Dosa Cinta

Dosa Cinta
MENGHILANG


__ADS_3

...Tidak ada satupun cara yang bisa menolongku untuk melupakanmu...


...-Ziyan R.A.-...


...************************************...


Braaakkkkk! Ken yang sedang santai bermain PS di kamarnya kaget mendengar suara pintu yang dibuka sangat kasar.


"Kaget b*go!" teriak Ken sambil melemparkan bantal ke muka Ziyan yang tiba-tiba masuk ke kamarnya, menerima lemparan bantal ke wajahnya Ziyan sedikit kesakitan karena babak belur di wajah Ziyan belum sepenuhnya pulih.


Cowok itu melemparkan tubuhnya ke kasur Ken yang sangat empuk


"Kemana aja lo kemaren? nih liat gara-gara kelakuan lo wajah ganteng gue jadi ancur nih" kata Ken sambil memperlihatkan lecet di ujung mulut dan di hidung nya, sebenarnya luka yang di alami Ken jauh lebih ringan dari pada luka-luka yang dialami Ziyan, Ziyan tidak menjawab dan hanya menutup matanya sambil mendengarkan ocehan sahabatnya itu.


"Nyokap lo nelpon gue berkali-kali tuh, khawatir dia nyariin lo" Ken mulai melanjutkan lagi bermain PS dan membiarkan Ziyan berbaring di tempat tidurnya


"Udah gue telpon kok, lo ga angkat telpon nyokap gue?"


"Bingung gue mau jawab apa"


"Baguslah" Ziyan bersyukur Ken tidak mengangkat telpon dari ibu nya


Ziyan juga takut sahabat bloon nya itu keceplosan bilang Ziyan tidak sedang bersamanya sementara kemarin malam Ziyan berbohong menginap di rumah Ken.


"Heh, b*go! gue udah bilang ke lo berkali-kali udah lo ga usah lagi ngurusin urusan nya Diandra sama Alex, lo bilang ga ada perasaan apa-apa sama tuh cewek"


Ken mem-pause game yang sedang dimainkan nya dan mulai bicara sedikit serius.


"Ya emang gak ada perasaan apa-apa" jawab Ziyan polos


"Kalo gitu jangan urusin urusan tuh cewek lagi, lagian mau dia dipukulin cowoknya itu kan bukan urusan lo, ga liat apa lo Diandra sekarang kaya nya malah ngarep sama lo" suruh Ken sedikit marah, Ziyan tidak menjawab.


Diandra Alexa Salsabila, cewek paling populer, paling cantik dan kaya raya di SMU Bina Karya, bahkan kecantikan Diandra ini terkenal sampai ke SMU-SMU lain di Jakarta, dia memiliki pacar bernama Alex ketua geng motor paling kejam dan ditakuti geng lain nya, pengikut Alex lumayan banyak, tentu saja tidak bisa di bandingkan dengan Ziyan yang tidak pernah ikut ke geng manapun.

__ADS_1


Awalnya Ziyan, Ken dan beberapa teman dekatnya di SMU Bina Karya hanya ingin coba-coba ikutan balapan liar dan sebenarnya tidak pernah penasaran untuk ikut geng motor, tapi ternyata kemampuan Ziyan balapan menarik perhatian beberapa orang dan ketua-ketua geng motor lain, dan mereka selalu membujuknya untuk bergabung dengan geng mereka, tapi sampai saat ini Ziyan masih kukuh dengan pendirian nya, Ziyan hanya ingin bersenang-senang itu saja.


Sementara di sekolah tidak semua orang tahu tentang Alex mungkin hanya beberapa saja yang pergaulan nya cukup liar seperti Ziyan dan teman-teman dekatnya, Diandra juga tidak pernah memberitahu siapapun di sekolah kalau ia pacar seorang ketua geng motor, gadis itu benar-benar menjaga image dan harga dirinya di sekolah.


Suatu hari Diandra hadir di tempat balapan bersama Alex dan geng nya, awalnya Ziyan tidak tahu kalau Diandra satu sekolah dengan nya, Ziyan si berandalan memang tidak pernah penasaran dengan wanita, termasuk dengan Diandra yang merupakan gadis populer di sekolah.


Sampai puncaknya tidak di sangka-sangka Ziyan mengalahkan Alex saat balapan liar, dan hal itu membuat Alex sangat kesal, di hadapan semua orang yang ada di tempat itu Alex melampiaskan kekesalan nya dengan menampar wajah Diandra yang cantik, gadis lemah itu tersungkur menerima tamparan dari kekasihnya dan ia jatuh ke badan jalan.


