Dosa Cinta

Dosa Cinta
BERSAMA


__ADS_3

...Tertawa bersama, menangis bersama...


...Aku kira perasaan sederhana ini adalah segalanya bagiku...


...-Adinda N.R.-...


...*************************************...


Nasha sekarang sudah berada di mobil Ziyan, perjalanan ke rumah hari ini lumayan macet sehingga mereka berdua sudah hampir 40 menit di perjalanan, Nasha meneliti semua hal yang di pakai Ziyan hari ini, handphone baru, mobil baru, Ziyan juga tidak memakai seragam tapi ia memakai kaos, jaket denim, dan celana jeans warna hitam yang tentu saja orang awam pun bisa menebak harganya bukan kaleng-kaleng.


"Kenapa sih ngeliatin terus, aku lagi nyetir nih jadi grogi tau" kata Ziyan yang menyadari kalau ia di pandangi sejak tadi


"Gak apa-apa sih, cuma jarang aja liat kamu gak pake seragam gitu"


"Kamu gak suka?"


"Suka"


Ziyan lalu sejenak melihat ke arah Nasha yang sedang tersenyum menatapnya, rasanya dengan melihat Nasha tersenyum saja perasaan nya pada gadis itu bertambah semakin besar.


"Ini mobil siapa?" tanya Nasha


"Mobil akulah"


"Mobil kamu baru lagi?"


"Kemarin kan mobil aku di rusakin sama anak buahnya Alex, hape aku juga di rusakin Diandra, jadi aku minta aja yang baru, terus tadi pagi udah dikirim aja sama asisten nya tuan besar ke rumah Ken" (Tuan besar sebutan Ziyan pada ayahnya)


Mendengar itu nafas Nasha sedikit tercekat, astaga semudah itu Ziyan meminta mobil dan handphone baru seperti meminta sebuah permen


"Terus mobil lama kamu gimana?"


"Lagi di service"


"Oooh"


"Kamu suka mobil baru aku gak?"


"Suka-suka aja sih"


"Kalo gitu mobil ini buat kamu aja"


"Uhuk" Nasha yang baru saja meminum air mineral langsung tersedak "ngaco kamu, aku jd keselek nih"


"Aku serius sha"


Nasha mengelap mulutnya dengan tissue dan terus menatap Ziyan yang sedang menyetir di sebelahnya


"Kamu fikir ini permen bisa kamu kasihin gitu aja?"


"Kamu gak mau?"


"Gak" Nasha langsung tegas menolak


"Kalo gitu nanti di rumah kamu searching aja mau mobil yang kaya gimana"


"Zi, aku marah loh kalo kamu kayak gitu"


"Loh, kok marah? aku kan pengen ngasih hadiah buat pacar aku"

__ADS_1


"Ya tapi nggak mobil juga, yang normal-normal aja, lagian kita juga baru pacaran sehari" Nasha sedikit tertawa mengatakan nya, tidak habis fikir dengan pemikiran Ziyan


"Lagian aku ga butuh mobil, aku juga gak bisa nyetir" tambahnya


"Nanti aku ajarin sayang"


"Ya tapi aku beneran gak butuh mobil, sekarang kan ada kamu yang bisa anterin aku kemana-mana" Nasha tersenyum memperlihatkan gigi-giginya yang berderet rapi


"Udah pinter ya sekarang ngerayunya" Ziyan balas tersenyum gemas sambil mencubit pipi Nasha


"Emang kamu gak mau nemenin aku kemana-mana?"


"Maulah, dengan senang hati tuan putri, tapi janji ya kamu harus kasih tau aku kalo kamu butuh apapun atau kemanapun"


"Iyaaaaa"


Ziyan kemudian menggenggam tangan Nasha lalu menciumnya, gadis itu hanya sangat bahagia di perlakukan begitu istimewa


"Lagian aku loh yang harusnya ngasih kamu hadiah, kamu kan kemarin ulang taun" wajah Nasha terlihat menyesal karena tidak bisa memberikan apa-apa untuk Ziyan, ice cream cake yang kemarin Nasha beli untuk ulang tahun Ziyan sudah meleleh karena Ziyan tidak menepati janji makan malam mereka kemarin


"Kamu hadiah aku yang paling berharga sha" Ziyan mengatakan nya dengan sangat tulus "aku gak butuh apa-apa lagi, selain kamu"


