
...Biarkan aku menatap mu sepuasnya, aku tidak tahu bisakah aku bertahan tanpa melihatmu sedetik saja...
...-Ziyan R.A.-...
...**************************************...
Ziyan dan Nasha sekarang sedang membelah kemacetan Jakarta, sepanjang perjalan Nasha terus bertanya soal nasib Arvi dan Ken yang mereka tinggalkan di parkiran pantai Ancol, hal itu sebenarnya membuat Ziyan sedikit kesal, ia benar-benar tidak suka jika Nasha memperhatikan cowok lain walaupun itu hanya Arvi dan Ken yang merupakan sahabat dekatnya.
Sekarang hanya tinggal 5 menit dan mereka akan sampai di depan rumah Nasha, hanya sekitar 10 meter lagi menuju gerbang rumah dan Nasha meminta Ziyan menghetikan mobilnya
"Stop, stop disini aja" kata Nasha sambil reflect memegang tangan Ziyan yang sedang menyetir
"Loh? gerbang rumah lo masih jauh" kata Ziyan bingung
"Sampe sini aja"
"Kenapa? takut di marahin bu Lasmi?"
"Ngga, bukan, papa lagi ada di rumah" jawab Nasha sambil membereskan barang bawaan nya dari mobil Ziyan
"Ya bagus dong, gue bisa kenalan"
"Masalahnya ini udah malem dan aku ga pernah ngenalin cowok sama papa apalagi bawa cowok ke rumah"
"Jadi maksud lo sekarang kita backstreet?"
Nasha tertawa geli mendengar nya, memang siapa yang backstreet mereka saja tidak pacaran, fikir Nasha
"Apanya yang backstreet? emang siapa yang mau jadi pacar kamu?" Nasha tertawa cerah, sementara Ziyan sekarang cemberut karena Nasha masih tidak mau jadi pacarnya
"Banyak yang mau jadi pacar gue" seru Ziyan kesal sekaligus senang melihat senyum Nasha, ia senang bisa membuat gadis itu tertawa
"Liatin aja, sebentar lagi lo juga bakal mau jadi pacar gue" lanjutnya sambil masih cemberut
Nasha mengangguk-angguk sambil tersenyum
"Masa?" tanya Nasha jahil, sengaja ingin membuat Ziyan tambah kesal
"Udah ah, aku pulang ya" Nasha membawa ransel dan hendak membuka pintu mobil Ziyan tapi cowok itu malah sengaja mengunci semua pintu mobil lewat tombol kunci otomatis yang ada di sebelah tangan kanan nya
"Ziiii, buka dong! ini udah malem" seru Nasha lembut sambil membalikan tubuhnya lagi menghadap Ziyan
Sekarang Ziyan menatap Nasha sangat dalam, sengaja mengunci Nasha disana dan kemudian wajahnya ia dekatkan ke wajah Nasha yang membuat gadis itu reflect sedikit menjauh
"Mau ngapain?" tanya Nasha sedikit tegang
"Lo takut ya?" Ziyan masih menatap Nasha sambil tersenyum jahil dan Nasha menggelengkan kepalanya berpura-pura berani
"Biarin gue liatin lo sampe puas dulu, besok-besok gue ga bakal ketemu sama lo" Ziyan bicara serius sambil masih menatap Nasha memanfaatkan sisa waktu mereka yang tersisa, jika boleh memilih Ziyan sebenarnya ingin ikut saja ke rumah Nasha dan diam berlama-lama disana menemani Nasha yang sedang di skors atau pilihan lain adalah membawa gadis itu lari ketempat nya dan mereka bisa berlama-lama menghabiskan waktu berdua, tapi itu tidak mungkin
Sementara sekarang ini jantung Nasha rasanya hampir copot mendapat tatapan intens dari sepasang mata yang begitu indah, pipinya merona merah mendengar kata-kata Ziyan, mereka hanya berdua didalam mobil yang terkunci, Nasha tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya saat ini ia hanya merasa begitu tegang, biasanya Nasha tidak suka perasaan khawatir, tegang, atau gugup seperti itu tapi bersama Ziyan hal itu jadi sangat menyenangkan
__ADS_1
"Ini udah malem, aku harus pulang" Nasha memalingkan matanya ke arah lain tidak ingin Ziyan menemukan rasa gugup nya, dan cowok nakal itu malah tersenyum simpul melihatnya, sekarang tangan cowok itu mengelus rambut Nasha dan sukses membuat gadis itu semakin melayang karena sikapnya
"Iyaaa, gue bukain" kata Ziyan yang kemudian membuka kunci otomatis mobilnya, Nasha kemudian keluar dari mobil Ziyan dan lewat jendela mobil gadis itu melambaikan tangan
"Udah sana pulang, awas ya kalo besok bolos sekolah lagi" Nasha bicara lewat jendela mobil yang kacanya terbuka, Ziyan tersenyum mendengar kata-kata Nasha
"Biarin aja, besok gue mau nerobos rumah lo" kata Ziyan sambil memasang wajah pura-pura serius
"Ngaco" Nasha tertawa mendengarnya dan kemudian gadis itu berjalan sendiri menuju gerbang rumah nya yang sudah dekat
Ziyan masih diam disana, melihat Nasha dari dalam mobil, memastikan gadis itu masuk ke rumahnya dengan aman.
