
...Time seems to crawl when you miss the one you love...
...Adinda N.R....
...************************...
Weekend ini Ziyan ataupun Nasha hanya menghabiskan waktu dirumah masing-masing, Jika ayah Nasha ada dirumah pria itu tentu saja tidak bisa kesana, walaupun ia sangat merindukan Nasha setengah mati tapi Ziyan harus menahannya, ia tidak ingin memaksakan Nasha yang belum siap memperkenalkannya pada ayahnya.
Ziyan mengahabiskan waktu dengan menggambar sketsa wajah Nasha lagi dan lagi, bolak balik foto-foto gadis itu yang hampir ada ratusan di handphonenya ia pilih untuk dijadikan sketsa, sebelumnya Ziyan menelfon pak Tama untuk menyiapkan kejutan ulang tahun Nasha nanti malam. Ia ingin jadi orang pertama yang merayakan ulang tahun gadis itu yang ke-17 tepat di pergantian hari nanti jam 12 malam, dan esoknya Nasha bisa menghabiskan waktu dinner dengan ayahnya.
Dari luar kamar Ziyan terdengar suara ibunya yang sedang menelfon seseorang, mungkin sudah sekitar setengah jam namun ibunya belum juga menyelesaikan obrolannya, sesekali Ziyan mengintip keluar dan ibunya masih diposisi yang sama sambil mengobrol panjang lebar dan sesekali tertawa renyah, seperti remaja yang sedang jatuh cinta. Melihat pemandangan itu Ziyan merasa sangat lega karena akhirnya sang ibu bisa begitu bahagia dan membuka hatinya kembali, namun disisi lain hatinya juga khawatir, memori kelam yang dilewati bersama ibunya saat kecil membuat Ziyan trauma, Ziyan tidak pernah bisa melupakan masa kelam itu dan Ziyan sudah tidak mampu jika sekali lagi melihat ibunya terluka. Ziyan akan melakukan apapun untuk kebahagiaan ibunya ~
Hari mulai larut dan Ziyan tahu dari bu Lasmi jika ayah Nasha sedang keluar rumah untuk bertemu seseorang, saat ini via telfon Ziyan sedang memohon-mohon ke bu Lasmi untuk di izinkan membawa Nasha keluar, akhirnya setelah berkali-kali memohon bu Lasmi memberikan izin juga dengan catatan Nasha tidak akan ada dalam bahaya atau kembali terlalu malam. Ziyan menyetujuinya.
"Tok, tok, tok" Suara pintu kamar Nasha diketuk
"Masuk!"
Bu Lasmi membuka pintu dan melihat Nasha sedang mempersiapkan perlengkapan sekolahnya.
"Ada apa bu?"
"Non Nasha ada yang jemput diluar"
Gadis itu langsung menoleh heran, siapa yang menjemputnya pukul delapan malam
"Tadi den Ziyan nelfon ibu, mohon-mohon pengen ngajakin non Nasha nonton katanya"
"Serius bu?" Nasha tidak tahu apa-apa soal rencana Ziyan
"Sopirnya den Ziyan sekarang udah diluar"
Nasha bangkit dari duduknya dan melihat keluar kamar lewat jendela, benar saja didepan gerbang rumahnya ada sopir Ziyan dengan mobil mewahnya.
"Terus nanti papah gimana?" Nasha terlihat bingung
"Non ga usah khawatir, sekarang non siap-siap aja, bapak ma urusannya ibu" kata bu Lasmi sambil mengelus kepala gadis itu
Nasha terharu mendengarnya, sebesar itu kasih sayang bu Lasmi yang ia rasakan, sampai-sampai untuk berbohongpun bu Lasmi rela
"Makasih ya bu" kata Nasha sambil memeluk bu Lasmi
"Yang penting non sekarang buru-buru ya siap-siapnya keburu bapak pulang"
Nasha mengangguk, tidak lama setelah Nasha dan sopir Ziyan pergi meninggalkan rumah Nasha mobil ayahnya masuk kehalaman rumah, bu Lasmi segera membukakan pintu.
"Mau saya siapin makanan pak?"
"Gak usah bu, saya udah makan, ibu sama Nasha udah makan malem?"
"Sudah pak"
"Nasha udah tidur bu?"
"Iya pak"
Tanpa banyak basa-basi ayah Nasha tidak curiga sama sekali dengan bu Lasmi, ia hanya mengangguk-angguk percaya.
"Ya udah bu saya juga mau langsung istirahat"
Pria paruh baya itu kemudian meninggalkan bu Lasmi diruang tamu ~
Selama diperjalanan Nasha sangat penasaran dengan kejutan yang disiapkan Ziyan, jika hanya mau mengajaknya menonton kenapa harus repot-repot menyuruh sopir menjemputnya. Jantungnya sedikit berdebar tidak sabar bertemu pria itu.