Nasha yang melihat tangannya di genggam hanya tersenyum, hatinya penuh dengan rasa syukur karena ia bersama Ziyan sekarang, tidak ada lagi kekhawatiran atau rasa takut, asal bersama Ziyan Nasha merasa bisa menghadapi apapun ~


Mobil Ziyan sekarang sudah masuk ke pekarangan rumah Nasha, seperti seorang anak kecil yang sangat merindukan ibunya pria itu berlari ke arah bu Lasmi yang sedang menyiram tanaman dihalaman rumah


"Ibuuuuuuu" serunya sambil mengalungkan lengan di pundak bu Lasmi


Wanita paruh baya itu sedikit kaget ada yang memeluknya tiba-tiba, namun saat tahu kalau orang itu adalah Ziyan ada senyuman samar di wajahnya, ia tahu suasana hati Ziyan sedang sangat baik


"Aduuuuh, apa-apaan sih ini" omel bu Lasmi, berpura-pura ketus, ia melepaskan rangkulan tangan Ziyan dan menatap anak nakal itu


"Bu aku punya kabar baik buat ibu"


"Biasalah bu, namanya juga cowok"


Kening bu Lasmi berkerut mendengarnya, biar bagaimanapun melihat Ziyan babak belur seperti itu ada bagian hati bu Lasmi yang ikut merasakan sakit


"Ini ma gak penting bu (kata Ziyan Sambil menunjukan wajah babak belurnya) yang penting sekarang aku sama Nasha udah jadian"


Nasha yang ada di belakang Ziyan langsung terbelalak mendengar kata-kata yang di lontarkan Ziyan barusan, sementara wajah bu Lasmi malah terlihat bingung


"Jadian maksudnya gimana den?"


"Ya aku sama Nasha sekarang udah pacaran bu"


Refleks Nasha mencubit lengan Ziyan dan sekarang malah mata bu Lasmi yang terbelalak hampir tidak percaya mendengar kata-kata Ziyan


"Aaaawwww" Ziyan mengelus lengan nya yang di cubit Nasha


"Sakit sha"


Wajah Nasha terlihat sedikit kesal dan melotot ke arah Ziyan, Ziyan tahu maksud kode mata melotot itu agar ia tidak membicarakan hubungan nya dengan Nasha pada bu Lasmi


"Beneran non pacaran sama den Ziyan?" tanya bu Lasmi dengan polosnya


Sekarang Nasha menatap bu Lasmi dengan bingung


"Beneran buuuu" malah Ziyan yang menjawab pertanyaan itu "Emangnya kamu mau kita sembunyi-sembunyi dari bu Lasmi?" tanya Ziyan kepada Nasha

__ADS_1


Sesaat Nasha melihat ke arah Ziyan lalu kemudian menatap bu Lasmi lagi dengan wajah bersalah, lalu gadis itu mengangguk kecil mengiyakan kalau ia dan Ziyan sekarang sudah pacaran


"Ibu marah ya?" tanya Nasha


Melihat wajah Nasha yang bingung bu Lasmi malah tersenyum


"Nggak nooon, ibu seneng kok akhirnya non punya pacar, cuma kenapa harus yang bandel banget kayak den Ziyan sih non?" bu Lasmi sengaja membuat Ziyan kesal


"Bu! gini-gini juga kan aku ganteng" Ziyan membela diri


"Hmmmm ganteng doang ma ga cukup"


"Yaampun bu tega banget sih, aku sayang banget loh sama Nasha"


"Banyak cowok baik-baik yang mau sama non Nasha"


"Tapi kan gak seganteng aku"


Ziyan dan bu Lasmi terus saja berdebat dan Nasha hanya bisa tersenyum melihatnya, walaupun bu Lasmi sering terlihat galak dan ketus pada Ziyan tapi jauh di lubuk hatinya bu Lasmi sangat menyukai pria tengil itu, mendengar Nasha pacaran dengan Ziyan bu Lasmi juga bahagia, setidaknya Nasha menemukan seseorang yang bisa membuatnya tersenyum, selama ini gadis itu sangat berhati-hati membuka pintu hatinya, ia tidak banyak berteman apalagi berani pacaran, Nasha sangat takut kehilangan, merasakan sepi karena ditinggalkan seorang ibu membuat Nasha membangun tembok yang kuat agar ia tidak merasakan kehilangan itu lagi, tapi sepertinya tembok itu bisa di runtuhkan Ziyan, bu Lasmi hanya bisa berharap semoga pria ini bisa di percaya dan tidak akan pernah menyakiti Nasha~


Pukul 9.30 malam Ziyan keluar dari rumah Nasha dengan lesu, setelah mendapatkan makan malam dirumah itu bu Lasmi terus menerus menyuruh Ziyan untuk pulang karena sudah malam, sejak pulang sekolah Ziyan menghabiskan waktu dengan Nasha dan bu Lasmi dirumah itu, Disana Ziyan selalu merasa menemukan rumah yang sebenarnya. Nasha mengantarkan Ziyan sampai ke depan pintu mobilnya dan pria itu masih merajuk enggan untuk pulang.


