Dokterku Pujaan Hatiku

Dokterku Pujaan Hatiku
Licik


__ADS_3

*Astaga,* maisha menutup mulutnya, tak menyangka kalau pelakunya adalah Meca.


*Tapi apa tujuan meca melakukan itu pada yura* sambungnya.


*Ntah lah mam, Pasti ada sesuatu yang meca inginkan dari yura* ucap refan masih memikirkan apa maksud dan tujuan meca.


*Apa yura kenal dengan meca*


*Tidak mungkin mam, yura selain di sini dia selama ini hanya di negaranya saja. London ini adalah negara pertama yang ia jejaki selain negaranya.*


*Dari mana kau tahu*


*yura yang cerita. Kami sering bertukar cerita saat aku bosan*


*Pasti kau mencari kesempatan kan biar lebih mengenal dokter mu itu lebih dalam lagi* tuding maisha. Refan hanya tertawa kecil saja.


*Sudah ku duga, anak ku menyukai dokternya sendiri* sambung maisha.


*Mami juga mau kan yura jadi anak mami* tanya refan.


*Mau dong, dia itu udah paket komplit menurut mami*


*Maksud nya* refan mengerutkan dahinya.


*Kamu tau gak, menantu yang mami impikan, mami puji, mami lihat tiap hari di live itu sebenarnya yura* jelas maisha.


*Ha, seriusan mi* refan tak percaya.


*Iya dong*


*Tapi selama kerja di rumah ini akau gak pernah liat dia live seperti yang mami katakan itu, mami jangan bercanda* refan mengira ibunya berbohong.

__ADS_1


*Ya selama jadi dokter kamu dia live nya hanya 2x aja dalam seminggu. Itu pun dia curi curi waktu pas kamu udah istirahat. Mami juga pernah ngintip di pintu kamarnya saat dia sedang live.*


*emang biasanya tiap hari* tanya refan lagi. Maisha mengangguk.


*Kamu tau gak, tadi mami kan gak sengaja lewat depan kamar yura, ada banyak barang yang dia simpan dalam box gitu. Mami rasa itu stok buat live dia deh*


*Mami masuk kamar yura tanpa izin* selidik refan.


*No, ganteng. Mami tidak masuk, hanya saja pintu kamar nya terbuka sedikit, jadi mami liat deh dari luar, srius* ucap maisha membentuk jarinya seperti huruf V.


*Tapi kapan dia bawa barang barang itu ya, dia kan cuma pulang sekali kemarin. Itu pun gak bawa apa apa pas kesini, trus pas keluar juga smaa kita terus* tanya refan.


*Kata bik jul, ada kurir yang sering datang ngantar barang, dan atas nama yura. Mungkin itu barang jualannya dari pihak tokoh* jelas maisha.


*Bisa jadi sih mam, kadang dia suka izin keluar bentar, tapi ternayata nyampe 3 jam gak balik balik, sampai kadang refan ketiduran nunggunya* refan mengingat ingat.


*Eh, kok malah bahas jualan yura. Kita harus pikirkan ni, apa tujuan meca pada yura* Maisha mengingat kembali pembahasan awal mereka.


*Eelllee, dasar bucin.* maisha menyenggol bahu refan. Mereka pun tertawa.


*Jadi gimana ni, apa kita laporin aja meca ke polisi, atas penganiayaan pada yura* usul maisha.


*Jangan dulu mam, karna buktinya belum kuat. Nanti kalau meca balekkan fakta gimana* ucap refan.


*Iya, kamu benar, meca itu kan licik. Dokter tamara saja sampai mengundurkan diri karna dia*


*dr. Tamara yang pemimpin rumah sakit dulu, sebelum dr. Hendri* tanya refan.


*Iya, padahal dr. Tamara kinerja nya bagus. Tapi karna Meca mengancam akan mencelakai cucu kesayangan dan satu satunya yang masih berusia 5, jadi nya dia mengalah. dan mengindurkan diri, sekarang buka praktek di jalan R* jelas maisha.


*Kok mami ngangkat dr. Hendri jadi pemimpin rumah sakit. Harusnya mami tegas dong, pertahankan dr. Tamara.*

__ADS_1


*Harus nya iya. Tapi mami baru tau setelah dr. Tamara sudah mengundurkan diri, dan dr. Hendri udah di lantik* sesal Maisha.


*Bararti dr. Hendri juga kerja sama dengan Meca*


*Tidak, beliau tak tau apa apa. Karna awalnya beliau juga tak mau jadi pimpinan. Tapi mami paksa karna tidak mungkin kan rumah sakit gak ada yang mimpin. Kamu sibuk di perusahaan. Mami pun udah tua gak sanggup lagi ngurus semuanya*


*Iya juga sih, bisa kacau nanti. Tapi mami kok bisa tau Meca yang merencanakan semua itu* tanya refan lagi.


*Mami tau dari seseorang, yang selalu di tindas meca*


*Siapa* refan penasaran.


*Caca, seorang OB di rumah sakit. Saat itu dia yang lagi ngepel di depan ruangan dr. Tamara. Dan mendengar semua ucapan antara tamara dan Meca waktu itu. Namun dia tak berani mengatakannya pada mami*


*Sampai suatu hari, saat dia terlambat membuatkan meca susu hangat. Meca memarahinya*


*Saat itu mami kebetulan akan ke ruangan meca, untuk membicarakan rencana pembukaan Klinik baru kita yang di kota C, dan mami berniat menjadikan meca sebagai pimpinan disana. Beruntung mami mendengar dan melihat perbuatannya pada OB itu dari balik kaca kecil di pintu.*


*Dan setelah OB itu keluar, mami mengajaknya bicara, di situlah dia bercerita semuanya. Namun nasi sudah jadi bubur, tamara sudah tak ada lagi di sana.* Maisha menghembuskan nafasnya kasar.


*Benar benar licik wanita itu, lihat saja nanti setelah aku dapat buktinya, akan ku beri perhitungan dia* geram refan.


*Mami serahkan pada mu. Tapi ingat cari bukti yang kuat. Jangan gegabah* maisha mengingatkan.


*Iya mam, mami tenang saja*


**


Dikamarnya, yura sudah tertidur dengan nyenyak. Padahal Jam tujuh pagi tadi, dia telah mengungumkan akan live malam ini.


Namun karna efek obat rasa nyeri yang dia minum setelah makan malam tadi membuatnya sangat mengantuk.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2