Akhirnya Nasha sampai digedung bioskop tempat Ziyan menunggunya, sopir Ziyan mengantarkan Nasha ke gedung VIP bioskop dan mempersilahkannya masuk, Nasha masuk ke ruang VIP yang ternyata gelap gulita, Nasha mengeluarkan handphonenya untuk penerangan saat masih mencari tombol center di handphone nya tiba-tiba lampu diruangan itu satu persatu menyala, kelopak mawar merah yang menyerupai karpet bertebaran dilantai dengan lilin-lilin yang berjejer ditepi-tepinya, Nasha tersenyum senang melihat kejutan yang diberikan Ziyan, pria konyol itu repot-repot menghias satu gedung VIP bioskop untuknya, Nasha berjalan diatas kelopak mawar itu mengikuti arahan sampai ia masuk kedalam ruangan untuk menonton film, tidak ada satu orangpun ditempat itu, hanya ada dua kursi yang sangat nyaman, boneka teddy bear besar yang empuk, pop corn dengan ukuran besar, dua minuman soda, lilin-lilin cantik, selimut hangat dan bucket mawar kecil tapi sangat indah dan harum, Nasha mengambil bucket itu dan menciumnya, tiba-tiba layar besar dibelakangnya menyala dan memutarkan sebuah video.
Video yang berdurasi beberapa menit itu memutarkan foto-foto dirinya dengan berbagai macam pose, dari yang memang terlihat cantik, candid, mengantuk, makan, tertawa, mengobrol, belajar, sangat banyak foto dan sketsa wajahnya, ada juga video singkat kebersamaannya dengan Ziyan yang sudah diedit, Nasha hanya bisa tertegun melihatnya. Diakhir video terdapat tulisan
__ADS_1
'Selamat ulang tahun Adinda, terimakasih karena telah hadir'
Entah harus seperti apa, rasanya Nasha tidak bisa bergerak, semuanya seperti mimpi yang terlalu indah. Tiba-tiba suara sepasang sepatu terdengar masuk ke ruangan itu Nasha membalikan tubuhnya melihat kehadiran Ziyan dengan setelan jas rapi dengan sepatu pantofel yang mengkilat disana, Ziyan berjalan mendekat dan sambil terus ditatap Nasha dengan senyum dan mata berkaca-kaca. Sekarang mereka saling berhadapan, air mata tidak terasa menetes dipipinya.
"Kamu kok malah nangis sih?" tanya Ziyan sambil mengusap pipi gadisnya
"Ya abisnya kamu udah ngucapin selamat ulang taun aja, ulang taun aku kan masih dua jam lagi" seru Nasha bercanda padahal ia menangis karena terlalu bahagia
"Aku gak mau keduluan orang lain" Ziyan menunduk menunjukan wajah manjanya, Nasha malah terkekeh
"Makasih ya" ucap gadis itu lembut
Ziyan kemudian menatap Nasha, menggenggam tangan gadis itu dan sebelah tangannya memberikan kotal kecil yang semua orangpun tahu apa isinya hanya dengan melihatnya. Nasha sedikit kaget menerima itu.
Kemudian Ziyan, pria itu berlutut dihadapan Nasha dan dengan sungguh-sungguh meminta Nasha untuk selalu bersamanya sampai akhir
"Aku tahu Sha kita masih terlalu muda, mungkin kamu fikir aku cuma cowok konyol yang mau main-main sama kamu, aku juga gak bisa janjiin apa-apa sama kamu tapi yang aku tahu saat ini aku ingin bersama kamu dan apapun akan aku lakukan supaya aku ga kehilangan kamu Sha" kata Ziyan sambil berlutut dan mempersembahkan cincin berlian yang walaupun harganya sangat mahal tapi terlihat begitu elegan dan sederhana.
Nasha menarik nafas berat mendengarnya, ia masih tidak percaya saat ini Ziyan melamarnya.
"Kamu mau kan Sha sama aku terus, aku bakalan kuliah yang bener, jadi pria baik-baik seperti yang bu Lasmi mau, dan jadi pria yang pantas buat kamu Sha, aku akan buktiin sama kamu dan papah kamu" Lanjutnya
Sekarang Nasha malah tertawa renyah, akhirnya Nasha mengulurkan tangannya tanda ia menerima cincin yang diberikan Ziyan, pria itu tersenyum lebar sekarang sambil memasangkan Nasha cincin tanda keseriusannya.
Ziyan berdiri kemudian mereka berpelukan erat, kebahagiaan ini terlalu seperti mimpi, segala hal berjalan sangat baik dan terlalu indah, jika ini hanyalan mimpi Nasha hanya bisa berdoa agar ia tertidur saja selamanya, rasanya Nasha sangat takut terbangun dan mimpi ini hilang.
