
...Aku bisa membunuh untukmu, atau mati karenamu...
...Sanam teri kasam...
...****************************************...
Ken dan Arvi menarik tubuh Ziyan ke tempat yang lebih aman, Ziyan meronta karena mulutnya dibekap dan badan nya ditarik secara paksa. Akhirnya tenaga Ziyan lebih besar untuk melepaskan diri dari kedua teman nya itu.
"Lo bedua? ngapain disini?" tanya Ziyan saat melihat kalau orang yang membekapnya adalah Arvi dan Ken
"Lo yang ngapain b*go? mau bunuh diri lo?" Ken balik bertanya dengan kesal
"Dari mana kalian tau gue kesini?" Ziyan merasa ia tidak memberitahu siapapun kalau ia akan datang ke markas Alex
"Kita tau Alex nyulik Nasha kan? Ken ga sengaja nelfon Nasha dan yang jawab Alex" terang Arvi
"Lo udah b*go apa gimana sih? dateng kesini sendirian, mau mati lo?" Ken masih terlihat kesal karena menurut nya Ziyan bersikap sangat gegabah
"Nasha ada di dalem sana, lo fikir gue bakal diem aja?" Ziyan menjawab tak kalah kesal
"Tapi lo ga bisa kesini sendirian" sangkal Arvi
"Terus gue harus lapor polisi dan biarin nyawa Nasha dalam bahaya?" Ziyan masih menggebu-gebu
"Se enggak nya lo cari cara dulu dong biar kita bisa nyelametin Nasha secara aman" pendapat Ken
"Gue gak peduli, gue harus nyelametin Nasha sekarang" Ziyan tidak peduli, ia berbalik dan meninggalkan kedua teman nya
Ken dan Arvi terlihat kesal, mereka saling menatap dan seperti memberi kode kalau salah satu dari mereka harus mengikuti Ziyan, sementara Arvi memutuskan untuk berjaga-jaga dari luar
Ken akhirnya mengekori Ziyan yang hendak masuk ke markas Alex
"Dia udah dateng bos" salah satu anak buah Alex melihat Ziyan berjalan masuk ke gedung tua markas mereka
Alex tersenyum licik sambil beranjak dari duduknya ~
Nasha ditinggalkan sendirian diruang penyakapan yang gelap dan pengap, tenggorokan nya terasa sangat haus dan tubuhnya lemas, sejak terbangun dari pingsan tidak ada satu orangpun yang memberikan nya makanan atau minuman entah itu Alex, Diandra ataupun anak buahnya, mereka memyiksa Nasha secara perlahan dan itu sangat keji
Diandra masuk sendiri keruangan itu dan menatap Nasha yang tertunduk lemas dengan tatapan kasihan, walaupun Diandra yang membuat Nasha seperti itu tapi ia tetap manusia yang masih memiliki sedikit belas kasih
__ADS_1
Nasha mengangkat wajahnya yang terlihat sangat kusut, pipinya sedikit lebam karena tamparan Alex, matanya sangat sembab karena gadis itu tidak berhenti menangis, sementara Diandra membungkukan tubuhnya dan membuka lakban hitam yang menutupi mulut Nasha, gadis jahat itu meminumkan Nasha sebotol air mineral karena tangan dan kakinya di ikat, Nasha meminum air yang diberikan Diandra walaupun sedikit, rasanya sangat memalukan menerima air itu dari tangan Diandra, air mata mengalir dari pelupuk matanya, Nasha tidak mengerti kenapa Diandra bisa setega itu terhadapnya, semua hal ini sudah diluar batas, cinta Diandra terhadap Ziyan sudah menjadi kegilaan yang tidak normal
Nasha menatap wajah Diandra yang sedang memberinya minum, ekspresi wajahnya sangat tidak terbaca, Nasha tahu Diandra membencinya tapi ia juga merasa kasihan pada Nasha, setelah memberi Nasha minum Diandra bangkit lagi dan hendak meninggalkan tempat itu.
"Kenapa kak?" terdengar suara Nasha lirih "Kenapa harus sampai kaya gini?"
Pertanyaan Nasha itu membuat langkah Diandra terhenti, lalu ia membalikan tubuhnya dan menatap Nasha lagi
"Lo tanya kenapa? gue udah bilang ke lo berkali-kali, gue CINTA sama Ziyan, tapi apa? Lo masih tega ngerebut Ziyan dari gue" suara Diandra terdengar sangat marah, mata gadis itu juga berkaca-kaca "Lo jahat, LO JAHAT NASHA" lanjut Diandra berteriak
"Ziyan gak cinta sama kakak"
"TUTUP MULUT LO! Ziyan dari awal itu sama gue, dia gak pernah deket sama cewek lain selain gue, kalo lo ga pernah muncul Ziyan pasti sama gue"
"Gak semua hal yang kakak mau harus kakak dapetin!"
