
...Bukankah cinta bertepuk sebelah tangan itu sulit?...
...Jangan terlalu mencintainya...
...Cinta itu timbal balik, tidak bisa hanya memberi...
...Because this is my first life...
...**********************************...
Ziyan mengantarkan Nasha pulang pukul 7 malam, dan satu jam kemudian mereka sudah sampai di kompleks perumahan Nasha, Ziyan memarkirkan mobilnya sekitar sepuluh meter dari gerbang rumah Nasha, mereka berdua diantar sopir dan di belakang mobil yang mereka tumpangi terdapat satu mobil lagi yang berisi dua orang bodyguard Ziyan.
"Setelah semuanya beres, aku bakalan langsung ketemu bu Lasmi, aku harus minta maaf"
"Kamu kan ga salah apa-apa Zi"
Ziyan menggeleng "Aku tetep berhutang maaf sama bu Lasmi karena udah bikin kamu nangis" ia mengelus pipi Nasha dengan ibu jarinya
Mereka berdua saling menatap, mereka tau besok mereka tidak akan bertemu lagi karena Ziyan masih harus jadi saksi di persidangan Alex dan Ziyan belum bisa memastikan kapan ia akan kembali, Nasha menutup matanya merasakan sentuhan Ziyan
Ziyan kemudian memeluk Nasha posesif, sebenarnya ia ingin sekali mengikuti Nasha masuk ke rumahnya dan tidak berpisah lagi dengan gadisnya, tapi sekarang belum bisa, mereka harus bersabar sedikit lagi
"Kamu harus janji, kali ini kamu ga akan pergi terlalu lama" Nasha membalas pelukan Ziyan tidak kalah erat, gadis itu juga berat melepaskan Ziyan berusaha sendirian menyelesaikan masalah mereka
"Aku janji sayang, kamu sabar ya" Ziyan mengelus rambut Nasha kemudian membenamkan wajahnya di bahu gadis itu
Mereka sepertinya lupa kalau di depan ada seorang sopir yang akan sangat canggung melihat aktivitas mereka itu, tapi mereka tidak peduli.
Ziyan melepaskan pelukan nya kemudian mencium kening Nasha lama dan barulah ia membiarkan gadis itu keluar dari dalam mobilnya, sebelum pergi meninggalkan kompleks perumahan Nasha ia memastikan gadis itu benar-benar sudah masuk ke dalam rumahnya dengan aman.
Nasha masuk ke dalam rumah, lalu mengintip dua mobil Ziyan yang melaju dari jendela rumah nya
"Non"
Nasha kaget mendengar panggilan bu Lasmi itu
"Kenapa non? ada yang ngikutin non lagi?" tanya bu Lasmi penasaran dengan apa yang dilihat Nasha di luar
__ADS_1
"Ngga ada apa-apa kok bu" Nasha buru-buru menutup gorden jendela rumahnya "tadi di depan ada anak kucing"
"Anak kucing?"
"Iya, tadinya mau aku bawa masuk, tapi kan ibu takut sama kucing jadi ga jadi"
"Oh..." bu Lasmi mengangguk-angguk percaya
"Non Nasha jadwal les nya ganti ya?" bu Lasmi dengan polosnya bertanya karena tadi siang Nasha dan sopirnya berbohong bilang kalau ada jadwal les tambahan
"Ngga bu, cuma jadwal tambahan aja karena waktu itu aku kan sakit dan ga masuk" Nasha menggigit bibir bawahnya setelah bicara
Berpacaran dengan Ziyan ternyata membuat Nasha juga semakin pintar bohong, padahal dulu ia tidak pernah melakukan nya
"Kalo gitu ibu siapin makan malem dulu ya"
Nasha hanya menangguk mengiyakan, ia juga tidak mungkin bilang kalau perutnya masih kenyang karena tadi sore ia sudah makan di apartment Ziyan, bu Lasmi kemudian pergi ke dapur, Nasha mengelus dadanya dan nampak lega karena berhasil membohongi bu Lasmi seperti seorang maling yang berhasil kabur~
Persidangan Alex sudah berjalan hampir 4 jam dan Ziyan sudah memberikan kesaksian nya sejak tadi, tatapan benci Alex dibalas Ziyan dengan tidak kalah geram selama Ziyan bicara di podium saksi, yang membuat Ziyan tidak habis fikir adalah Diandra, gadis itu juga di tatepkan sebagai korban, bagaimana mungkin? semua kekacauan ini berawal dari kebodohan Diandra, Ziyan tidak terima dengan keputusan itu, tapi pak Tama sudah mewanti-wantinya agar tidak bicara apapun lagi selain yang sudah mereka rencanakan, hal itu untuk membuat posisi Alex semakin terpojok.