Semua orang di tempat itu hanya bisa diam dan tidak ada yang berani melawan Alex atau menolong Diandra, sementara Ziyan malah refleks mengambil balok kayu dan memukul kepala Alex sampai bocor dan mengeluarkan banyak darah, kejadian ini sudah berlangsung 6 bulan yang lalu. Sejak saat itu Ziyan menjadi musuh Alex dan semua pengikut Alex selalu berusaha mengejarnya untuk membalaskan dendam.


Lain hal nya dengan Ziyan, Diandra kenal betul siapa Ziyan, berandalan paling tampan di sekolahnya, sejak Ziyan menolongnya dari kekerasan yang dilakukan Alex, Diandra mulai berusaha mendekati Ziyan, ia seperti menemukan malaikat penolong dengan bertemu dengan Ziyan.


Diandra sangat senang Ziyan membelanya, dan sampai kemarin Ziyan masih menyelamatkan nya dari Alex si cowok brengsek, gadis mana yang tidak senang dilindungi seperti itu? difikiran Diandra Ziyan menyimpan hati padanya, bagaimana tidak Ziyan selalu membela dan menyelamatkan nya dari Alex, gadis itu juga mulai terlihat ingin memiliki Ziyan.


Bersama Ziyan, Diandra merasa sangat aman. Dan rumor bahwa Ziyan dan Diandra adalah pasangan kekasih mulai merebak di SMU Bina Karya, Diandra sangat senang dengan hal itu karena Ziyan juga tidak pernah memberikan klarifikasi apa-apa dan bersikap cuek menjadi bahan gosip dengan Diandra, sebetulnya Ziyan hanya tidak peduli dengan apa yang orang lain fikirkan atau katakan tapi Diandra menganggapnya sebagai hal yang berbeda. Disekolah hanya teman-teman dekat Ziyan saja seperti Ken yang tahu kebenaran tentang Ziyan, Alex, dan Diandra.


"Diem aje kan lo kalo udah ngebahas soal ini, lo emang kagak ada mikirin temen lu, nih gue, Arvi sama anak-anak yang lain ikut jadi korban gara-gara kelakuan lo, kesel gue" Ken mengungkapkan kekesalan nya pada Ziyan


"Lo kayanya emang seneng juga sih nge PHP in si diandra"


"B*ngsat lu emang, pura-pura bego lagi" seru Ken bertambah kesal karena Ziyan membela dirinya.


"Ngomong-ngomong kemaren ngumpet dimana lo bisa lolos dari kejaran anak buahnya Alex?" tanya Ziyan, Ken menatapnya tajam dengan sorot mata yang sangat kesal


"Ditempat yang ga akan bisa lo bayangkan" jawab Ken dengan kesal


"Lo ga nyuksruk ke got kan?" tanya Ziyan asal.


Ken langsung melotot melihat wajah Ziyan, dari mana Ziyan bisa tahu kalau tadi malam dia nyuksruk kedalam got, dan luka yang ada di ujung bibir dan hidung nya bukan karena di pukuli tapi karena jatuh ke got, "apa?" tanya Ziyan membalas menatap Ken "lo beneran jatoh ke got?" tanya Ziyan lagi sambil menahan senyum


"Gara-gara lo b*go gue harus mandi pake sabun sekilo, brngsk lu!"


seketika Ziyan tertawa terbahak mendengar jawaban Ken, ia tidak bisa menahan tawa nya lagi padahal wajahnya masih sakit

__ADS_1


"Harusnya lo berterimakasih sama itu got, gara-gara nyuksruk lo kan jadi ga ketangkep" kata Ziyan sambil terbahak


"Kapok gue bergaul sama lo" suara Ken terdengar sangat kesal


"Tapi anak-anak yang lain aman kan?" tanya Ziyan lagi


"Mereka semua berhasil kabur, gue yang paling apes gara-gara bawa motor lu, semua anak buahnya Alex ngejar gue" terang Ken


Ziyan mulai memelankan tawanya walaupun ia masih merasa wajah Ken sekarang sangat lucu.


"Tapi gimana ceritanya lo bisa pergi ke rumah sakit?" tanya Ken


Ia melihat luka di kepala dan tangan Ziyan yang sudah di perban rapi dan lebam di wajahnya yang sudah kempes hanya menyisakan warna biru dan merah. Ziyan melihat perban yang ada di tangan nya.


