Dokterku Pujaan Hatiku

Dokterku Pujaan Hatiku
Kasmaran


__ADS_3

Sepanjang hari refan sibuk dengan membayangkan wajah cantik yura. sampai ia sering tidak fokus saat bekerja.


*Ya ampun, kenapa aku terus membayang kan nya ya, apa aku jatuh cinta padanya* gumam refan.


*Jatuh cinta sama siapa,* maisha duduk di kursi yang ada di depan meja refan.


*Astaga, mami mengagetkanku saja* refan terperanjat dengan keberadaan mami.


*Mm, gini ni, jomblo akut, sekali jatuh cinta, ibu nya datang saja tidak sadar* sindir maisha.


*Mami sih gak ketuk pintu dulu* elak refan.


*Ni lihat, tangan mami udah merah, dari tadi gedor pintu. kamu nya aja sibuk melmun, gajah ngamuk di depan aja kamu pasti gak akan sadar* celoteh mami.


*Apa, di kantor ada gajah ngamuk mi, kok bisa ada gajah lepas sih* refan berdiri ingin melihat gajah ngamuk.


*Astaga* mami menepuk keningnya sendiri melihat kelakuan anak sematawayang nya ini.


(Hahaha ada ada saja ya si refan ini, kelewat polos atau gimananya ni babang ganteng 😂🤦‍♀)


*Hei mau kemana kamu* tanya mami melihat refan akan keluar ruangan.


*Mau liat gajah ngamuk mi* sahut refan. keluar dan berlari menuju life kantor.

__ADS_1


*Refan tunggu* mami berusaha mengejar dan berteriak memanggilnya.


*Ada apa lagi mam* tanya rehan kesal karena mami menghalangi langkahnya.


*Kamu ini kok bisa jadi pemimpin ya, heran mami* ucap mami memegang lengan refan agar refan berhenti melangkah.


*Haaa* Refan masih bingung dengan maminya.


*Refan, dengar mami. di bawah tidak ada gajah yang mengamuk. semuanya aman terkendali, jadi kamu jagan bodoh lagi ya nak* ucap mami sambil menarik tangan refan, dan menggeleng kepala melihat kepolosan anaknya. refan menurut saja seperti kerbau yang di tindik hidungnya. walaupun masih bingung dengan sang ibu.


Sesampai di ruangan refan dan maisha duduk disofa. exas pun masuk dengan wajah yang khawatir karena meliahat si bos seperti orang ling lung.


*Bu mai, kenapa dengan anak anda ini, tadi kata sekretarisnya dia seperti orang ilang akal* tanya exas pada maisha.


*Ha, kasmaran dengan siapa nyonya* tanya exas heran, karena selama ini bos nya tidk pernah tertarik dengan wanita manapun. padahal ada puluhan bahkan ratusan wanita yang selalu mengejar dan mencari perhatiannya, namun refan tetap tidak pernah sekalipun memoerdulikan para wanita itu.


*Mana aku tahu, kau kan selalu bersamanya selama ini. harusnya kau lebih tahu dari ku. kenapa malah bertanya* maisha menguarkan hp dari tasnya dan memainkannya.


Exas duduk di depan refan, lalu melempar bantal sofa ke wajah refan.


*Ex, kau ini kenapa sudah gila ya, ganggu saja* omel refan pada exas.


*Bos tu yang kenapa, kek orang kesambat lontong sayur aja* Maisha tertawa mendengar perkataan exas. refan tak menaggapi perkataan exas.

__ADS_1


*Mami, mami tumben ke sini, ada apa* tanya refan pada maisha.


*Mami suntuk di rumah, makanya mami kesini, sekalian cari calon mantu, mana tau karyawanmu ada yang mau di jadikan mantu sama mami* jawab maisha sambil terus menatap hp nya, ternyata dia sedang melihat live yura di salah satu akun sosmednya.


*Mami tunggu* refan mengambil paksa hp maisha.


*Kembalikan refan, punya mu kan ada. lebih mahal malah* maisha mencoba merebut kembali hp nya.


*Mami, mami mau mantu kan.* tanya refan sambil melihat ibunya. maisha mengangguk.


*Lamar wanita ini untuk refan, sekarang* ucap refan sambil meninjukkan layar hp kepada maisha.


*Yang mana refan,* maisha melihat layar hp nya mati.


*Yang di hp mami ini mam,* refan masih belum sadar hp maisha sudah mati.


*Mmm, Hp nya mati bos. gimana nyonya mau melihat wanita yang akan anda lamar* exas menengahi mereka.


Refan membalikkan layar hp nya. dan benar saja hp itu sudah mati.


*Maaf, sepertinya lowbat, mami lupa mencargernya tadi* ucap maisha tersenyum geli melihat raut wajah frustasi refan. sedangkan exas hanya bisa menahan tawanya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2