Dosa Cinta

Dosa Cinta
MUSIBAH


__ADS_3

...Tidak ada penyesalan karena mencintaimu walaupun karenya aku jadi mudah terluka...


...Adinda N.R....


...****************************************...


Bu Lasmi langsung berdiri dari duduknya ketika mendengar teriakan Ziyan pada orang di telefon itu, ia tahu orang itu pasti adalah orang yang menculik putrinya, Nasha ~


Ziyan: "Dimana cewek gue anj*ng?"


Alex: "Hahahaha, tenang bro! cewek lo baik-baik aja disini, lo pasti kangen banget kan sama dia? karena gue baik, gue kasih denger lo suaranya aja ya"


Alex kemudian menyodorkan handphone nya ketelinga Nasha, gadis itu memalingkan wajah tidak mau bicara, Ziyan pasti akan semakin terpancing jika tahu Nasha ada disana


Ziyan: "Sha, Nasha? kamu gak apa-apa kan?" suara Ziyan terdengar lirih


Air mata Nasha mengalir deras, dadanya sangat sakit karena berusaha menahan suaranya


"Jawab! cowok lo nanya tuh" Alex menyuruh Nasha bicara


Ziyan: "Sha? kamu disana kan?"


"JAWAB!" bentak Alex sambil menampar wajah Nasha hingga gadis itu tersungkur


Darah segar keluar dari ujung bibir Nasha, pertahanan Nasha nyaris runtuh gadis itu terisak menahan rasa sakit


Ziyan: "NASHA? SHA? KAMU KENAPA SHA?" Ziyan tahu Alex pasti melakukan sesuatu pada Nasha, dari balik telefon Ziyan terdengar semakin kalut


Nasha semakin terisak mendengar suara Ziyan


"Gue bilang ngomong!" sekarang tangan Alex menarik rambut Nasha hingga kepala gadis itu menengadah ke langit-langit


"Aaaaaaa" lirih suara Nasha terdengar menahan rasa sakit karena jambakan Alex


Nasha: "Ziiii... kamu jangan kesini" seru Nasha sambil menangis


Ziyan: "Nasha, Nasha, aku janji aku bakalan nyelametin kamu, kamu jangan takut oke"


Nasha: "Jangan kesini Ziii, plisss"


Ziyan: "Sayang... maafin aku" Ziyan terdengar ikut menangis, ia tidak bisa membayangkan apa yang dialami Nasha sekarang


Alex: "Gimana? rasa kangen lo udah sedikit berkurang kan?"


Alex mengalihkan pembicaraan mereka lagi dan dengan sengaja membuat Ziyan semakin marah


Ziyan: "GUE BAKAL BIKIN PERHITUNGAN SAMA LO BRENGS*K"


Alex: "Hahaha... itu yang gue tunggu, lo tau harus jemput cewek lo kemana kan?"


Ziyan: "Berani lo nyentuh Nasha gue gak segan-segan bakal bunuh lo"


Alex: "Lo tau apa yang gue mau kan? serahin diri lo, tuker nyawa lo sama nyawa cewek lo yang cantik ini"


Nasha terbelalak mendengar perkataan Alex itu, Ziyan tidak boleh datang kesana atau Ziyan akan mati


Nasha: "ZIYAN, JANGAN KESINI ZI, JANGAN KESINI ZIYAN, PLISSS!!! Ziyan jangan kesini aku mohon!!!" Nasha berteriak sebisanya, berharap Ziyan mendengar permintaan nya itu dari balik telefon


Ziyan hanya bisa mengepalkan tangan nya sangat kuat karena ia tidak sabar untuk membunuh Alex juga, amarah Ziyan sudah diluar batasnya


Alex: "Lo tau kan aturan main gue? gak ada polisi kalau lo mau nyawa cewek lo ini aman"


Kemudian Alex menutup telefon nya, sementara Ziyan masih menggenggam handphone nya sangat kuat, ia berusaha menahan amarah ~


Bu Lasmi yang sedari tadi berdiri di belakang Ziyan tidak henti-hentinya menangis

__ADS_1


"Itu tadi yang nyulik non Nasha kan?" tanya bu Lasmi


"Non Nasha dimana den? kita harus lapor polisi!" bu Lasmi terus meracau sementara Ziyan masih terdiam memikirkan apa yang harus ia lakukan untuk menyelamatkan gadisnya


Bu Lasmi berlari ke arah meja disamping kursi tunggu untuk mengambil handphone nya


"Kita harus lapor polisi" seru bu Lasmi sekali lagi sambil gemetar mencari nomor kantor polisi yang ia save di handphone nya


Ziyan menahan tangan bu Lasmi, menghentikan wanita paruh baya itu untuk menelefon polisi, ancaman Alex bukan main-main, Ziyan tahu seberapa berbahaya Alex, jika Alex tahu ia melibatkan polisi bukan tidak mungkin nyawa Nasha ada dalam bahaya


