
...Kamu adalah satu-satunya hal yang akan selalu aku lindungi, dengan cara apapun...
...-Ziyan R.A-...
...******************************...
Nasha, Caca dan Mia baru saja turun ke lantai satu, mereka berniat pergi ke ruang pak Dirman untuk melaporkan kalau yang membersihkan semua toilet lantai dua adalah cleaning services, sementara itu Ziyan baru saja meninggalkan kerumunan yang menonton nya saat membuat perhitungan pada gadis-gadis yang sudah mengganggu Nasha dan dua sahabatnya.
"Sha, tuh kak Ziyan" seru Caca yang melihat Ziyan berjalan ke arah mereka
Nasha dan Mia menoleh ke arah yang di tunjukan Caca
"Ada apaan tuh rame-rame disana" tunjuk Caca ke arah toilet, satu per satu orang-orang di kerumunan terlihat meninggalkan tempat itu
Ziyan yang juga melihat Nasha ada di koridor lantai satu langsung sumberingah, wajah tegas dan dingin yang tadi ia tujukan di hadapan orang-orang itu seketika berubah jadi senyum lebar saat meilhat Nasha
"Pulang yuk" ajak Ziyan sambil langsung menggandeng tangan Nasha
"Tunggu Zi, aku masih ada perlu ke pak Dirman" Nasha menahan tangan Ziyan yang melingkari pergelangan tangan nya
"Ngapain?"
"Caca sama Mia dapet hukuman buat bersihin toilet di lantai dua hari ini, aku mau bantu mereka, tapi toilet nya udah di bersihin semua sama cleaning services"
"Ya bagus dong, terus mau ngapain lagi ke pak Dirman?"
"Mau ngelapor, mungkin aja pak Dirman mau ganti hukuman yang lain"
Mendengar itu Ziyan langsung menutup matanya dan menunjukan wajah tidak habis fikir dengan kepolosan Nasha dan dua sahabatnya itu, sedangkan Arvi dan Ken yang ikut mendengar percakapan mereka malah tertawa
"Kok ketawa sih? mending kita lapor sekarang dari pada nanti orang lain yang laporin kalo kita ga ngerjain apa-apa, tambah berabe kan?" terang Caca sama-sama polos, Nasha dan Mia mengangguk-angguk setuju
"Kalian ga usah laporan lagi sama pak Dirman, mending langsung pulang aja" kata Ziyan
"Bener, mending pada pulang aja, itu keberuntungan buat kalian, soalnya hari ini kalian udah berbuat baik dengan mukulin orang-orang pendosa" Arvi mengatakan nya sambil menahan tawa
"Tapi nanti kalo di laporin lagi gimana?" tanya Caca lagi
"Ga akan ada lagi yang bakal berani laporin kalian, apalagi lo Sha" Ken yang menjawab pertanyaan Caca dengan penuh percaya diri
"Kok gitu?" Nasha terlihat bingung
"Udah sayang kita pulang aja sekarang, lagian pak Dirman juga udah pergi dari tadi" terang Ziyan sambil mengelus rambut Nasha
"Pergi kemana?"
"Ya mana aku tau, aku cuma liat dia pergi keluar sekolah setelah Caca sama Mia keluar dari BK tadi siang"
Nasha, Caca dan Mia saling mematap
"Kalian cek aja sendiri ke ruangan nya kalo gak percaya" Ziyan sekali lagi berusaha meyakinkan
"Ya udah deh kalau emang gitu" seru Nasha
'Akhirnya gadis-gadis keras kepala ini percaya juga' bisik hati Ziyan
"Gue sama anak-anak duluan kalo gitu" kata Ken berpamitan pada mereka, kemudian pergi bersama Arvi dan dua teman nya yang lain
"Eh, kak Ziyan tadi kok ada rame-rame disana? ada apaan sih?" tanya Caca kepo sambil menunjuk ke arah pintu toilet wanita
"Gak ada apa-apa kok, tadi cuma ada kecoa aja disana jadi pada histeris" terang Ziyan berbohong
"Ayo yank!" ajak Ziyan sambil merangkul bahu Nasha
"Aku duluan ya" Nasha pamitan pada kedua teman nya, dan akhirnya mereka semua meninggalkan tempat itu ~
Keesokan harinya tidak seperti biasa Nasha tidak menemukan Ziyan menunggunya di depan kelas
"Tumben ga ada kak Ziyan?" tanya Mia yang bersama Caca juga Nasha hendak pergi ke kantin saat jam istirahat
Nasha mengangkat bahu juga menggelengkan kepala, ia juga tidak tahu Ziyan kemana
"Ga apa-apa, yuk ke kantin" ajak Nasha
Mereka bertiga berjalan menuju kantin sambil ngobrol dan tertawa-tawa melihat tingkah Caca
