
...Apapun akan aku lakukan untuk bisa dekat denganmu...
...-Ziyan R.A.-...
...************************************...
Beberapa hari ini Nasha berusaha terbiasa dengan kelakuan Ziyan yang absurd, semenjak memutuskan untuk menerima tawaran berteman dari Ziyan laki-laki itu semakin susah untuk dijauhi, dari awal datang kesekolah sampai pulang sekolah kerjaan nya hanya mengekori Nasha kemana-mana, bahkan sekarang kalaupun Nasha menolak di antarkan pulang ia malah mengikuti ojek online yang Nasha tumpangi. Sesekali Nasha kesal tapi entah mengapa ia juga merasa senang, selama ini tidak pernah ada cowok yang memperlakukan nya seperti itu. Ziyan selalu dengan santainya mengungkapkan rasa sukanya terhadap Nasha dan hal itu membuat Nasha bingung tapi di lain sisi juga baper, sekarangpun Nasha sangat bingung dengan perasaan nya sendiri.
Berteman dengan Ziyan juga ternyata membuat Nasha jadi bahan gosip teman-teman nya, bahkan Nasha bukan di kenal karena ia anak baru, tapi karena ia dekat dengan Ziyan, semua orang sekarang membicarakan mereka, semua orang penasaran dengan Nasha, bagaimana ia bisa dekat dengan Ziyan? ada hubungan apa mereka? bisa-bisanya Nasha mengalahkan Diandra? dan gunjingan-gunjingan lain nya yang berusaha tidak Nasha dengar.
"Sha, lo ada hubungan apa sih sama kak Ziyan?" tanya Caca, kala itu mereka sedang makan bersama di kantin, Mia hanya diam, sebenarnya pertanyaan yang sama juga ada di benaknya, pertanyaan Caca terlontar sesaat setelah Ziyan meletakan banana milk kesukaan Nasha di meja mereka dan kemudian pergi.
"Ya.... gak ada hubungan apa-apa, cuma temen" jawab Nasha mencoba terdengar santai, ia tahu suatu saat pasti ada orang yang menanyakan hal ini padanya
"Lo temenan sama kak Ziyan? kok bisa?" tanya Caca lagi
"Emangnya kenapa ga bisa?"
Caca dan Mia saling menatap ketika mendengar pertanyaan itu dari mulut Nasha
"Selama ini kak Ziyan tuh ga mudah temenan sama orang, apalagi adek kelas kaya kita, dia cuma ngobrol atau bergaul sama geng motornya aja" terang Caca sementara Nasha hanya diam
"Sebenernya waktu itu gue gak sengaja nolongin dia pas lagi di keroyok orang" Nasha bicara tanpa menatap teman-teman nya, Mia dan Caca langsung kaget
"Dari situ dia jadi baik banget sama gue, mungkin ngerasa hutang budi kali ya" Nasha tidak berani menceritakan lebih detail
"Sumpah sha, lo berani banget" kata Mia, Caca mengangguk-angguk
"Semua orang gosipin lo tau sha" kata Caca lagi
"Mereka semua penasaran sama lo dan kak Ziyan" terusnya, Nasha juga sebenarnya tahu hal itu tanpa harus di beritahu Caca
"Termasuk Caca juga, kepo banget pengen tau hubungan lo sama kak Ziyan" kata Mia sambil tersenyum mengejek Caca
"Ya wajar aja kan sha, lo kan murid baru di sekolah dan tiba-tiba aja langsung deket sama preman sekolah" Caca sedikit tertawa
"Di sekolah ini kak Ziyan itu cowok yang gak biasa, dia emang ganteng, tapi terlalu misterius, apalagi kak Ziyan juga di gosipin pacaran sama kak Diandra kan, gue sih gak masalah lo deket sama siapa aja sha, yang penting lo bisa jaga diri" Mia mengatakan pendapatnya dengan bijak, Nasha mengangguk dan tersenyum
"Bener sha, couple Diandra Ziyan banyak juga loh fans nya di sekolah ini, lo ati-ati aja" Lanjut Caca, Nasha hanya tersenyum kecil.
