Dosa Cinta

Dosa Cinta
BONUS CHAPTER


__ADS_3

...Andai ku tahu akan sesakit ini...


...Ku takan mungkin mencintaimu sedalam ini...


...Sialnya saat kau pergi, ku terus menanti...


...Kau yang buatku jatuh hati, kini hilang takan kembali...


...Hilang...


...*******************...


Hari ini tepat sebulan setelah kepergian Ziyan ke Canada, singkat cerita Nasha dirawat sekitar sepuluh hari dirumah sakit sampai ia benar-benar fit untuk bisa pulang ke rumah. Hari-hari dirumah sakit dilewati Nasha dengan tidak mudah, dokter bilang Nasha mengalami gangguan lambung dan tekanan darah rendah yang cukup parah, awalnua bahkan Nasha tidak bisa makan dan mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan dokter karena terus menerus muntah. Ayahnya merasa sangat bersalah karena terlalu fokus dengan rencana Ziyan ke Canada dan bulan madunya ia sampai tidak memperhatikan kesehatan Nasha. Akhirnya setelah berangsur membaik dokter mengizinkan Nasha untuk pulang dan sampai saat ini gadis itu masih rawat jalan.


Ujian sekolah sudah selesai dilaksanakan dan malam ini akan diadakan pesta graduasi untuk kelulusan angkatan Ziyan.


Sekolah sedang ramai mempersiapkan acara promnight nanti malam sementara Nasha, Mia dan Caca ikut berpartisipasi sebagai panitia acara mewakili kelas mereka.


Sekitar pukul tujuh malam beberapa siswa sudah mulai berdatangan ke gedung acara, persta perpisahan itu cukup meriah untuk ukuran perpisahan anak SMA, semua panitia memakai kaos berwarna putih dan bawahan rok atau celana hitam, sementara siswa-siswi kelas tiga akan memakai pakaian terbaik mereka diacara ini.


Nasha yang menjadi anggota seksi konsumsi sibuk memastikan jika tidak ada makanan dan minuman yang akan habis sebelum acara selesai dibantu teman-temannya yang lain.


"Sibuk banget sih"


Suara seseorang terdengar sangat dekat di telinga kanan Nasha sampai gadis itu refleks menoleh karena kaget.


"Kak Ken, bikin kaget aja sih"


Ken dan Arvi yang sedari tadi berdiri dibelakang Nasha memberikan senyum pada gadis itu, Mia dan Caca yang melihat ada Ken dan Arvi langsung menghampiri mereka.


"Waaaa... Kakak-kakak tumben keren banget" seloroh Caca memuji penampilan rapi Ken dan Arvi yang memakai setelan jas rapi


"Lo aja yang gak pernah nyadar kalo kita keren" jawab Ken narsis


"Selamat ya Kak buat kelulusannya" Kata Mia sambil menjabat tangan Ken dan Arvi, Nasha dan Caca juga melakukan hal yang sama


"Lo bener-bener udah sehat Sha?" tanya Ken sambil menatap Nasha yang ia rasa terlihat masih pucat


"Udah jauh lebih baik Kak" Nasha tersenyum menjawab pertanyaan tersebut


Walaupun Nasha tersenyum Ken tetap saja merasa ada hal yang menghilang dari diri Nasha, ia juga tahu kalo Nasha tidak sepenuhnya sudah melupakan Ziyan, gadis itu hanya sedang berusaha bertahan, mungkin semua sahabatnya tahu itu, dan Ken, Arvi, Caca, Mia pasti akan selalu mendukung dan membantu Nasha agar gadis itu semakin cepat sembuh.


Ken, Arvi, Caca dan Mia juga tidak ada yang pernah membicarakan lagi tentang Ziyan dihadapan Nasha, mereka berharap nama Ziyan akan dilupakan oleh Nasha walaupun terdengar mustahil tapi setidaknya itulah usaha yang bisa mereka lakukan. Mereka ingin Nasha mulai fokus pada dirinya dan melupakan Ziyan.


"Kak Ken sama Kak Arvi lanjut kuliah dimana?" tanya Caca


"Gue gak kuliah, bulan depan udah mulai persiapan buat daftar militer" jawab Arvi


Caca yang mendengar Arvi akan mendaftar jadi tentara nyaris tidak percaya, sementara Nasha hanya tersenyum karena ia sudah tahu background keluarga Arvi yang mana ayahnya adalah seorang tentara dengan pangkat letkol (letnan kolonel). Nasha benar-benar bangga pada Arvi yang selalu menomor satukan keluarganya, keputusan untuk mendaftar militer juga memang pilihan orang tuanya tapi Arvi selalu ikhlas menjalani apa yang diinginkan orang tuanya tanpa mengeluh. Itu yang semua orang tau.


"Kalo Kak Ken gimana?" tanya Mia


"Gue belum tahu mau kemana" jawab Ken santai sambil tertawa "Kalo bisa sih gue gak pengen kuliah, belum dapet feel nya" terus Ken

__ADS_1


Untuk ukuran orang dengan ekonomi yang stabil seperti Ken bukan jadi masalah jika ia meneruskan pendidikan ataupun tidak pada dasarnya Ken memang sudah kaya raya jadi kuliah baginya hanyalah formalitas dan bisa dilakukan kapan saja.