Belum sampai menuju kantin, tiba-tiba dua orang gadis yang tidak asing menghadang mereka, ketiganya langsung berhenti berjalan dan bicara
"Mau ngapain lagi sih?" Caca langsung sewot ketika berhadapan dengan Friska dan Astrid
Mia melihat ada yang berbeda dengan kedua gadis itu, mereka terlihat muram dan takut, akhirnya Mia menahan Caca dengan menarik tangan nya
"Ki-kita cuma mau minta maaf, sama kalian" seru Friska dengan terbata
__ADS_1
Nasha, Mia dan Caca saling pandang karena bingung dengan sikap Friska yang tiba-tiba berubah 360 derajat, suara lantang dan sombong nya tidak terdengar lagi sekarang
"Gu-gue juga" sekarang Astrid yang bicara
"Semoga kalian bisa nerima permintaan maaf kita, kita duluan" Friska dan Astrid terlihat sangat kik-kuk, mereka bahkan tidak berani menatap mata Nasha, Mia ataupun Caca, setelah permintaan maaf itu mereka langsung pergi dari hadapan Nasha dan kedua teman nya
Nasha, Mia dan Caca tidak bicara apa-apa mereka hanya tertergun dan bingung melihat kakak kelasnya itu.
Akhirnya mereka sampai di kantin, Ken dan Arvi terlihat sedang duduk berdua tanpa adanya Ziyan
Melihat Nasha, Ken melanbaikan tangan nya pada gadis itu dan memberi kode agar ketiganya duduk bersama mereka berdua
Nasha duduk sambil celingak-celinguk seperti mencari seseorang, Ken dan Arvi hanya tersenyum karena tahu pasti siapa yang di cari Nasha
"Cowok lo gak ada disini" Kata Arvi pada Nasha
"Kalo gitu Ziyan kemana?"
"Dia ada di ruang BK, biasalah lagi di sidang sama pak Dirman" lanjut Ken menjawab pertanyaan Nasha enteng
"Hah? emang Ziyan ngapain lagi?" raut wajah Nasha seketika berubah khawatir
Ken dan Arvi saling pandang, mereka juga bingung harus bercerita seperti apa pada Nasha
"Sebenernya Ziyan kemaren itu...." akhirnya Ken bercerita kejadian yang terjadi kemarin
Tentang kejadian Friska dan Astrid di dalam toilet, sampai kejadian cleaning services yang membersihkan semua toilet di lantai dua, itu semua adalah ulah Ziyan, pria itu ingin melindungi Nasha dan ia juga tidak mau jika Nasha kelelahan karena harus membantu Mia dan Caca bersih-bersih toilet.
"Yaampuuun" Nasha menutup wajahnya tidak habis fikir dengan apa yang ia dengar
"Sekarang Ziyan di panggil pak Dirman, pak Dirman kayanya marah banget, dia pasti ngerasa di langkahin sama Ziyan" terang Arvi
Nasha semakin hopeless mendengar nya, buru-buru gadis itu bangkit dari duduknya
"Lo mau kemana Sha?" tanya Mia
"Ke BK" Nasha buru-buru pergi meninggalkan teman-teman nya
"Lo gak makan dulu Sha?" teriak Caca pada Nasha yang sudah lumayan jauh
Nasha berjalan sedikit berlari, ia tidak menghiraukan panggilan Caca barusan ~
"Kamu benar-benar sudah di luar batas Ziyan" pak Dirman terlihat sangat kesal
Mendengar nama Nasha di sebut membuat Ziyan yang tadinya memasang wajah dingin jadi bereaksi
"Cukup pak! saya fikir bapak juga sudah diluar batas"
"KAMU, BERANI.." belum selesai pak Dirman bicara Ziyan sudah menyela
"Saya diam aja waktu liat bapak bersikap tidak adil pada Nasha waktu itu, bapak memberikan Nasha skors padahal bapak tidak punya bukti Nasha yang mendorong Diandra"
"Semua saksi bilang kalau Nasha mendorong Diandra"
"Tapi tidak ada bukti sama sekali karena CCTV juga rusak, dan bapak gak tahu kan karena sikap tidak adil bapak itu Nasha jadi selalu mendapat bullyan dari semua siswa disini, karena bapak memvonis Nasha bersalah"
Kalau saja Ziyan bukan cucu pemilik sekolah pak Dirman pasti sudah menampar anak kurang ajar itu
"Saya hanya ingin tenang di sisa waktu saya di sekolah ini pak sampai saya lulus, dan saya juga ingin Nasha nyaman sekolah disini, bapak tahu kan saya bisa lakukan apa saja yang saya mau di sekolah ini?" suara Ziyan terdengar seperti mengancam
"Apa maksud kamu hah?"
