Dokterku Pujaan Hatiku

Dokterku Pujaan Hatiku
Tamat


__ADS_3

Hari ini refan tak masuk kerja, begitu juga dengan exas. Mereka semua merayakan kehamilan yura dengan makan bersama di lestoran langganan keluarga refan.


*Selamat ya sayang, akhir nya mami akan segera menjadi nenek* mami senang sekali saat ini.


*dan aku akan jadi tante* tambah ken juga ikut bahagia.


*Lama sekali makanan nya datang,* ucap repan di selah selah kebahagiaan mereka.


*Kan lagi rame, sabar napa. Yang harus banyak makan istri mu bukan kamu* omel mami


*Mmmmm kena lagi* refan memalas, exas tertawa terbahak bahak.


Setelah hampir 30 menit menunggu, akhirnya makanan mereka datang, semua makan dengan hikmat. Setelah makan, mereka oergi ke sebuah panti asuhan yang di kelolah oleh mami sewaktu muda dulu.


*Fan, hadiah untuk anak anak sudah kamu pesan kan. ?* tanya mami.


*Sudah mam. Tenang saja, aman terkendali. Tu udah sampai* refan menunjuk sebuah truk ketringan, dan sebuah mobil pick up yang membawa banyak hempers.


*Mam, makasih ya. Aku merasa sangat bersyukur ada di tengah tengah kiian semua* yura terharu melihat kebaikan hati keluarga nya ini.


*Sayang, kita semua kan saudara, jangan ngomong gitu ah* mami memeluk menantunya ini. Dan menarik ken untuk ikut berpelukan. Sedangkan exas dan refan membantu mengurus persiapan acara dadakan ini.

__ADS_1


Setelah semua persiapan selesai, mereka mengadakan acara doa bersama pengurus panti dan anak anaknyang ada di panti yang di pimping oleh seorang ustadz.


*Terima kasih kepada semua yang hadir yag telah sudih mendoakan istri dan anak saya* refan memberikan sedikit kata sembutan.


Saat acara berlansung, seorang anak perempuan berusia 5 tahun berlari mengahmpiri ibu panti.


*Bu, ada adwlek bayi di depan sana* ucapnya.


*Adek bayi yang mana nak, kan semua adek bayi di kamar sama sus* tanya bu panti.


*Ayo bu, kesian adek bayinya nangis nangis* anak itu menarik tangan ibu panti.


*Ada apa bu* tanya mami yang melihat mereka berdua. ibu panti membisikan pada mami apa yang di katakan anak tersebut.


Sesamoai di depan pagar panti, terdenga suara tangisan bayi yang masih di bedong dengan kain batik berwarna coklat.


*Ya allah, benaran bu, ada bayi di sini* mami mengambil bayi tersebut dan menciumnya.


*Kesian sekali kamu nak. Siapa yang meninggalkan mu di sini panas panas* lirih mami.


*Bawa masuk saja buk, pasti ini di sengaja oleh orang tuanya* ucap ibu oanti yang sudah terbiasa dengan hal semacam ini.

__ADS_1


Semua sudah berada di luar panti, untuk menikmati makanan yang tadi di pesan refan. Karena memang acara doa nya sudah selesai.


*Mam, bayi siapa ini* tanya ken yang pertama kali menghampiri mami, ibu panti dan anak kecil tadi. Bayi tersebut masih saja terus menangis.


*Namanya juga panti non,* ucao ibu panti.


*Kesian sekali kamu nak, pasti kamu haus ya panas panas gini* ken menusap pipi bayi tersebut dengan jari lentiknya.


Bayi terebut lansung diam saat ken menyentuh pipinya.


*Wah, dia berhwnti menangis bu, padahal dari tadi gak mau diam* ucap mami pada bu panti.


*Boleh ken gendong mam* mami memberikan bari itu pada ken. Dan exas menghampiri istrinya.


*Cantik sekali, bibirnya merah, pipinya gembul, kukitnya putih mukus sperti kamu sayang* ucap exas, Ken mengangguk.


*Bagaimana kalau kkian adopsi saja bayi cantik ini* usul mami. Refan dan yura yang baru datang menghampiri juga ikut setuju dengan ide mami.


*Gimana han, apa kamu siap punya baby* tanya exas pada ken. Ken mengangguk dan mencium bayi tersebut.


*Alhamdulillah, ucap mereka semua.

__ADS_1


...TAMAT...


__ADS_2