
...Tidak semua orang beruntung memiliki hidup yang mudah, adakalanya bahkan setelah kamu berusaha sekuat mungkin, dunia tetap tidak mengizinkan mu bahagia...
...-Vincenzo-...
...**********************************...
Nasha, Mia dan Caca sedang menikmati makanan mereka di kantin saat jam istirahat pertama sambil mengobrol, seperti biasanya setelah berkelahi atau babak belur Ziyan tidak akan masuk sekolah dan hanya akan tidur seharian di rumah Ken, Nasha tau itu sehingga ia tidak menghawatirkan nya.
Ken dan Arvi tiba-tiba datang dengan senyum sumberingah dan duduk diantara gadis-gadis yang masih asyik mengobrol itu.
"Hai girl's" seru Ken kepada mereka bertiga, dan ketiganya hanya membalas Ken dan Arvi dengan senyum
"Ziyan ga masuk hari ini sha, tadi pagi tiba-tiba udah ada di sebelah gue aja, tidur" kata Ken seperti memberikan informasi
"Aku tau kok kak" seru Nasha tidak terlihat kaget, tapi sikap tenang Nasha itu malah di balas dengan senyum nakal dari Ken dan Arvi
"Cieee yang udah resmi jadian" kata Arvi sambil tersenyum jahil, Nasha yang sedang meminum jus jeruknya jadi hampir tersedak mendengar itu
Caca dan Mia terlihat kaget juga mendengarnya
Apa Ziyan sudah cerita pada sahabat-sahabatnya itu? fikir Nasha
"Kok salting gitu sih sha" sekarang giliran Ken yang menjahili
"Lo beneran udah jadian sama kak Ziyan?" tanya Caca super penasaran
Wajah Nasha berubah merah karena malu, gadis itu tidak menjawab hanya mengigit bibir bawahnya karena ragu untuk cerita pada teman-teman nya itu
"Ya udah kali sha ngaku aja, kita seneng juga kok kalo emang lo akhirnya nerima cinta tuh kunyuk" kata Arvi
Dan Nasha hanya mengangguk kecil mengiyakan pertanyaan Caca tadi
"Whaaat? lo beneran jadian sama Ziyan?" sekarang malah Ken yang kaget mengetahui jawaban Nasha
"Hahaha gue cuma asal ngomong padahal sha" Arvi tertawa tidak menyangka
Apa katanya? Arvi hanya asal bicara? astaga artinya Nasha salah merespon karena sudah masuk perangkap sahabat-sahabat Ziyan itu, Caca tidak bisa menutup mulutnya karena tidak percaya, Mia tersenyum sangat lebar mendengarnya
"Selamat ya Sha" kata Mia sambil menggenggam tangan Nasha dan hal itu di ikuti Arvi juga Ken, hanya Caca yang masih tidak percaya kalau Nasha sekarang adalah pacarnya Ziyan.
Rencananya Nasha tidak ingin memberitahu siapapun soal hubungan nya dengan Ziyan, tapi apalah daya rencana hanya rencana.
"Lo beruntung banget sha, gue ikut seneng buat Lo" sekarang barulah Caca bisa bersuara, nadanya sangat ambigu antara senang karena Nasha lah yang berhasil jadi pacar Ziyan tapi sekaligus juga sedih "berkurang lagi deh stok cowok ganteng yang available di sekolah ini" seru Caca, kata-kata itu membuat Nasha tersenyum dan Mia hanya geleng-geleng kepala
"Gue seneng karena Ziyan sama lo Sha, sekarang Ziyan udah punya tujuan dan ga akan nyia-nyiain lagi hidupnya" seru Arvi dengan wajah lega
"Semenjak deket sama Lo dia udah jauh banyak berubah, udah ga peduli lagi sama balapan, ga bolos lagi, ga bikin onar lagi, sekarang dia cuma fokus sama lo" tambah Arvi lagi
"Gue sama Arvi udah temenan sama Ziyan sejak awal masuk sekolah, kita semua awalnya cuma mau main-main doang ngelanggar ini itu karena penasaran, ya sampe-sampe Ziyan mau di keluarin dari sekolah karena terlalu banyak pelanggaran yang dia buat, kita berdua udah berusaha stop itu anak tapi ga bisa, sampe akhirnya dia ketemu sama lo" sekarang giliran Ken yang bicara
"Gue gak nyangka juga sih dia bisa berubah cuma gara-gara cewek, selama ini Ziyan gak pernah tertarik sama cewek manapun yang ngejar-ngejar dia, lo cewek pertama Ziyan Sha" kata Arvi
Cewek pertama? kalau mengingat bagaimana cara Ziyan menciumnya tadi malam rasanya sulit di percaya kalau Ziyan baru pertama kali pacaran.