"Emang orang tua kakak gak masalah?" tanya Mia lagi


"Yaaa udah ngereog terus sih, tapi yang punya hidup kan gue, nanti gue kuliah kalo udah pengen ajalah" sesantai itu jawaban Ken


"Terus rencananya kalo ga kuliah mau ngapain?" tanya Nasha


"Belum kepikiran apapun Sha, coba lo rekomendasiin deh apa hal yang paling cocok buat gue"


"Bikin masalah" celetuk Arvi sambil cengengesan


"Gak ada yang nanya pendapat lu nyet" sahut Ken ketus


Mereka semua lanjut dengan obrolan yang semakin asik, dan pukul 10 malam akhirnya acara prom selesai, Ken dan Arvi pun mengantarkan ketiga gadis itu kerumah mereka masing-masing.


Sesampainya dirumah seluruh lampu sudah mati, kata bu Lasmi kedua orang tua Nasha sudah tidur dan meminta bu Lasmi menunggu kepulangannya. Nasha juga tidak berlama-lama mengobrol dengan bu Lasmi gadis itu segera menyuruh ibu kesayangan nya itu untuk lekas tidur.


Seperti inilah sekarang, setiap pulang kerumah hanya ada sepi yang Nasha rasakan, jangan tanyakan apakah Nasha sudah melupakan dan mengiklaskan Ziyan karna jawabannya tentu saja belum, gadis itu hanya sedang berusaha menerima dan bertahan, mungkin akan seperti ini saja kehidupan Nasha berjalan selajutnya.


Keesokan harinya sekolah sudah mulai libur semester, hari ini Nasha memiliki janji dengan dokter dirumah sakit tempat ia dirawat sebelumnya untuk chekup. Gadis itu sedang berjalan di lobi rumah sakit dan tiba-tiba saja matanya tertuju pada pintu ruangan dokter yang tertulis spesialis syaraf dan psikologi. Gadis itu masih menimbang apakah ia harus konsul dengan psikiater juga, kebiasaan tidak bisa tidur, cemas, takut, dan kesepiannya bukan hal yang bisa ia tangani dengan hanya berusaha sendiri.


Sepulang dari rumah sakit Nasha tidak langsung pulang kerumah, sebenarnya Irfan meminta Nasha menunggu ia dirumah sakit dan ayahnya itu akan menjemputnya tapi Nasha menolak, ia beralasan akan berkunjung ke rumah Mia dan bermain sebentar disana.


Taksi yang Nasha tumpangi membawa gadis itu ke suatu tempat, galeri seni yang pernah ia datangi bersama Ziyan.




Nasha pergi kepantai dan melewati jembatan cinta lagi, gadis itu melihat sunset disana sendirian dan mengatakan pada angin yang bertiup untuk membawa semua kenangannya dengan Ziyan pergi dari hatinya. Nasha akan melepaskannya, melepaskan Ziyan seperti angin yang meniup debu-debu dilautan.



END ❣️


Yuk baca part ending ini sambil dengerin lagu "hilang tanpa bilang"


OST yang cocok banget buat menggambarkan isi hati Nasha, emang sakit banget ya dulu dikejar dengan se effort itu tapi akhirnya malah ditinggal gitu aja


HILANG TANPA BILANG


Bukankah kau yang datang kepadaku


Perhatianmu tumbuhkan rasaku


Padahal ku tak pernah meminta padamu


Tapi kau yang lebih dulu hadirkan rasa itu


Sekarang kau yang berubah tak tentu


Tiba-tiba kau menjauh dan ragu

__ADS_1


Tanpa pernah menjelaskan sesuatu padaku


Hanya diam dan membisu


Bila ada salahku tolong beri tahu


Jangan lalu pergi dan menjauh


Kau tawarkan cinta kini hilang tanpa bilang


Mungkin mudah bagimu lupakanku


Tapi sulit bagiku untuk hilangkan bayangmu


Ku terlanjur mencintaimu


Sekarang kau yang berubah tak tentu


Tiba-tiba kau menjauh dan ragu


Padahal ku tak pernah meminta padamu


Tapi kau yang lebih dulu hadirkan rasa itu


Bila ada salahku tolong beri tahu


Jangan lalu pergi dan menjauh


Kau tawarkan cinta kini hilang tanpa bilang


Mungkin mudah bagimu lupakanku


Tapi sulit bagiku untuk hilangkan bayangmu


Ku terlanjur mencintaimu


Andai ku tahu kan sesakit ini


Ku takkan mungkin mencintaimu sedalam ini


Sialnya saat kau pergi, ku terus menanti


Kau yang buatku jatuh hati, kini hilang tak kembali


Hilang


Kini kau hilang tanpa bilang


Tapi sulit bagiku untuk hilangkan bayangmu


Ku terlanjur mencintaimu


Andai kita tak pernah bertemu

__ADS_1


__ADS_2