Dan bicara soal Diandra, tiba-tiba saja ada perasaan aneh dalam dirinya, walaupun pernah melihat Diandra ia tidak pernah bertegur sapa sama sekali dengan kakak kelasnya yang populer itu, selama ini Diandra adalah gadis yang di gosipkan jadi pacar Ziyan di sekolah, apa iya Ziyan punya pacar? fikir Nasha. Ziyan tidak pernah sekalipun membicarakan gadis lain, kalau di ingat-ingat Ziyan pernah bilang tidak punya pacar, jadi apa hubungan Diandra dengan Ziyan sebenarnya? jujur sekarang Nasha malah kesal dengan fikiran nya, kenapa Nasha harus peduli? kalaupun Ziyan punya pacar atau tidak ia harusnya benar-benar tidak peduli, tapi kenapa hatinya risau? bukankah mereka hanya berteman? sekarang bahkan rasa bakso yang dimakan Nasha di kantin jadi terasa hambar, gadis itu jadi kehilangan selera makan karena memikirkan Ziyan.
__ADS_1
Istirahat jam kedua Nasha memilih bersembunyi di perpustakaan, Ziyan sekarang pasti sedang mencarinya ke atap balkon sekolah atau ke kantin, hari ini Nasha benar-benar tidak mood bertemu Ziyan, Nasha kesal, kenapa Ziyan masih berani mendekati nya sementara di hidupnya ada gadis lain, yaitu Diandra. Nasha mencoba mengalihkan fikiran nya dengan berkeliling mencari buku yang bisa dibacanya dan akhirnya ia menjatuhkan pilihan pada buku ensiklopedia sains, Nasha duduk disalah satu meja di pojokan perpus agar lebih sepi, perpus memang tempat yang tidak banyak di kunjungi oleh siswa-siswi SMU Bina Karya, hanya ada beberapa orang saja disana yang memang mencari buku referensi untuk mengerjakan tugas.
Baru sampai di halaman dua dan tiba-tiba seorang gadis menyapanya
"Hai" gadis itu tersenyum sangat cantik, Nasha mengangkat wajahnya lalu tertegun, gadis itu duduk di hadapan nya sekarang
"H-H-Hai" jawab Nasha kik-kuk
"Lo pasti kaget liat gue ya? kenalin gue Diandra" Diandra menjulurkan tangannya ke hadapan Nasha, Nasha meraih tangan itu dengan ragu
"Nasha" jawabnya singkat
"Lo ga usah bingung gitu, gue temen nya Ziyan juga" Diandra mengatakan nya sambil tertawa menatap wajah bingung Nasha
Teman Ziyan? teman Ziyan juga? kenapa Diandra bicara begitu? apa Ziyan menceritakan pada Diandra kalo ia berteman dengan Nasha sekarang?
"Lo sering kesini?" tanya Diandra
"Ng-gak, gak juga" jawab Nasha menggelengkan kepalanya
"Oh... pantesan gue baru liat lo, kalo gue lumayan sering kesini pas istirahat, maklum lah udah kelas 3" Diandra mulai berbohong, sebenarnya dari sejak istirahat jam pertama Diandra sudah menguntit gerak-gerik Nasha dan juga Ziyan, dan ketika melihat Ziyan tidak ada di sekitar gadis itu Diandra merasa ini adalah kesempatan baginya.
"Beberapa kali gue liat lo sama Ziyan makanya gue berani samperin lo kesini pas liat ada lo" terang Diandra, Nasha hanya mengangguk-angguk kecil
"Ng-nggak kok kak, gak apa-apa"
"Jangan panggil gue kak, panggil nama aja, santai aja lo kan temen Ziyan berarti lo temen gue juga"
Astagaaa, bahkan gayanya saja mirip Ziyan, mereka sama-sama melarang Nasha memanggil dengan panggilan 'kak', perasaan Nasha semakin tidak karuan
"Lo kok bisa sih kenal sama Ziyan, jarang-jarang dia mau deket sama anak baru?"
pertanyaan yang sama datang lagi padanya
"Waktu itu cuma kebetulan kenalan aja" jawab Nasha singkat, Diandra mengangguk-angguk
"Gue liat akhir-akhir ini kalian sering bareng juga sampe-sampe gue sering denger juga anak-anak gosipin kita (Diandra tertawa). Lo pasti ga enak jadi orang ketiga diantara gue sama Ziyan" Diandra mengatakan nya dengan sedikit penekanan tapi tetap terlihat tenang
Orang ketiga? memang sudah sejauh apa hubungan nya dengan Ziyan sampai-sampai ia bilang Nasha sebagai orang ketiga?
