Dosa Cinta

Dosa Cinta
JEBAKAN


__ADS_3

...Cinta sepihak tidak hanya menyakiti orang yang merasakan nya, tapi ini juga menyakitkan untuk orang yang meneriman nya...


...-Eun Dan Oh/Extra ordinary you-...


...*************************************...


Akhirnya Ziyan tidak bisa menolak keinginan Nasha, sepulang sekolah di ruang seni kak Arman dan 6 anggota ekskul lukis yang lain nya mengadakan rapat, termasuk ada Ziyan dan Nasha juga disana.


"Jadi fix nih taun ini kita ikut pameran?" tanya kak Arman kepada anggota lain


"Fix kak" Kata Nasha dan Dhira berbarengan, meraka berdua sangat bersemangat, dan teman nya yang lain ikut mengangguk, hanya Ziyan yang memasang wajah malas


"Oke bagus, akhirnya gue ikut pameran lagi di sekolah ini setelah dua taun hiatus" kak Arman terlihat sangat senang


"Dua taun kebelakang emang kenapa kak kita ga pernah ikut?" petanyaan polos itu datang dari Amira anak kelas 10 yang berarti adik kelas Ziyan maupun Nasha


"Dulu ada anggota yang nolak banget buat ikut pameran, dan bikin anggota lain takut" ujung mata kak Arman menunjuk kepada Ziyan, dan cowok itu masih dengan tampang malasnya tidak ingin meladeni Arman yang merupakan guru melukisnya, Nasha dan semua anggota pasti mengerti siapa orang yang di maksud kak Arman


"Oke kalo gitu biar gue yang isi formulir nya, abis ini kita mulai praktek di canvas aja, kita juga harus mulai nyiapin lukisan buat pameran nya, semangat guyssss!!!" kak Arman mencoba membakar semangat anggota ekskul lukis, semuanya sangat excited dengan pameran yang akan di selenggarakan dua minggu lagi.


Semua orang di ruang seni sekarang sudah bersiap dengan canvas ukuran medium di hadapan mereka masing-masing, Nasha masih menatap canvas putih itu tidak tahu harus menggambar apa, yang lain ada yang sudah mulai membuat arsiran, sebenarnya untuk Nasha melukis lebih sulit dari pada mengerjakan soal fisika, Nasha masih termenung menatap canvasnya.


Jika mereka semua berhasil membereskan lukisan mereka, artinya kurang lebih akan ada 8 lukisan yang bisa di pamerkan, belum lagi kak Arman akan membawa koleksi pribadinya untuk tambahan. Ziyan yang duduk disamping kak Arman bisa melihat Nasha yang hanya diam menatap canvas, cowok itu tahu pasti Nasha kebingungan harus menggambar apa, melihat wajah bingung Nasha membuat ujung bibir Ziyan tersenyum simpul, di canvas nya sudah ada coretan-coretan pensil yang pasti akan menghasilkan gambar yang sangat indah. ><


Keesokan harinya anggota osis mengadakan rapat untuk persiapan acara HUT sekolah, mereka mengundang semua perwakilan ekskul untuk ikut rapat dan menjelaskan rundown acara yang akan di laksanakan, kak Arman sudah meminta Nasha untuk jadi perwakilan ekskul lukis di rapat itu karena menurut kak Arman tidak mungkin ia menyuruh Ziyan, anak itu tidak bisa di percaya katanya, akhirnya Nasha meninggalkan pelajaran jam ke 5 nya karena rapat di adakan setelah jam istirahat pertama


Saat ini suasana sekolah terasa sepi karena seluruh siswa sedang belajar di kelas nya masing-masing, hanya ada siswa yang sedang belajar olahraga di lapangan sekolah dan beberapa siswa lain yang sedang berkegiatan di lantai satu, Nasha berjalan sendiri di lantai dua, dari kejauhan ia melihat seseorang menuruni tangga dari lantai 3 dan berbelok hendak menuruni tangga turun ke lantai satu, semakin di lihat Nasha semakin tau jika orang itu adalah Diandra, Diandra seperti tidak sadar menjatuhkan sesuatu dari tangan nya dan setelah Nasha dekati ternyata benda yang jatuh adalah handphone. Nasha memungut handphone itu dan buru-buru mengejar Diandra


