Dosa Cinta

Dosa Cinta
HILANG 3


__ADS_3

...Aku akan menunggu, walau kamu menghilang tanpa jejak aku akan tetap menunggu...


...Adinda N.R....


...***************************************...


Setelah tiga hari dirawat di rumah sakit Nasha akhirnya di perbolehkan untuk pulang dan selang sehari setelah pulang ke rumah gadis itu memaksa untuk masuk sekolah ia bilang tidak ingin ketinggalan pelajaran lebih banyak lagi walaupun sebenarnya itu hanya alasan kedua saja, alasan utamanya ia ingin mencari Ziyan, pria itu seperti hilang di telan bumi, tidak ada kabar darinya sama sekali, Ken bilang ia sudah menghubungi Pak Tama beberapa kali tapi orang itu tidak memberikan jawaban dimana keberadaan Ziyan.


Mendengar hal itu Nasha jadi semakin panik, ia tidak bisa berhenti menghawatirkan Ziyan sehingga ia memutuskan untuk masuk sekolah agar ada waktu untuk mencari informasi tentang pria itu.


"Sha lo beneran udah sehat? memar di tangan lo aja masih keliatan gini loh" tanya Mia, saat ini mereka sedang istirahat jam pertama di kantin


"Udah gak apa-apa kok" jawab Nasha sambil tersenyum


Ken dan Arvi datang menghampiri mereka berdua


"Caca ga ikut ke kantin?" tanya Arvi yang tidak melihat keberadaan gadis cerewet satu itu


"Cieeee ada yang udah mulai perhatian" Ken sengaja menjahili Arvi dan langsung dibalas dengan toyoran di kepalanya


"Caca lagi beli makanan tuh" Mia bicara sambil menunjukan keberadaan Caca yang sedang memilih-milih makanan


"Ziyan apa udah ngasih kabar sama kakak?" tanya Nasha dengan wajah penuh pengharapan


"Masih belum Sha, gue udah ngehubungin pak Tama lagi tapi hasilnya masih sama dia ga mau bilang Ziyan ada dimana, dia cuma bilang kalau Ziyan baik-baik aja"


Nasha memejamkan matanya merasa lelah, ia juga sebenarnya sangat marah, tega sekali Ziyan melakukan ini padanya, membuatnya khawatir setengah mati setiap hari, Nasha sudah bertekad jika ia bertemu dengan Ziyan nanti ia akan memarahi pria itu sepuasnya, tapi disisi lain hatinya Nasha juga merasa hampir gila karena merasakan rindu pada kelasihnya itu


"Sha, lo tenang ya, Ziyan pasti balik kok" kata Arvi mencoba menghibur


"Bener Sha, lo sekarang mending fokusin dulu sama kesehatan lo, lo kan baru keluar dari rumah sakit" tambah Ken


Nasha benar-benar tidak bisa memikirkan dirinya sendiri, bagaimana bisa? Ziyan mungkin juga sedang sakit sama seperti dirinya dan pria itu hanya sendirian, Nasha tidak ingin membiarkan Ziyan sendiri, fikir Nasha.


"Kak, gimana kalau kita coba ke apartment nya, atau ke rumahnya, kakak tau rumah Ziyan dimana kan?" tawar Nasha memberikan ide


Arvi dan Ken saling menatap, ini adalah pertama kalinya mereka melihat Nasha begitu tidak sabaran


"Kita gak pernah ke rumah Ziyan Sha, kalau apartment nya sih kita tau, tapi bukan nya tempat itu ga bisa di akses sembarangan orang ya" terang Ken


"Kita coba dulu aja kak, siapa tau Ziyan ada disana kan" Nasha tetap kukuh


"Oke kita coba, tapi lo ga usah ikut, biar gue sama Ken aja yang kesana" pinta Arvi


"Enggak kak, aku mau ikut" Nasha sedikit memaksa


"Sha, Ziyan juga pasti gak mau liat lo kaya gini, mending lo sembuhin diri lo dulu oke" sekarang Ken yang bicara


Nasha sebenarnya sudah muak kenapa semua orang terus saja menyuruhnya beristirahat, bu Lasmi, ayahnya, teman-teman nya juga, sesaat kemudian handphone Nasha menerima pesan dari ayahnya

__ADS_1


'Sha, nanti pulang sekolah papah jemput! kamu jangan kemana-mana ya!'