"Maksud saya istri bapak butuh banyak biaya kan untuk berobat? dan kalau bapak masih ingin bekerja disini, Jangan. ganggu. urusan. saya!" Ziyan menekankan semua kata-katanya pada pak Dirman walaupun sebenarnya Ziyan tidak berniat sama sekali untuk membuat guru BK itu dipecat
Ziyan hanya ingin melindungi Nasha, ia memang kesal saat pak Dirman memberi skors kepada Nasha saat kasus Diandra, dan kemarin ia juga kesal kenapa pak Dirman memberi Caca dan Mia hukuman, padahal sudah jelas yang bersikap buruk dan berkata kotor adalah Friska dan Astrid tapi pak Dirman tetap menghukum mereka, itu tidak adil.
Ziyan hanya memberi gertakan saja pada pak Dirman, walaupun ia kesal pada guru itu Ziyan tahu pak Dirman membutuhkan banyak biaya untuk istrinya yang terbaring sakit, dan Ziyan tidak akan sejahat itu memutuskan mata pencaharian pak Dirman.
Mendengar ancaman Ziyan pak Dirman tidak bisa berkata-kata, ada bagian hatinya yang terasa sakit karena merasa di permalukan sebagai seorang guru, tapi di lain sisi ia segan karena Ziyan memang bisa melakukan apapun di sekolah itu
"Saya permisi" Ziyan kemudian berdiri dari duduknya dan meninggalkan ruangan itu beserta pak Dirman yang memendam amarah.
Nasha terlihat menunggu Ziyan di luar ruang BK, Ziyan sedikit terkejut melihat ada Nasha disana
"Kamu ngapain disini?"
"Kamu yang ngapain Zi, kenapa kamu ngelakuin itu sama kak Friska dan kak Astrid?"
"Ngelakuin apa?" Ziyan pura-pura tidak mengerti maksud Nasha
"Kak Arvi sama kak Ken udah cerita semuanya sama aku, kamu nyiram mereka pake air comberan kan? kamu juga ngunciin mereka di toilet? kalau sampe ga ada yang bukain toiletnya gimana coba? mereka bisa semaleman disekolah"
'Heuuh dasar comel' Ziyan menggerutu dalam hati untuk Ken dan Arvi yang memberitahu Nasha tentang masalah kemarin
__ADS_1
"Emang itu yang aku mau" seru Ziyan
"ZIYAN" Nasha terdengar sangat kesal
"Terus kamu mau aku diem aja liat kamu di bully terus? aku ga akan biarin siapapun ngelakuin itu lagi sama kamu" Ziyan tidak kalah nge gas
"Ya tapi gak gitu caranya"
"Kalo gitu kasih tau aku gimana caranya!"