"Kak! kak!" panggil Nasha yang melihat Diandra baru sampai di anak tangga ke tiga menuju lantai satu, Diandra menoleh melihat Nasha ada di ujung tangga lantai dua, lalu Diandra menghampiri Nasha dengan naik lagi ke atas tangga


"Kak ini tadi handphone nya jatoh" kata Nasha sambil memberikan handphone itu


"Oh, makasih sha" Diandra mengambil handphone di tangan Nasha sambil tersenyum


"Ya udah kak, kalo gitu aku duluan ya, udah di tungguin di ruang osis" kata Nasha, ruang osis ada di lantai tiga sehingga Nasha harus berbalik lagi untuk menuju ke tangga lantai tiga


"Thank's ya sha" seru Diandra


Kemudian Nasha berbalik dan menuju tangga lantai 3, baru dua langkah Nasha berjalan dan sesuatu terdengar terjatuh dari atas tangga lantai 2 menuju ke lantai satu, Nasha membalikan lagi tubuhnya dan ia sudah melihat tubuh Diandra terguling di anak tangga sampai gadis itu terbujur kaku di lantai satu, tiba-tiba seorang siswa dari lantai satu berteriak melihat Diandra yang kepalanya mengeluarkan darah, kejadian itu hanya sepersekian detik dan sekarang Nasha berlari turun menuruni tangga untuk melihat keadaan Diandra, beberapa orang di lantai satu juga melakukan hal yang sama, sekarang tubuh Diandra sudah di angkat oleh tiga orang siswa laki-laki menuju UKS

__ADS_1


"Aaaaaaaaaa" gadis itu meringis kesakitan saat tubuhnya diangkat, Diandra masih dalam kondisi sadar, kening nya mengeluarkan darah walaupun tidak banyak, mungkin karena benturan


Nasha sangat kaget melihat kejadian itu, lututnya sampai lemas karena melihat dengan jelas Diandra terguling dari tangga lantai dua ke lantai satu, tangga itu cukup tinggi sampai tubuh Diandra berguling berkali-kali. Semua orang yang melihat kejadian itu juga merasakan hal yang sama dengan Nasha, beberapa orang sekarang berbisik-bisik mengasihani gadis itu, tapi tidak sedikit juga yang memandang sinis pada Nasha, mereka melihat Nasha ada di ujung tangga lantai dua saat Diandra terjatuh dari sana dan sekarang mereka berbisik-bisik seperti sedang mencari siapa yang bisa disalahkan atas kejadian ini. Diandra sudah dibawa ke UKS dan Nasha kembali naik untuk menuju lantai tiga, ia berusaha tidak memperdulikan orang-orang yang menatapnya.


Rapat osis baru berjalan satu jam dan tiba-tiba saja seseorang membuka pintu ruang osis


"Maaf mengganggu" kata pak Dirman dari balik pintu


"Nasha bisa ikut bapak?" semua mata langsung tertuju kepada Nasha ketika guru BK itu memanggil namanya, gadis itu berdiri kemudian mengikuti pak Dirman keluar dari ruang osis, walaupun perasaan Nasha berkata akan ada sesuatu yang tidak baik gadis itu tetap memberanikan diri sambil melewati tatapan aneh dari orang-orang yang di lewatinya ketika menuju ruang BK


Di ruang BK sudah ada bu Ratna wali kelasnya dan Bu Hilda yang sepertinya adalah wali kelas Diandra, Nasha masuk dengan gugup kemudian pak Dirman mempersilahkan nya duduk


"Begini Nasha, bapak tadi dapat laporan kalau kamu yang mendorong Diandra dari tangga lantai dua sampai jatuh" kata pak Dirman


Entah mengapa Nasha tidak kaget mendengarnya, saat pak Dirman memanggilnya tadi Nasha sudah punya firasat memang akan seperti ini kejadian nya


"Bapak dapat laporan dari siapa?" tanya Nasha, gadis itu tidak langsung menyanggah perkataan pak Dirman, ia tidak bersalah jadi ia tidak perlu takut, fikir Nasha


"Ada siswi yang ngeliat kamu ngedorong Diandra" jawab pak Dirman


"Nasha gak mungkin pak ngelakuin itu" Bu Ratna yang malah memberikan pembelaan pada Nasha


