
...Manusia tidak akan bisa saling memahami jika mereka tidak merasakan penderitaan yang sama...
...-Adinda N.R.-...
...**********************************...
Nasha dan Ziyan melewati hari-hari mereka sebagai pasangan baru dan tidak butuh waktu lama semua orang di sekolah sepertinya sudah tahu kalau Nasha sekarang adalah pacarnya Ziyan, sebenarnya Nasha tidak ingin ada orang yang tahu tentang hubungan mereka tapi apalah daya melihat tingkah Ziyan yang sangat bucin membuat hal itu rasanya tidak mungkin.
Cara Ziyan memperlakukan Nasha sebelum mereka pacaran saja sebenarnya sudah sangat istimewa karena Ziyan tidak pernah sedekat itu dengan wanita sebelumnya, tapi sekarang ini pria itu semakin over protective dan leluasa menunjukan kalau Nasha adalah miliknya, sesekali Nasha sebenarnya sangat risih dengan tingkah Ziyan contohnya saja jika pria itu sudah memegang tangan Nasha di depan orang-orang yang ada di sekolah, hal kecil itu saja bisa membuat perdebatan diantara mereka sebenarnya tapi apalah daya pria itu benar-benar tidak bisa di larang.
Caca dan Mia hanya bisa menertawakan Nasha jika sikap bucin Ziyan sedang kambuh sedangkan Arvi dan Ken hanya bisa melihat jijik dan sebal dengan tingkah sahabatnya yang sangat kampungan itu.
"Anjas mata gue ternoda lagi" gerutu Arvi sebal melihat Ziyan yang memaksa Nasha menyuapinya saat mereka sedang istirahat di kantin
"Jijik anjir" Ken yang sama-sama sebal menoyor kepala Ziyan dengan sengaja
"Sirik aja lu jomblo" Ziyan seperti tidak peduli dengan ejekan teman-teman nya
"Kok bisa sih lo tahan sama dia sha?" tanya Ken pada Nasha dan Nasha hanya menunjukan senyum tipis seperti risih
"Sedih gue liat nasib lo" kata Arvi sambil melirik Nasha
Caca dan Mia hanya bisa tertawa melihat interaksi Ziyan dan kedua teman nya, merekapun sekarang sudah cukup dekat dengan Ziyan, Ken dan Arvi. Image mereka sebagai anak bandel dan geng motor sudah tidak mengerikan lagi di mata Mia dan Caca, mereka semua sudah terbiasa satu sama lain.
Sejak orang-orang tahu Nasha adalah pacar Ziyan sebenarnya posisi Nasha semakin tidak nyaman, walaupun Nasha berusaha tidak mendengarnya tapi tetap saja gosip-gosip miring tentang Nasha semakin banyak, siswi-siswi perempuan yang tidak rela melihat Ziyan pacaran dengan Nasha membuat Nasha terdengar seperti bukan gadis baik-baik, bagaimana mungkin gadis baik-baik bisa berpacaran dengan pria berandalan seperti Ziyan, mereka mengatakan kalau Nasha hanya pura-pura lugu saja. Belum lagi dengan orang-orang yang mendukung hubungan Ziyan dan Diandra, mereka memposisikan Nasha sebagai penyihir jahat yang merebut pangeran dari sang putri.
Kemarahan siswi-siswi itu semakin disulut dengan sikap Ziyan terhadap Nasha, bagaimana cara Ziyan menatap Nasha, menggandeng tangan nya, membukakan pintu mobil, bersikap manja, tersenyum dan tertawa hanya pada satu gadis saja membuat iri semua gadis yang melihatnya.
Kehadiran Ziyan sebenarnya membuat orang-orang itu tidak berani membully Nasha lebih jauh karena mereka tidak berani berurusan dengan Ziyan, tapi tetap saja terkadang omongan netizan rasanya lebih tajam dari pada silet bukan?