Setelah kejadian kemarin sepertinya akan sulit juga bagi Nasha untuk pergi keluar rumah, ayahnya jadi sedikit posesif mungkin ia takut Nasha akan mengalami hal buruk seperti itu lagi, tadi pagi saja ayahnya mengantarkan Nasha langsung sampai di gerbang sekolah dan baru pergi setelah melihat Nasha masuk, Nasha memijit-mijit keningnya, berharap semua ini cepat berlalu~


Malamnya Nasha menerima pesan dari Ken kalau mereka tidak bisa masuk ke apartment Ziyan, petugas yang berjaga di lantai luxury mengahadang mereka karena tidak memiliki kartu akses masuk, dan hal itu membuat Nasha semakin tidak bisa tidur, ia hanya terus menerus menatap layar handphone nya berharap tiba-tiba nama Ziyan muncul disana, sesekali air mata menetes di pelupuk matanya, Nasha tidak pernah tau kalau jatuh cinta akan membuatnya selemah ini juga


Nasha melewati harinya dengan aktivitas yang sama, pergi diantar ayahnya kesekolah, pulang juga ayahnya akan menjemput dan karena hal itu ia jadi tidak bisa mencari Ziyan sesuka hatinya, ia hanya bisa mengandalkan Ken dan Arvi saja walaupun setelah dua minggu berlalu masih tidak ada informasi tentang Ziyan


Akhirnya pekerjaan ayah Nasha diluar kota tidak bisa menunggu lagi dan untuk petama kalinya Nasha benar-benar senang karena ayahnya pergi keluar kota, walaupun ia menyiapkan sopir pribadi untuk Nasha tapi setidaknya Nasha bisa sedikit leluasa untuk pergi keluar rumah


Nasha memberanikan diri untuk bertanya alamat rumah Ziyan ke tata usaha di sekolahnya, Nasha harus mencari Ziyan sendiri, ia tidak mau hanya diam dan menunggu terus menerus. Tata usaha di sekolah Nasha tidak serta merta memberikan alamat Ziyan apalagi Ziyan adalah cucu dari ketua yayasan, tapi gadis itu tidak menyerah, ia tidak mendapatkan alamat Ziyan dari tata usaha tapi Ziyan pasti pernah menuliskan alamat rumahnya di formulir pendaftaran ekskul lukis dan pasti kak Arman menyimpan formulir itu juga


Arman: "Gue udah lupa juga Sha nyimpen nya dimana"


Kata Arman di telefon saat Nasha menanyakan formulir pendaftaran ekskul Ziyan


Nasha: "Kak... tolong cariin ya"


Arman: "Pasti gue bantu cariin, tapi gue gak janji ya, Ziyan daftar ekskul lukis udah dua taun lalu Sha, gue aja udah lupa nyimpen file-file dua taun lalu dimana, emang buat apa sih? tu bocah kabur?"


Nasha: "Ziyan, udah dua minggu lebih ga ada kabar kak" Nasha terdengar sangat sedih saat mengatakan nya


Arman: "Kampret tu bocah, gue fikir udah insaf" Arman terdengar kesal karena tidak tau kejadian sebenarnya "ya udah Sha nanti gue usahain buat cari ya"


Nasha: "Makasih ya kak"


Arman adalah harapan Nasha satu-satunya, ia sangat berharap Arman bisa menemukan formulir itu~


"Alhamdulillah, ketemu juga kak?"


"Pas kemarin lo nelfon gue abis itu gue langsung obrak-abrik kosan, untungnya ketemu biarpun udah lecek banget"


"Makasih banyak ya kak"


"Tapi Sha, lo yakin mau ke alamat itu? Ziyan sama nyokap nya juga kan ngontrak dan itu alamat dia dua taun yang lalu, lo yakin dia belum pindah?"


"Semoga aja ini masih alamat nya kak, aku mau berusaha dulu"


Arman sekarang menatap Nasha dengan wajah kasihan, malang sekali gadis itu harus berurusan dengan berandalan seperti Ziyan tapi sebaliknya beruntung nya Ziyan menemukan gadis seperti Nasha yang begitu peduli terhadapnya


"Pokoknya Sha, kalo sampe si kampret itu nyakitin lo, lo bilang sama gue! gue tampolin tu bocah buat lo"


Nasha tertawa mendengarnya "Siap kak" katanya sambil tersenyum


Mereka berdua kemudian masuk ke ruang kesenian karena hari ini adalah jadwal pertemuan untuk ekskul melukis~


Nasha benar-benar bersemangat datang ke alamat yang tertera di formulir itu sepulang sekolah, ia menaiki taksi online dan meminta sopir pribadinya untuk pulang duluan karena ia berbohong akan pulang dan belajar di rumah Mia, walaupun sangat sulit meyakinkan sopir itu pada akhirnya Nasha berhasil juga


Alamat itu lumayan jauh jaraknya dari sekolah dan tempatnya ada di dalam gang sehingga ia harus berjalan dan bertanya pada penduduk sekitar. Seorang ibu-ibu mengantarkan Nasha ketempat yang dimaksud tapi pintu gerbang kontrakan sederhana itu terkunci

__ADS_1


"Ini dek rumahnya" kata ibu yang mengantarkan Nasha ke kontrakan Ziyan


"Terimakasih ya bu"


"Saya tinggal dulu kalau gitu ya"


"Iya bu, sekali lagi terimakasih"


Nasha kini sendirian di depan pintu gerbang kontrakan Ziyan dan ibunya, beberapakali Nasha mengucapkan salam tapi tidak ada jawaban, jika dilihat-lihat sepertinya tidak ada orang dirumah itu, teras rumahnya saja sangat kotor dan banyak daun-daun kering diatasnya, rumah itu sepertinya sudah cukup lama ditinggalkan


"Maaf neng mau cari siapa?" tanya seorang pria yang sepertinya seumuran bu Lasmi


"Pak ini benar rumahnya Ziyan Ravindra Akbar?"