"Apa lo bilang? semua hal? tau apa lo soal gue, gue gak pernah dapetin apapun, gue menderita, gue cuma punya Ziyan, cuma Ziyan yang peduli sama gue, cuma Ziyan yang bisa nyelametin gue" air mata mulai mengalir dipipi Diandra "Lo punya segalanya Nasha, gue cuma punya Ziyan dan lo ngerebut Ziyan dari gue, gue benci sama lo" Diandra berbalik lagi hendak pergi
"Ziyan malah akan benci kakak kalau kakak kaya gini"
"Lo fikir gue peduli? kalau gue ga bisa dapetin Ziyan, artinya gak ada seorangpun yang bakal dapetin Ziyan, termasuk lo"
Sementara Diandra, gadis itu terlalu frustasi, ia tidak menemukan cara lain untuk mendapatkan Ziyan, selama ini ia selalu berharap Ziyan akan menjadi penyelamat hidupnya yang begitu berantakan tapi sekarang Ziyan malah tergila-gila pada gadis lain, Diandra hanya kecewa karena harapan nya tidak sesuai dengan kenyataan, itulah sebabnya ia sangat marah dan membuat kekacauan ini ~
Gedung yang menjadi markas Alex adalah gedung perkantoran yang belum selesai dibangun, tempat itu dibeli Alex secara ilegal dan ia jadikan tempat persembunyian nya untuk melakukan transaksi-transaksi kotor, di tempat itu Alex memghasilkan uang jutaan bahkan milyaran dari penjualan narkoba, Ziyan bukan tidak tahu tempat seperti apa itu, ia bisa saja dituduh sebagai komplotan Alex jika polisi menangkap mereka disana tapi Ziyan tidak punya pilihan lain, Nasha adalah yang terpenting.
Belum sampai ke tempat dimana Nasha disekap Ziyan sudah harus berhadapan dengan delapan orang anak buah Alex
Ziyan mendengus kesal melihat mereka, ingin sekali rasanya membuat mereka semua babak belur untuk membalaskan kesakitan Nasha
Ziyan tidak berbasa basi apapun, ia langsung menghajar orang-orang itu satu per satu tanpa ampun, Ken turun tangan juga ia tidak bisa berdiam diri saja melihat Ziyan berkelahi sendiri, mereka berdua melawan delapan orang bukanlah hal yang mudah beberapa kali Ziyan dan Ken juga terkena pukulan tapi amarah Ziyan sepertinya sudah membabi buta, Ziyan tidak semudah itu juga untuk dihajar malah ia yang selalu berhasil memukuli anak-anak buah Alex sampai mereka babak belur
Alex dan anak-anak buahnya yang lain dan jumlah yang cukup banyak akhirnya keluar setelah melihat Ziyan menghajar delapan orang anak buahnya itu seperti orang gila, usia Ziyan mungkin lebih muda dari mereka tapi Alex tidak memungkiri tenaga dan kemampuan bela diri Ziyan bukan main-main, melihat Ziyan sekarang ini persis seperti melihat seekor banteng marah yang akan menabrak, melempar dan menginjak siapapun yang menghalangi jalan nya
Fokus Ziyan teralihkan ketika melihat Alex muncul sehingga datang kesempatan anak buah Alex untuk melukainya, Ziyan akhirnya mendapat tijuan mentah di pipinya dan hampir membuat pria itu oleng, dua orang anak buah Alex yang lain mencekal kedua tangan Ziyan dan orang yang lain bergantian memukulnya, nasib Ken juga tidak jauh berbeda, ia sudah lebih dulu babak belur ditangan anak buah Alex
"STOP" perintah Alex pada anak-anak buahnya
Mereka memberikan Alex jalan untuk melihat wajah Ziyan, wajah tampan Ziyan sudah lebam dan lecet-lecet sekarang
__ADS_1
Alex tersenyum sambil menghampiri Ziyan yang dipegangi dua orang anak buahnya
"Berani juga lo kesini" seringai Alex licik
"DIMANA NASHA BRENGS*K?" Ziyan berteriak marah
"Oke, oke, gue bawa lo liat cewek lo, cerita ini bakal lebih seru kalo ada drama percintaan nya kan?"
