
Hari pertunangan Refan dan yura akhirnya tiba. Yura mendapat kejutan dari jesmin dan kedua orang tuanya.
Bagaimana tidak di katakan kejutan, dua hari lalu mereka mengatakan di telpon kalau mereka tidak bisa hadir di acara pertunangan yura, karena ada banyak pekerjaan yang harus di selesaikan sebelum ke london besok saat acara akad nikah yura.
Yura tak terlalu mempermasalahkannya. Karena baginya hari akad jauh lebih penting dari hari pertunangannya.
Yura sedang di rias oleh MUA di kamar hotel yang khusus untuk nya. Sedangkan refan sudah berada di tempat acara yang di adakan di halaman hotel.
*Sayang, kamu cantik sekali dengan balutan gaun ini. Mami sangat terpesona dengan mu nak* ucap maisha yang masuk inhin menjemput yura. Karena acara sudah mau di mulai.
*Mami, yura jadi malu, di puji terus sama mami*
*Mami benaran sayang, kamu sangat cantik hari ini, gak kebayang besok kalau pas acara nikahan. Pasti juah lebih cantik lagi*
*Seperti bidadari ya kan nyonya* sahut MUA yang merias yura. Maisha mengguk setuju.
*Apakah calon mantuku ini sudah ready saimy* tanya maisha pada sang MUA. Saimy mengguk.
*Baiklah.aku akan turun kebawa membawa mantu ku ini bertemu dengan tunangannya, ayo sayang* maisha menggandeng yura.
*Say, maksih ya, kerja mu selalu sempurna* ucap maisha lagi sebelum benar benar meninggalkan ruang make up itu.
*Sama sama nyonya syantik* jawab saymi sang MUA. Yura hanya bisa selalu pasrah jika sudah bersama maisha dan refan.
Saat memasuki halaman yang telah di sulap sedemikian rupa itu. Seluru mata tertuju pada yura yang di tuntun oleh maisha.
*Wah, calon tuan refan ternyata sangat cantik ya*
*seperti bidadari*
*masya allah, sangat cantik*
*Aku jadi iri dengan kecantikan nya*
Kira kira begitulah bisik bisik para tamu undangan di acara petunangan yura dan refan saat ini.
*Para hadirin sekalian, karena sang bidadari telah hadir di tengah tengah kita seakarang, mari kita masuki acara yang sudah kita nantikan.
Dan acara pun di mulai rangkaian demi rangkaian. dari acara kata sambutan dari maisha da terima kasih dari maisha sebagai tuan rumah. Acara mohon restu, tukar cincin dan terakhir acara kejutan untuk yura.
*Bersyukur kepada Allah, semua acara kita hari ini berjalan dengan lancar. Namaun ada satu poin acara lagi yang akan kita saksi kan. Dan ini khusus untuk nona cantik yura chi blasme, apa kah itu. Ada yang tau * Mc membuat semua orang bertanya tanya, terutama yura.
*Kak, ada apa lagi, jagan buat aku penasaran dong* tanya yura pda refan yang setia menggandeng tangannya.
*Aku juga tidak tahu sayang, kita lihat saja nanti* kila refan.
*Nona syantik, apakah anda sudah siap dengan kejutannya* tanya Mc pada yura.
Yura melihat refan yang di sapingnya mengangguk, lalu melihat maisha yang tak jauh dari mereka berdiri juga mengagguk dengan senyum mengambang.
*Ya, saya siap* jawab yura.
*1.2.3* ucap Mc.
__ADS_1
Pintu yang tadinya di lewati yura sat akan memasuki taman terbuka. Di sana sudah berdiri Jesmin dn kedua orang tuanya.
Yura menangis melihat kedatangan mereka bertiga.
*Jes, bunda, paman. Kalian jahat. Katanya gak bisa datang* omel yura sambil memeluk mereka saat mereka sudah sampai di hadapannya.
*Maafka kami nak, ini adalah ide refan calon suami mu, dia memminta lansung kami untuk hadir di hari spesial kalian ini* bunda menjelaskan.
*Tapi kenapa baru sekarang keluarnya. Acara tukar cincin nya udah selesai* tanya yura.
*Kamu tenang aja yu, kami ikut kok semua rangkaian acara ini. Kamu aja yang gak sadar kalau kami sudah di sini* jawab jesmin.
*Seriusan, kok aku gak liat ya*
*Gimana mau liat, orang lagi kasmaran* kenny datang dari samping bersama exas.
*Kak ken. Kamu juga kenapa jahat sekali, apa kalia sekongkol ya mau ngerjain aku*
*Bukan ngerjain ra, tapi ini kejutan buat kamu. Mana mungkin kita semua tidak hadir di acara spesial mu ini. Iya gak jes* kenny dan jesmin akrab.
Tiga gadis itu berpelukan dengan sangat gembira.
Selesai acara, semua kembali ke rumah megah maisha. Termasuk jesmin dan dua orang tuanganya, kenny, dan juga exas.
*Silah kan masuk tuan dan nyonya tedy* maisha mempersilahkan tamu nya masuk.
Mereka berkumpul di ruang tamu dan bersanda gurau berasama. Tak lupa mereka mengompori exas agar segera melamr kenny.
