
...Tak ada namanya perpisahan yang indah, walau waktu sudah berlalu tetap saja menyakitkan, kau berpura-pura sudah melupakannya namun dihati yang paling dalam pasti tetap menyakitkan...
...Hi By Mama...
...****************...
Nasha berjalan secepat yang ia bisa, penglihatannya sedikit kabur karena air mata yang memenuhi pelupuk matanya, Ziyan hanya bisa diam mematung sambil memegang cincin berlian yang di kembalikan Nasha padanya, Ziyan tidak bisa mengejar Nasha, ia sudah menyakiti gadis itu sampai kebagian yang paling dalam, Ziyan tidak mungkin dimaafkan. Ini adalah keputusannya untuk memilih kebahagiaan ibunya dan ia tahu resikonya ia akan menghancurkan Nasha bahkan dirinya sendiri.
Ziyan mulai sadar jika Nasha sudah pergi meninggalkan gedung sea world, kemudian ia berlari keluar, Ziyan harap Nasha belum terlalu jauh, Ziyan sangat khawatir Nasha pasti sangat kalut dan ia tidak mungkin membiarkan gadis itu pulang sendirian.
Diluar gedung sea world Nasha masih berusaha mencari taksi yang mau berhenti, gadis itu benar-benar hancur nafasnya terasa sesak, Nasha tidak ingin Ziyan melihatnya yang seperti itu gadis itu bolak balik mencari taksi yang bisa membawanya segera pergi meninggalkan sea world.
Saat baru saja sampai di pintu exit Ziyan melihat Nasha yang sudah masuk kedalam taxi, Ziyan berlari menuju mobilnya untuk mengejar taxi yang ditumpangi Nasha, tidak terlalu lama mobil Ziyan mulai menemukan taxi itu, Ziyan berhati hati mengikuti taxi itu dari belakang ia harus memastikan setidaknya Nasha sampai dengan selamat ke rumahnya.
Didalam taxi Nasha tidak bisa menahan air matanya, sopir taxi itu terlihat khawatir karena membawa penumpang yang menangis, ini adalah kedua kalinya Nasha menangis didalam taxi karena Ziyan yang pertama kali adalah saat ulang tahun Ziyan dan pria itu tidak memenuhi janjinya pada Nasha, saat itu perasaan Nasha sangat sedih dan kecewa tapi sekarang bahkan rasanya tidak bisa digambarkan Nasha merasa sangat sesak, tangannya gemetar dan tubuhnya terasa dingin, patah hati membuat tubuh Nasha juga merasakan sakitnya.
Didalam mobil Ziyan juga sangat khawatir, perasaan bersalah, khawatir, sakit bercampur menjadi sesuatu yang sangat mengerikan, jika saja Ziyan sudah gila mungkin Ziyan sudah menabrakan mobilnya agar perasaannya saat ini tidak akan ia rasakan, tidak pernah terbayangkan sebelumnya jika ia akan menyakiti gadis yang paling penting dalam hidupnya.
Jalanan Jakarta memang selalu rumit apalagi dijam-jam pulang kantor seperti sekarang, hampir dua jam Nasha dan Ziyan menembus kemacetan kota Jakarta, saat sampai di depan gerbang rumah Nasha berusaha mengendalikan dirinya, ia membayar taxi itu dengan semua uang yang ada didalam dompetnya untungnya uang yang Nasha berikan cukup banyak gadis itu sedikit merasa bersalah karena membuat sopir taxi yang mengantarkannya kebingungan.
Dari dalam mobilnya Ziyan melihat Nasha turun dari dalam taxi, gadis itu terlihat sangat buru-buru ia pasti ingin menutupi kesedihannya Nasha pasti tidak ingin ada orang yang melihat tangisnya saat ini, Ziyan tau itu.
Nasha masuk kedalam rumahnya dengan terburu-buru, ia bahkan tidak mengucapkan salam sama sekali setelah membuka pintu rumah gadis itu langsung berlari kedalam kamarnya, bu Lasmi yang berpapasan dengan Nasha diruang tamupun bahkan tidak dihiraukannya seketika wanita paruh baya itu merasa sangat khawatir, sebelum menyusul Nasha kekamarnya bu Lasmi melihat keluar rumah berharap mobil Ziyan terparkir disana agar setidaknya ia bisa bertanya ada apa dengan Nasha pada Ziyan, tapi ternyata Nasha pulang dengan taxi dan akhirnya bu Lasmi memilih menyusul Nasha ke kamar, dan sudah pasti gadis itu mengunci diri dalam kamarnya.