"Jangan bu! mak-maksud aku jangan sekarang"


"Non Nasha diculik, kita harus lapor polisi" bu Lasmi terdengar marah karena Ziyan melarangnya


"Aku tau Nasha dimana, aku bakal bawa Nasha pulang bu, aku janji Nasha bakal baik-baik aja"


Bu Lasmi menatap Ziyan tajam, ada amarah dan kekecewaan pada anak laki-laki dihadapan nya itu, sesaat ada penyesalan juga dalam hatinya, andai sejak awal ia melarang Nasha dekat dengan Ziyan pasti putrinya tidak akan mengalami hal seperti ini


"Aku minta maaf bu, ini semua salah aku" Ziyan terlihat sangat menyesal, ia bisa menemukan kemarahan dari tatapan bu Lasmi terhadapnya


Bu Lasmi kemudian menutup matanya seakan sangat lelah, air mata semakin banyak jatuh dari kedua mata sayunya, ia tersadar Ziyan tidak bersalah atas apa yang menimpa Nasha sekarang, anak laki-laki ini juga sangat menyayangi Nasha sama seperti dirinya, Ziyan juga tidak mengharapkan dan tidak pernah menyangka hal ini akan terjadi pada Nasha, ini semua musibah yang tidak diharapkan siapapun


Bu Lasmi merasa menyesal karena sesaat terbersit untuk menyalahkan Ziyan


"Tolong non Nasha" bu Lasmi menggenggam tangan Ziyan penuh pengharapan


Ziyan mengangguk sambil membalas genggaman tangan bu Lasmi "Aku janji, aku bakal bawa Nasha pulang" ~


Ziyan meninggalkan rumah Nasha dan menuju ke markas Alex dan anak-anak buahnya sendirian, sebelum pergi tadi Ziyan sudah berpesan ke bu Lasmi untuk tidak menelfon polisi kecuali mereka tidak kembali sampai besok malam


Ziyan tahu ini adalah keputusan bodoh yang sangat nekat, pergi ke tempat Alex sama saja dengan masuk secara suka rela ke kandang harimau, tapi Ziyan tidak punya pilihan lain ia juga tidak ingin melibatkan teman-teman ataupun polisi karena hal itu akan membahayakan nyawa Nasha, Ziyan tidak mau mengambil resiko, kehilangan Nasha adalah ketakutan terbesar dalam hidupnya dan saat ini Ziyan merasa ketakutan itu hampir terjadi karena kesalahan nya, teman-teman nya benar harusnya sejak awal Ziyan jangan berurusan dengan Alex ataupun Diandra


Jalanan kota masih saja macet padahal jam sudah menunjukan hampir pukul 10 malam, Ziyan mengendarai mobilnya secepat yang ia bisa walaupun masih saja terhalang kemacetan, handphone Ziyan berdering beberapa kali, di layar hp itu tertulis nama Arvi, setelah hampir tiga kali terus menerus berbunyi akhirnya Ziyan mengangkat telefon itu


Ziyan tidak langsung menjawab pertanyaan Arvi itu, ia malah terdiam


Arvi: "Ziyan, lo ga tidur kan?"


Ziyan: "Sorry vi, gue gak bisa kesana malem ini"


Arvi: "Heh, dodol, lo yang ngajakin ngumpul lo yang ga dateng, ga bener lu"


Ziyan: "Sorry vi, bilangin ke anak-anak gue minta maaf"


Arvi menangkap ada sesuatu yang aneh dengan teman nya itu, tidak biasanya Ziyan begitu, dan yang lebih aneh untuk apa Ziyan minta maaf karena tidak menepati janji, biasanya juga Ziyan santai-santai saja


Arvi: "Kenapa sih lo? aneh banget? di putusin Nasha lo?"


Ziyan: "Gak apa-apa, pokoknya gue ga bisa kesana sekarang, udah ya"


Ziyan menutup telefon nya, sementara itu Arvi malah menelefon lagi tapi telefon itu tidak di angkat ~


Ken menghampiri Arvi yang tadi sengaja menjauh dari kerumunan teman-teman nya untuk menelefon Ziyan


"Gimana? si kunyuk ga dateng lagi hari ini?" tanya Ken


Arvi masih dengan wajah bingung menatap layar handphone nya


"Heh, kenapa lo?" tanya Ken lagi


"Si Ziyan aneh banget sumpah, kayanya dia lagi ada masalah sama Nasha, suaranya lesu banget, udah kaya orang mau bunuh diri"


"Perasaan tadi siang di sekolah bae-bae aja mereka"


"Gue juga gak tau, cuma kayanya ada sesuatu deh sama Nasha"

