappucino latte nya sembari terus menunggu yura.
*Udah 15 menit, kenapa belum balik juga tu si yura. Lama amat, prasaan toilet cuma di sudut situ* gumamnya mulai gelisa.
*Aah, mungkin BAB dianya. Tungguin aja. Btw ini minuman enak juga, hehe* gumamnya.
*Maaf nona. Anda temannya nona yang duduk di sini tadi* tanya seorang ibu ibu. Yang memang sejak tadi sudah duduk di meja samping meja jesmin sekarang.
*Ya, saya temannya. Tadi saya ke toilet. tapi waktu saya udah selesai dan mau menghampirinya, dia malah pergi, mungkin ke toilet juga* jawab jesmin.
*Tidak nona. Dia tidak ke toilet, tadi saya melihat dan mendengar ada seorang pegawai tokoh datang menghampirinya. Pegawai itu mengatakan kalau teman dari nona yang duduk di sini tadi sedang pinsan di depan toilet, dan di bawa ke ruangan klinik darurat mall* jelas wanita itu.
*Apa, teman yang mana, dia kesini hanya sma saya, tidak ada orang lain lagi* jesmin mulai panik, pikirannya sudah tak karuan.
*Saya kurang tahu nona. Sebaiknya anda susul saja ke klinik darurat, ada di sebelah sana* wanita ibu memberi saran.
*Ya, baiklah. Saya sekarang kesana. Terima kasih banyak nyonya. Untung anda mengatakannya, kalau tidak saya akan terus menunggu di sini* wanita itu mengangguk. Jesmin membawa belanjaannya menuju klinik darurat.
Sampai depan klinik darurat, jeamin bertanya pada resepsionis yang berjaga. Dan mereka mengatakan sejak pagi belum ada satu pasien yang di bawa ke klinik ini.
*Astaga yu. Kamu kemana. Di telpon juga gak di angkat* jeamin sangat panik. Takut terjadi seauatu pada yura saat ini.
*Refan, ya. Aku harus kasih tau refan.mungkin saja refan tau yura dimana sekarang, tadi kan dia chatan samanya sama refan*
Setelah sambungan telpon terhubung, jesmin menceritakan semua kejadiannya pada refan. Refan yang baru saja selesai rapat ikut panik mendengar kabar dari jesmin.
*Jes, sekarang kamu tunggu aku di situ.aku akan kesana sekarang. Ingat jangan kabari siapapun dulu ya* pesan refan.
*Iya kak. Jes tunggu kakak di loby mall saja ya*
*Oke. aku berangkat sekarang*
Telpon terputus.
Bersambung.....
__ADS_1