__ADS_1
Tok tok tok "Nooon, kenapa non?" suara bu Lasmi dari luar tedengar sangat khawatir
Nasha saat ini masih terduduk di depan pintu sambil memeluk kedua kakinya dan membenamkan wajah diantara kedua lututnya, gadis itu tidak menjawab seruan bu Lasmi.
"Non, non Nasha gak apa-apa kan?" Tok tok tok, sekali lagi bu Lasmi memanggil
"Aku gak apa-apa bu, aku cuma mau istirahat" Nasha berusaha mengeraskan suaranya agar terdengar oleh bu Lasmi yang ada diluar, ia juga berharap bu Lasmi tidak menyadari suara parawnya walaupun itu tidak mungkin
"Kalo ada apa-apa non bisa cerita sama ibu" pinta bu Lasmi dari luar "ibu gak akan bilang sama bapak" bujuknya lagi
"Aku gak apa-apa bu, tolong, aku mau istirahat!" Nasha terdengar kesal, Namun sedetik kemudian Nasha benar-benar menyesal karena berkata keras pada bu Lasmi
Dari luar bu Lasmi tidak berani lagi memaksa gadis itu, tidak biasanya Nasha seperti ini, Nasha pasti sedang menghadapi masalah serius dengan Ziyan fikirnya, bu Lasmi sangat menyayangi Nasha tapi ia juga tidak bisa melewati batasannya walaupun bu Lasmi bisa langsung bertanya dan membuat perhitungan dengan Ziyan tapi bu Lasmi tidak akan melakukan itu, sekali lagi bu Lasmi tahu batasannya, baiklah bu Lasmi akan menunggu saja dan memberikan waktu untuk Nasha sampai gadis itu mau bercerita padanya, akhirnya ia meninggalkan kamar Nasha.
"Buk" panggil Nasha
Bu Lasmi segera berjalan cepat dan memeluk gadis yang sedang berdiri lunglai diambang pintu, Nasha menangis dipelukan ibu angkatnya itu.~
Setelah puas menangis, bu Lasmi meminta Nasha untuk beristirahat, gadis itu tidak banyak bercerita ia hanya bilang jika hubungannya dengan Ziyan sudah berakhir tanpa memberitahukan alasannya, Nasha tahu bu Lasmi akan sangat kesal dan kecewa pada Ziyan itu sebebnya Nasha meminta agar bu Lasmi tidak membicarakan atau menghubungi Ziyan lagi. Bu Lasmi hanya menyetujui permintaan Nasha saja walaupun banyak pertanyaan dibenaknya, saat ini ia hanya bisa fokus pada Nasha yang sedang patah hati, ini pertamakalinya untuk gadis itu dan bu Lasmi tidak menyangka jika Nasha akan sehancur ini.
Setelah bu Lasmi keluar dari kamarnya Nasha hanya bisa terduduk diatas kasur empuknya, mata sayunya terlihat kosong dan terus mengalirkan air mata, semalaman Nasha tidak bisa beristirahat ataupun tidur dadanya seperti dihimpit dua batu besar, sangat sakit.
Sementara Ziyan masih berada ditempat yang sama, didalam mobil mewahnya beberapa meter dari rumah Nasha, dua jam yang lalu ia melihat mobil ayah Nasha masuk kehalaman rumahnya, Ziyan tahu ibunya pasti sekarang sendirian dirumah sakit tapi entah mengapa rasanya sangat berat untuk pergi dari tempat itu, ada penyesalan yang begitu besar didalam dirinya karena telah menyakiti Nasha tapi disisi lain pria itu tidak bisa melakukan apapun lagi sekarang, apakah semuanya sudah terlambat? Entahlah Ziyan tidak tahu keputusannya ini benar atau salah.
__ADS_1
Waktu sudah lewat tengah malam, puluhan puntung rokok berserakan dijalan dan didalam mobil Ziyan, tidak pernah terbayangkan sebelumnya melepaskan Nasha terasa seperti kematian untuknya, rasanya waktu sudah berhenti dibagian yang paling mengerikan dalam hidupnya.~
Setelah hari itu Nasha tidak pernah melihat lagi Ziyan datang kesekolah, pria itu seperti hilang ditelan bumi, bahkan Ken dan Arvi juga tidak bisa mengetahui dimana keberadaannya, Ken dan Arvi akan membuat perhitungan pada Ziyan jika mereka menemukannya, pria pengecut itu harus diberi pelajaran karena sudah membuat semuanya jadi berantakan terutama membuat hidup Nasha hancur.
Walaupun Nasha selalu berusaha terlihat baik-baik saja sahabat-sahabatnya tahu jika Nasha kehilangan sebagian besar dirinya, beberapa kali gadis itu terlihat kesakitan, menangis sendirian diatap, tidak berani menatap mata lawan bicaranya, gemetar jika orang-orang bertanya tentang Ziyan padanya. Bahkan yang tidak orang lain ketahui semenjak hari itu Nasha mengalami insomnia yang parah, tubuhnya tidak bisa beristirahat.