"Bu Lasmi tega banget sih, aku kan masih kangen sama kamu"


"Besok kan di sekolah ketemu lagi"


"Aku ga mau pisah sama kamu"


Nasha hanya bisa tersenyum melihat wajah Ziyan yang di tekuk manja, Ziyan balas menatap Nasha kemudian


"Aku gak percaya sekarang kamu bener-bener jadi milik aku sha" katanya sambil membelai pipi gadis itu dengan lembut, "Susah banget sih biar bisa ngegenggam tangan ini" kemudian Ziyan mengenggam tangan Nasha dengan erat. "Kamu beneran kan sayang dan suka sama aku juga?" pertanyaan bodoh yang sengaja di lontarkan Ziyan karena hanya ingin mendengarnya


"Emangnya gak kerasa ya?" Nasha malah balik bertanya


"Ya abisnya kamu gak pernah bilang suka sama aku sih, selalu aku yang bilang kalo aku tergila-gila sama kamu"


"Aku harus bilang juga?"


"Mmmmm aku cuma mau denger aja sih"


Nasha menatap mata Ziyan yang begitu berharap, gadis itu sejenak hanya diam dan mereka hanya saling menatap


"Aku sayang sama kamu, aku gak tahu kapan tepatnya aku jatuh cinta sama kamu, tapi kamu ngasih aku banyak banget perasaan yang gak pernah aku rasain sebelumnya, kamu ngasih aku perasaan bahagia sekaligus rasa takut, aku gak pernah begitu menginginkan sesuatu seperti aku menginginkan kamu Zi"


"Awalnya aku takut banget buat merima perasaan kamu, kamu terlalu sempurna buat aku, dan di sekeliling kamu banyak banget gadis yang lebih segala-galanya dari pada aku, aku takut suatu saat kamu akan berubah dan akhirnya aku putusin buat ngelawan perasaan aku sendiri, tapi ngeliat kamu sama kak Diandra kemarin hati aku rasanya sakit banget dan akhirnya aku sadar kalau aku gak bisa nerima kalau kamu sama gadis lain"


"Apa perasaan aku yg seperti itu salah?" tanya Nasha di akhir pembicaraan nya


Astagaaaa kenapa kata-kata gadis itu membuat hati Ziyan bergetar hebat, Ziyan tidak menjawab pertanyaan Nasha ia hanya bisa menatap Nasha lekat-lekat seperti terhipnotis dan seluruh jiwa raganya sudah diambil alih


"Kalau kamu kayak gini aku malah tambah gak mau pulang niiiih" seru Ziyan dengan wajah merajuk


Nasha seketika tersenyum mendengarnya, Ziyan kemudian menarik gadis paling ia sayangi itu kepelukan nya dan memeluknya dengan sangat erat


"Aku sayang kamu" Ziyan mengatakan nya sambil tetap memeluk gadisnya


"Aku juga sayang sama kamu" Nasha membalas kata-kata itu dengan membisikan nya di telinga Ziyan


Selanjutnya Ziyan masih merangkul pinggang Nasha, tidak ingin membiarkan ada jarak diantara mereka, keduanya hanya saling memandang sambil Ziyan menyalipkan rambut-rambut halus Nasha kebelakang telinganya

__ADS_1


"Manis banget sih pacar aku" kata Ziyan sambil tidak bisa menyembunyikan kebahagiaan nya, kemudian ia mencium kening Nasha dan harus puas dengan itu saja walaupun sebenarnya Ziyan ingin mencium bibir Nasha seperti terakhir kali, tapi ia sadar jika ia melakukan itu ia tidak akan bisa berhenti, dan bisa saja akan ada huru-hara dengan malaikat maut (bu Lasmi) kalau sampai ketahuan.


❣️


__ADS_2