*Nati om, kalau bos udah sah* jawab exas
* Kenapa tunggu aku sah dulu baru kamu lama ken. Nanti kalau keduluan orang lain gimana* refan ikut memprotes.
*Kalau bos nikah, aku nikah trus perusahaan siapa yang urus. Aku gak mau abis akad lansung balik kerja lagi. Mau hanymoon dulu dong agak 1 tahun*
*Gilak, lama amat kamu hanymoon. Itu namanya mau kabur ex. Gak boleh kamu aku kasih libur 2 hari aja kalau udah nikah dan acaranya sama sama sama kita* protes refan.
*Ha tu kan om. Makanya gak mau samaan nikahnya sama dia. Iya kali aku libur cuma 2 hari. ogah*
Ken yang awalnya tersipu malu kini jadi geleng kepala dan ikut tertawa melihat perdebatan bos dengan asisten pribadinya ini.
*Tapi saya rasa ide tuan tedy bagus juga. Kan jarang ada orang nikah secara bersamaan* mami setuju dengan ide paman.
*No tan, exas gak mau, apa lagi kalau cuma di kasih libur dua hari aja* tolak exas.
*Gini. sekarang aku mau tanya sama kamu ex, emang ken mau nikah sama kamu* ucap refan.
Exas melihat ken lalu berlutut di hadapan ken, sambil menggemggam jemari ken.
*Kenny pacarku. di hadapan seluruh orang yang ada disini. Aku ingin melamar mu.*
*Apakah kau bersedia menikah denganku*
*Terima, terima , terima* semua bersorak. " Ken dengan malu mejawab.
__ADS_1
*Maaf exas. Aku tidak bisa menerima lamaran mu* Semua menutup mulut syok mendengar ucapan ken barusan. Terutama exas yang masih berlutut di depan ken.
*Baiklah. Aku tau aku hanya pria bias...* exas terlihat sedih.
*Exas, aku belum menyelesaikan jawaban ku. Kau dengar dulu* protes ken. Exas menunduk siap akan kekecewan yang akan terjadi.
*Aku tidak bisa menikah dengan mu, kalau kamu hanya di kasih waktu libur setelah nikah hanya dua hari saja. Aku mau nya dua minggu* ucap ken.
Exas mengangkat kepalanya, melihat ke arah refan dan maisha.
*Kak, kasih lah libur buat kak exas dua minggu. Ya kak. please* yura memohon pada refan.
Setelah berpikir sejenak refan akhirnya memberi keputusan.
*Oke, aku akan kasih exas waktu libur dua minggu setelah menikah nanti. Tapi ada syaratnya*
*Udah lah kalau gak iklas kasih libur gak masalah. Aku bisa undur pernikahan kami sampai kau benar benar udah iklas memberikan waktu libur ku nanti* exas sudah pesimis mendemgar ucapan refan barusan.
*Sayang, kamu sabar ya, aku pasti akan segera menikahi mu. Tapi tunggu bos songong ku itu akal nya kembali dengan sempurna dulu ya.* exas mengatakan itu pada ken. Ken mangguk dan tersenyum. Exas mencium tangan sang kekasih.
*Hey, siapa yang kau bilang songong ha. Aku ini bukan hanya bos mu. Tapi juga sahabat mu* protes refn.
*Aku gak punya sahabat kejam sperti mu* exas merengut.
*Kau belum mendengar syarat dari ku peak* protes rwfan.
*Sudah lah. Jagan lanjutkan lagi. Aku malas debat sama bos songong seperti mu kupret* balas exas tak mau kalah. Semua orang tertawa melihat tingkah dua pria tanpan ini.
*Ken, apa kau yakin mau nikah sama sahabat ku ini* tanya refan. Ken mengguk tanda yakin.
*Baiklah. Aku akan tetap lanjutkan untuk mengatakan syarat ku tadi. Dan Kau peak, kau harus diam dulu dan jagan banyak protes* exas hanya memutar bola mata malas dan menutup telinganya. Dia malas mendengarkan syarat dari refan.
*Pasti dia mau kasih syarat yang gak masuk akal lagi* gumam nya, namun masih terdengar seluruh orang di dekatnya.
*Oke, exas akan ku beri izin cuti setelah nikah selama dua minggu, syarat nya dia harus melamar ken dengan cara romantis dan tentunya di depan keluarga besarnya sendiri dan juga keluarga ken* ucap refan lantang.
*Ha, kau serius bro* exas membuka pendengarannya.
*Tentu saja aku serius. Gimana sanggup tidak* tantang refan.
*Ya sanggup lah* kini exas berbinar kembali. Lalu memeluk ken sebentar.
*Tapi, aku....* ken tampak sedih.
*Aku, aku tidak punya sudara lagi. Orang tua ku sudah tiada, dan selama mama papa masih hidup. Mereka tak pernah memperkenalkan ku pada kerabat mana pun. Dan apa mungkin keluarga kak exas mau menerima gadis sepertiku ini* jelas ken.
*Mami yang akan menjadi orang tua mu nak, jangan sedih.* maisha berdiri dan merangkul kenny.
*Ya, bunda dan paman juga akan selalu ada untuk mu ken* bunda juga ikut berdiri memeluk ken.
*aku dan jes juga akan menjadi saudara kak ken selama nya* yura dan juga jesmin pun ikut memeluk ken.
Bersambung...
__ADS_1