"Kamu bebas nonton film apa aja disini"
Ziyan mengajak Nasha duduk di sofa nyaman yang menghadap ke layar besar
"Aku mau nonton film horor" kata Nasha sambil memilih film yang di inginkannya lewat iPad
"Ga pas dong moment nya, harusnya kita nonton film romantis"
"Kamu takut?"
"Ya udah kita nyari film thriller"
"Yaaaaankk" Ziyan merajuk, Nasha benar-benar menghancurkan moment romantis mereka fikirnya ~
Keesokan malamnya setelah kejutan ulang tahun itu Nasha dan ayahnya pergi dinner seperti yang sudah direncanakan, suara pesan singkat masuk ke handphone Nasha.
Ziyan : "Kamu jadi berangkat?"
Nasha : "Iya jadi, ini udah dijalan"
Ziyan : "Kabarin ya kalo udah pulang"
Nasha : "Oke"
Ziyan : "Oke doang nih?"
Nasha : "Terus?"
Ziyan : "Cium dulu"
Nasha : "😑"
Ziyan : "Iya-iya becanda, i miss u"
Nasha tidak membalas lagi hanya tersenyum geli. Akhirnya Nasha dan ayahnya sampai disalah satu restoran hotel berbintang, biasanya Nasha hanya meminta dinner di restoran steak biasa tapi hari ini spesial karena ayahnya yang memilih tempat itu, Nasha ikut saja.
Setengah jam barlalu Nasha dan ayahnya sedang menikmati appetiser yang mereka pesan.
"Kamu suka makanannya?" tanya ayahnya
"Suka pah, enak" jawab Nasha
__ADS_1
"Sha, sebenernya hari ini papah ngundang seseorang lagi"
"Siapa pah? temen?"
Ayah Nasha tidak langsung menjawab karena sedikit ragu
"Bisa dibilang lebih dari temen"
Nasha yang mendengar jawaban itu nyaris tersedak makanannya
"Kamu- marah?" tanya ayahnya melihat reaksi Nasha
"Ngga pah, cuma kaget aja sih"
"Maaf ya, papah baru bilang" tangan ayahnya menggenggam tangan Nasha, ini benar-benar kejutan ulang tahun menurut Nasha
"Gak apa-apa pah, udah berapa lama?"
"Mungkin sekitar setahun"
Nasha kenunjukan wajah kaget
"Kenapa baru bilang pah? itu udah lama banget loh"
"Papah awalnya masih ragu Sha, maaf ya"
"Terus sekarang udah gak ragu?"
Ayahnya mengangguk "Makanya papah mau kenalin ke kamu"
"Kalo tiba-tiba aku gak setuju gimana?" tanya Nasha jahil
"Yaaaa papah sih jalan terus" jawab sang ayah sambil tertawa, sebenarnya tidak ada masalah bagi Nasha jika ayahnya memang ingin menjalin hubungan baru, memang ayahnya sudah terlalu lama sendiri dan ia berhak bahagia fikir Nasha.
Tidak lama menunggu seorang wanita paruh baya berkulit putih dengan senyum yang sangat elegant menghampiri mereka berdua, ayah Nasha langsung beranjak dari duduknya ketika wanita itu datang.
"Sha, kenalin ini tante Diana" seru sang ayah memperkenalkan "Dian, ini anak ku Nasha"
Diana kemudian mengulurkan tangannya, dengan sopan Nasha berdiri dan meraih tangan itu, 'selera papah bagus juga' bisik hati Nasha, tante Diana sangat cantik walaupun sudah diusia yang tidak muda, ayah Nasha mempersilahkan Diana duduk.
"Katanya kamu juga dateng sama anak kamu, dimana dia?" tanya Ayah Nasha
"Tadi basement nya penuh jadi masih nyari parkiran"
"Basement hotel semewah ini bisa penuh juga ya"
"Sebentar lagi dia nyusul kok"
Nasha tidak banyak bicara hanya memperhatikan ayahnya dan calon ibu tirinya. Wajah tante Diana terasa sangat familiar.
"Nasha gimana sekolahnya?" Diana berusaha membuka obrolan
"Baik tante" jawab Nasha singkat
"Sha, tante Diana ini yang nyaranin papah buat daftarin kamu sekolah di Bina Karya"
Nasha hanya mengangguk-angguk sambil tersenyum
"Anak tante juga sekolah disana, mungkin Nasha kenal"
"Siapa namanya tante?"
"Oh itu dia" Diana mengangkat tangannya untuk memanggil seorang pria tinggi putih yang menuju ke arah mereka bertiga
Nasha menoleh dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, matanya menatap nanar kearah pria itu, begitupun dengan pria itu langkahnya menjadi kik-kuk, seketika dunia rasanya berputar sangat lambat
'Ziyan' bisik hati Nasha.
__ADS_1
❣️