Dosa Cinta

Dosa Cinta
BERHARGA


__ADS_3

...Karena jika semua orang tau bagaimana kamu sesungguhnya, mereka akan jatuh cinta padamu, seperti aku...


...-Ziyan R.A.-...


...*************************************...


Nasha berdiri di depan gerbang sekolah melihat situasi disana masih sedikit sepi karena anak-anak SMU Bina Karya belum waktunya pulang sekolah, ada beberapa ojek pengkolan yang mangkal di dekat gerbang dan seharusnya Nasha sekarang memesan ojek online untuk pulang ke rumah, tapi gadis itu tidak melakukan nya, ia hanya berdiri disana seperti tengah melamun memikirkan harus kemana ia sekarang.


Selama hidup ini adalah pengalaman pertamanya di skors, rasanya sangat aneh menemukan dirinya sekarang harus pulang ke rumah sebelum waktunya pulang sekolah, belum lagi sudah sejak tempo hari ayahnya ada di rumah, apa yang harus dikatakan Nasha pada ayahnya, akhirnya gadis malang itu memutuskan untuk berjalan ke halte bus yang berjarak sekitar 300 meter dari sekolah. Nasha duduk sendiri di halte bus itu, entah menunggu bus datang atau hanya ingin diam saja disana, Nasha belum terlalu paham dengan rute bus di Jakarta sebenarnya, Nasha mengecek rute halte bus dengan handphone nya.


Gadis itu sekarang menunduk menatap handphone yang di genggam nya sampai tiba-tiba sepasang sepatu terlihat dan seseorang berdiri di hadapan nya, Nasha mengangkat wajahnya dan menemukan Ziyan disana, cowok itu tersenyum sangat tampan seperti baru pertama kali bertemu Nasha. Dan Nasha malah terlihat bingung menatap Ziyan tidak percaya.


"Ngapain kesini?"


"Sekolah jadi gak asik karena gak ada lo"


"Kamu kabur dari sekolah?"


Ziyan sekarang duduk di sebelah Nasha dengan santainya


"Iya" katanya enteng, dan Nasha menghela nafas berat


"Perasaan kemarin-kemarin ada yang bilang sama aku mau jadi anak baik-baik deh"


"Gak jadi ah, soalnya gue bandel aja lo tetep suka sama gue kan?"


Nasha mengerutkan dahi mendengarnya dan Ziyan malah tersenyum puas


"Udah sana balik lagi kesekolah"


"Gak, tadi lo bilang mau langsung pulang, terus ngapain kesini?"


"Ya ini kan mau pulang, tapi mau nyoba pake bis" Nasha menunduk menatap hp nya lagi, Ziyan seperti tau kalau Nasha sekarang sedang mengulur waktu agar tidak langsung pulang kerumah


"Mending kita jalan-jalan aja yu"


"Aku kan lagi di skors, masa malah jalan-jalan"


"Ya justru karena lo lagi skors, kalo lagi sekolah kan susah harus nunggu weekend"


Nasha malah tertegun menatap Ziyan, bagaimana bisa Ziyan malah memanfaatkan situasi saat Nasha di skors

__ADS_1


"Lo mau kemana? ke mall?"


Nasha menggeleng


"Nonton? makan? belanja?"


Nasha masih menggelengkan kepalanya


"Terus kemana dong? ke galeri seni lagi?" tanya Ziyan lagi masih berusaha menawarkan


"Di Bandung gak ada pantai sih" seru Nasha tiba-tiba seperti memberi kode


"Lo mau ke pantai?"


"Di Jakarta banyak pantai kan?"


"Ada sih, tapi lumayan jauh dan mobil gue ada di sekolah"


"Oohh... gitu ya" jawab Nasha terdengar sedikit kecewa


"Lo gak apa-apa kalo naik bis?"


Nasha mengangguk cepat sambil tersenyum manis


Karena belum waktunya jam pulang sekolah atau pulang kantor bus yang di tumpangi Nasha dan Ziyan tidak terlalu penuh dan mereka dapat tempat duduk yang cukup nyaman, ternyata untuk sampai ke pantai Nasha dan Ziyan harus sampai dua kali naik bus, tapi itu tidak jadi masalah bagi Nasha, gadis itu terlihat sangat senang dan menikmati perjalanan nya dan hal itu membuat Ziyan juga jadi senang


"Beneran jauh ya" seru Nasha sambil tersenyum saat bus kedua mereka sudah melaju dari halte berikutnya


"Gue kan udah bilang" Ziyan bicara sambil mengetik pesan di handphone nya, Ziyan sedang mengirim pesan kepada Ken untuk menyuruh anak itu membawa mobil dan tas Ziyan yang ada di sekolah dan mengantarkan nya ke pantai yang sedang dituju Nasha dan Ziyan, rencana nya Ziyan akan mengantarkan Nasha pulang dengan mobilnya karena jika harus pulang dengan bus lagi mereka akan sampai tengah malam, saat ini Ziyan hanya membawa handphone dan dompetnya saja yang ada di saku celana seragam, sementara barang-barang lain ditinggalkan di sekolah, maklum namanya juga kabur, tidak mungkin Ziyan kabur dari sekolah sambil membawa semua barangnya, kemudian pandangan nya beralih menatap Nasha yang sekarang sedang melihat keluar jendela


"Lo masih sedih?" tanya Ziyan dan Nasha berbalik menatap Ziyan


"Waktu pak Dirman manggil aku ke BK sebenernya aku agak takut tapi gak tahu kenapa aku ga kaget pas pak Dirman bilang ada orang yang ngelaporin aku ngedorong kak Diandra, pas kak Diandra jatoh dari tangga semua orang emang langsung ngeliat aku kaya aku ini alien jahat" Nasha bicara sambil tersenyum kecil sekarang hatinya malah seperti ingin mentertawakan situasi