"Gue sama Ziyan emang deket banget, wajar sih kalo anak-anak nyangka kita pacaran, bahkan sering nge jodoh-jodohin kita juga" Diandra melanjutkan omongan nya sambil tersenyum
__ADS_1
"Tapi lo gak perlu khawatir, dan ga usah di dengerin juga gosip-gosip anak-anak, mereka emang gitu" lanjutnya, sementara Nasha tidak berkata apa-apa, tangan nya sudah berkeringat karena mengenggam hard cover buku ensiklopedia, ingin rasanya bel masuk kelas segera berbunyi, tidak biasanya Nasha begini tapi berhadapan dengan Diandra seperti ini membuatnya tidak nyaman
"Lo gak usah sungkan sama gue, kalo ada apa-apa lo bisa cerita sama gue, kita bisa kan jadi temen?"
"Temen?"
"Iya, lo kan sekarang udah jadi temen Ziyan dan Ziyan itu cowok yang gue suka"
Deg, jantung Nasha seperti ditembakan sebuah peluru, sekarang Nasha tahu kenapa perasaan nya tidak nyaman di dekat Diandra, gadis itu menyukai Ziyan, gadis yang sangat sempurna itu menyukai Ziyan, entah mengapa tapi Nasha merasa seperti kurcaci sedangkan Diandra adalah putri salju yang cantik, dicerita manapun hanya seorang putri yang cantik yang akan bersanding bersama pangeran tampan, jika gadis itu Diandra maka dirinya sudah kalah telak bahkan sebelum bertanding, inilah mengapa Nasha tidak nyaman, Nasha merasa tidak percaya diri
"Dan gue mau deket sama semua temen nya Ziyan" Lanjut Diandra sambil menggenggam sebelah tangan Nasha
Bel masuk kelas berbunyi, Nasha menarik tangan nya yang di sentuh tangan Diandra
"Saya duluan masuk kelas ya kak" gadis itu langsung bangkit dari duduknya dan meninggalkan perpustakaan, Diandra menatap punggung Nasha dengan tatapan marah, sangat berbeda dengan Diandra yang sangat ramah tadi, di depan perpus Ziyan melihat Nasha yang berjalan sedikit berlari seperti sedang berusaha menghindari seseorang
"Lo disini dari tadi?" tanya Ziyan
Nasha berhenti berjalan lalu melihat Ziyan yang ada di hadapan nya, gadis itu tidak menjawab hanya menatap Ziyan kesal, beberapa detik dan Nasha melangkahkan lagi kaki nya
"Lo marah sama gue?" tanya Ziyan lagi menyamai langkah Nasha
"Nggak"
"Terus kenapa telpon gue ga di angkat?"
"Hp nya di tinggal di kelas"
"Kenapa hp nya di tinggal? gue nyariin lo"
"Emangnya ada apa sih nyariin aku?" kata Nasha dengan nada kesal
"Gue gak bisa ga ngeliat lo, nih pegang dada gue, jantung gue udah kaya mau copot gara-gara nyariin lo" Ziyan meraih tangan Nasha dan menempelkan tangan itu ke dadanya
Nasha berhenti berjalan, menatap Ziyan dengan sangat-sangat kesal dan mengerutkan dahi, tangan nya kasar ia lepaskan dari genggaman Ziyan, lalu Nasha berjalan lagi dengan lebih cepat
"Loh kok marah?"
"JANGAN IKUTIN AKU, AKU MAU KE KELAS" Nasha sedikit berteriak sambil terus berjalan
Ziyan terdiam di tempatnya melihat Nasha semakin menjauh, baru kali ini Ziyan melihat Nasha seperti itu.
__ADS_1
❣️