Nasha masuk kedalam rumahnya yang kemudian langsung dihampiri bu Lasmi
"Non kemana aja?" tanya bu Lasmi sedikit berbisik
"Bapak nelponin non dari tadi loh, kok ga di angkat?" Nasha sebenarnya tau ayahnya menelpon sejak sore tapi Nasha memang sengaja tidak mengangkat nya karena ia bingung harus berkata apa pada ayahnya, gadis itu menunduk tidak berani menatap mata bu Lasmi
"Maafin aku ya bu" Nasha terdengar sangat menyesal
"Bapak nungguin non di ruang tamu" kata bu Lasmi sambil menunjuk ke arah ruang tamu dengan matanya, Nasha kemudian berjalan menuju ruang tamu
Nasha tidak bisa lari lagi, mungkin tadi siang Nasha masih bisa lari dan bersembunyi dengan Ziyan dari ayahnya tapi kesenangan bersama Ziyan hanya sesaat dan akhirnya ia harus menghadapi ayahnya, Nasha harus menjelaskan kenapa ia pulang selarut ini dan di skors dari sekolah
Nasha melihat ayahnya duduk di sofa yang menghadap ke TV layar datar, pria paruh baya yang masih tampan di usianya itu sedang memindahkan chanel tv dengan remote yang di pegang nya
"Udah pulang sha" katanya santai, tidak terdengar ataupun terlihat marah
"Dari mana aja jam segini baru pulang?"
"Aku, aku habis keliling-keliling aja pah"
"Kelilingi? tumben banget, biasanya kamu pulang sekolah langsung pulang" papa nya terdengar penasaran
Nasha diam tidak meneruskan bicaranya
"Papah tadi siang dapet telpon dari wali kelas kamu"
Nasha tidak kaget mendengarnya, gadis itu malah semakin menunduk merasa bersalah
"Papah udah tahu?"
Ayahnya hanya mengangguk sekali sambil menatap Nasha sekarang "tadi wali kelas kamu udah cerita semua kejadian nya kenapa kamu sampe di skors"
"Tapi aku gak ngelakuin itu pah" dengan yakin Nasha menatap ayahnya sekarang, dan hal itu membuat ayahnya tersenyum
"Papah tau nak, kamu pikir papah ga kenal anak papah?"
Nasha tertegun menatap ayahnya, perasaan nya senang karena ayahnya percaya padanya, kemudian Nasha menceritakan semua kejadian nya secara detil dan ayahnya mendengarkan penjelasan Nasha dengan baik
"Jadi setelah di skors kamu bingung harus ngejelasin apa sama papah?"
__ADS_1
Nasha mengangguk dan menunduk lagi
"Biasanya Nasha yang papah kenal ga gitu deh, seorang Nasha pasti berani ngadepin apapun permasalahan nya dan ga pernah kabur"
"Aku ga kabur pah, aku cuma butuh waktu sama udara segar. Papa marah ya?"
"Nggaaa, papah cuma khawatir abisnya kamu ga mau angkat telepon, bu Lasmi udah 'riweuh' aja mau nelpon polisi katanya"
Nasha tertawa mendengar hal yang tidak aneh itu, dan ayahnya senang karena Nasha tidak terlihat sedih lagi
"Ini Jakarta pah, jam segini masih rame diluar papah ga usah khawatir"
"Oooh... sekarang anak papa udah jadi orang Jakarta ya"
Dan kemudian mereka berdua tertawa bersama
"Selamat ya sha"
"Papah ngejek aku nih, aku di skors malah di selametin"
"Iyalah, selamat karena sekarang kamu udah jadi remaja normal"
Nasha mengerutkan dahi mendengar kata-kata ayahnya "emangnya selama ini aku gak normal?" tanya Nasha sambil tersenyum
"Ya abis kamu ga pernah bikin salah sih, kamu terlalu baik dan malah bikin papa khawatir tau gak, takut kamu malah jadi orang aneh"
"Ikh papah" Nasha mencubit pinggang ayahnya dan kemudian mereka berdua tertawa lagi, Nasha sangat senang karena ayahnya percaya padanya dan begitupun dengan Ziyan, dua orang pria paling berarti dalam hidupnya saat ini begitu mempercayai juga menyayanginya dan hal itu membuat Nasha sangat bersyukur
Ini adalah pengalaman pertamanya di skors tapi rasanya malah sangat menyenangkan, Nasha harus berterimakasih pada orang-orang yang menjahatinya hari ini, berkat mereka Nasha bisa menyadari ada orang-orang di dekatnya yang begitu berharga dan memberikan nya begitu banyak kasih sayang dan cinta.