Saat hari ujian nasional tiba Ken dan Arvi berharap pria itu datang kesekolah, semua adik kelas diliburkan pada hari itu jadi setidaknya mungkin Ziyan akan punya keberanian untuk datang, tapi ternyata salah Ziyan tetap tidak datang Arvi dan Ken tidak tahu apakah orang itu akan lulus atau tidak karena tidak mengikuti ujian nasional.
Sempat Arvi menemukan Nasha sedang duduk sendirian di halte bus dekat sekolah dihari pertama ujian nasional mereka, Arvi mendekati gadis itu dan bertanya untuk apa Nasha ada di area sekitar sekolah saat libur, gadis itu beralasan jika ia janjian dengan Mia dan Caca disana, dan Arvi tahu Nasha berbohong ia tahu pasti Nasha juga berharap bisa melihat Ziyan dihari ujian nasional dan akhirnya Arvi menjelaskan jika Ziyan tidak datang, air wajah Nasha seketika berubah sedih dan kecewa, walaupun gadis itu berkata ia tidak peduli lagi tapi Arvi tahu isi hati Nasha. Akhirnya sekuat tenaga Arvi memohon agar Nasha mau diantar pulang saja olehnya, awalnya Nasha tidak mau dan terus beralasan tapi Arvi tetap kekeh, ia tidak bisa minggalkan gadis labil itu disana sendirian. Ujian nasional adalah kesempatan Nasha untuk melihat Ziyan karena setelahnya semua anak kelas tiga sudah tidak ada kewajiban untuk datang kesekolah, tapi ternyata memang sudah tidak ada kesempatan untuknya.
Satu bulan kemudian pengumuman kelulusan kelas 3 dipampang dimading sekolah Ken dan Arvi buru-buru melihat pengumuman itu mereka penasaran dengan hasilnya tapi bukan tentang kelulusan mereka melainkan dengan kelulusan Ziyan.
Mata Ken dan Arvi terbelalak ketika menemukan jika Ziyan lulus dengan nilai yang sangat memuaskan, pria itu ada diperingkat tiga besar dibawa peringkat Rama yang merupakan kekasih Mia sebagai peraih nilai terbaik.
Ken benar-benar kesal dengan apa yang dilihatnya, pria itu nyaris membuat keributan diruang administrasi sekolah, ia tidak terima bagaimana mungkin orang yang tidak datang saat ujian nasional bisa lulus dengan nilai terbaik, beberapa guru berusaha meredam amarah Ken namun suara Ken malah lebih tinggi dan membuat orang-orang diluar penasaran dengan yang terjadi didalam.
Tidak puas dengan penjelasan dari guru-gurunya Ken memutuskan untuk membuat perhitungan dengan kepala sekolah, namun saat dengan penuh amarah ia menutup pintu ruang adminstrasi didepan sana Ken melihat Nasha sedang berdiri menatapnya dengan tatapan kosong.
Akhirnya Nasha meminta Ken untuk berhenti membuat keributan, Nasha tahu Ken bukannya tidak terima dengan hasil ujian nasional Ziyan, ia hanya ingin memaksa guru-gurunya untuk memberitahukan dimana keberadaan pria itu, dimana Ziyan mengerjakan ujian nasionalnya, Nasha tahu Ken berusaha mencari Ziyan untuknya. Mendengar Nasha yang sudah begitu pasrah dengan hubungannya dengan Ziyan membuat Ken sangat sedih, ia begitu menyayangi kedua sahabatnya itu, walaupun Ken lebih lama mengenal Ziyan tapi ia juga menyayangi Nasha, gadis yang berhasil membuat sahabatnya merasa hidup tapi sekarang hubungan mereka harus berakhir rasanya Ken tidak terima.~
Hari yang ditunggu oleh Diana dan Irfan akhirnya tiba, pernikahan berlangsung setelah dua minggu pengumuman ujian nasional, hari ini juga mungkin adalah hari yang ditunggu Nasha, pasalnya setelah beberapa minggu ia tidak melihat Ziyan dihari ini mereka pasti akan bertemu bukan? Ziyan tidak mungkin absen dihari terpenting bagi ibunya. Seperti apakah keadaan Ziyan? Apakah ia baik-baik saja? Rasanya pasti akan sakit jika melihat Ziyan baik-baik saja, jauh dilubuk hatinya Nasha juga ingin melihat Ziyan juga terluka sama sepertinya.~
❤️
__ADS_1