__ADS_1


"Makin alay aja tuh anak, ya udah biar gue telfon Nasha, bisa bunuh diri beneran dia kalo di putusin"


Ken mengeluarkan handphone nya dari dalam saku dan menelfon nomor Nasha tapi nomor itu tidak aktif


"Gak aktif, kayanya mereka emang lagi berantem deh"


Ken mencoba sekali lagi tapi hasilnya masih sama nomor Nasha tidak aktif, dan Ken masih terus mencoba sampai pada percobaan ke lima handphone Nasha tersambung, secara kebetulan di ujung sana Alex baru saja mengaktifkan handphone itu untuk mengorek informasi tentang gadis yang ia culik, melihat panggilan masuk dari Ken, Alex merasa ini kesempatan yang bagus untuk mengerjai anak itu juga, Ken adalah teman dekat Ziyan yang selalu saja membantu Ziyan lolos dari kejaran anak buahnya, rasa benci Alex terhadap Ken mungkin hanya berbeda sekitar 10% dengan rasa bencinya terhadap Ziyan


Alex: "Hallo KAK KENZI"


Ken yang mendengar suara pria dari ujung telefon Nasha langsung kaget ia menjauhkan handphone itu dari telinganya, Arvi menunjukan raut wajah penuh tanya


"Kenapa?" bisik Arvi


"Yang jawab cowok"


"Hah?" Arvi ikut bingung


Ken sengaja me-loudspeaker telefon nya agar Arvi bisa mendengar


Ken: "Ini siapa? Nasha mana?"


Alex: "Nasha? dia ada sama gue"


Ken dan Arvi saling menatap, mereka merasa tidak asing dengan suara menyebalkan itu


Ken: "Lo siapa?"


Alex: "Hahaha lo ga kenal siapa gue? hari ini banyak banget kayanya yang nyariin Nasha, spesial banget kayanya nih bocah buat kalian"


Ken: "HEH, LO SIAPA, NASHA DIMANA?"


Alex: "Harusnya lo tau siapa gue gobl*k"


Alex lalu mematikan telefon itu, Ken tahu ada yang tidak beres Nasha sepertinya sedang tidak aman


"Kayanya ada yang gak beres" kata Arvi


Ken mengangguk setuju "Gue kayanya kenal sama suara tadi"


Arvi dan Ken mulai berfikir, mengingat-ingat suara siapa yang ada di telefon Nasha itu, dan akhirnya mereka sadar


"ALEX" kata keduanya berbarengan


"Handphone Nasha ada di Alex, jangan-jangan" Arvi mulai menduga kalau Alex menculik Nasha, dan memang dugaan nya itu tepat


"Ziyan, Ziyan pasti gegabah" Ken terlihat cemas begitupun dengan Arvi


Arvi berusaha menelefon Ziyan lagi, tapi masih tidak di angkat


"Si monyeeeet, dia ga ngangkat telefon nya" kata Arvi kesal sambil terus berusaha menelfon Ziyan


"Dia pasti ke tempat Alex"


"Kita harus kesana juga"


Ken dan Arvi lalu berpamitan pada teman-teman nya tanpa memberi tahu apapun tentang Ziyan, mereka juga tidak ingin mengambil resiko dengan melibatkan anak-anak lain, selama ini yang selalu jadi kejaran Alex adalah Ziyan tapi tidak jarang teman-teman nya ikut terkena imbas, dan untuk kali ini rasanya terlalu berbahaya jika melibatkan yang lain, tapi Arvi dan Ken juga harus menyelamatkan Ziyan, mereka tahu Ziyan bisa saja mati disana ~


Ziyan sudah sampai di sebuah gedung tua yang nyaris seperti tidak berpenghuni, tempat itu ada di dekat pelabuhan sebenarnya cukup jauh dari rumah Nasha, Ziyan ingat terakhir kali ia dan teman-teman nya diseret ke tempat itu saat Alex baru saja keluar dari rumah sakit setelah kepalanya hampir pecah karena dipukuli oleh Ziyan, anak buah Alex mengeroyok Ziyan dan teman-teman nya di tempat itu juga, beruntung mereka masih bisa melarikan diri.


Apakah sekarang Ziyan masih bisa keluar dengan selamat dari tempat itu? entahlah, bukan itu yang penting, yang terpenting adalah Nasha, gadisnya sendirian di tempat mengerikan itu Nasha sedang menunggunya disana dengan ketakutan atau bahkan kesakitan karena ulah Alex, Ziyan tidak berani membayangkan apa yang di alami oleh Nasha.


Ziyan keluar dari dalam mobilnya dan hendak berjalan masuk ke gedung tua yang merupakan markas Alex dan anak-anak buahnya tapi seseorang dari belakang membekap mulutnya tiba-tiba dan mereka menarik paksa tubuh Ziyan menjauh dari tempat itu.


❣️

__ADS_1


__ADS_2