Akhirnya mereka menyeret Ziyan dan Ken ke ruangan dimana Nasha disekap, tempat itu ada dilantai dua belas, anak buah Alex membukakan pintu dan seketika nampak Nasha yang terduduk lemas sambil bersandar ke dinding, wajahnya sangat pucat dan matanya sangat sembab
"NASHA" seketika Ziyan berteriak sambil berusaha lepas dari cengkraman anak buah Alex yang menghadangnya
Nasha membuka matanya yang sangat lelah dan melihat Ziyan dengan wajah babak belur yang bercampur khawatir setengah mati, sangat menyedihkan, Nasha tidak bisa menahan air matanya, gadis itu menatap Ziyan dengan perasaan menyesal, mengapa Ziyan harus datang, andai saja ia berhasil kabur ceritanya tidak akan seperti ini, membuka ikatan tangan dan kaki yang sangat kuat ternyata tidak semudah di sinetron yang ada di tv, semakin Nasha menggerakan ikatan di tangan dan kakinya tali itu semakin menyakiti pergelangan nya
"Well, gimana kalo kita buat kesepakatan" tawar Alex
"Gue emang gedeg banget sama lo anj*ng, tapi kalo di fikir-fikir lo bakal berguna buat gue"
Alex menghadap langsung ke wajah Ziyan
"Lo cukup cerdik, lo juga jago berantem, Lo dan cewek lo itu bisa keluar dengan selamat dari tempat ini asalkan lo mau jadi kacung gue"
Nasha yang mendengar tawaran Alex menatap Ziyan sambil menggelengkan kepalanya tanda ia tidak mau dengan tawaran itu, apa maksudnya jadi anak buah Alex? itu sama saja dengan masuk ke dalam neraka yang sama dengan Diandra
"Najis, cyuh" wajah Ziyan begitu menantang, ia juga tidak segan meludahi wajah Alex
Alex langsung menutup matanya yang hampir terkena saliva Ziyan, ia begitu marah dan langsung menatap salah satu anak buahnya untuk memberi kode
Anak buah Alex paham apa maksud bos nya, ia langsung berjalan ke arah Nasha dan tidak segan-segan menyeret Nasha dengan menarik rambut gadis itu, Nasha juga dipaksa berdiri padahal kedua kakinya terikat kuat, lehernya sekarang diapit di lengan pria yang tubuhnya cukup besar itu membuat Nasha kesulitan bernafas, Nasha terbatuk karena sesak dan menangis
"AAAAARRRRRGGGHHH" Ziyan berteriak marah, melihat seorang perempuan dipukul bisa membangkitkan trauma Ziyan, ia sangat membenci hal itu, apalagi jika yang mengalami itu adalah Nasha, gadisnya, perempuan paling berharga dalam hidupnya, Ziyan akan membunuh mereka semua, pasti.
"Itu akibatnya kalo lo berurusan sama gue" wajah Alex tidak main-main
"Jangan sentuh cewek gue" Ziyan bicara tepat di wajah Alex yang berdiri tepat dihadapan nya, Alex tidak bergeming, orang itu tetap menyiksa Nasha
"GUE BILANG JANGAN SENTUH CEWEK GUE" Ziyan seperti singa yang marah, dua orang yang memeganginya di lemparkan dengan mudah, dalam hitungan detik pria itu berlari juga mendorong leher Alex sampai punggungnya menghantam dinding, Ziyan terus meninju Alex beberapa kali sampai mulutnya berdarah, semua anak buah Alex yang ikut masuk ke ruangan itu berusaha menghentikan tidakan Ziyan, termasuk yang tadi sedang memegangi Ken dan menyiksa Nasha, tapi mereka semua seperti dengan mudahnya di lemparkan Ziyan satu per satu, salah satu dari mereka bahkan ada yang hampir memukul kepala Ziyan dengan balok tapi Ziyan bisa menghindar bahkan merebut balok kayu itu dan memukuli semuanya seperti orang kehilangan akal, setelah membuat anak buah Alex babak belur Ziyan kembali ke target utamanya
Ziyan memaksa Alex yang masih tergeletak di lantai berdiri. Lagi, pria itu memukulinya tanpa ampun, Ken sudah membukakan ikatan di tangan dan kaki Nasha tapi gadis itu masih terlalu lemah untuk diajak lari keluar, Nasha seperti kehilangan kata-kata, tubuhnya gemetar hebat, ia benar-benar takut melihat Ziyan hampir membunuh semua orang yang ada disana.
__ADS_1
❣️