
Dua malam sudah yura dan juga keluarga jesmin menginap di rumah refan, hari ini mereka ingin pulang ke aperteman milik yura.
Sementara Exas dan juga kenny sudah pulang dari kemarin karena tadi malam harus dinas malam di rumah sakit. Exas juga di perintahkan refan untuk menghendel perusahaan, dan hati ini Refan pun sudah harus masuk kantor. karena exas sudah meneror nya terus
Sejak kemarin siang.
*Nyonya dan tuan besan, sepertinya kalian pindah dan menetap saja di sini selamanya. Agar kita bisa selalu berkumpul di sini* ucap maisha pada orang tua jesmin saat mereka semua sedang serapan.
*Haha, Kami sangat senang bisa berkumpul dan di sambut dengna bauk di sini nyonya, tapi kalau kami ikut pindah ke negara ini, bagaimana dengan usaha kami di indonesia, lagi pula sanak keluarga juga di sana semua* timpal pak tedy ajah jesmin.
*Iya juga ya. Tapi sering seringlah kemari, jenguk kami disini* maisha berkata dengan nada sedikit memohon. Karena dia sangat senang bisa kenal dan dekat dengan keluarga jesmin ini.
*Tante sudah pernah ke indo* tanya jesmin.
*Pernah sekali, tapi hanya dua hari saja. Itu pun hanya menemani almarhum papi nya refan meting*
*Berarti besok yura dan anak tante yang mengkek itu harus mengajak tante lagi ke indonesia, nanti jes akan ajak tante keliling indonesia* jesmin melirik sekilas ke arah yura yang sedang menyuapi refan nasi goreng seefood buatan bunda.
Sejak kemarin di nyatakan sah bertunangan dengan yura, refan bersikap bagikan anak kecil, makan selalu minta di suapi, tak mau jauh dari yura. Bahkan tadi saat turun ke lantai bawah untuk sarapan dia sengaja tak memakai dasinya. Karena ingin yura yang memakaikan di leher nya.
*Jes, kamu kenapa, iri ya. Iri bilang bos* ucap refan sambil mengejek jesmin, teman berkelahinya selaman2 hari ini.
*Ogah ori sama manusia seperti kak refan, rugi waktu meladeni calon suami manja gitu* balas jesmin.
*Hahahha, aku lupa kamu kan jomblo ya, makanya iri liat kita, yakan sayang* refan bukan nya berhenti malah memulai kejahilannya lagi kepada jesmin.
*Sudah ah, cepatlah makan. Nanti kamu terlambat, aku juga sudah lapar ini, dari tadi asik nyuapi kamu saja* omel yura. Semua menahan tawa, yura yang dari tadi hanya diam dan menyimak pembicaraan mereka sekarang mengomeli refan.
*Hahaha emang enak di omelin* jesmin menyulurkan lidah nya pada refan. Refan tak menanggapi nya. Dia hanya fokus memikirkan bagaimana cara agar yura tak marah karena dia yang sudah buat kesalahan pagi ini, ya itu merepotkan calon istrinya ini.
*Sayang, kamu makan saja. biarkan bayi tua mu itu makan sendiri. Lagi pula diakan susah hatus ke kantor sekarang* maisha yang memperhatikan yura dan refan sejak tadi secara diam diam ikut kesihan melihat yura yang dengan sabar menyuapi refan. Dan yura sebenarnya juga sudah sangat lapar.
__ADS_1
*Iya sayang, kamu makan saja. Aku juga udah kenyang kok.* refan melihat kode dari maisha.
*Yakin udh kenyang, ini masih separoh loh nasi goreng nya* yura memastikan, walaupun dia sebenarnya juga sedang menahan lapar saat ini. Tapi dia juga bahagia bisa meenyuapi refan makan.
*iya sayang, aku berangkat dulu ya. Nanti hati hati pulang ke apertamannya* refan bangkit dari duduknya dan mencium singkat kening yura.
*Semuanya, aku ka kantor dulu ya. Om tante nanti kalau mau keliling kota hubungi aja refan ya, nanti refan antar* tawar refan pada orang tua jesmin, mereka memgangguk.
*Dasar pria bule. Belum nikah aja udah brani bangat ciam cium naka orang, kalau di indo itu tidak sopan namanya* gerutu jesmin sambil menyuap nasi goreng ke mulutnya.
*Di sini juga sebenarnya tidak sopan jes, apa lagi depan orang tua, tapi emang dasar anak tante itu kecentilan, kamu tanya yura deh gimana sikap dia selama sakit kemarin* timpal maisha.
*Gimana tan* jes penasaran.
*Jesmin, habiskan makan mu. Nanti saja kepo nya* ucap bunda.
*Bundaaa* jesmin protes dengan wajah cemberut.
*Aaauu, kok tante tarik pipi jes*
*Tante gemes liat muka kamu gitu nak, imut bangat* jujur maisha.
*Tapi kan sakit tan, ini tante rasakan* maisha memejam mata saat jesmin mencondongkan badannya ke maisha.
*Cup* jesmin mencium pipi maisha.
*Gimana tan, sakit kan* tanya jesmin setelah nya. Maisha tersenyum dan memeluk jesmin.
*Aku berasa punya tiga anak gadis sekarang nyonya besan* ucapnya pada bunda, bunda pun mengangguk bahagia.
***
__ADS_1
Flashback
*Apa, refan dan yura hari ini bertunangan*
*kenapa kau baru mengatakan sekarang, dan ayah ku juga todak bilang apapun pada ku*
*Kau jangan mencoba membohongiku ya*
*aku tidka berbohong bos. Ini benar*
*Dasar tidak berguna*
Meca yang sedang bareada di korea mendapat laporan dari orang suruhannya untuk memata matai kegiatan yura. Dan jika ada celah Meca menyuru untuk melenyapkan yura.
*Maafkan kami bos, acara pertunangannya di laksanakan di hotel yang di jaga ketat, dan tak banyak orang yang di undung hanya keluarga dan sahabat serta orang terdekat saja yang di undang*
*Dasar gak guna aja kamu, kan kamu bisa nyamar jadi pelayan, trus taru racun di makanan yura* omel maisha.
*Iya bos kami salah. Kami minta maaf*
*Haaaaaa sudah lah aku akan kembali hari ini juga ke sana. Akan ku buat perhitungan pada perempuan itu* meca mematikan sambungan telponnya. Lalu bersiap untuk kembali ke london.
*Kenapa papa tidak mengabariku tentang pertunagan refan*
*Apa papa todak di undang*
*Aaa, tidak mungkin papa tidak di undang, tante maisha sangat dekat dengan para pegawainya*
*Ini ada yang tidak beres, aku harus segera pulang* Gumam meca.
Bersambung.....
__ADS_1