"Ziyan?" si bapak itu terlihat bingung


"Ziyan, teman sekolah saya, apa benar ini alamat nya?" Nasha menunjukan formulir yang ia pegang


"Kalau alamatnya bener disini neng, saya yang punya kontrakan nya, tapi yang ngontrak disini ibu-ibu namanya bu Ranti, mungkin yang neng maksud anaknya ya?"


Nasha sekarang yang terlihat bingung, ia tidak tahu siapa itu ibu Ranti, apakah itu ibunya Ziyan atau bukan, Nasha hanya diam tidak menjawab


"Bu Ranti sudah sekitar sebulan keluar kota neng, kalau anaknya saya kurang tau"


"Jadi rumahnya kosong pak?"


"Iya, sudah kosong hampir sebulan lebih"


Kaki Nasha rasanya begitu lemas, Nasha sangat berharap Ziyan ada di tempat itu atau paling tidak Nasha bisa bertemu ibunya dan ia bisa menanyakan keberadaan Ziyan, tapi semua harapan itu kini menguap karena kenyataan nya Ziyan juga tidak ada disana


"Ka-kalau gitu terimakasih pak"


Nasha berjalan meninggalkan halaman rumah Ziyan dengan lunglai, sekali lagi ia merasa kecewa karena Ziyan tidak kunjung ditemukan~


Hari sudah berganti lagi, minggu sudah berganti lagi, entah sudah hari keberapa Ziyan menghilang, Nasha hampir tidak bisa menghitungnya, sejak terakhir kali Nasha datang ke kontrakan Ziyan dan mendapatkan kekecewaan gadis itu tetap tidak menyerah, ia berusaha datang ke apartment bahkan ke rumah ayah Ziyan yang alamatnya ia cari di internet, tapi semuanya tidak berbuah hasil, Nasha tidak bisa sembarangan masuk ke apartment Ziyan apalagi ke rumah besar keluarga Irwin Rajata Akbar lebih mustahil lagi pengamanan di tempat itu sangat ketat belum lagi ia harus membuat janji jika ingin bertemu salah satu anggota keluarga.


Saat ini Nasha sedang ada di balkon sekolah, istirahat jam kedua Nasha sengaja ke tempat itu untuk menenangkan diri, wajah Nasha terlihat pucat, kantung matanya juga besar karena gadis itu tidak pernah bisa tidur nyenyak semenjak Ziyan pergi, setiap hari saat pertama membuka mata Nasha hanya bisa menangis karena ia tahu hari itu Ziyan masih tidak menepati janjinya untuk kembali, kembali kesisinya. Mia dan Rama yang tadi menemani Nasha di balkon sekolah memutuskan pergi meninggalkan Nasha sendiri disana untuk memberikan Nasha ruang.


Dua orang bodyguard mengejar Ziyan yang setengah berlari di koridor sekolah mencari keberadaan Nasha, seluruh pasang mata memperhatikan Ziyan seperti baru pertama melihat pria itu, bagaimana tidak setelah sekian lama tidak masuk sekolah Ziyan akhirnya datang dengan pakaian bebas dan di ikuti pria-pria bertubuh besar, para gadis malah semakin jatuh cinta melihat penampilan casual Ziyan sekarang disamping mereka bingung dengan kedatangan Ziyan yang tiba-tiba, Ziyan berlari ke kantin karena ini adalah jam istirahat tapi Nasha tidak ada disana ia malah bertemu Ken dan Arvi yang ternganga melihat kehadiran nya sama seperti yang lain


"Bro, lo udah balik" kata Arvi dengan wajah tidak menyangka


Ken dan Arvi langsung memeluk Ziyan dengan erat, Ziyan benar-benar risih dengan perlakukan teman-teman nya itu


"Lo bedua ngapain sih?" Ziyan berusaha melepaskan diri, ia terlihat kesal karena dipeluk


"Nasha pasti seneng banget liat lo" Ken hampir meneteskan air mata melihat Ziyan


"Nasha dimana?" tanya Ziyan setelah berhasil lepas dari dua orang konyol itu.

__ADS_1


❣️


__ADS_2