"Pantes aja mereka ngelaporin aku, mereka gak suka sama aku" senyum Nasha malah semakin lebar padahal gadis itu sedang mengatakan hal yang miris


"Dan entah kenapa aku gak sedih sih ada orang yang benci aku, semua orang berhak buat benci atau suka sama siapapun, dan kita gak bisa buat semua orang suka sama kita, tadi aku cuma bingung harus kemana pas keluar dari gerbang sekolah" terang Nasha dengan perasaan yang tenang, tanpa rasa sedih, benci atau kesal, sementara Ziyan menatapnya semakin dalam, membuat Nasha jadi berdebar sebenarnya


"Mereka gak suka sama lo karena mereka ga tahu kaya apa lo sebenernya" Ziyan bicara sambil terus menatapnya Nasha


"Tapi gue seneng sih mereka ga kenal lo" terusnya dan sekarang Ziyan tersenyum

__ADS_1


"Maksudnya kamu seneng aku dijahatin?" tanya Nasha, dan Ziyan tersenyum simpul mendengarnya


"Bukan gitu, kalo mereka tahu gimana lo yang sebenernya, mereka bakal jatuh cinta sama lo. Kaya gue" Ziyan bicara serius sambil masih menatap gadis disampingnya itu dan sekarang benar-benar berhasil membuat Nasha salah tingkah, pipinya memerah dan terasa panas


"Gombal" kata Nasha mengalihkan pandangan nya, Ziyan terkekeh melihat Nasha yang terlihat malu


"Tapi seneng kan?" tanya Ziyan jahil dan Nasha memegang pipinya yang terasa panas dengan kedua tangan sambil tersenyum malu-malu, mereka berdua tertawa sekarang.


Nasha dan Ziyan sampai di pantai ancol, hanya tinggal dua jam lagi dan sepertinya matahari akan tenggelam, Nasha fikir mereka akan melihat matahari tenggelam di pantai itu tapi ternyata Ziyan mengajaknya menaiki sebuah perahu untuk menyebrang ke pulau seribu, Ziyan memilih perahu yang menuju ke pulau Tidung alasan nya karena pulau itu yang aksesnya paling mudah, pantainya bersih dan indah, juga disana tempat yang cukup aman karena pulau itu sudah ada penduduknya


Disana Nasha dan Ziyan berjalan menyusuri pantai dan jembatan yang menghubungkan pulau tidung besar dan pulau Tidung kecil, nama jembatan nya adalah jembatan cinta, Nasha terlihat sangat damai, angin pantai bertiup sangat sejuk karena cuaca sudah tidak terlalu panas dan awan sudah berubah menjadi senja berwarna jingga yang sangat indah



Nasha dan Ziyan juga memutuskan untuk makan disalah satu tempat makan yang lokasinya tidak jauh dari pantai, mereka memesan sea food yang lumayan banyak untuk dimakan berdua, kalau dilihat-lihat sekarang Ziyan dan Nasha seperti sedang candle light dinner, mereka banyak mengobrol dan tertawa, keduanya benar-benar menikmati perjalanan mereka, bagi Ziyan senyum Nasha adalah hal paling berharga untuknya saat ini, keputusan kabur dari sekolah adalah keputusan paling tepat yang diambilnya menurut Ziyan.


Handphone Ziyan sudah berbunyi sejak setengah jam yang lalu, ternyata Ken dan Arvi sudah satu jam menunggu mereka di parkiran pantai Ancol dan hal itu tidak di pedulikan Ziyan, Ziyan tidak ingin moment kebersamaan nya dengan Nasha di ganggu. Akhirnya Nasha dan Ziyan menemui mereka sekitar pukul delapan malam, Arvi dan Ken memasang wajah kesal saat mereka bertemu


"Maaf ya jadi repot" kata Nasha tidak enak hati dan kasihan melihat Arvi dan Ken


"Gak apa-apa sha, lo gak salah, si b*go ini nih yang gak tau diri" kata Ken sambil kesal menatap Ziyan


"Lo bedua kenapa masih disini?" Ziyan bertanya asal sambil puas mentertawakan sahabat-sahabat nya itu di dalam hati


"Gue buang juga nih kunci mobil lo" kata Ken


"Lempar aja kelaut" tambah Arvi


"Sorry... namanya juga lagi nge date" Ziyan tertawa jahil melihat Ken dan Arvi


"Emang siapa yang nge date?" Nasha tertawa kaku sambil memukul lengan Ziyan, ia malu mendengar Ziyan berkata kalau mereka habis berkencan


"Kita lah" jawab Ziyan tegas dan Nasha hanya menggeleng-geleng meyakinkan Ken dan Arvi kalau mereka tidak sedang berkencan


"Nih bawa aja ATM gue, bebas lo bedua pake apa aja" Ziyan melemparkan black card ketangan Arvi "gue mau nganter cewek gue pulang dulu" katanya sambil menggenggam tangan Nasha


"Kak Ken sama kak Arvi gak ikut sama kita?" tanya Nasha polos


"Biarin aja mereka ma, lo ga usah hawatir" Ziyan sekarang malah menarik Nasha dan membukakan pintu mobil untuk gadis itu, "ta-ta-tapi" Nasha masih tidak enak meninggalkan Ken dan Arvi sementara Ziyan memaksanya masuk kedalam mobil


"Kurang ajar dasar lo, pergi lo sana" Ken hampir menendang Ziyan tapi kaki nya terlalu pendek

__ADS_1


"Liatin aja gue abisin duit lo" kata Arvi, sementara Ziyan sekarang sudah membawa mobilnya bersama Nasha.


❣️


__ADS_2