"Beberapa siswi juga bilang akhir-akhir ini kamu memang bermasalah dengan Diandra" pak Dirman menjelaskan lagi


"Jadi maksud kamu Diandra kepeleset?" tanya wali kelas Diandra


"Saya gak tau bu, saya cuma liat kak Diandra udah jatuh" jawab Nasha


"Emang gak bisa di cek dari cctv aja pak?" tanya bu Ratna


"Saya sudah cek tapi kata IT sekolah semua cctv di tangga lantai 1 dan lantai 2 sedang di perbaiki" terang pak Dirman


Kemudian suara pintu terdengar di ketuk, pak Dirman mempersilahkan seseorang diluar masuk dan seorang siswi yang tidak di kenal Nasha masuk ke sana


"Silahkan duduk" suruh pak Dirman pada gadis itu


"Kamu tadi betul liat Nasha dorong Diandra dari atas tangga?"


Nasha menatap gadis itu dengan bingung, dia adalah gadis yang berteriak dari lantai satu ketika Diandra terjatuh dan dia juga yang melaporkan Nasha ke guru BK?

__ADS_1


"Iya pak" gadis itu mengangguk dan menatap Nasha dengan sinis


"Saya liat dia sama Diandra ngobrol di ujung tangga terus dia dorong Diandra" terang gadis itu


"Saya gak dorong kak Diandra pak" Nasha langsung menyanggah, kenapa gadis itu memfitnah nya, fikir Nasha


"Lo punya alesan buat ngelakuin itu" kata gadis itu kepada Nasha "Lo ga suka sama Diandra kan gara-gara Ziyan suka sama dia?" lanjutnya dengan ketus


Nasha mengerutkan keningnya tidak percaya ada orang yang mengatakan hal seperti itu, apa gadis dihadapan nya ini adalah fans couple Ziyan Diandra garis keras? gadis itu konyol dimata Nasha


"Aku ga mungkin sekonyol itu" kata Nasha tegas, gadis dihadapan nya mengerlingkan mata seperti menyepelekan Nasha


"Jadi ini cuma soal laki-laki?" tanya wali kelas Diandra


"Nasha gak pernah ada urusan apa-apa sama Ziyan" bela bu Ratna


"Satu-satunya jalan Kita cuma bisa nanya Diandra langsung, sekarang Diandra masih di obati di UKS" kata pak Dirman


"Friska, kamu akan bapak kasih sanksi kalau sampai keterangan kamu bohong, kamu juga Nasha bapak akan kasih kamu sanksi kalau betul kamu sudah mendorong Diandra dari atas tangga" pak Dirman berkata tegas


Sampai istirahat jam kedua belum ada satupun yang keluar dari ruangan BK, Ziyan masih berada di kelasnya sedang membaca pesan Nasha di handphone nya yang bilang kalau gadis itu akan rapat di ruang osis sampai selesai istirahat jam kedua, buru-buru Ziyan keluar dari kelasnya untuk pergi ke ruang osis


Belum sampai di pintu kelas tiba-tiba Arvi masuk dan mengejutkan nya


"Zi, lo udah denger Diandra jatoh dari tangga?" Arvi menghadang Ziyan yang akan keluar dari kelas


Cowok itu mengerutkan dahinya seperti menjawab ia belum mendengar kabar itu


"Terus?" tanya Ziyan seperti tidak peduli


"Terus anak-anak bilang Nasha yang ngedorong dia dari tangga" kata Arvi dengan wajah bingung


"Hah?" Ziyan yang mendengarnya kaget, tidak mungkin Nasha melakukan itu


"Sekarang Nasha lagi di sidang di ruang BK sama pa Dirman, Diandra masih di UKS kata anak-anak Diandra luka lumayan parah" terang Arvi


Ziyan buru-buru berlari keluar kelas dan di kejar Arvi lagi


"Lo mau liat Diandra?" tanya Arvi masih menghadang Ziyan

__ADS_1


"Liat Nasha lah" jawab Ziyan sambil meninggalkan Arvi di depan kelasnya, sekarang Ziyan tidak menuju ruang osis lagi, ia berlari menuju BK.


❣️


__ADS_2