"Gue ga kerumah sakit" jawab Ziyan sambil menatap perban itu " ada cewek yang nolongin gue" kata Ziyan dengan senyum mengembangnya yang nakal.


Ken yang mendengarnya bertambah kesal "a*jing ya lo emang, gue celaka gara-gara lo dan lo malah enak-enak sama cewek" kata Ken sambil refleks menjambak rambut Ziyan, dan Ziyan malah tertawa-tawa saja puas dengan reaksi Ken yang terbakar emosi.


Hari itu Ziyan dan Ken memang bolos dari sekolah, Ziyan tidak bisa masuk kesekolah dengan muka babak belur seperti itu, ibu Ziyan hanya bisa mendapat laporan kalau anaknya bolos lagi, Ziyan juga hanya sesekali menjawab telpon dari ibu nya dan terus bersembunyi di rumah Ken.


Ziyan tidak bisa pulang, ibunya akan lebih sedih melihat Ziyan babak belur dari pada mendengar nya bolos sekolah, harusnya ibu Ziyan sudah mati rasa mendengar kenakalan anaknya itu. Setelah selesai adu argumen dan main PS dengan Ken, Ziyan pergi ke toilet di kamar Ken dan menggati pakaian nya dengan salah satu kaos mahal milik Ken, Ziyan sengaja memilih yang paling bagus sementara Ken sudah tidak peduli dengan apa yang dilakukan Ziyan, teman nya itu bebas melakukan apapun di kamarnya.


Didalam toilet Ziyan melihat wajahnya yang berwarna warni karena pukulan anak-anak buah Alex, walaupun demikian tubuh Ziyan yang tadi pagi terasa di tindih gajah mulai terasa ringan karena sebelum ke rumah Ken bu Lasmi menyuruhnya meminum obat pereda sakit semacam analgesik.


Bu Lasmi juga menyuruh Ziyan membawa beberapa obat-obatan dan salep untuk mengempeskan luka lebam nya, kata bu Lasmi obat-obatan itu dari Nasha. Ziyan merogoh saku jaket nya dan menemukan obat-obat itu disana, Ziyan hanya menatap obat itu dan mengingat wajah gadis yang menyelamatkan nya.


Dan seterusnya Ziyan masih terus saja bersembunyi di rumah Ken, ibunya berkali-kali mencoba menelpon dan menyuruhnya untuk pulang tapi Ziyan selalu punya alasan dan akhirnya hari demi hari berlalu semenjak kejadian pengeroyokan dan luka lebam ditubuhnya nyaris sudah tidak ada, ia berangsur sehat dan hanya tersisa luka lecet di wajah dan tangan.


Hari ini hampir 5 hari Nasha tidak melihat Ziyan di sekolah, cowok itu seakan-akan menghilang, tidak ada yang tahu dia kemana, sebetulnya Nasha juga tidak terlalu penasaran, dia tahu Ziyan pasti harus cukup banyak istirahat untuk menyembukan luka-luka akibat pengeroyokan waktu itu.


Hari-hari Nasha selalu seperti biasanya, normal, aman, tenang, ia menghabiskan minggu dengan pergi ke tempat bimbel untuk belajar, ikut ekskul lukis dan sisanya hanya menghabiskan waktu dirumah, sesekali Nasha membantu pekerjaan bu Lasmi, walaupun bu Lasmi adalah pembantu rumah tangga tapi sejak SMP Nasha selalu mencuci pakaian dan bekas makan nya sendiri, membereskan kamarnya sendiri bahkan biasanya mengantar bu Lasmi pergi ke pasar untuk berbelanja, begitulah Nasha dan hidupnya yang datar.


Sore itu sepulang sekolah Nasha membatu bu Lasmi mengangkat jemuran yang ada di balkon rumah, disana Nasha melihat bu Lasmi sudah mencuci selimut yang digunakan Ziyan saat menginap di rumahnya, Nasha tiba-tiba jadi membayangkan kalau ayahnya tidak pergi keluar kota selama dua minggu untuk urusan pekerjaan akan jadi seperti apa ceritanya dan Ziyan, apa ayahnya akan mengizinkan Nasha membawa laki-laki menginap di rumahnya, Nasha hanya menghela nafas lalu tersenyum dan ia menyelesaikan tugas mengangkat jemuran.

__ADS_1


❣️


__ADS_2