Nasha menjalani skors nya selama 3 hari dirumah, tidak banyak yang dilakukan nya, ia hanya belajar dan pergi ke tempat bimbel, Mia dan Caca rutin mengirimi nya pesan tentang pelajaran dan PR-PR yang harus di kerjakan, selain itu Nasha juga menyibukan diri dengan melukis karena pameran sekolah tinggal sebentar lagi dan Nasha ingin menyumbangkan sedikit usahanya untuk club melukis, Nasha sebenarnya merasa bersalah pada teman-teman nya di club lukis juga pada kak Arman, ia sudah memaksa Ziyan dan teman-teman nya untuk ikut pameran dan sekarang mereka pasti sedang sibuk menyiapkan perintilan-perintilan yang harus dilakukan untuk pameran itu, sementara Nasha malah tidak bisa membantu karena ia di skors.
Yang selalu jadi penyemangat Nasha adalah pesan-pesan atau telpon dari Ziyan yang setiap hari merajuk mengatakan bahwa pria itu sudah tidak tahan ingin melihatnya dan bertemu dengan nya, kalau saja Nasha tidak sedang jatuh cinta pada pria itu pasti Nasha sudah mual dengan sikap lebay Ziyan, tapi sekarang ia malah senang diperlakukan seperti itu, Nasha merasa bodoh pada dirinya sendiri yang kini jadi berubah, tapi Nasha tidak bisa mengendalikan perasaan nya, Ziyan membuatnya begitu bahagia.
Begitupun hari ini Ziyan bersikukuh untuk menjemput Nasha pulang dari tempat bimbel nya, dan sekarang gadis itu sedang tersenyum membaca pesan Ziyan di handphone nya, cowok itu bilang sudah ada di parkiran bimbingan belajar dan menunggunya, Nasha sekarang benar-benar seperti remaja tanggung yang sedang jatuh cinta, ia buru-buru membereskan barang-barang nya dan berlari keluar.
Senyum merekah Nasha tiba-tiba luntur ketika Nasha tidak menemukan Ziyan disana, mata Nasha sekarang berkeliling melihat sekitar mencari dimana cowok itu
"Kangen ya?" Ziyan berbisik ketelinga Nasha dari belakang, wajah Nasha cepat menoleh ke arah suara, senyumnya kembali merekah melihat Ziyan disana, begitupun senyum Ziyan yang sangat senang melihat gadisnya setelah dua hari mereka tidak bertemu
"Sini peluk!" Ziyan merentangkan kedua tangan nya yang ingin memeluk Nasha dan buru-buru di tolak gadis itu sambil tertawa
"Ini tempat umum" Nasha menjauhkan tubuhnya dari Ziyan dan membawa turun tangan panjang Ziyan yang hampir memeluknya
"Kalo ga di tempat umum berarti boleh?" Ziyan tersenyum jahil
"Apa siiiiih" Nasha menyipitkan matanya tanda tidak setuju dengan kata-kata itu
"Makan dulu yu! gue lapeeeer" Ziyan membujuk dengan mengandalkan wajah puppy face nya yang tampan dan kemudian Ziyan menggenggam tangan Nasha membawanya ke parkiran, hari ini Ziyan membawa mobil lagi, ia tau Nasha kurang nyaman duduk di motor sport nya, sekarang entah apa yang mereka bicarakan, Nasha dan Ziyan sudah berada di parkiran sambil tertawa-tawa, Ziyan membukakan pintu mobil untuk Nasha, melindungi kepala Nasha saat gadis itu masuk kedalam mobilnya, dan buru-buru menuju pintu disebelahnya untuk masuk kedalam mobil seperti tidak bisa berlama-lama jauh dari gadisnya, dan mereka berdua pergi dengan mobil Ziyan meninggalkan bimbingan belajar.
❣️
__ADS_1