Dokterku Pujaan Hatiku

Dokterku Pujaan Hatiku
Di Sekap


__ADS_3

*Lepaskan aku, lepaskan* yura memberontak. Kini tangannya di ikat ke belakang, matanya di tutup.


*Diam lah nona, jangan membuat saya marah, pikiran saya lagi kacau ini*


*Siapa kalian, dan apa mau kalian ha*


*Kami mau nyawa anda nona. Hanya itu*


*Salah saya apa sama kalian, katakan*


*Tidak ada nona. Anda tidak salah pada kami, tapi pada bos kami*


*Bos, siapa bos kalian, berapa kalian di bayar untuk menyakiti saya*


*Itu bukan urusan anda nona cantik*


Yura berada dalam sebuah mobil dan 3 preman yang berbadan kekar di dalamnya. Siapa lagi kalau bukan anak buah meca.


Mereka membawa yura ke sebuah rumah tua yang ada di sudut kota. Disana meca sudah menunggu dengan tidak sabar.


Sampai di rumah tua itu, yura di bawa ke sebuah ruangan yang terang tamaram. Yura di dudukkan di sebuah kursi.


*Buka penutup matanya* printah meca.


*Baik bos*


*Meca, kamu lagi. Apa mau mu meca* tanya yura saat melihat meca yang berdiri di hadapannya.


*Kamu masih bertanya apa mau ku yura, hahahha*


*Kamu ini lupa atau pura pura lupa ha. Sudah berapa kali aku peringatkan, jauhi refan. Tapi kamu malah mau menikah dengannya*


*Meca, aku dan refan saling mencintai. Jadi jangan paksa kami untuk berpisah*


*Apa, saling cinta. Kau yang menggodanya terus, dasar jal*ng*


*Meca tutup mulut mu* bentak yura.


*Ha, kau berani membentakku yura. Kau tidak tau sedang berhadpan dengan siapa ha* meca menari rambut yura ke belakang dengan kuat.


*Aauu, sakit meca. Lepaskan*


*Ini tidak sakit sayang. Hati ku lebih sakit dari ini* meca semangkin kuat menarik rambut yura.


*Kalian, apakah kalian tidak tergoda dengan tubuh ******* ini* tanya meca pada anak buahnya.


*Tentu saja bos. Dia sangat seksi dan mulus* jawab salah satu dari mereka.


*Kalau begitu nikmati saja dulu wanita murahan ini. Sebelum aku benar benar mengantarkan nya ke pintu neraka* ucap meca dengan senyum menyeringai. Lalu melepaskan tarikan nya pada rambut yura.


*besok aku akan kembali, kalian jaga dia. Jangan kasih dia makan dan minum. Kalau mau menikmati tubuhnya silahkan saja. Selagi aku berbaik hati memberikan barang gratis* Meca pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Satu dari 3 preman itu menghampiri yura. Dia adalah ketua dari gang nya ini. Dia Ingin mengoda dan menikmati tubuh yura. Namun baru saja akan menyentuh wajah yura hp nya berbunyi.

__ADS_1


*Sial, siapa yang menelpon, mengganggu saja.* umpatnya.


*Hallo*


*......*


*Apa, sekarang bagaimana kondisinya*


*......*


*Baiklah, aku akan segera kesana sekarang juga*


*........*


*500 juta. Uang dari mana kita sebanyak itu*


*........*


*Baiklah nanti aku pikirkan*


Setelah sembaungan telpon terputus bos preman itu berbicara pada dua temannya.


*Tuan jon harus di operasi sekarang juga. Kita harus mencari uang sebanyak 500 juta, agar operasi bisa segera di laksanakan*


*Tapi dari mana kita bisa mendapatkan uang sebanyak itu dalam waktu 2 jam bos*


*Ntahlah, aku pun tak tau. Tuan jon sangat berjasa dalam hidup kita*


*Ya kau benar bos. Apa kita minta sama bos meca saja*


*Lalu kita mau cari kemana 500 juta itu*


*Aku akan memberikan kalian 500 juta itu* sahut yura yang sejak tadi meyimak 3 preman itu.


*Jangan bercanda nona. Itu bukan jumlah yang sedikit, bahkan membunuh 3 orang pejabat negara saja kami hanya di bayar 400 juta*


*Aku serius. Asal kalian mau membantu ku*


Tiga preman itu tampak berpikir.


*Terima saja bantuan nona itu bos, dia kan calon menantu sultan* ucap salah satu preman.


*Ya bos. Saya rasa dia tidak akan berbohong, dan sepertinya dia orang baik lihatlah pakaiannya sangat sopan dan mahal*


*Kalau Meca tahu bagaimana* bos preman ragu.


*Jangan sampai meca tahu* sahut yura lagi.


Tiga preman itu menghampiri yura.


*Baik lah nona. demi tuan jon orang yang telah berjasa untuk kami, kami terima kerja sama ini* ucap bos preman dengan yakin.


*Bagus, sekarang carikan aku kertas, pulpen dan matrai* pinta yura.

__ADS_1


Setelah mendapatkn kertas dan pena, yura membuat surat perjanjian untuk mereka berempat.


dan mereka menanda tangani surat tersebut.


*Oke, sekarang dimana tas ku* tanya yura.


*ini nona* salah satu dari mreka memberikan tas yura.


Yura menelpon refan.


*Halo sayang*


*......*


*Aku baik baik saja. Apakah kau dan jes bisa menjemputku di rumah tua yang ada di jalan K*


*........*


*Nanti akan ku ceritakan semuanya, tapi tolong hati hati ya. Jangan sampai ada yang tahu kalau kalian berdua ke sini*


*.......*


*Oke, aku tunggu*.


Telpon terputus.


*Kalian tenang saja. Aku hanya menelpon tunngan ku, dia akan kemari. Dan nanti kita bahas apa tugas kalian untuk ku* ucap yura kepada tiga preman yang wajahnya penuh ke kahawatiran.


Mereka takut meca tahu, dan mereka khawatir dengan kondisi bos besar mereka.


35 Menit akhirnya refan dan jes samapai ke alamat yang yura beritahu tadi. Salah satu preman menjemput mereka di halaman belakang. Dan membawa refan serta jesmin masuk.


*Sayang* refan berlari memeluk yura dengan penuh rasa khawatir.


*Kau tidak apa apa kan* tanyanya pada yura.


*Tidak, aku baik baik saja*


*Lalu mereka siapa* tanya refan.


Yura menceritakan semuanya pada refan dan jesmin tentang apa yng terjadi.


*Benar benar kamu meca. Kesabaran ku sudah habis sekarang* geram refan.


*Sayang kau sabar dulu. Kita harus pintar menghadapi wanit seperti meca. Jangan gegabah*


*Iya kak. Yura benar. Aku punya ide*


*Apa* tanya yura den refan serentak. Tiga preman itu sudah takut. Takut kalau yura melaporkan mereka pada polisi dan tak benar benar membantu mereka.


*Gimana kalau kita tetap ikuti permainan si meca itu* lanjut jesmin.


*Maksudnya* lagi lagi refan dan yura bicara serentak.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2