Nasha, Caca dan Mia hanya mendengarkan Ken dan Arvi yang sedang bercerita tentang sahabatnya itu
Handphone di saku Nasha tiba-tiba berbunyi dan dilihat ternyata ada sebuah pesan dari nomor Ziyan
'Sayang'
Nasha membuka pesan itu dan seketika tersenyum, rasanya aneh mendapat sebuah pesan saja membuatnya begitu senang
"Tuh kan, senyum-senyum sendiri, gue kok sedih ya" Caca memelas sambil memeluk lengan Mia seperti membutuhkan sandaran "lebay banget sih lo" seru Mia yang hanya bisa tersenyum melihat tingkah teman nya
"Ya abisnya, lo punya cowok ganteng banget, sekarang cowok nya Nasha juga ganteeeeng banget, ngerasa sendirian gue" Caca mulai memelas
"Cha, nih Arvi jomblo" seloroh Ken sambil tertawa, Arvi refleks memukul bahu Ken
"Kayak punya cewek aja lo" seru Arvi risih
__ADS_1
Nasha nyaris tidak menyadari interaksi teman-teman nya, ia hanya sibuk membalas chat dari Ziyan
'Udah nyala lagi hape nya?' Nasha mulai mengetik dan mengirikan pesan itu ke nomor Ziyan
'Udah, pulang sekolah kamu tunggu aku ya, aku kangen' balas Ziyan
'Kok ngomong nya jadi aku kamu? nggak pake gue-lo lagi? 😁' pertanyaan yang padahal Nasha tau jawaban nya
'Harus ya dibahas sha?' sepertinya cowok itu malu menjelaskan kalau ia tidak mungkin memanggil pacarnya dengan sebutan 'Lo'
'Kita kan bukan temen lagi' balas Ziyan lagi
Nasha tersenyum semakin lebar, ia bisa bayangkan betapa canggung nya Ziyan yang memanggilnya dengan lebih halus
Nasha: 'Iyaaa-iya, ga akan dibahas 🤭'
Ziyan: 'Nanti pulang sekolah aku jemput pokoknya'
Nasha: 'Aneh'
Ziyan: 'Aneh gimana?'
Nasha: 'Ya abisnya kamu bolos tapi masih bisa jemput aku'
Ziyan: 'Badan aku rasanya remuk semua makanya aku ga masuk sekolah, tapi kalo buat ketemu kamu aku bisa tahan sakitnya'
Nasha: 'Alesan aja 🙄'
Ziyan: '😁'
Nasha: 'Udah bel nih, aku masuk kelas dulu ya'
Ziyan: 'Gak cium dulu?'
Nasha: 'Iiikh, dasar'
'Miss u ❣️' kata-kata kangen dari Ziyan itu menutup percakapan mereka, Nasha kemudian buru-buru masuk ke kelas dengan Caca dan Mia ~
Belum sampai ke depan sekolah Nasha melihat Diandra yang berjalan mendekatinya dari arah depan sambil tersenyum ramah, senyum yang tidak bisa Nasha artikan lagi sebenarnya
"Hai, Sha" seru Diandra dan Nasha hanya membalas Diandra dengan senyuman, saat ini tidak ada rasa cemburu lagi di hati Nasha pada gadis itu, setelah mendengar cerita Ziyan tentang Diandra yang terjebak dengan Alex membuat Nasha malah iba pada gadis itu
"Gue mau minta maaf sha sama lo, gara-gara gue acara lo kemaren sama Ziyan jadi berantakan pasti" sekarang wajah Diandra berubah lagi, raut wajahnya terlihat sangat menyesal, Nasha hanya terdiam meneliti Diandra, gadis itu benar-benar hebat menggunakan topengnya
"Kemaren ada cowok aneh yang ga berhenti ngejar-ngejar gue, dan gue pernah bilang kan Ziyan ga bisa ngebiarin itu, dia selalu ngelindungin gue sha"
kalau saja Ziyan tidak menjelaskan kesalah pahaman Nasha kemarin mungkin hati Nasha akan sangat sakit mendengar kata-kata Diandra itu.
"Sekali lagi gue minta maaf ya karena ngerusakin acara lo, lo jangan marah sama Ziyan ya, kemarin itu salah gue"
"Gak apa-apa kak" jawab Nasha singkat, Nasha seperti tidak bisa banyak bicara jika berhadapan dengan Diandra, biar bagaimanapun Nasha masih merasa kurang jika dibandingkan dengan gadis itu, dulu mungkin Nasha merasa Diandra adalah sosok putri yang cocok bersanding dengan pangeran seperti Ziyan tapi sekarang bukan soal itu, Nasha melihat kegigihan Diandra untuk mendapatkan Ziyan, bahkan gadis itu bisa berbohong dan menghalalkan segala cara untuk dapat perhatian dari Ziyan, hal itu tidak pernah dan tidak bisa Nasha lakukan, mungkin saja cinta Diandra pada Ziyan lebih besar dari pada perasaan yang dimilikinya saat ini.
Diandra yang melihat Nasha begitu kik-kuk mungkin merasa sudah berhasil membuat Nasha kesal walaupun kenyataan nya tidak begitu.