Nasha menarik Nafas berat, pria itu sangat sulit diajak bicara
"Kamu juga gak tau kan gimana caranya? jadi biarin aku pake cara aku"
"Gak, aku gak suka cara kamu"
Sekarang Ziyan juga menarik Nafas berat, tidak mengerti cara menjelaskan seberapa besar kasih sayang nya pada gadis itu
"Terus kamu mau nya aku gimana sayaaang?" Ziyan menurunkan intonasi suaranya "aku cuma mau ngelindungin kamu, hati aku sakit ngeliat kamu sedih gara-gara orang-orang itu"
Ziyan menaruh telapak tangan nya di pipi Nasha, berbicara dari hati kepada gadis itu
"Aku gak suka Ziyan yang memanfaatkan kekuasaan nya, kamu ga perlu bales orang-orang itu buat aku, aku juga sedih ngeliat kamu berbuat jahat sama orang lain karena aku, itu bukan diri kamu Zi" Nasha juga mulai bicara halus
"Pokonya sekarang kamu minta maaf sama pak Dirman, kamu juga gak boleh ngelangkahin pak Dirman kaya gitu, dia itu guru kita, itu gak sopan" tambah Nasha keukeuh
"Aku kan ga mau kamu harus cape-cape bersihin toilet yank"
"Pokonya aku ga mau tau kamu harus minta maaf sama pak Dirman, sekarang!" Nasha hendak menarik tangan Ziyan untuk kembali ke ruang BK
"Yaaaank, aku udah minta maaf sama pak Dirman tadi" Ziyan mencekal pergelangan tangan Nasha juga
Kening Nasha berkerut, ia menunjukan wajah tidak percaya
"Sumpah sayaaang, tanyain aja gih kalo gak percaya" Ziyan berbohong lagi "mending sekarang kita ke kantin aja yuk, aku laper nih" Ziyan mulai merajuk sambil menarik tangan Nasha
"Ziyaaaan" Nasha kesal karena keinginan nya tidak di penuhi pria itu ~
Hari ini adalah jadwal Nasha pergi ke tempat bimbel, seperti biasa Ziyan akan mengantarkan Nasha dan menunggu gadis itu sampai selesai
Suara dering pesan singkat masuk ke hp Ziyan ketika keduanya sudah ada di tengah perjalanan
'Zi, ini Ken, gawat! anak buah Alex ngikutin mobil lo, gue liat mereka dari gerbang sekolah ngikutin lo'
Ziyan langsung kaget membaca pesan dari nomor yang tidak tercantum di handphone nya itu, ia kemudian melihat di kaca spion, benar saja tiga motor anak buah Alex sedang mengikuti mobil nya
Ini bahaya untuk Nasha, anak buah Alex tidak boleh tau informasi apapun tentang Nasha, anak buah Alex tidak boleh melihat Nasha
Ziyan kemudian melajukan mobil sport nya dengan kecepatan penuh, mereka harus lolos dari kejaran anak buah Alex
"Zi pelan-pelan dong nyetirnya" Nasha tidak nyaman dengan Ziyan yang membawa mobil seperti orang gila di tengah jalan raya "bahaya"
"Kita lagi di buntutin anak buah Alex, itu lebih bahaya Sha"
Nasha menoleh kebelakang, benar saja ada 3 motor yg mengejar mobil mereka
"Aku gak bisa biarin mereka ngeliat kamu"
"Terus kita harus gimana?"
"Aku bakalan cepet sampe ke bimbel kamu, kamu harus sembunyi disana, jangan sampe wajah kamu keliatan mereka oke, mereka gak akan berani masuk ke tempat umum"
"Terus kamu gimana?"
"Aku bakalan bawa mobil ini sejauh mungkin dari bimbel kamu buat ngecoh mereka, yang terpenting wajah kamu ga boleh keliatan mereka"
Benar saja Nasha dan Ziyan sekarang sudah sampai di bimbel Nasha
"Zi aku takut kamu kenapa-kenapa lagi"
"Percaya sama aku, aku bakalan baik-baik aja, kamu pake ini" Ziyan memberikan topi, kaca mata hitam, dan jaket tebal untuk menutupi wajah Nasha agar tidak terlihat anak buah Alex
"Aku bakalan nyuruh sopir buat nunggu dan jemput kamu disini, kamu hati-hati ya" Ziyan lalu menyentuh pipi Nasha, ada perasaan takut yang teramat sangat meninggalkan gadisnya sendiri disana, tapi sekarang akan lebih berbahaya jika Nasha ikut dengan nya
Mata Nasha berkaca-kaca saat hendak turun dari mobil Ziyan, ketiga motor yang mengejar mereka juga sudah hampir terlihat lagi
Nasha memakainya jaket, topi, dan kaca mata hitam yang tadi Ziyan berikan dan dengan berat hati terburu-buru masuk ke dalam bimbel nya
Ziyan buru-buru pergi dari bimbel Nasha, dan segera menelepon salah satu bawahan ayahnya untuk menjaga Nasha disana.
Setelah sampai Nasha buru-buru melepas semua yang di kenakan nya tadi di toilet, Nasha tau ia harus membuang topi, kaca mata dan jaket Ziyan itu ke tempat yang jauh darinya, agar lebih aman, bisa jadi tadi anak buah Alex melihatnya dengan penampilan itu
Didalam toilet bimbel Nasha berfikir harus menyembunyikan barang-barang itu dimana, dan akhirnya ia berinisiatif untuk memasukan nya kedalam nakas yang ada dibawah wastafel, Nasha menunduk untuk menyembunyikan barang itu, dan tanpa ia ketahui Diandra ada di belakangnya sambil membawa tongkat kasti yang dipukulkan ke pundak Nasha sampai gadis itu pingsan.
__ADS_1
❣️