Akhirnya persidangan selesai sekitar pukul 1 siang, Ziyan keluar dari ruangan itu dengan kesal, walaupun Diandra memberikan kesaksian yang mendukung posisinya tapi tetap saja Ziyan tidak bisa memaafkan apa yang sudah dilakukan gadis itu.
Di depan pintu keluar gedung pengadilan Ziyan berpapasan dengan Diandra yang hendak keluar juga, mereka berdua saling menatap, tatapan Ziyan tentulah tatapan penuh benci dan kesal tapi tatapan Diandra adalah tatapan rindu dan sedih
"Itu lo kan? yang manggil polisi hari itu?" tanya Ziyan sarkas
Diandra tidak langsung menjawab, ia hanya meneliti wajah Ziyan yang sepertinya sudah sangat muak pada Dirinya
"Gue gak mau hancur sendirian, kita semua harus hancur" Diandra kemudian berjalan meninggalkan Ziyan berdiri di depan pintu keluar
Air mata Diandra menetes, jika boleh dikatakan melihat Ziyan begitu membencinya sangatlah menghancurkan hatinya, Ziyan memang tidak pernah bersikap manis padanya tapi Ziyan tidak pernah terlihat begitu membencinya seperti sekarang, ada perasaan sesal dihatinya karena ia semakin jauh dari Ziyan dan setelah semua ini rasanya semakin tidak mungkin ia mengharapkan Ziyan lagi.
Seorang pria bersetelan jas rapi menghapiri Diandra yang sedang berjalan sendiri
"Mba Diandra, tuan sudah menunggu di mobil" katanya dan menunjuk ke sebuah mobil mewah yang ada di sebrang jalan gedung pengadilan
Diandra mengikuti pria itu menuju ke mobil dan masuk kedalam nya, ternyata itu adalah mobil ayah Ziyan, tuan yang dimaksud pria tadi adalah ayah Ziyan
__ADS_1
"Kamu sudah melakukan apa yang saya suruh?"
Diandra mengangguk lesu
"Tugas kamu selanjutnya pergi dari kehidupan putra saya, dan jangan berani untuk kembali lagi"
Pria yang tadi bersetelan jas rapi memberikan amplop coklat berisi cek dengan jumlah yang mencengangkan kepada Diandra
"Kamu bisa memulai hidup baru dengan uang itu, dan jangan sekali lagi berfikir untuk menunjukan wajah kamu dihadapan putra saya"
Diandra hanya mengenggam amplop itu sambil menunduk, ia tidak pernah menyangka akan menjual cintanya pada Ziyan seperti ini, Diandra selalu berfikir bahwa hanya dirinyalah gadis yang paling mencintai Ziyan, tapi kenyataan nya ia tidak bisa menolak uang dari ayah Ziyan.
Gadis itu kemudian keluar dari dalam mobil dan mobil itupun meninggalkan Diandra sendiri disana dengan hati yang terasa hancur.