"Handphone Ziyan kemarin ga sengaja rusak gara-gara nolongin gue, hari ini dia gak masuk juga, gue mungkin hari ini mau nengok dia ke rumahnya, karena kejadian kemaren gue bisa deket lagi sama Ziyan, gue seneng banget, ini semua juga berkat lo, makasih ya sha"
Diandra menggenggam kedua tangan Nasha dengan erat, andai Diandra tahu kalau Nasha mengetahui segala hal tentang dirinya sekarang mungkin Diandra tidak akan repot-repot memakai topeng nya di depan Nasha.
"Gimana kalo kita nengok Ziyan sama-sama? kemaren Ziyan bawa gue ke apartment nya, jadi hari ini pasti dia juga disana" ajak Diandra berharap Nasha semakin cemburu karena tahu bahwa mereka berduaan di apartment kemarin
"Ziyan mau jemput aku sekarang kak, jadi kita gak perlu ke apartment nya" jawab Nasha dengan tenangnya
Deg, jantung Diandra sangat kaget mendengar hal itu, apa maksud Nasha Ziyan akan menjemputnya? apa mereka tidak bertengkar karena masalah Ziyan ingkar janji kemarin? fikiran-fikiran yang membuat Diandra bingung mulai muncul, bagaimana bisa Nasha dan Ziyan masih baik-baik saja setelah kejadian kemarin
"Oh, ya? Ziyan mau kesini sekarang?" Diandra membuat nada suaranya setenang mungkin padahal Nasha bisa melihat raut kaget di wajah Diandra sebelumnya, Nasha hanya mengangguk mengiyakan.
Tanpa Nasha ketahui tangan Diandra mulai bergetar karena kesal, bagaimana rencana nya kemarin bisa gagal, bodoh sekali semua anak buah Alex yang di sewanya, kenapa mereka semua tidak becus hanya mengurusi Ziyan saja?
"Gue seneng banget, kalo gitu Ziyan baik-baik aja artinya kan?"
__ADS_1
"Ziyan mungkin udah ada di parkiran sekarang kak"
"Lo duluan aja kalo gitu, gue ada yang mau di ambil dulu di kelas"
Nasha tau sebenarnya Diandra tidak mungkin berani bertemu Ziyan setelah kejadian kemarin, cowok itu sangat marah pada Diandra bagaimana bisa ia menemuinya.
"Oke kak, kalau gitu aku duluan" Nasha berpura-pura tidak tahu dan meninggalkan Diandra di koridor lantai satu SMU Bina Karya ~
Belum sampai depan gerbang tiba-tiba seseorang dari belakang mengukuti Nasha
"Sayang" bisik Ziyan di telinga gadis itu
Nasha refleks membalikan badan, dan melihat yang ada di belakang nya adalah Ziyan, kemudian Nasha tersenyum sangat manis
"Kangen" kata Ziyan sambil merentangkan kedua tangannya seperti akan memeluk, Nasha buru-buru menahan kedua tangan Ziyan yang terentang sangat lebar
"Ini sekolahan Zi" tolak Nasha sambil membawa turun kedua tangan Ziyan
"Kalo ga di sekolahan berarti boleh?"
"Bandel"
Nasha meneliti wajah Ziyan yang sudah tidak lebam, hanya menyisakan warna merah dan biru yang ada di bagian pelipis dan hidungnya
"Kalo diliatin kaya gitu aku jadi pengen cium nih"
"Ini luka kamu masih sakit?"
"Aku udah jauh lebih baik sayang"
"Kamu jangan panggil sayang-sayang ikh, ini sekolahan tau"
"Terus? biarin aja, biar semua orang tau kalo sekarang kamu cuma milik aku"
Mendengar itu Nasha hanya menyipitkan kedua matanya dan Ziyan tersenyum nakal, kemudian pria itu menggandeng tangan Nasha untuk keluar dari area sekolah
"Mobil aku di parkiran, yuk"
"Zi, mending kita disini sebentar" Nasha menahan Ziyan yang akan membawanya pergi
"Kamu masih ada sesuatu?"
Nasha menggeleng "Bukan, tadi aku ketemu kak Diandra, dia katanya khawatir sama kamu"
"Terus?"
"Mungkin dia sekarang lagi jalan kesini, dia mungkin mau minta maaf sama kamu"
"Sha aku kan udah bilang, kamu jangan deket-deket sama cewek itu! emang menurut kamu dia berani nemuin aku? ayo kita pergi aja sekarang"
"Ta-tapi"
"Udah, gak tapi-tapi, aku laper banget nih kamu ga kasian sama aku?"
"Kamu belum makan?"
Ziyan kemudian mengangguk dengan wajah merajuk yang sangat lucu dimata Nasha
"Kita makan terus ke bioskop dulu gimana?"
"Kamu ngajakin aku nge-date?"
"Orang pacaran kaya gitu kan?"
"Mmmmm... kalo makan nya di rumah aku aja gimana?"
"Makan masakan bu Lasmi? mau banget lah" Ziyan terlihat sangat exited
"Kalo gitu kita pulang sekarang" kemudian Ziyan dan Nasha menuju parkiran sekolah untuk pulang.
__ADS_1
❣️