Nasha sudah menyadari resiko ini sejak awal sehingga Nasha tidak akan menyesali pilihan nya, ia hanya akan terus berusaha menutup telinga saja ~
Masih di jam istirahat, Nasha masih bersama Ziyan, Ken dan Arvi di kantin sementara Caca dan Mia pergi ke toilet karena Caca sudah tidak tahan ingin buang air kecil.
"Gue sih masih ga habis fikir, kok bisa ya Ziyan lebih milih si Nasha itu dari pada Diandra" terdengar suara seorang gadis yang baru saja masuk ke dalam toilet sedang menggosip tentang Nasha dan Ziyan, Mia yang hendak keluar dari bilik salah satu toilet itu menghentikan langkahnya dan menguping obrolan gadis-gadis itu dari dalam, begitupun Caca yang ada di bilik sebelah.
"Menang Diandra kemana-manalah" sahut seorang gadis lagi
"Kalo Ziyan ga nempel terus tuh cewek udah gue labrak sih, jijik gue liat muka sok lugu nya"
"Gak ngerti gue kenapa Diandra diem aja"
__ADS_1
"Tuh cewek emang licik, lo inget kan dia pernah dorong Diandra dari tangga lantai dua, dia bahaya juga"
"Kalo gue inget kejadian itu rasanya gue pengen lempar tuh cewek dari lantai 5 biar mampus aja sekalian"
"Eh, tapi lo udah denger belum gosip nya? ada orang yang liat dia keluar dari apartment Grand Luxury jam 10 malem sama Ziyan"
"Serius lo? najis tuh cewek"
"Lo tau lah mereka ngapain"
Kedua gadis itu tertawa setelahnya, dan Mia tidak bisa menahan kekesalan nya lagi. Mia keluar dari bilik toilet yang di ikuti Caca dari bilik di sebelahnya.
Byuuuuuuuur satu ember air tiba-tiba menghantam wajah kedua gadis itu
Mia melemparkan ember kosong yang di pegangnya ke lantai, gadis-gadis itu kini basah kuyup dan terlihat sangat kesal.
"An**ng ngapain lo" sulut salah satu gadis itu pada Mia dan Caca
"Air itu buat nyuci mulut lo yang kotor" Mia tidak kalah berteriak
"Jangan dateng doang ke sekolah, sekolahin juga dong mulut lo" Sekarang Caca yang nyolot pada gadis-gadis itu
"Kurang ajar lo" salah satu gadis kemudian maju dan menjabak rambut Mia dengan Kasar, Caca dan gadis yang satunya juga tidak mau kalah, baku hantam antara gadis-gadis itu tentunya tidak bisa dihindari lagi ~
Dari jarak yang tidak jauh terlihat pintu masuk toilet itu di penuhin siswa dan siswi yang sedang menonton, sebagian dari mereka malah tertawa-tawa dan menyemangati gadis-gadis yang sedang bertengkar di dalam sana.
Dari arah berlawanan dengan Nasha dan Ziyan terlihat pak Dirman dan bu Ratna yang setengah berlari menuju toilet untuk membubarkan kerumunan itu.
Nasha sampai di depan kerumunan itu dan melihat dua orang gadis yang di tarik pak Dirman keluar, dua orang lain nya adalah Caca dan Mia serta bu Ratna yang mengikuti pak Dirman ke arah ruang BK.
Nasha nyaris tidak bisa menutup mulutnya saat melihat kondisi Caca dan Mia yang wajah dan rambutnya kusut, ada sedikit lecet di hidung Mia dan di pojok bibir Caca yang sedikit mengeluarkan darah.
Nasha, Ziyan, Ken dan Arvi mengikuti mereka dari belakang. Kerumunan siswa-siswi itu akhirnya bubar dan meninggalkan toilet, teriakan 'huuuuuuu' terdengar menyoraki mereka ketika pa Dirman dan bu Ratna membawa mereka keluar dari dalam toilet, sepertinya kerumunan itu lebih suka melihat Mia, Caca dan dua gadis itu tetap berkelahi~
Sudah hampir jam masuk kelas tapi Mia dan Caca masih di sidang pak Dirman di ruang BK, Nasha dan Ziyan menunggu mereka keluar dari ruang BK dan terlihat wajah Nasha yang terlihat khawatir
"Tenang Sha, mereka ga bakalan kenapa-kenapa kok" Ziyan yang sedang duduk di salah satu bangku di koridor ruang BK menarik pergelangan tangan Nasha yang dari tadi terus saja mondar mandir dihadapan nya.