Diandra berjalan lunglai sambil menenteng amplop itu, ia kembali mengingat pertemuan pertama nya dengan ayah Ziyan, setelah mereka semua di tangkap hari itu hanya Ziyan yang di bebaskan karena tes urin nya negatif dan pengacara nya membayar uang jaminan dengan jumlah yang tidak sedikit, dan hal itu benar-benar membuat Alex menggila, didalam sel Alex berteriak-teriak memaki Diandra juga Ziyan, jika hari itu Alex tidak dikurung mungkin ia sudah menyerang Diandra habis-habisan
Setelah kebebasan Ziyan tiba-tiba seorang polisi membawa Diandra kesebuah ruangan, tempat itu adalah ruangan dimana para tahanan menerima tamu dengan waktu yang terbatas, Diandra melihat seorang pria yang tentu masih di ingatnya, kejadian saat ulang tahun sekolah tidak akan dilupakan siapapun.
Diandra dan ayah Ziyan berhadapan tapi dibatasi oleh selapis kaca bening, ayah Ziyan terlihat sangat dingin, ia bilang jika ia tahu apa yang terjadi sebenarnya, drama penculikan Nasha dan tentang asal usul Diandra, fakta itu membuat tubuh Diandra bergetar takut, dengan waktu sesingkat itu dari mana ayah Ziyan bisa tahu segalanya, dan setelah pembicaraan itu ayah Ziyan menawarkan sebuah kesepakatan yaitu Diandra harus bersaksi jika Ziyan bukan komplotan Alex, jika ia melakukan nya ayah Ziyan akan membantu Diandra juga untuk bebas dari hukuman penjara, ia juga menawarkan sejumlah uang yang tidak sedikit untuk Diandra, tapi jika Diandra tidak melakukan nya ayah Ziyan berjanji akan membuat hidup Diandra lebih hancur, dan lebih parah dari apa yang pernah dilakukan Alex kepadanya~
Setelah dua kali diharuskan hadir di persidangan Alex akhirnya Ziyan bisa benar-benar lepas dari kasus itu, dan sekarang sudah tepat lima hari sejak terakhir ia melihat Nasha, perasaan bahagian menyelimutinya begitu besar, apartment Ziyan sudah bersih dari bodyguard, hari ini ia bersiap-siap kesekolah dengan sangat semangat, di basement apartment Ziyan memilih salah stu supercar nya untuk dibawa kesekolah, sepanjang perjalanan ia tidak bisa berhenti tersenyum karena sudah tidak sabar untuk melihat Nasha.
Ziyan sampai disekolah sebelum bel masuk, rasanya sangat aneh karena biasanya ia memilih untuk datang kesiangan, ia melihat jam di tangan nya dan tersenyum karena ia tahu kalau Nasha pasti sudah berada di kelasnya.
Ziyan berjalan dengan semangatnya di koridor sekolah dan sekali lagi semua orang disana hanya ternganga melihat berandalan tampan itu kembali setelah berminggu-minggu hilang tanpa jejak.
Senyum dibibir Ziyan langsung layu ketika yang ia lihat di koridor sekolah bukan Nasha, melainkan Ken, Arvi dan beberapa orang teman dekat nya yang lain, mereka berlari menghampiri Ziyan dengan tidak kalah sumberingah
"Bro, lo udah balik"
"Boss kita seneng liat lo lagi"
"Lo sehat kan boss?"
"Lo kemana aja?"
Mereka semua mengerubuni Ziyan sampai ia tidak tahu siapa saja yang sedang bicara, Ziyan benar-benar merasa sesak dengan pelukan teman-teman nya itu, ia tidak ingin pelukan itu, ia hanya ingin pelukan dari Nasha, wajah Ziyan terlihat kesal karena ia sulit keluar dari kerumunan teman-teman konyolnya, semua mata yang ada di sekitar sedang memperhatikan kelakuan Ziyan dan teman-teman nya hingga Ziyan menyadari ada satu mata yang menariknya seperti magnet, dari kerumunan itu Ziyan bisa melihat jika Nasha sedang berdiri tidak terlalu jauh dan menatapnya sambil tersenyum.
__ADS_1
❣️