Bel istirahat akhirnya berbunyi dan rasanya Nasha tidak bisa kembali ke kelas sebelum melihat kedua teman nya keluar dari ruang BK, tapi bukan nya Mia dan Caca yang keluar dari sana melainkan bu Ratna.
Bu Ratna berjalan menghampiri Nasha dan Ziyan
__ADS_1
"Ibu bisa bicara sama kamu Nasha" kata bu Ratna ketika ia sudah ada dihadapan Nasha
"Bi-bisa bu" Nasha terlihat sedikit kik-kuk, apakah bu Ratna akan membicarakan Caca dan Mia yang berkelahi dengan kakak kelas nya barusan
"Ikut saya ke ruang guru" ajak bu Ratna
Ziyan akhirnya ikut berdiri dari duduknya dan mengekori Nasha juga bu Ratna
"Kamu gak masuk kelas?" bu Ratna membalikan tubuhnya melihat Ziyan yang mengikuti mereka
Ziyan tidak menjawab malah saling menatap dengan Nasha
"Sana kamu masuk kelas! saya mau ngobrol sama Nasha bukan sama kamu" seru bu Ratna ketus
"Tapi bu" Ziyan tidak mau menurut, tapi Nasha buru-buru menggenggam pergelangan tangan Ziyan dan memberi kode untuk tidak melawan gurunya
"Ayo Nasha!" ajak bu Ratna
Akhirnya Ziyan tidak mengekor lagi dan hanya terdiam menatap Nasha dan bu Ratna yang berjalan semakin jauh.
"Silahkan duduk Nasha" suruh bu Ratna
Nasha menurut dan duduk dihadapan meja bu Ratna
Suasana sekolah sudah cukup sepi, begitupun dengan suasana ruang guru karena bel masuk setelah istirahat sudah berbunyi artinya guru-guru disana juga sudah menuju ke kelas-kelas untuk mengajar.
"Ibu denger kamu pacaran sama Ziyan?" tanya bu Ratna langsung pada intinya
Nasha sedikit kaget dengan pertanyaan itu, ia tidak menyangka pertanyaan itu akan keluar dari gurunya juga, Nasha bingung harus menjawab apa dan akhirnya ia hanya menunduk.
"Kamu tahu kan Ziyan itu siapa? dan bagaimana reputasinya di sekolah?"
Nasha mengangguk pelan tidak mengeluarkan sepatah katapun
"Ibu tahu Ziyan ganteng, dia juga cucu pemilik sekolah, tapi kamu tau kan segimana bandel nya anak itu? kamu bisa loh dapetin cowok yang lebih baik" bu Ratna sedikit tertawa mengatakan nya, dan Nasha hanya tersenyum karena kata-kata wali kelasnya itu sama persis dengan kata-kata bu Lasmi
"Ibu gak ngelarang kamu bergaul dengan siapa aja, tapi kamu harus janji sama ibu nilai-nilai kamu jangan ada yang turun, ibu liat kamu punya potensi buat dapet prestasi yang bagus Nasha, jangan sia-sia in masa depan kamu oke" bu Ratna menggenggam tangan Nasha dan bicara serius
"Ibu khawatir sama kamu, udah beberapa kali kamu dapet masalah karena Ziyan, pertama kasus Diandra yang bikin kamu di skors, dan sekarang Mia dan Caca berantem sama kakak kelas kamu di toilet karena mereka belain kamu"
Nasha benar-benar kaget mendengar kata-kata bu Ratna barusan, ia tidak menyangka kalau teman-teman nya itu berkelahi di toilet karena dirinya.
__ADS_1
❣️